NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Alana 2

Takdir Cinta Alana 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / CEO / Dikelilingi wanita cantik / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Anisah Cute

******
Mencintai seseorang tanpa bertemu dengan nya, adalah bukti bahwa cinta itu bukan di depan mata, tapi di dalam hati. Itu yang terjadi dengan Alana, putri dari Aditya dan Davina.
Pertemuan tak sengaja Alana dengan sosok di media sosial membuat nya nyaman walau perbedaan usia mereka cukup jauh. Status tak menghalangi hubungan kedua nya.
Apa yang membuat Alana memilih pria yang tak pernah dia lihat? Konflik pun terjadi di antara Alana dan pria yang ada di sosial media tersebut. Hingga membuat Alana sering kali memblokir aplikasi hijau nya terkadang aplikasi hitam pun kena sasaran blokir Alana tapi selalu saja di buka kembali karena kedua saling Cinta.
Akan kah mereka bertemu dan bersatu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisah Cute, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 TCA 2

──────⊹⊱✫⊰⊹──────

"Assalamu'alaikum!" Salam Helen saat dia sudah sampai di depan pintu.

Tiga orang di dalam rumah yang mendengar suara seseorang yang di kenal oleh Vina tersenyum.

"Itu Helen pulang bang pergilah dan temui putri mu." Ucap Vina kearah ayah dari Helen.

Mahendra berdiri dan langsung berjalan mendekat kearah pintu dengan senyum cemas, dia cemas dan takut jika putri nya menolak kehadiran nya. Sedangkan Helen terpaku saat melihat wajah yang selama ini dia rindukan dan ingin dia jumpai.

"Ayah...!" Batin Helen dengan mata berkaca - kaca.

Mahendra saudara dari Vina menatap dengan senyuman saat melihat putri nya tumbuh jadi remaja yang cantik dan berakhlaq di tangan Adit dan Vina.

"Waalaikumsalam nak, kenapa diam saja di situ apa kamu tidak mengenali ayah?" Tanya Mahendra.

Helen langsung berlari mendekat kearah ayah nya dan Mahendra langsung memeluk erat putri satu - satu nya.

"Ayah.... Kenapa lama sekali datang temui Helen, Helen sangat merindukan ayah...!" Tangis Helen pecah saat dia berasa di pelukan ayah nya.

"Maafin ayah nak sejak kepergian ibu mu ayah sangat terpukul hingga mengabaikan kamu yang masih butuh pelukan ayah. Maafin ayah, ayah janji gak akan lagi pernah ninggalin kamu sayang. Ayah sangat menyayangi mu." ucap nya.

"Iya ayah...."

Mahendra memeluk dan mencium kedua pipi putri nya dengan penuh kasih sayang, Vina dan Adit yang melihat kebahagiaan Helen saat bertemu dengan ayah nya tersenyum dengan sedikit air mata.

Sedangkan di tempat Saga, Ken dan Alana mereka baru sampai dan langsung menuju kerumah. Ketiga nya terdiam saat melihat Helen menangis di pelukan seseorang.

"Helen kenapa nangis?" Tanya Alana saat dia berada di dekat pintu.

Helen yang mendengar suara Alana langsung melepas pelukan ayah nya dan dia menghapus air mata nya dengan tersenyum kearah Alan dan yang lainnya.

"Kak Alan, bang Ken dan bang Saga, ini ayah Helen dia sudah pulang dan jemput Helen." Ucap Helen dengan bahagia.

Alana menatap tak percaya saat mendengar perkataan Helen jika dia di jemput oleh ayah nya kandung nya.

"Kamu mau pergi ninggalin kakak?" Tanya Alan yang begitu menyayangi adik nya.

Semua terdiam mendengar perkataan dari Alan dan saling tatap, Mahendra dapat melihat di mata Alana ada kesedihan saat melihat kedatangan nya. Dia pun mendekat kearah Alana. Mata Mahendra berkaca - kaca saat melihat wajah Alana yang mirip dengan adik nya Indah.

"Kamu Alana kan?" tanya Mahendra.

Alan hanya mengangguk dia menatap dengan tatapan aneh saat melihat ayah Helen meneteskan air mata.

"kamu mirip almarhum adik ku Alan. Kamu cantik manis, kamu kakak yang baik untuk Helen, walau saya tau kamu anak adik saya kamu sudah sangat menyayangi Helen, panggil saya ayah Helen dulu baru saya gak akan bawa Helen pergi jauh, jujur wajah mu bener - benar mengingatkan om pada adik om." ucap Mahendra dengan tersenyum kearah Alana.

Alan langsung m3nc1vm tangan ayah dari Helen dan memeluk nya dengan senyum bahagia.

"Alan seneng ayah nya Helen datang, tapi Alan sedih kalau Helen harus pergi jauh, Alan juga sudah pernah lihat foto tante Indah cantik." Ucap Alan.

"Iya dia adik ku yang baik hati. Dengar nak ayah akan tinggal di perumahan yang sama, kita semua akan tinggal di lingkungan yang sama, kamu gak akan kehilangan Helen karena ayah tau bagaimana rasa nya kehilangan." Ucap Mahendra.

Alan tersenyum dan langsung mendekat kearah ayah dan bunda nya dengan menunjukkan piala kemenangannya saat dia ikut lomba tadi yang sejak tadi di pegang oleh Saga.

"Ayah, bunda lihat Alan menang lagi." Tunjuk Alan.

Adit memeluk putri tinggal nya yang memang tak ada niat untuk meneruskan diri nya memimpikan rumah sakit.

"Ayah bangga sama kamu, apa pun pilihan mu ayah dan bunda dukung asal kamu bahagia." Jawab Adit.

"Iya nak kamu berhak menentukan jalan hidup mu dan hobi mu asal itu baik untuk mu. Sudah sana mandi bauk banget anak gadis bunda." Ucap Vina.

"Iya bunda bau kak Alan sampe nempel di baju Helen, masih terasa banget." adu Helen.

Vina tersenyum saat mendengar perkataan Helen dan melihat Saga dan Ken berada di teras rumah. Vina berjalan mendekat kearah Saga dan Ken.

"Kalian berdua tadi lihat Alana tanding?" Tanya Vina.

"Iya bunda. Bunda! Apa Helen akan pergi?" Tanya Ken.

"Tidak nak, tidak akan ada yang memisahkan kalian dari Helen dia akan tinggal di rumah yang dulu sudah di beli oleh ayah Helen di ujung sama." tunjuk Vina.

"Beneran bunda." Ucap Ken.

Vina mengangguk dan tak lama ayah Ken dan Saga datang kerumah adik mereka saat tau saudara nya kembali. Kebahagiaan saat melihat Mahendra kembali mengingat kenangan saat mereka semua masih bersama. Tangis dan peluk bahagia semua orang saat berada di dekat Mahendra.

"Abang senang kamu akhir nya kembali Hen. " ucap Chandra ayah dari Sagara.

"Iya Hendra jangan pernah bersedih lagi atas kepergian Nita, ingat lah putri mu membutuhkan mu." Ucap Vino.

"Iya, bunda Keyla selalu telpon, memberi aku kekuatan agar aku bisa menerima semua. Aku sangat mencintai Nita, tapi dia pergi dengan membawa semua penyakit nya, sumpah aku sudah berusaha menyembuhkan nya tapi semua sia - sia." Ucap Mahendra dengan sedikit air mata.

Dia masih bersedih saat mengingat kenangan dan perjuangan istrinya untuk sembuh tapi takdir berkata lain. Nita sudah bahagia di alam nya. Semua orang tau bagaimana perjuangan Mahendra dulu saat ingin mendapatkan Anita adik dari Aditya Mahardika.

"Sudah jangan mengingat kembali apa yang sudah terjadi Hen. Ingat lah putri mu sangat merindukan kasih sayang ayah nya." ucap Adit yang sejak tadi hanya melihat saja.

"Iya Dit." jawab Hendra.

Setelah bertemu dengan Mahendra semua orang pulang kerumah masing - masing, karena hari sudah malam. Seperti biasa Alana akan melakukannya sholat Tahajud karena sudah kebiasaan dia sejak kecil di ajarkan oleh ayah nya.

Sebelum subuh dan orang masih tertidur Alan bangun dan mulai berpikir dia membuka tirai jendelanya dan menatap kearah rumah Ken dan Saga yang ada di sebrang jalan, dia juga melihat beberapa sepeda motor mini yang ada di halaman rumah para tetangga yang memiliki anak kecil, Alan tersenyum saat dia mempunyai ide gila untuk semua abang nya.

Ting.... tong....

Alan menekan bel salah satu rumah saat subuh sebelum azan subuh berkumandang.

"Siapa sih pagi - pagi ganggu orang tidur saja." kesal pemilik rumah.

Saat dia membuka pintu dia menatap heran Alan yang ada di hadapan nya dengan senyum tanpa dosa.

"Astaghfirullah Alana ada apa kamu gelap - gelap ke rumah tante?" tanya nya.

"Hehe... Alan boleh sewa dua motor mini milik anak tante gak?" tanya Alan.

"Hemmm kamu ini hanya itu kamu banguni tetangga Lan, bener - bener nya anak pak Adit satu ini, pakai lah tapi jangan rusak." ucap nya.

"Makasih tante nanti uang nya minta sama ayah." ucap Alana.

Dia hanya menggeleng kepala tak percaya saat melihat tingkah Alana, gadis yang berusia 13 tahun itu selalu saja bikin semua orang pusing dengan tingkah nya yang suka random.

Setelah mendapat 2 motor mini Alan tersenyum dan mulai pulang kerumah karena mendengar suara azan subuh berkumandang. Saat dia masuk sang ibu sudah ada di depan pun.

"Astaghfirullah bunda... Bikin kaget Alan saja." ucap Alana dengan memegang dada nya.

"Dari mana kamu nak subuh - subuh keluar?" tanya Vina.

"Hehe... Gak dari mana - mana bun." jawab Alana.

Alan langsung saja menuju ke dalam kamar nya dan Vina hanya bisa menatap curiga putri nya karena dia tau akan ada sesuatu pastinya.

Saat matari mulai terbit Ken dan Saga yang akan berangkat ke sekolah menatap heran saat melihat ada motor mini di halaman rumah nya.

Sedangkan Alana yang sudah menunggu di depan rumah dan tersenyum jahil saat melihat wajah heran Saga.

"Mi.... motor mini siapa ini?" tanya Saga kearah dalam rumah.

"Apa sih Ga?" jawab Aisyah ibu Saga.

"Tu... Punya siapa mi?"

"Paling kerjaan adik kamu. Tu anak nya senyu - senyum gak jelas." tunjuk Aisyah.

"Abang.....!" panggil Alan dengan melambaikan tangan nya kearah Ken dan Saga.

Ken dan Saga yang rumah nya bersebelahan menatap kearah Alana dengan tatapan curiga, saat melihat Alana sudah rapi dengan pakaian sekolah nya. Ken hanya memberi kode ke Saga dengan anggukan kepalanya.

"Ada apa?" tanya Saga.

"Abang Ken sini." ajak Alana.

"hari ini kendaraan kalian berdua adalah itu tara....!" ucap Alana dengan menunjuk dua motor mini.

Mata Ken membulat saat melihat motor mini ada di pinggir jalan rumah mereka. Ken mendekati dan menatap tak percaya dengan ulah adik nya.

"Ini...! Eh bocah edan ini motor milik anak tetangga kan gila ini anak, kamu gak lihat abang Ken sama bang Saga seragam apa abu - abu Lan." ucap Ken dengan menoyor dahi Alan.

"Gak mau tau pokonya pergi dan pulang sekolah abang pakai ini." ucap Alana dengan wajah cemberut.

"Oke kita pakai." jawab Saga yang tak ingin Alana kesal di pagi hari.

"Tapi bang." jawab Ken.

"Sudah turutin saja malu pagi - pagi ribut." cegah Saga.

Ken hanya bisa diam dan melihat Bima dan Arga anak dari Vivian dan Rian keluar dari halaman rumah mereka dengan motor biasa yang mereka gunakan.

"Ada apa?" tanya Bima.

"Kamu gak lihat apa Bim." tunjuk Ken dengan wajah kesal.

"Ini kerjaan kamu ya Lan?" tanya Bima.

"hehe...! Keren kan bang." jawab Alana.

Tak lama Riski datang dan menatap heran kearah Saga dan Ken yang memasang wajah masa.

"Ada apa, ini kerjaan kamu pasti." tunjuk Riski kearah dua motor mini.

"He...he...! Sudah ayo berangkat kesekolah nanti telat." jawab Alan tanpa ada rasa bersalah.

"Ettt....! Tunggu dulu bocah tengil kamu naik apa?"tanya Saga dengan menarik kerah baju bagian belakang Alana saat dia ingin pergi.

"Sepeda lah masa seorang Alana naik kayak gini. Hahaha....." tawa Alan.

Mereka hanya bisa menarik nafas saat Alan mengerjai Saga dan Ken. Alana dan Helen yang melihat 2 orang abang mereka berangkat dengan motor minimnya menahan senyum, Ken benar - benar dibuat malu oleh Alana. Alana satu sekolahan dengan semua abang nya agar ada yang menjaga dirinya.

"Lihat kak kelakuan anak mu, motor punya siapa yang dia pinjam untuk Saga dan Ken." tanya Vina dengan heran.

"Kita lihat saja nanti sore pasti ada yang datang kerumah. Sudah kakak pamit ke rumah sakit dulu." ucap Adit.

Chan dan Aisyah pun hanya bisa tersenyum saat putra mereka harus menuruti semua kemauan Alana, begitu juga dengan Vino dan Jesika tak bisa berbuat apapun dengan kelakuan Alana.

Saat sampai di sekolah Ken mulai mengerutu karena harga diri nya jatuh karena ulah Alana.

"Anak itu bikin harga diri kita jatuh saja bang." kesal Ken.

Saga yang cuek tetap santai dengan gaya nya seperti sang ayah walau menggunakan motor mini, Bima dan Arga pun langsung menuju ke kelas mereka setelah melihat senyum puas Alana.

"Sumpah ya abang Alana ganteng banget apalagi bang Ken muka nya imut.... " ucap siswi perempuan.

Alana yang mendengar ucapan mereka menatap tak suka dengan kecentilan siswa SMK tempat abang dan dia sekolah.

Saat siang hari tetangga yang motor anak nya di pinjam Alana datang kerumah Adit, menanyakan kapan motor tersebut di kembali oleh Alana.

1
kalea rizuky
cepetan pergi kan moga dpet yg lebih tajir. lebih kaya dr Riski itu dan buat si Helen sepupu durjana makan itu Riski cwok kere
Anan Sah
Pintar banget Alan menyimpan semua rasa sakit nya sampai ga ada yang tau apa yang di rasakan sama Alan sehingga Alan memutuskan untuk pergi jauh dari keluarga...Semangat ya Alan...😍😍😍
Ani Rohayani
Alana terlalu pintar menyimpan rahasia alasan sebenarnya tentang kepergiannya ke Malaysia
Ani Rohayani
ya ampun Mahar kamu terlalu membesar besarkan masalah sampai akhirnya kamu sendiri terluka
Ani Rohayani
cinta pada pandangan pertama tuh saga😄
Ani Rohayani
ya ampun saga apa yang terjadi,kamu nabrak orang ya
Sahidah Sari
wih mantap nih Alana menang balapan sepeda,emng keren Alana!.
Riski kek nya suka sama Helen deh klu Alana tau orang yg dia suka justru ga suka sama dia gmn ya ,moga sikap Alana ga berubah ya klu tau
Sahidah Sari
Ken dan saga selalu menjadi pelindung bagi Alana dr siapa pun termasuk dr ayah nya sendiri,, mereka ga mau Alana knp2 padahal Adit hanya ingin Alana belajar bertanggung jawab atas apa yg dia perbuat.
Sahidah Sari
ya ampun Alana kelakuan nya bikin orang ngakak juga geleng geleng kepala tau, ada aja kelakuan nya buat pusing om nya ..
kalea rizuky
ambil aja Riski cwok miskin aja dihh Alana bisa dpet yg lebih
kalea rizuky
pergilah Alana yg jauh cari bahagia mu
Anan Sah
😍😍😍
SusiVikers
Ken kamu gak perlu khawatir ya, aku yakin Alana pasti baik² aja kok dia bisa jaga diri
doakan saja agar semuanya lancar ya
SusiVikers
sakit bgt ya pasti jadi Alana
apalagi Bagas emg langsung menjauh setelah pacaran sama Helen, lagian Helen juga apa-apaan sih kok kamu sampe segitunya sama Alana
toh Alana gak akan pernah rebut Bagas dari kamu ishhh ngeselin 😤😤
SusiVikers: lah iya haha
Bagas siapa coba ampun dah🤣🤣
total 2 replies
SusiVikers
aduh untung aja ya langsung banting stir kalo enggak bisa nabrak org tuh
tapi sayangnya kepala Alana malah jadi memar gitu ya
SusiVikers
alana kamu bner² pandai menutupi semua rasa sakit yg kamu rasakan
tapi mungkin ini pilihan kamu ya lan, semoga di Malaysia nanti kamu bisa jauh lebih bahagia ya Alana
Ratih Tyas
Alan pasti bisa jaga diri
Ratih Tyas
Mungkin Humaira jodoh Saga🤭
Ratih Tyas
Kok Helen jadi ngeselin ya
gak bisa jaga perasaan Alan malah pamer🙄
Estri Gunyani
Ken jangan kwatirkan Alan dia gadis yg pintar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!