Buat kalian yang suka alur cerita panjang lebar kayak sinetron, kuy lah baca cerita ini. Novel ini mengandung cerita yang terus berlanjut dari Ibu sampai anak, sampai ke cucu bahkan cicit mereka... 😂😂
Author memutuskan untuk melanjutkan sekuel ceritanya dalam satu novel.
Kisah pertama di mulai dengan cinta pemeran utama Izzah dan Reyhan... Berlanjut dengan kisah cinta anak kembar mereka, Arka dan Alia dengan pasangan mereka masing-masing...
Lanjut lagi kisahnya berfokus pada Arka yang mendapat cinta kedua setelah istrinya meninggal. Setelah itu dilanjutkan kembali dengan kisah anak dari Arka yaitu Dafa dengan kisah cintanya yang masih on going...😁😁
So, buat kalian yang suka baca cerita yang panjang dan berjilid-jilid, silahkan mulai dibaca. Dijamin alur ceritanya bikin happy, ngakak, sakit hati juga ada... 😂😂
Oh ya, ini sebenarnya novel pertama yg author publish di aplikasi NT. So enjoy ya guys.... 😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La-Rayya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DIHINA RAYHAN
Izzah dan Intan tengah duduk di teras rumah, Bi Asih dan Mang Diman juga ikut nimbrung berbincang-bincang. Hari ini Ifan dan Intan akan kembali ke kampung. Ifan keluar dari dalam rumah menjinjing tas dan barang-barang lain. Lalu duduk dikursi sebelah Izzah.
"Neng Intan, coba ingat-ingat gak ada barangnya yang ketinggalan kan?" tanya Bi Asih.
"Mmmm sepertinya tidak ada." jawab Intan.
"Astagfirullah, hampir saja. Boneka doraemon kesayangan Intan masih dikamar" ucap Intan seraya berlari masuk menuju kamar.
Semua orang yang melihat tingkah Intan tertawa bersamaan.
"Intan...Intan sudah punya suami, masih saja main boneka-bonekaan." celetuk Mang Diman.
"Begitulah mang, sampai-sampai saya dicuekin. Intan lebih sering meluk boneka itu daripada meluk saya, suaminya sendiri." ucap Ifan.
Mereka kembali tertawa. Sebuah mobil berhenti dihalaman rumah Bi Asih. Ketika pintu mobil dibuka, terlihat Rayhan berjalan menggunakan tongkat.
*Yaa Allah suamiku datang.*
Izzah berlari menuju Rayhan dan memeluknya.
"Abaaang...." ucap Izzah sambil mengusap wajah Rayhan.
Namun Rayhan hanya terdiam, sorot matanya penuh amarah. Sesekali dia meliahat ke arah Ifan yang tengah berdiri memandang mereka berdua.
"Lepaskan aku perempuan kotor." teriak Rayhan yang membuat Izzah kaget.
"Aa...aabang. Apa maksud abang?" ucap Izzah penuh tanya.
"Sudahlah, wanita sepertimu memang tidak bisa berubah, tak bisa dipercaya. Dibalik wajah polosmu ternyata kau wanita yang hina. Kau kembali lagi pada kodratmu jadi wanita murahan yang dengan mudahnya didapat di sembarangan jalan." ucap Rayhan penuh emosi.
"Yaa Allah bang. Apa salah Izzah bang? Apa maksud abang bicara seperti itu?" tanya Izzah.
"Jangan belagak bodoh kau wanita pembawa sial. Gara-gara wanita sepertimu aku jadi begini. Aku dirumah sakit hampir meregang nyawa, kau disini malah asyik bermesraan dengan laki-laki lain." ucap Rayhan sambil menunjuk Ifan.
"Bang, abang salah paham. Dia itu....."
"Cukup aku tidak butuh penjelasanmu. Sekarang kau bebas, pergilah. Akan aku ceraikan kau agar kau bebas bercinta dengan lelaki manapun yang kau mau." ucap Rayhan sambil mendorong Izzah.
Izzah jatuh tersungkur, dia kemudian bangun berusaha meraih tangan Rayhan.
Namun Rayhan menepis tangan Izzah.
"Jangan pernah lagi kau tampakkan wajahmu dihadapanku, karena aku jijik melihatmu." ucap Rayhan lalu berjalan menuju mobil dan pergi.
Awalnya Izzah terdiam, berdiri mematung karena kaget dengan apa yang dikatakan Rayhan. Namun setelah melihat mobil Rayhan melaju Izzah dengan cepat berlari mengejar mobil Rayhan.
"Abang....jangan pergi bang. Jangan tinggalkan Izzah bang." ucapnya sambil terus berlari.
Intan yang baru keluar rumah terlihat heran melihat semua orang juga berlari mengikuti Izzah.
Tak lagi perduli seberapa jauh dia akan berlari asalkan dia bisa menghentikan Rayhan, namun kakinya tersandung. Izzah jatuh tersungkur, perutnya begitu sakit. Bi Asih berlari membangunkan Izzah, lalu histeris.
"Allahuakbar...pak cepat pak. Neng Izzah pendarahan pak." teriak Bi Asih.
Izzah tak dapat merasakan apa-apa lagi yang ada dipikirannya hanya bagaimana caranya supaya bisa menjelaskan semuanya pada Rayhan.
Ifan, Intan, dan Mang Diman datang bersamaan.
"Yaa Allah Izzah...." ucap Intan.
"Ayo pak, cepat bantu Neng Izzah. Kita bawa ke rumah sakit dulu." ucap Bi Asih.
"Ya pak, ayo pak kita bawa Izzah." imbuh Ifan.
"Ayo...ayo...pelan-pelan." ucap Mang Diman.
Izzah kemudian dilarikan ke rumah sakit.
lanjutkan Thor Q
q selalu menanti update mu
😘😘😘😘😘😘
tetap semangat selalu Thor
😘😘😘😘😘😘😘