NovelToon NovelToon
Danu, Kejarlah Aku

Danu, Kejarlah Aku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Dokter / Diam-Diam Cinta
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Puji170

"Kamu yang menginginkan pernikahan ini. Jadi jangan salahkan aku setelah aku tidur denganmu. Besok aku akan menikah dengan wanita yang aku cintai!"

Kalimat itu bagaikan petir yang menyambar hatiku. Ijab kabul baru saja dilontarkan oleh lelaki yang kucintai sejak dulu, Danu Saliyo.

Aku tidak pernah menyangka, menjadi istrinya justru membuatku harus berbagi suami dengan wanita yang dicintainya.
Hingga akhirnya aku memilih berhenti mencintai Danu.

Namun, semua tak berjalan sesuai keinginanku, sekarang waktunya ia mengejarku.

Bagaimana cerita selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puji170, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Mobilku berhenti di pinggir jalan, beberapa kilometer sebelum sampai di rumah. Aku butuh menenangkan diri. Aku tidak ingin Belinda melihatku dalam kondisi sekacau ini.

Kenyataan yang baru saja kudengar benar-benar menghantamku. Dinda dengan tegas memilih pergi begitu saja, menjadi relawan di Ujung Kulon tanpa menyampaikan sepatah kata pun padaku.

Bagaimana bisa aku melupakan niat terpendamnya untuk menjadi relawan? Bahkan saat dia mengutarakan keinginannya untuk pergi, respons yang kulemparkan justru berupa ancaman perceraian. Sekarang aku benar-benar bungkam. Mau menyalahkan siapa lagi? Semuanya salahku.

"Pantas saja Ghina, Mama, dan Papa marah besar. Wanita itu memang benar-benar pergi," gumamku lirih.

Aku mencoba menghibur diri. "Tapi... bukannya begini lebih bagus? Aku bisa fokus penuh pada keluargaku. Pada istri yang sudah kunikahi secara sah menurut agama dan hukum."

Aku terus meyakinkan diriku bahwa semua yang terjadi mungkin memang jalan terbaik. Kebetulan saja wanita itu sadar diri dan memilih mundur lebih awal. Namun, ada sesuatu yang terasa berat di dadaku, membendung semua penyangkalan itu dengan rasa tidak terima dan kehilangan yang sulit kuabaikan.

"Arghhhhhh! Danu, stop! Wanita itu sudah memilih, dan ini yang terbaik. Kamu tidak perlu lagi membagi waktu atau menanggung beban seberat ini karena beristri dua!" bentakku pada diri sendiri.

Tapi, Danu, bagaimanapun juga, kamulah yang membuat Dinda kehilangan segalanya. Sekarang dia pergi, dan sebagai laki-laki, apa kamu cuma mau jadi pecundang? Bisikan itu muncul, menagih pertanggungjawaban.

"Dia pergi bukan karena kupaksa! Dia pergi atas kemauannya sendiri!" belaku lagi.

Dia pergi karena sudah menyerah pada sikapmu! Bertahun-tahun kalian bersahabat, apa yang tidak pernah dia lakukan untukmu? Kesalahannya cuma satu, dia mencintaimu dan nekat melangkah ke jenjang pernikahan denganmu.

"Tapi itu juga yang menghancurkan cintaku pada Belinda! Wajar kalau aku dendam padanya!"

Kamu yakin itu cuma dendam, Danu?

Aku mengacak-acak rambutku frustrasi. Di dalam kepalaku, seolah ada dua suara yang tak henti-hentinya beradu.

Beberapa menit berlalu dalam keheningan, hingga mataku menangkap mobil Belinda keluar dari gerbang rumah. Setahuku, hari ini dia sama sekali tidak ada jadwal pemotretan. Mengernyit heran, aku mengambil ponsel lalu mencoba menghubunginya.

Hanya perlu beberapa kali nada sambung sebelum panggilan itu diangkat.

"Sayang, kamu ke mana saja, sih?! Dari semalam aku telepon tapi kamu enggak ada kabar!" semprot Belinda. Nada suaranya sarat dengan emosi yang membuncah.

"Maaf, Sayang. Aku..."

"Bagaimana? Sudah ketemu sama istri pertamamu itu?" selanya cepat, tanpa memberi ruang bagiku untuk menjelaskan.

Aku tahu betul, jika melayani amarah Belinda saat ini, kepalaku yang sudah mau pecah akan makin hancur mendengar racauannya yang tidak terima. Sambil menghela napas panjang, aku mencoba mengatur nada suaraku seramah mungkin untuk membujuknya.

"Baiklah, aku yang salah, Sayang... Kamu mau hadiah apa? Nanti aku belikan."

"Kamu mau menyogokku? Danu..."

"Belinda, tolong..."

"Tapi ya sudahlah. Sebagai istri kedua, aku memang tidak seharusnya bersikap seolah kamu ini milikku seutuhnya," potongnya dingin.

Dahiku berkerut. Aku merasa ada yang aneh dengan intonasi suaranya. Ada nada getir dan pasrah, seolah dia mulai lelah dan menyerah dengan keadaan ini. Namun, kalimat berikutnya langsung mematahkan prasangkaku.

"Kalau begitu, aku mau vila baru. Boleh, kan, buat hadiahku?"

"Vila?" tanyaku memastikan. Rasa ganjil itu makin menggerogoti benakku.

​"Iya, vila di Puncak. Kamu janji, kan, mau beliin apa aja? Ya sudah, aku tutup dulu, ya. Aku masih di kamar, mau siap-siap mandi."

​Klik.

​Panggilan diputus sepihak. Aku terpaku menatap layar ponsel yang meredup.

​"Di kamar?" bisikku pada diri sendiri, tak percaya. "Mau mandi?"

​Aku menatap tajam ke depan, pada sedan putih yang baru saja melewati mobilku. Plak! Aku menepuk kemudi. Itu jelas mobil Belinda. Nomor pelatnya bahkan dihafal luar kepala olehku. Kenapa dia harus bohong?

​Darahku mendadak berdesir dingin. Sisa kecamuk pikiran tentang Dinda mendadak menguap, berganti rasa curiga yang membakar dada.

​"Mau ke mana kamu sebenarnya, Belinda?" gumamku geram seraya memutar kunci kontak.

​Aku menginjak gas, membuntutinya dari jarak aman. Jantungku berdegup kencang menghantam dada. Pikiranku liar menerka-nerka. Kalau tidak ada jadwal shooting atau pemotretan, untuk apa dia menyelinap keluar pagi-pagi begini sambil berbohong?

"Atau jangan-jangan foto yang dikasih Mama itu semua benar?" gumamku sambil terus mengikuti mobil Belinda.

​Mobil Belinda terus melaju menembus arus lalu lintas, hingga akhirnya berbelok memasuki area parkir sebuah kafe terpencil di pinggiran kota. Lokasinya begitu sepi dan rindang oleh pepohonan rindang. Aku menghentikan mobilku di seberang jalan, bersembunyi di balik bayangan pohon.

​Dari balik kaca depan, mataku memicing.

​"Kenapa enggak turun?" bisikku saat melihat mobilnya berhenti tepat di samping sebuah SUV hitam ber-Kaca amat gelap. Mobil itu tampak sengaja diparkir di sudut paling tersembunyi.

​Pintu sedan Belinda terbuka. Dia keluar mengenakan kacamata hitam, melangkah terburu-buru menghampiri SUV tersebut, lalu menyelinap masuk ke pintu penumpang depan.

​Sesaat setelah pintu tertutup, aku bisa melihat samar-samar dari sudut kaca depan SUV yang agak terang, seorang pria merengkuh tengkuk Belinda dan langsung mendaratkan ciuman panas di bibirnya. Belinda tidak menolak sama sekali, dia malah melingkarkan lengannya rapat-rapat ke leher pria itu.

​Tak lama kemudian, sandaran kursi depan di dalam SUV itu direbahkan ke belakang. Bayangan tubuh mereka merendah, menghilang dari pandangan mata. Dari kejauhan, aku bisa melihat guncangan halus pada bodi SUV hitam itu, ritme yang teratur dan makin intens di balik kaca gelap yang menyembunyikan aksi bejat mereka.

​Napas yang kuhirup mendadak tertahan di tenggorokan. Dada ini serasa dihantam godam raksasa hingga hancur berkeping-keping. Tanganku mencengkeram erat setir mobil hingga buku-buku jariku memutih dan gemetar hebat.

​"Keparat..." bisikku tegang, tenggorokanku mendadak terasa luar biasa kering. "Di dalam mobil... kalian melakukannya di dalam mobil?!"

​Perutku mual secara mendadak. Rasa perih, kemarahan yang membakar, dan kehampaan luar biasa merayapi sekujur tubuhku. Wanita yang kubela-bela, wanita yang membuatku tega mengorbankan Dinda... ternyata menaruh tanduk di kepalaku tanpa rasa bersalah sedikit pun.

Aku menertawakan diriku sendiri, bagaimana bisa aku menilai batu kerikil sebagai batu permata?

1
sutiasih kasih
harusnya km brsyukur blm mnyentuh belinda ..... bisa jdi belinda sdh trjangkit pnyakit krna seringnya di celup bnyk laki".....
Mariatul
baper aku Thor. mau nangis iya, mau meledak pun iya. 😁😁
sutiasih kasih
jalang sesungguhnya siapa danu???
sutiasih kasih
double up dunk thor😘😘
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: siap kak, udah proses
total 1 replies
sutiasih kasih
10 th.... gmn klo dinda hamil ankmu danu.....
ap km g makin nyesel tuh.... sdh brp ratus kata mnyakitkn yg km tancapkn ke hati dinda...
sutiasih kasih
pede amat kau danu....
Dinda ingin tetap waras.... & tak prlu km sibuk mncarinya.... krna itu tak perlu...
smoga sja... dimasa mndatang dinda mndpt jodoh lelaki yg terbaik...
sutiasih kasih
nungguin upnya thor😘
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: ini lagi ngetik kak, sabar ya. 🤭🙏
total 1 replies
Annisa Lupiyanah
bagus ceritanya
sutiasih kasih
mksutnya.... Dinda sdh pergi dri hidupmu.... yg artinya Dinda jga sdh mnjadi mantan istrimu Danu....
sesuai yg km ktakn.... klo Dinda prgi berrti km sdh mnceraiknnya....
tak prlu kepengadilan agama.... toh km cm nikah siri sm Dinda....
sutiasih kasih
lnjut thor...
up bnyak bnyak😘😘
sutiasih kasih
lanjut up thor.... jgn lama"...
sutiasih kasih
kok lm g update...🤔🤔
sutiasih kasih
jgn dunk ghina.... jgn lgi km meminta dinda untuk mnerima danu lgi....
km.g tau kejamnya danu mmprlakikn dinda.... bhkn mulut danu tak segan mngatakn hal yg keji trhdp dinda...🙄🙄
sutiasih kasih
lanjut up bnyak" thor...😘😘
sutiasih kasih
danu.... ap yg sdh km ktakn ke dinda....
seenteng... dan segmpang itu kta keramat km ucpkn kedinda....
jgn prnh lgi km mngusik hidup dinda.... krna dinda bukan lgi bagian dri hidupmu..... krna dinda sdh km jandakn🙄🙄
Inarrr Ulfah
si ghina tau klo si belinda punya selingkuh an,, jgn2 selingkuhan si belinda. teman nya gihna🤣danu aja yg bodoh,, nanti klo dinda. pergi ke perbatasan baru nyaho
sutiasih kasih
smoga ada inisiatif dinda untuk merekam duo psangan selingkuh...
untuk dinjadikn senjata.... saat si belinda mnindasnya...
sutiasih kasih
lnjut... double up thor😘😘
sutiasih kasih
nyatanya cm tmbuh dinda yg bisa mmbuatmu bergairah danu....
mulutmu sll mnghina dinda tidak berharga..... tpi nyatanya km yg prtama mnikmatinya.....
justru belinda yg tak ada harganya.... krna sdh dinikmati laki" lain.... ntah sdh berapa ratus kali di pake...
sutiasih kasih
nungguin upnya...
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: iya kak, maaf hari ini libur dulu besok seperti biasa jam 6 baru up ya 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!