NovelToon NovelToon
Gulungan Dewa Naga 2

Gulungan Dewa Naga 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:12.1k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Season kedua ini akan berfokus pada persiapan Yang Zhen dalam menghadapi ancaman invasi skala penuh dari Sekte Pedang Langit ibu kota yang berniat merebut energi Jiwa Iblis Darah Kuno.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Prang.

Sisa debu besi dari ujung tombak raksasa itu berjatuhan tertiup angin pagi.

Jenderal Zhao berdiri mematung menatap gagang tombak kayunya yang kini terpotong rapi tanpa sisa.

"Apa yang baru saja kau lakukan pada senjata pusakaku?!" teriak Jenderal Zhao dengan wajah pucat pasi.

"Artefakku seharusnya menetralkan semua sihir gravitasimu!"

Yang Zhen tertawa pelan dan menepuk debu fiktif dari lengan jubahnya.

Hahaha.

"Artefak bodohmu itu memang menetralkan gravitasi di sekitar tubuhmu, Jenderal," jawab Yang Zhen dengan santai.

Pemuda itu menunjuk ke arah ruang kosong di depan sang jenderal.

"Tapi artefak itu tidak melindungi ruang kosong yang berjarak tiga meter dari ujung jarimu."

Jenderal Zhao menggertakkan giginya dengan keras hingga terdengar suara gesekan.

Kriet.

"Kau memampatkan ruang kosong untuk menghancurkan senjataku? Omong kosong!" bantah Jenderal Zhao tidak percaya.

"Kultivator Tahap Inti Emas sepertimu tidak mungkin memiliki pemahaman hukum alam setinggi itu!"

Pria kekar itu langsung membuang gagang tombaknya ke lantai pelataran.

Brak.

"Aku tidak butuh senjata tajam untuk menghancurkan kepala anak sombong sepertimu!" raung sang jenderal.

Aura berwarna merah menyala meledak dari dalam tubuh Jenderal Zhao, membakar udara di sekitarnya.

Wush wush.

Itu adalah energi murni dari petarung Tahap Langit tingkat puncak yang difokuskan pada kekuatan fisik absolut.

Jenderal Zhao menekuk kedua lututnya dan melompat maju layaknya seekor badak bercula yang sedang mengamuk.

Bum.

Tanah pijakannya langsung hancur berantakan, meninggalkan kawah kecil di pelataran istana.

Pria itu melesatkan tinju kanannya yang telah dilapisi oleh aura setajam pedang ke arah wajah Yang Zhen.

"Mati kau, Bocah Tengik!" teriak Jenderal Zhao dengan mata merah penuh kebencian.

Namun, Yang Zhen sama sekali tidak berniat menghindar dari pukulan mematikan tersebut.

Pemuda itu hanya memasukkan kembali tangan kanannya ke dalam saku jubah.

"Kecepatan tinjumu terlalu lambat, dan polanya terlalu mudah ditebak," komentar Yang Zhen dengan suara bosan.

Tepat sebelum tinju raksasa itu mengenai hidungnya, Yang Zhen menggeser kaki kirinya setengah langkah ke samping.

Syuut.

Tinju Jenderal Zhao hanya memukul angin kosong dan melewati telinga Yang Zhen dengan jarak beberapa milimeter.

"Apa?!" kejut Jenderal Zhao menyadari serangannya meleset sepenuhnya.

Pria itu mencoba menarik kembali tinjunya, namun momentum tubuhnya yang terlalu besar membuatnya kehilangan keseimbangan.

Yang Zhen tersenyum iblis dan menyandarkan tubuhnya sedikit ke depan.

"Kau terlalu bergantung pada otot kasarmu, Jenderal," bisik Yang Zhen tepat di telinga pria kekar tersebut.

Pemuda itu mengangkat kaki kanannya dan menendang pelan bagian belakang lutut sang jenderal.

Bugh.

Tendangan itu tidak menggunakan energi spiritual yang besar, namun sangat presisi mengenai titik lemah persendian.

Jenderal Zhao langsung kehilangan tumpuan dan jatuh terjerembap ke depan dengan sangat memalukan.

Bruk.

Wajah arogan jenderal ibu kota itu membentur lantai marmer pelataran hingga menimbulkan suara retakan keras.

Krak.

Wang Hao yang menonton dari jauh langsung tertawa terbahak-bahak memegangi perutnya.

Hahaha.

"Lihat itu, Mulan! Badak ibu kota baru saja mencium lantai rumah kita!" ledek Wang Hao dengan suara sangat lantang.

"Dia pasti sangat menyukai marmer buatan Asosiasi Alkemis kita!"

Mulan hanya menggelengkan kepalanya melihat pemandangan konyol tersebut.

"Itulah akibatnya jika kau menyerang membabi buta tanpa perhitungan taktis," komentar Mulan menyilangkan tangannya di dada.

Jenderal Zhao meronta bangun dengan hidung yang berdarah dan wajah memerah padam menahan malu.

"Tutup mulut kalian, Serangga Rendahan!" raung Jenderal Zhao mengusap darah dari wajahnya.

Pria itu memutar tubuhnya dan menatap Yang Zhen dengan niat membunuh yang semakin meluap-luap.

"Kau hanya beruntung bisa menghindari seranganku tadi!" sangkal sang jenderal mencari alasan.

Yang Zhen memiringkan kepalanya dan mendesah panjang.

Haaaah.

"Keberuntungan adalah alasan yang sering diucapkan oleh para pecundang untuk menghibur diri mereka sendiri," ejek Yang Zhen dengan tatapan dingin.

Pemuda itu merentangkan kedua tangannya ke arah Jenderal Zhao.

"Artefak di dadamu itu menolak gravitasi agar tubuhmu tidak bisa ditarik, bukan?" tanya Yang Zhen retoris.

"Lalu apa yang akan terjadi jika aku tidak menarik tubuhmu, melainkan menarik udara di atas kepalamu?"

Jenderal Zhao mengerutkan keningnya, tidak memahami konsep sains yang diucapkan oleh lawannya.

"Jangan mencoba membodohiku dengan kata-kata anehmu!" teriak Jenderal Zhao kembali memadatkan energi di kedua tinjunya.

Namun, sebelum pria itu sempat melangkah maju, langit di atas pelataran istana tiba-tiba menjadi gelap.

Wuuung.

Yang Zhen mengaktifkan Sub Bending Gravitasinya hingga batas maksimal dengan dukungan energi darah iblis.

Ia tidak menargetkan tubuh sang jenderal, melainkan menarik jutaan kubik udara dari langit dan memampatkannya menjadi sebuah balok gas padat tepat di atas kepala pria itu.

"Turunlah dan beri hormat kepada tuan rumah," perintah Yang Zhen menurunkan kedua tangannya dengan sentakan keras.

Syuut.

Balok udara padat seberat puluhan ton itu jatuh menghantam Jenderal Zhao layaknya sebuah gunung yang tidak terlihat.

Bum.

"Aaaargh!" jerit Jenderal Zhao saat merasakan tekanan luar biasa menghantam bahu dan punggungnya.

1
mbono keling
💪👍💪👍💪👍💪💪
Predi Siswanto
agak membosan kan sampai sekarang cuman berkutat disatu kota
DD
kok diulang Thor 😅
iwakali
RoboCop
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Waooow jlebz 🔥🌽
Yan Panungkek
lanjutkan karyanya author kami tunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!