NovelToon NovelToon
Roses For The Cold Boss (Mawar Untuk Bos Dingin)

Roses For The Cold Boss (Mawar Untuk Bos Dingin)

Status: sedang berlangsung
Genre:Roman-Angst Mafia / CEO
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: DearlyBoa

Di dunia bawah tanah yang kejam, seorang bos mafia yang tampan namun terkenal bengis tidak pernah ragu untuk melenyapkan siapa saja yang menghalangi jalannya. Ketika salah satu anak buah level bawahnya terjerat utang besar yang tak mampu dibayar, nyawa pria tua itu berada di ujung tanduk. Demi menyelamatkan diri dari eksekusi mati, sang bapak nekat menawarkan putri cantiknya sebagai penebus utang. Meski awalnya enggan, sang bos mafia akhirnya menerima kesepakatan tersebut dan menikahi si gadis. Dimulailah kehidupan pernikahan yang dingin, penuh tekanan, dan agak kasar di dalam rumah megah sang mafia. Namun, di balik dinding es yang dibangun sang bos, sebuah dinamika baru perlahan mulai menguji batasan kekejamannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DearlyBoa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kamar yang Sunyi

​Deru mesin mobil sport hitam milik Asher Sterling akhirnya meredup dan mati sepenuhnya di pelataran depan mansion mewah keluarga Sterling. Jam dinding digital di dasbor menunjukkan pukul sebelas malam lewat tiga puluh menit ketika Asher melangkah keluar dari pintu kemudi. Gerakan tubuhnya masih memancarkan keanggunan maskulin yang sama, namun ada gurat kelelahan yang samar di antara kedua alis tebalnya setelah menghabiskan waktu beberapa jam di Galeri Veritas untuk urusan diplomasi bisnis yang menjemukan dengan beberapa kolega internasional.

​Asher melangkah menuruni koridor lantai dua dengan langkah kaki yang tegas dan berirama konstan. Tangan kanannya bergerak membuka pintu kayu ek kamar utama dengan gerakan efisien yang biasa dia lakukan. Pria itu terbiasa mendapati kamar ini dalam kondisi temaram dengan sosok mungil Chloe yang entah sedang berpura-pura tidur di bawah selimut atau sedang duduk kaku menatap jendela riasnya dengan sisa-sisa ketakutan pasca-hukuman malam kemarin.

​Namun, begitu pintu terbuka sempurna, pemandangan yang menyambutnya hanyalah sebuah ruang hampa yang sunyi.

​Lampu tidur di sisi ranjang raksasa memang menyala, memantulkan pendar keemasan yang redup di atas sprei sutra putih yang tertata sangat rapi dan licin. Tidak ada tanda-tanda kehidupan di sana. Kamar mandi dalam pun gelap, tanpa ada deru gemercik air maupun aroma sabun lavender yang biasanya menguar jika Chloe sedang membersihkan diri. Kamar utama malam itu terasa sangat luas, sangat dingin, dan yang paling mengusik ketenangan Asher—kamar itu kosong seutuhnya.

​Asher berdiri mematung di ambang pintu selama beberapa detik. Sepasang mata kelabunya menyipit tajam, memindai setiap jengkal ruangan dengan ketelitian seorang predator. Sebuah kerutan dalam tercipta di dahinya. Ke mana perginya gadis itu? apakah Eleanor kembali melakukan tindakan konyol dengan membawanya pergi tanpa izin tertulis seperti kemarin?

​Ada sebuah letupan rasa penasaran yang mendadak muncul dan mengusik ketenangan batin sang bos mafia. Rasa penasaran itu begitu asing, tajam, dan tidak menyenangkan; sebuah perasaan yang tidak biasa Asher rasakan untuk hal-hal yang dia anggap sebagai sekadar properti atau barang tebusan miliknya.

​Tanpa membuang waktu atau berpikir panjang untuk mencari tahu sendiri, Asher membalikkan tubuhnya kembali ke koridor. Dia merogoh ponsel di saku jasnya dan menekan satu tombol panggil cepat yang langsung tersambung ke tangan kanannya.

​"Kenzo. Ke kamar utama sekarang," perintah Asher singkat dengan suara bariton yang teramat rendah, lalu memutuskan sambungan bahkan sebelum pria di seberang telepon sempat menjawab.

​Kurang dari tiga menit, langkah kaki Kenzo yang teratur sudah menggema di koridor. Pria tangan kanan itu muncul dengan setelan jas hitamnya yang masih rapi, membungkuk hormat dengan sangat patuh di hadapan Asher yang berdiri bersandarkan bingkai pintu kamar yang terbuka.

​"Ada yang bisa saya bantu, Tuan Asher?" tanya Kenzo, matanya sekilas melirik ke dalam kamar utama yang kosong dan langsung memahami arah keresahan tuannya tanpa perlu dijelaskan.

​"Di mana Chloe?" tanya Asher langsung pada inti masalah. Nada suaranya terdengar sangat flat dan dingin, namun ada penekanan mutlak di dalam setiap suku kata yang keluar dari bibirnya. "Kenapa dia tidak ada di kamarnya?"

​Kenzo tidak langsung menjawab. Sebagai tangan kanan yang telah terlatih untuk menghadapi segala situasi darurat, dia tidak menunjukkan kepanikan sedikit pun. "Mohon tunggu sebentar, Tuan. Saya akan memeriksa koordinat posisi Nyonya Muda melalui sistem keamanan internal dan laporan penjaga perimeter sekarang juga."

​Kenzo melangkah mundur, mengeluarkan gawai taktis miliknya untuk mengakses jaringan interkom internal mansion. Asher tetap berdiri di tempatnya dengan kedua tangan bersedekap di dada, matanya menatap lurus ke ujung koridor yang gelap dengan rahang yang mengeras kaku. Setiap detik keheningan di dalam mansion itu seolah mempertegas eksistensi Chloe yang kini mendadak memegang kendali atas ketenangan malamnya.

​Tak butuh waktu lama bagi Kenzo untuk menyelesaikan tugasnya. Efisiensi kerjanya sebagai kepala pengamanan memang tidak pernah mengecewakan. Kurang dari lima menit, Kenzo kembali melangkah mendekati Asher dengan tubuh yang sedikit membungkuk, membawa informasi yang sudah dia validasi secara akurat.

​"Saya sudah mendapatkan informasinya, Tuan," ucap Kenzo dengan nada suara yang sangat tenang dan profesional. "Nyonya Chloe saat ini berada di dalam kamar tamu di sayap barat lantai dasar. Tempat pertama kali yang beliau tinggali saat pertama kali Anda bawa masuk ke dalam mansion ini beberapa minggu lalu. Menurut laporan penjaga, Nyonya pulang sekitar satu jam yang lalu dibantu oleh supir pribadi dan langsung mengunci diri di kamar tersebut tanpa meminta bantuan dari pelayan mana pun."

​Mendengar laporan dari Kenzo, Asher secara refleks mengangkat satu alis tebalnya sedikit. Ada kilatan keterkejutan yang sangat samar lewat di sepasang mata kelabunya sebelum akhirnya kembali meredup menjadi sedingin es. Kamar tamu sayap barat? Tempat itu adalah simbol awal mula penawanan Chloe di rumah ini, sebuah kamar kecil yang dingin dibandingkan dengan kemewahan kamar utama yang sekarang dia fasilitasi untuk istrinya. Mengapa gadis itu tiba-tiba memilih untuk kembali ke sana dan tidur di ranjang yang sempit sendirian?

​Meskipun kepalanya dipenuhi oleh rentetan pertanyaan dan spekulasi tentang apa yang terjadi selama dia berada di pameran seni tadi malam, Asher tidak menyampaikan satu pun keresahan atau gejolak emosinya kepada Kenzo. Dia mempertahankan topeng wajahnya yang angkuh dan tak tersentuh.

​"Begitu. Kau boleh kembali beristirahat, Kenzo. Pastikan penjagaan luar tetap diperketat," sahut Asher datar, memberikan lambaian tangan pendek sebagai tanda bahwa interogasi malam itu telah selesai.

​"Baik, Tuan. Selamat malam," Kenzo membungkuk dalam, lalu membalikkan tubuhnya dengan gerakan efisien, menghilang di balik tikungan koridor untuk kembali ke posisinya.

​Setelah Kenzo keluar dan menghilang dari pandangan, Asher melangkah masuk ke dalam kamar utama yang sunyi itu dan menutup pintu kayu ek di belakangnya hingga bunyi klik kunci otomatis menggema nyaring. Dia melempar jas hitamnya ke atas kursi beludru dengan gerakan yang sedikit kasar, lalu berjalan menuju kamar mandi dalam.

​Asher menyalakan pancuran air hangat, membiarkan bulir-bulir air yang mengepulkan uap tipis itu membasahi tubuh masifnya yang penuh dengan sisa luka lama dan otot-otot yang menegang. Di bawah siraman air hangat, bayangan wajah pucat Chloe dan bagaimana gadis itu dengan patuh melayaninya di meja makan tadi pagi kembali berputar di benak Asher. Pria itu memejamkan matanya rapat-rapat, membiarkan air menghapus sisa-sisa aroma parfum wanita lain yang sempat mendekatinya di balkon galeri tadi.

​Selesai membersihkan diri, Asher mengeringkan tubuhnya dan mengenakan baju tidur berupa celana panjang hitam longgar dan kemeja sutra tipis sewarna yang kancing atasnya sengaja dibiarkan terbuka. Dia melangkah keluar dari kamar mandi, lalu berjalan mendekati ranjang raksasa mereka yang kini terasa terlalu luas untuk dia tempati sendirian.

​Asher merebahkan tubuh tegapnya di atas kasur yang empuk, menyandarkan kepalanya pada bantal besar sembari menatap langit-langit kamar yang gelap. Keheningan malam itu terasa sangat asing di telinganya. Biasanya, ada suara napas halus dan teratur dari Chloe yang mendengkur kecil di sisi kirinya, atau setidaknya ada pergerakan kecil dari tubuh mungil gadis itu yang selalu mencoba menjauh darinya setiap kali dia bergerak.

​Ketiadaan Chloe di kamar utama malam ini adalah sebuah anomali besar di dalam rutinitas barunya sejak pernikahan mereka digelar. Namun, Asher Sterling bukanlah pria lemah yang akan membiarkan emosinya didikte oleh ketidakhadiran seorang wanita tawanan. Dia memiliki ego yang teramat tinggi dan harga diri yang kaku sebagai penguasa tertinggi distrik barat.

​Asher menarik selimut sutranya hingga sebatas dada, lalu memejamkan sepasang mata kelabunya dengan tarikan napas yang panjang dan berat. Dia memutuskan untuk tidak menyusul Chloe ke sayap barat atau memaksanya kembali ke kamar utama malam ini. Ketiadaan gadis itu di sisinya tidak ingin dia jadikan sebagai sesuatu masalah besar yang bisa merusak fokus dan konsentrasinya dalam mengendalikan bisnis organisasi besok pagi. Bagi Asher, jika Chloe ingin mengurung diri di kamar lama yang dingin itu sebagai bentuk protes atau ketakutan, maka biarkan saja. Dia tidak akan membiarkan dirinya ditarik masuk ke dalam permainan emosi wanita yang bisa melemahkan otoritas mutlaknya di dalam mansion ini. Dengan pikiran yang sengaja dia buat sedingin es batu, Asher akhirnya membiarkan kesadarannya perlahan meredup, tenggelam ke dalam tidur yang sunyi di atas ranjang king-size yang mendadak terasa begitu dingin tanpa kehadiran sang mawar kecil di sisinya.

1
Idah Faridah
dtunggu thor lanjutanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!