NovelToon NovelToon
Mamaku Tabib Dewa

Mamaku Tabib Dewa

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Single Mom / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:420.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: less22

Seorang wanita zaman kuno yang mati akibat di bunuh oleh kekasihnya saat ia sedang membuat pil naga suci untuk menjadi abadi.

Tapi ia malah berpindah ke tubuh seorang wanita modern, seorang istri lemah, yang setiap hari di siksa oleh suaminya yang seorang pemabuk, KDRT dan seorang penjudi.

Yang lebih membingungkan, ia malah sudah memiliki seorang gadis kecil cantik berusia 6 tahun.


"Dasar suami sampah! Ini saatnya aku membalas suami brengksek itu karena sudah menyakiti pemilik tubuh asli ini!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12

Baru saja Ghaizka dan Gelsya melangkahkan kaki untuk melanjutkan perjalanan pulang, tiba-tiba terdengar suara menderu mesin yang sangat keras dari arah belakang mereka.

BRUMMMMM!!!

Sebuah mobil mewah melaju dengan kecepatan yang tidak wajar, yang sangat cepat.

Dan yang mengerikan, mobil itu seolah kehilangan kendali dan malah justru melaju lurus ke arah Gelsya yang sedang berjalan kecil!

"AWAS!!"

Tanpa berpikir dua kali, naluri perlindungan seorang ibu dan kekuatan di dalam dirinya bangkit seketika. Ghaizka langsung menarik Gelsya ke dalam pelukannya, lalu ia melangkah maju menghadang mobil gila itu!

"BERHENTI!!"

Teriak Ghaizka menggelegar dengan kekuatan penuh.

Tangan kanannya yang lentik namun menyimpan tenaga dahsyat, langsung ia hentikan ke kap mesin mobil yang masih melaju kencang itu!

DUG!!! BUDERRRR!!!

Seolah menabrak tembok, mobil besar itu seketika berhenti mendadak! Ban mobilnya bergesek keras dengan aspal memercikkan api, namun tubuh mobil itu tidak bergerak maju sedikitpun setelah menerima pukulan telak dari Ghaizka.

Kaca depan mobil retak, dan mesinnya mati total.

Pintu mobil terbuka paksa. Seorang pria tampan namun terlihat sangat lemah keluar dengan susah payah.

Wajahnya pucat, dan terlihat jelas luka menganga di bahunya yang berdarah. Ia jelas sedang dalam kondisi kritis dan sepertinya sedang dikejar oleh seseorang.

"Hey kau... Kenapa kau menghentikanku! Aku harus...!"

Pria itu berbicara terbata-bata, namun kalimatnya terputus saat ia menoleh ke belakang.

Dari arah yang sama, muncul tiga buah mobil hitam lainnya yang melaju kencang dan langsung memblokir jalan, mengepung mereka sepenuhnya.

"HEHEHE... Akhirnya kami menemukanmu di sini, Tuan Muda!" seru seorang pria bertubuh kekar yang turun dari mobil paling depan, sambil menyeringai puas.

"Heh! Kurang ajar! Berani sekali kalian meracuni dan menjebakku hanya untuk menangkapku! Aku tidak akan pernah membiarkan kalian membawa pergi!" hardik pria yang terluka itu dengan napas membur.

Meski tubuhnya sudah sempoyongan dan racun mulai menyebar, ia tetap berusaha berdiri tegak mempertahankan harga dirinya.

"Tetap tenang saja Pak, lebih baik Anda menyerah saja. Kami hanya menjalankan perintah dari Ketua untuk membawa Anda pulang... atau membawa mayat Anda," kata pria pengejar itu terkekeh sinis.

"Cih! Jika aku dalam kondisi prima, kalian semua bahkan tidak pantas menjadi tandinganku! Tapi kalian pengecut! Berani menggunakan cara licik!"

Belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, tujuh orang pria bertato dan membawa senjata langsung menyerbu masuk!

BUK! DUG! ARGHH!

Pria itu berjuang sekuat tenaga, memukul dan menendang meski gerakannya sudah sangat lambat. Namun jumlah lawan terlalu banyak dan racun di tubuhnya melemahkan segalanya.

Di titik penghabisan, setelah memberikan perlawanan yang gagah, tubuhnya akhirnya tak kuasa menahan rasa sakit dan lemas.

BRUK!!

Ia ambruk ke tanah, tak sadarkan diri.

"HAHAHAHA! Akhirnya misi kita selesai juga!" teriak ketua kelompok itu tertawa puas.

Mereka lalu menoleh ke arah Ghaizka dan Gelsya yang berdiri tenang di sana.

"Bunuh mereka berdua! Jangan biarkan ada saksi mata!" perintah ketua itu dengan dingin.

Alis Ghaizka langsung berkerut dalam. Wajahnya berubah dingin dan murka.

"Padahal kami tidak tahu menahu sama sekali tentang urusan kalian... Tapi sekarang kalian berani-beraninya ingin membunuh ibu dan anak hanya karena melihat kejadian ini?!" ucap Ghaizka dingin.

"Gelsya, sayang... Cari tempat yang aman dan tutup mata sebentar ya," bisik Ghaizka lembut namun tegas.

Gelsya mengangguk patuh dan berlari sedikit menjauh ke tempat aman.

1
Fahreziy
🖒🖒🖒🖒
Dewiendahsetiowati
terima kasih untuk ceritanya dan ditunggu karya selanjutnya
Dewiendahsetiowati: sudah meluncur
total 2 replies
Lilis Ilham
semangat author hebat👊😡👊👊😡👊👊😡👊
Asep Ahmad
mantap
Asep Ahmad
cakep👍
Asep Ahmad
semangat💪💪💪
Asep Ahmad
mantap
Achmad
semangat sehat Thor
Achmad
mantab anda hebat Thor jangan pernah kendor terimakasih
Achmad
semangat sehat dan kuat
Achmad
anda baik sekali Thor
less22: tengkyuuu🥰🥰
total 1 replies
Achmad
semangat Thor jangan kendor terimakasih
Achmad
yang mendapat uang satu tas kemarin di kmanain
Nur Hayati
Kecewa
Nur Hayati
Buruk
Lilis Ilham
keren Thor suka banget lanjutkan
less22: wah Terima kasih🥰🥰🥰
total 1 replies
Lilis Ilham
keren banget lanjutkan💪💪💪
less22: wah, terima kqsih🥰🥰🥰
total 1 replies
Yuliana Tunru
dalam mimpi mu ema kau tak tau siapa z bekingan x kau yg bakal memohon2 diqmpuni
less22: mama, lop yuu
total 1 replies
Fahreziy
nexk
less22: ciappp
total 1 replies
Fahreziy
🖒🖒🖒🖒
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!