NovelToon NovelToon
Dimadu Di Hari Pernikahan

Dimadu Di Hari Pernikahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Single Mom / Bad Boy
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: bunda Qamariah

Dimadu di Hari Pernikahannya. Ditolak mentah-mentah lewat pesan, Naura Kirana, gadis bercadar yang harus menanggung malu di hari pernikahannya.

Demi menyelamatkan keluarga, Cakra, adik mempelai pria terpaksa menggantikan posisi kakaknya.


Namun, alih-alih melindunginya, Cakra yang sejak awal membenci wanita bercadar itu justru langsung membawa dan menikahi kekasihnya sendiri tepat di hari yang sama, memadu Naura di depan mata.


Di balik itu semua, ternyata, Komandan Anggara yang merupakan calon suami Naura, tidak pernah menolaknya, semua terjadi hanya salah paham.


Pembatalan itu murni ulah licik bawahan Anggara yang merupakan seorang wanita yang terobsesi padanya.


Lalu, bagaimana kelanjutan nasib Naura? Apakah Anggara berhasil meluruskan semuanya? bagaimana kisahnya saat tiba-tiba hadirnya seorang gadis yang berusia 6 tahun yang ternyata merupakan anak kandung Naura? siapakah ayahnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bunda Qamariah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mantan Calon Istri

"Harusnya aku tidak menolong mu, dan biarkan saja kau dirampok. Sudah ditolong bukannya bilang terima kasih, justru marah-marah." Datar Anggara usai selesai memperban luka gadis itu.

"Terima kasih," ujar wanita itu akhirnya.

"Ikut denganku, aku akan mengantarmu pulang," ajak pria itu.

Sebenarnya Naura ingin menolak ajakannya. Namun saat mengedarkan pandangan dia berada di posisi yang sangat gelap, akhirnya wanita itu mau tidak mau terpaksa terima ajakan pria dihadapannya.

Lagipula berpikir, apa yang ingin dia lakukan di sana sementara pemilik sopir saja sudah kabur ketakutan tadi.

__

Sepanjang perjalanan menuju kediaman suaminya, Naura hanya diam.

Sampailah mereka disebuah persimpangan. "Turunkan aku di sini saja," ujar gadis itu masih jauh dari kediaman keluarga Cakra.

"Kau tinggal di arena sini?" tanya pria itu, berpikir wanita itu ternyata tidak jauh dari rumah keluarganya.

"Sepertinya begitu," jawab Naura lalu turun dari mobil.

"Terima kasih," pria itu tidak menyahut dan langsung menancap gas pergi dari hadapan Naura.

Gadis itu menyadari, kalau mobil si pria lecet bekas tabrak penjahat tadi. Tak ingin ambil pusing dia langsung berjalan cepat pulang ke rumah suaminya.

Setibanya di sana, ternyata dia sudah ditunggu oleh ibu mertuanya yang sejak tadi mencemaskannya.

"Assalamualaikum,"

Wanita paruh baya itu, segera menoleh dan mendapati menantunya berdiri di ambang pintu dalam keadaan baik-baik saja.

"Waalaikumsalam. Astagfirullah Naura,

kamu dari mana saja? Udah jam segini baru pulang. Lagian kamu kenapa enggak minta antar sama suami kamu, kalau mau kerumah kakek," ujar Safira terus mengomeli sang menantu dengan pandangan cemas.

"Naura bisa pergi sendiri kok Ma, lagi pula Naura tidak mau menyusahkan Mas Cakra," jawab wanita itu tersenyum.

"Kamu sama sekali tidak menyusahkan Cakra. Dia itu suami kamu, jadi wajar kalau dia mengantarmu,"

"Dia punya kaki, kenapa harus aku yang mengantarnya?" ujar Cakra yang tiba-tiba muncul. Tentu saja bergandengan dengan istri mudanya.

"Kamu ini ya, Cakra! naura ini juga istri kamu, bukan cuman Nada saja!"

"Kalau begitu, Cakra juga mau bilang sama Mama. Nada ini juga menantu Mama bukan cuman Naura. Lihat kelakuan Mama, Mama itu jelas seperti tidak pernah peduli pada istri aku Nada, Mama hanya mengkhawatirkan Naura, Naura, dan Naura. Mama sadar enggak sih? Kalau Nada itu juga mau diperhatikan seperti Naura?"

"Astagfirullah Cakra, kok kamu bisa kepikiran kayak gitu? Kan, cuma Naura yang tidak ada di rumah, sementara Nada ada. Terus, kenapa Mama harus mengkhawatirkan Nada juga?" Safira benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikiran putranya.

"Mama memang kayak gitu, terlalu pilih kasih!"

Wanita paruh baya itu pusing menghadapi sikap putranya.

"Sudahlah, kita tidak perlu bertengkar berdebat. Antar istrimu Naura ke kamarnya. Dia pasti tidak tahu di mana kamarnya," ujar Safira tidak ingin berdebat dengan putra bungsunya yang semakin hari semakin sering melawan semenjak putranya itu menjalin hubungan dengan Nada.

Entah kenapa Safira merasa kalau karakter putranya semakin berubah dan semakin jauh berbeda dari dirinya yang dulu.

"Kenapa harus aku yang mengantarnya? Suruh saja pelayan," jawab Cakra acuh tak acuh.

"Cakra!"

Terpaksa pria itu mengantar Naura ke kamarnya.

Cakra membawa Naura ke lantai 2. Di sana ternyata, Cakra menempatkan Naura bersebelahan dengan kamar yang dia tempati bersama Nada.

"Ini kamarmu, dan kau harus ingat! Jangan pernah mengharapkan nafkah batin dariku!" Tutur pria itu, memperingati Naura agar tidak mengharapkan apapun.

Cakra sedikit mendekatkan wajahnya, dan berbisik di depan Naura. "Jangankan untuk menyentuhmu, melihatmu saja aku sudah merasa jijik! Jadi jangan pernah berharap lebih!" Pria itu tersenyum licik dan berbalik meninggalkan Naura.

Setelah kepergian Cakra. Naura menarik nafas, berusaha untuk menetralkan perasaannya.

Dalam sejarah hidupnya, dia tidak pernah menyangka akan menikah dengan sosok laki-laki yang memiliki mulut pedas seperti Cakra.

Sabar Naura, semua akan baik-baik saja! Batinnya menyemangati diri sendiri.

______

Keesokan harinya, Naura sudah bersiap-siap untuk berangkat ke rumah sakit tempat kerjanya.

Ternyata gadis itu berprofesi sebagai dokter umum di salah satu rumah sakit swasta yang terletak di Jakarta.

Diapun keluar dari kamarnya dan langsung turun ke lantai bawah, menuju meja makan. Setibanya di meja makan, semua sarapan sudah disiapkan.

"Naura, kamu sudah bangun? Ayo sini sarapan sama Mama," ajak Safira pada gadis bercadar itu.

"Iya, Ma." Gadis itu mengambil tempat duduk di salah satu kursi yang berada di sisi meja.

Tak berselang Lama, Cakra dengan Nada juga tiba di meja makan. mereka berdua langsung duduk berdampingan.

Saat Naura tidak sengaja melihat ke arah mereka berdua, tampak jelas di leher Nada Yang penuh kemerahan seperti bekas tanda cinta.

Bukannya merasa cemburu, Naura justru berpikir, kok bisa-bisanya mereka dengan bangga memamerkan hal seperti itu? sudahlah, dia tidak ingin memikirkannya. Itu juga bukan urusannya. Pikir Naura.

Dan ternyata apa yang terlihat jelas di leher Nada itu, adalah salah 1 rencana Cakra ingin melihat reaksi Naura. Namun apa yang dia lihat? Wanita itu justru tidak menunjukkan reaksi apapun.

Melihat ketenangan dimata Naura, hati Cakra sedikit terusik karena apa yang dia harapkan tidak terjadi. Naura justru terlihat tenang seolah tidak melihat apa-apa.

Baru saja mereka bersiap sarapan, tiba-tiba terdengar suara seseorang memberi salam.

"Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam," jawab Safira menoleh ke arah pintu ruang makan.

Begitu pun dengan Nada, yang menoleh cepat.

Cakra yang mengenali suara itu sama sekali tidak menoleh, dan hanya sibuk dengan sarapannya mulai menggigit roti miliknya.

Naura yang merasa familiar dengan suara tersebut, ikut menoleh.

Gadis itu sangat kaget, saat netranya bertemu langsung dengan netra dingin pria itu. "Dia..." Gumam Naura.

Ia heran, bagaimana pria yang sudah dua kali dia temui kemarin itu, dan bahkan semalam menyelamatkan dirinya bisa berada di rumah mertuanya?

Namun, saat pandangan mata Naura tiba-tiba jatuh pada uniform yang dipakai oleh pria tersebut, dia baru menyadari itu adalah uniform seorang militer yang bertingkat komandan.

Naura terdiam sejenak, berusaha mencerna dan mengingat kembali kalau sebelumnya dia dijodohkan dengan kakaknya Cakra yang berprofesi sebagai komandan di militer.

DEG!

Jangan-jangan... batin Naura lagi-lagi terkejut.

Begitupun dengan Anggara yang sebenarnya kaget melihat gadis itu. Namun, dia berusaha menutupi rasa kagetnya dengan wajah datar.

"Anggara, sini sarapan sama Mama," ujar Safira memanggil putra sulungnya.

Mama? Batin Naura saat dia baru menyadari, pria itu adalah mantan calon suaminya yang menolaknya mentah-mentah di detik-detik hari pernikahan.

Gadis itu langsung mengalihkan pandangannya. Sorot matanya terlihat jelas menunjukkan kalau dia benci sama pria itu.

Seandainya bukan karena pria itu yang menerima perjodohan, dan tiba-tiba membatalkan menikahinya di detik-detik terakhir. Mungkin dia juga tidak akan terjebak pernikahan dengan Cakra yang terlihat jelas tidak menyukainya.

Anggara mengangguk pelan mengiyakan ajakan sang mama. Pria pun berjalan mendekati meja, dan siapa sangka kalau Anggara memilih bangku yang terletak tepat di sebelah Naura.

Naura yang merasa sungkan pada mertuanya untuk pindah, akhirnya hanya bisa diam berusaha terlihat tenang.

"Diminum kopinya," ujar Safira menuangkan kopi untuk putranya yang baru tiba itu. Dia mendorong pelan kopi sang anak kehadapannya.

"Terima kasih, Ma."

Naura, perlahan sarapan dengan tubuh kaku menyuapi roti ke mulutnya yang tertutup oleh cadar.

Keduanya sama-sama diam, seolah-olah itu adalah pertemuan pertama mereka.

Cakra melirik, dan tersenyum penuh arti.

"Kau tahu siapa wanita yang berada di sebelahmu Kak?" Tanya Cakra, mulai memancing kakaknya lagi.

Anggara tidak peduli dengan perkataan Cakra. Dia memilih mengambil kopi yang baru dituangkan oleh mama, dan menyeruputnya pelan.

Cakra mencondongkan sedikit tubuhnya ke arah sang kakak yang duduk berhadapan dengannya tepat di sebelah istri pertamanya.

"Biar aku kasih tahu. Dia itu Naura Kirana mantan calon istri, Kak Anggara.."

Uhuk! Uhuk! Uhuk!

Anggara langsung terbatuk-batuk, saat tahu wanita itu adalah mantan calon istrinya.

1
Nar Sih
👍👍anggara ,kecurigaan mu bnr dalila yg tlh mencelakai putri mu ,terus cari tau jga putri mu juga naura dari niat jht si perempuan gila dalalila
airhy_10
akhirnya anggara tau kalau kiki putrinya..gmn nanti klo ibunya tau dia punya anak di luar nikah
bunda Qamariah: 🤣topcer dia🤣
total 3 replies
airhy_10
jangan tinggalkn anakmu naura..bahaya mengintip
airhy_10
anggara suruh anak buahmu aja selidiki..dan selesaikan karir jendral itu😁
Nar Sih
alhamdulilah hsil tes dna bnr klau kiki ank mu ya anggara ,sekarang jujur sja ya anggara kiki dlm bahaya lho
airhy_10
sebenarnya jujur pada kakek gpp..tp semua itu pilihanmu pasti yg terbaik
airhy_10
gmn anggara??apa yg akan km lakukan🤭
Nar Sih
moga org suruhan dalila gk berhasil membunuh kiki
bunda Qamariah: iya, say....
total 1 replies
airhy_10
udh mulai ada rasa yaa naura sama anggara,,tenang naura cintamu berbalas😁
dan anggara ayah anakmu...duhhh hanya di novel yang bisa gini.
jatuh cinta pada bapak anak sendiri🤭
bunda Qamariah: kenapa say🤭 di dunia nyata tiada kah🤣🤣🤣
total 1 replies
airhy_10
semoga cepet sembuh kiki💪
airhy_10
dalia ini knp sih dia kn anaknya anggota militer ya tp kok hatinya busuk..main2 dengan nyawa
Nar Sih
jdi gk sbr nunggu hsil tes dna kiki
airhy_10
cakra akhirnya km punya lawan yg sepadan..mungkin nada memang jdohmu cakra🤭
bunda Qamariah: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
airhy_10
walah..walah...ketauan gk yaa klo wanita itu naura🤨
airhy_10
semoga saja nanti klo tau kiki anak anggara,,cakra tidak jatuh cinta dg naura..
masak mencintai org yg mencintai kakaknya terulang kembali..kasihan juga cakra🤭😭
airhy_10: 🤭🤭🤭siapa tau thorr cakra kn gitu,yg di suka kecantol kakaknya 🤭
total 2 replies
airhy_10
semoga tidak kecolongan lagi...nanti pas hasilnya keluar,,tp nnti gmn jdnya klo anggara tau kiki anaknya..
airhy_10
kog tumben pinterr anggara langsung tes DNA🤭
bunda Qamariah: waduhh 🤦 sungguh terlalu 🤣
total 1 replies
Nar Sih
waah siip 👍anggara ,bnr kmiu


wah sip anggara 👍buruan tes dna kiki biar sgra jls
Nar Sih
pdhl sbntr lgi ketahuan kiki ank kadung mu ya anggara ,grgr pencuri gk tsu diri ,bunda trus kpn ssmua terungkap jdi gemess
bunda Qamariah: Sabar sayangku... tenang 🤭
total 1 replies
Rahmawati Amma
sayang sekali kenapa anaknya bukan laki2 malah perempuan seandainya novel ini ceritanya sampai anaknya dewasa dan nikah sayang sekali ngak bisa diwakilin ayahnya sayang sekali walaupun sudah tau ayah biologisnya author sih kenapa bukan laki2 aja anaknya😮‍💨
bunda Qamariah: iya🤧 kayaknya itu kesalahan fatal🤧 karena tidak bisa jadi wali 🤦
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!