NovelToon NovelToon
SULUNG

SULUNG

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyelamat / Action / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: DIFAN2

Sebuah kisah tentang dua dunia yang berpijak pada bumi yang sama, antara kehidupan moderen dan primitif yang akhirnya akan bersatu karena Cinta dua manusia yang saling bertemu dalam gelombang ketidak sengajaan.

Kisah dengan semua yang bercampur aduk, antara logika, cita-cita, cinta dan perburuan yang seru dan menegangkan, degan bumbu tawa yang tak disengaja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DIFAN2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jejak di Telan Bumi

Matahari pagi baru saja menyembul di balik ufuk timur, mengirimkan berkas cahaya keemasan yang berusaha menembus kabut tebal di pinggiran Alas Purba.

Namun, alih-alih kesunyian hutan yang damai, Desa Wana Asri hari itu mendadak riuh oleh deru mesin helikopter yang berputar di langit dan puluhan mobil jip pemadam serta tim penyelamat. Pencarian besar-besaran untuk menemukan Profesor Hera Grahansa resmi dimulai.

Baskara memimpin di barisan depan bersama Komandan Tim SAR kota, seorang pria tegap berwajah tegas bernama joko.

Di belakang mereka, puluhan personel dengan seragam oranye dan anjing pelacak berjenis German Shepherd melangkah taktis menembus vegetasi luar hutan.

Yudha, Kevin, dan Amara ikut dalam rombongan. Amara terus memeluk jaketnya sendiri, matanya sembap karena tidak tidur semalaman. Sementara Kevin menggenggam alat pemindai digital baru yang dikirim langsung dari laboratorium utama Grahansa

Corp.

Pak Danu bersama belasan penduduk lokal berpakaian serba hitam berjalan di sisi samping, bertindak sebagai penunjuk arah sekaligus penjaga adat. Wajah tua Pak Danu tampak sangat muram.

"Kita sudah sampai di radius satu kilometer dari koordinat kamp semalam, Komandan," ujar Yudha sambil memeriksa GPS taktis di tangannya.

Anehnya, layar GPS-nya mulai berkedip-kedip tidak stabil. "Seharusnya titik dua pohon raksasa berpita merah itu berada sekitar seratus meter di depan kita. Di balik semak belukar besar ini."

"Semua tim, bersiap! Lepaskan anjing pelacak!" perintah Joko tegas melalui radio HT.

Dua ekor anjing pelacak langsung dilepaskan. Mereka menggonggong nyaring, mengendus tanah basah, dan melesat menerobos semak belukar yang lebat.

Namun, baru berjalan beberapa meter ke dalam, gonggongan anjing-anjing itu mendadak berubah menjadi lengkingan cicitan ketakutan. Kedua hewan terlatih itu berbalik arah dengan ekor terlipat di antara kaki belakang mereka, lalu meringkuk di dekat kaki pawangnya, menolak untuk maju lagi.

"Ada yang tidak beres," bisik Baskara, parangnya langsung terhunus. "Joko, maju bersamaku."

Baskara, Joko, dan Yudha maju paling depan, menebas semak belukar lebat yang menghalangi pandangan. Kevin dan Amara mengikuti dari belakang dengan napas tertahan.

Ketika semak terakhir berhasil ditebas dan terbuka lebar, seluruh tim penyelamat mendadak menghentikan langkah kaki mereka. Tubuh mereka membeku seketika di tempat.

"T-tunggu, ini tidak mungkin," gagap Kevin.

Langkah kakinya goyah hingga dia hampir menjatuhkan perangkat sensor mahalnya. Dia membetulkan posisi kacamatanya berulang kali, mengira matanya sedang menipunya.

Di depan mereka, tidak ada apa-apa.

Lebih tepatnya, tanah lapang yang seharusnya menjadi tempat berdirinya dua pohon purba raksasa berdiameter lima meter dengan lilitan pita kain merah tebal itu telah berubah total.

Tempat itu kini hanyalah sebuah area terbuka yang datar, dipenuhi oleh rerumputan hijau pendek dan semak-semak kecil yang biasa. Dua batang pohon masif yang menjulang tinggi menembus kanopi hutan semalam telah hilang tanpa bekas. Sisa akar yang mencuat, robekan tanah, ataupun selembar benang dari pita merah desa sama sekali tidak terlihat di mana pun.

Pohon-pohon raksasa itu seolah-olah telah ditelan bulat-bulat oleh bumi dalam waktu satu malam, menyisakan topografi hutan yang benar-benar baru dan mulus.

"Yudha! Apakah koordinatmu salah?!" bentak Joko dengan wajah memerah, menatap kompasnya yang berputar kacau. "Jangan main-main! Kita mengerahkan helikopter dan puluhan personel ke tempat kosong?!"

"Sumpah, Komandan! Koordinatnya tidak salah!" Yudha berteriak balik dengan wajah pucat pasi, menunjukkan layar tabletnya yang masih menampilkan titik lokasi kamp semalam.

"Ini titiknya! Jejak ban jip kita bahkan masih ada di sebelah sana, hanya berjarak seratus meter dari sini! Semalam pohon itu ada di sini! Kami semua melihatnya!"

"Secara ilmiah, ini mustahil," gumam Kevin dengan suara bergetar hebat. Dia berlutut, menyentuh permukaan tanah yang ditumbuhi rumput pendek.

"Struktur tanahnya sangat padat. Pertumbuhan rumput di sini setidaknya butuh waktu bulanan atau tahunan untuk sepadat ini. Tidak ada bekas penebangan, tidak ada bekas pohon tumbang, tidak ada tanda-tanda alat berat. Pohon sebesar itu tidak bisa lenyap begitu saja dari hukum fisika!"

Amara langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan, tangisnya kembali pecah. "Prof Hera... kalau pohonnya hilang, lalu Prof Hera di mana? Berarti Prof Hera tertimbun di dalam tanah?!"

Melihat fenomena yang tidak masuk akal itu, para personel tim SAR mulai berbisik-bisik panik. Beberapa dari mereka melangkah mundur dengan wajah cemas, merasakan aura mistis yang mendadak menekan tempat tersebut.

Di barisan samping, Pak Danu dan para penduduk desa Wana Asri melangkah maju mendekati area kosong tersebut. Berbeda dengan tim kota yang panik mencari penjelasan logis, wajah penduduk setempat justru dipenuhi oleh ketakutan yang mendalam dan rasa hormat yang religius.

Pak Danu berlutut di atas tanah, menangkupkan kedua tangannya di depan dada, lalu menggumamkan doa-doa kuno dalam bahasa daerah yang berat.

"Leluhur jagad purba." bisik Pak Danu dengan suara gemetar. Beliau menoleh ke arah Baskara dengan mata yang dipenuhi rasa iba sekaligus ngeri.

"Sudah saya katakan semalam, Cah Bagus. Kalian tidak sedang berhadapan dengan hutan biasa. Alas Purba telah menggeser dinding gaibnya. Gerbang dua dunia telah ditutup rapat oleh penunggang awan karena kesombongan putri kota itu."

"Pak Danu, tolong jangan bicara takhayul sekarang!" potong Joko frustrasi, meskipun keringat dingin mulai membasahi dahinya. "Kami butuh petunjuk fisik! Di mana lubang atau gua tersembunyi di sekitar sini?!"

"Tidak ada lubang, Komandan Kota," sahut Kang Suro, penduduk lokal bertubuh kekar yang ikut mendampingi.

Wajahnya yang legam tampak bergidik ngeri melihat tanah lapang berumput itu.

"Pohon itu adalah pasak gerbang gaib Alas Purba. Jika pintunya sudah ditutup dan pohonnya dihilangkan dari pandangan manusia, itu artinya dunia sebelah telah mengunci tawanannya. Putri itu,bdia sudah berada di dimensi yang berbeda dari kita sekarang."

Baskara menatap tanah lapang kosong itu dengan kepalan tangan yang erat. Sebagai mantan personel militer yang terbiasa menghadapi musuh nyata, situasi mistis ini membuatnya merasa sangat tidak berdaya. Dia berjalan mendekati Kevin.

"Kevin, apakah alatmu mendeteksi tanda-tanda kehidupan atau ruang bawah tanah di bawah rumput ini?"

Kevin menatap layar pemindainya yang kini menampilkan garis fluktuasi acak yang statis, lalu menggelengkan kepalanya dengan lemas.

"Kosong, Pak Baskara. Alat ini mendeteksi kepadatan tanah yang solid hingga kedalaman tiga puluh meter. Tidak ada rongga, tidak ada gua. Dan anehnya, radiasi energi biologis bunga Dream Flower yang semalam memancar kuat di titik ini, kini intensitasnya nol.

Benar-benar lenyap seolah-olah tempat ini tidak pernah mendaur ulang kehidupan tanaman itu."

Semua orang di tempat itu, mulai dari tim SAR kota yang rasional hingga penduduk setempat yang memercayai mistis, terjebak dalam keterkejutan masal yang luar biasa.

Fenomena hilangnya dua pohon raksasa penanda gerbang Alas Purba secara misterius dalam semalam telah meruntuhkan seluruh keyakinan mereka.

Hutan terlarang itu seakan mengirimkan pesan mutlak kepada dunia modern: bahwa Profesor Hera Grahansa kini telah resmi menjadi milik dunia lain, dan tidak akan ada satu pun teknologi kota yang mampu membawanya pulang.

1
FiaNasa
namanya sungsang,,apa waktu lahir kedunia dia dalam keadaan sungsang kah😄,,,hemmm...suka dg karakter sungsang ini,,kek nya dia pria jenaka n sangat menghargai wanita..kau hoda lah terus kakak mu yg pintu kulkas 2 pintu itu sungsang😂😂😂bolehlah kugoda juga si sungsang ini🤣🤣🤣🤣
FiaNasa
kok masih pada ragu akan kemampuan Hera ya padahal Hera lo.sudah banyak membantu para prajurit n rakyat alas purba
falea sezi
sulung ini jin apa demit thor secara klo. manusia kn g mungkin ya 🤭
DIFAN2: ikut i terus alur ceritanya kak,👍🙏
total 1 replies
falea sezi
mampus jd orng gk percaya mistis
FiaNasa
Hera,,,jika kau tidak bisa bersama sulung,,biar AQ saja yg menggantikan nya,,,,waddawwww🤣🤣🤣
FiaNasa: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
FiaNasa
ternyata endingnya dipending😂😂😂padahal degup jantung kalian berisik smpai terdengar ketempatku,,kupikir jafi😂😂😂😂😂
FiaNasa: kehabisan stok sabar🤣🤣🤣
total 2 replies
FiaNasa
wadidawwwww...fuananssss....fuanasssss....merinding sebadan²😂😂
DIFAN2: 😄😄😄😄😄😄😄
total 3 replies
FiaNasa
haredanggggggg🤣🤣🤣🤣
FiaNasa
tenang saja,,nanti Hera juga diantar pulang kok sama sulung
E F
dr bab brp thor?????
E F: heehhe
okey thor💪😍
total 2 replies
neni nuraeni
lnjut💪💪💪 kak thor
FiaNasa
mas sulung bener² udah posesif sama Hera,,udah jatuh cinta ...tidakkah kau merasakan getaran² cintahhh Dimata sulung her,,jgn kau abaikan cintanya mas sulung,klau kau tidak sanggup mencintainya .biar AQ saja yg mencintainya 🤣🤣🤣meledakkkkkk🤣🤣🤣
E F
lanjutty💪🙏😍
FiaNasa
sudah deh deh an beruntung mas sulung segera pulang
FiaNasa
kau pasti bisa melawannya Hera,,ayo tunjukkan kemampuanmu
E F
lanjutttt thor💪🙏😍
DIFAN2: Siap kak 👍
total 1 replies
Luna
next kak
DIFAN2: ditunggu ya kak 🙏
total 1 replies
FiaNasa
part menegangkan...
FiaNasa
pak tetua adat..klau lumutnya kurang ditempatku banyak Lo,,disawah²
FiaNasa: mau berapa kilo😄😄
total 2 replies
FiaNasa
kok AQ jadi curiga ya,,jgn² authornya ini ahli fisika😄
FiaNasa: pasti nya ini😄😄
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!