Tolong tinggalkan Like Dan comment yah ❤😍
Danny sudah memantapkan pilihannya pada Rose, gadis yang lebih mudah darinya. Rose sudah terlanjur hidup dalam gelapnya masa lalunya, begitu berhasil mendapatkan Rose, ada saja cobaan dalam hubungan mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jesicca26, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kencan pertama (bagian 1)
Tok tok tok...
"Rose.." panggil Ayu dari balik pintu membangunkan putrinya
Mata Rose terbuka, tubuhnya masih malas untuk bangun "Yah ma, masuk aja."
Ayu masuk kedalam mendapati putri masih dalam posisi tidur, matanya memerah karna baru bangun.
"Duh udah jam segini baru bangun, itu kamu ada tamu." Ayu menarik selimut Rose
"Ahh mama, masih malas bangun.." rengek Rose sambil menarik selimutnya kembali "Lagian siapa sih pagi-pagi gini datang bertamu?"
"Tuh penggemar kamu.."
"Penggemar? Siapa?"
"Danny.."
Rose langsung duduk sambil melihat wajah Ayu seperti nggak yakin dengan apa yang dia dengar barusan "Udah balik dari Malang yah?"
"Iya, kan dia bilang cuma dua hari disana. Mandi gih, minimal cuci muka. Ilernya kemana-mana tuh.."
"Ihh mama..." rengek Rose diikuti langkah lari pelan dari Ayu keluar dari kamar
Untuk pertama kalinya Rose mandi cepat-cepat, jantungnya berdebar, didepan cermin Rose melihat baik-baik wajahnya nggak meninggalkan t4hi mata dan giginya digosok baik-baik. Dia mencoba mengatur nafasnya agar teratur sebelum airnya keluar dari kamar mandi.
"Rose.." ucap Dannt begitu Rose keluar masih dengan rambut basah
Rose tersenyum kaku karna gugup, dia berjalan perlahan lalu duduk agak jauh disamping Danny. Mereka berdua duduk diteras rumah sambil menghadap jalan lorong yang hanya muat dilewati mobil pribadi.
"Gimana kabarnya?" tanya Danny mencoba memecah keheningan
Harusnya gue yang nanya gimana perjalanannya dia kan? bathin Rose
"Sehat, kamu?"
"Sehat juga, oyah, aku bawain oleh oleh buat kamu." Tangan Danny meraih bingkisan disampingnya
"Makasih." ucap Rose sambil malu-malu menerima oleh-oleh dari Danny. Matanya melirik isi didalam bingkisan itu
Wah. jenang apel. Pernah dikasih Daniar dulu. Seru Rose didalam hati
Danny tersenyum melihat senyuman tipis dibibir Rose saat mengintip pemberiannya.
"Oyah, hari ini aku mau ngajakin kamu jalan-jalan kalo kamu mau."
Rose terdiam sejenak, Danny mengajaknya jalan-jalan yang artinya mereka hanya akan berdua dan kemungkinan untuk berdekatan cukup besar. Sekarang saja tangannya sedikit gemetar berada didekat Danny, tapi hatinya benar-benar ingin merasakan seperti apa pacaran itu dan seperti apa bisa nge-date dengan pacar ketempat romantis.
"Mau kemana?" tanya Rose ragu-ragu
"Ke..." Danny berpikir-pikir tempat kencan yang dia cari digoogle tadi, ini juga kencan pertamanya. Sudah sering dia pergi kebanyak tempat tapi dalam rangka pekerjaan, bukannya kencan. "Ke kota tua gimana??"
"Terlalu ramai." ujar Rose tiba-tiba. Dia menutup bibirnya cepat-cepat karna bereaksi mendadak
"Ohh iyaa.." ucap Danny lalu kembali mengingat tempat kencan yang dia googling tadi "Kalo hutan mangrove? Bagus juga tempatnya, dan karna ini bukan weekend jadi nggak ramai pengunjung."
"Boleh.." jawab Rose setelah berpikir sejenak
Danny kembali tersenyum senang menerima jawaban Rose, Rose masuk lagi kedalam mengganti pakaian. Setelah pamit pada mama, dia dan Danny berjalan menuji mobil Danny yang terparkir.
Dari ambang pintu Ayu dan Billy berdiri sambil melihat kepergian Rose dan Danny, mereka senang Rose mau jalan-jalan. Hanya saja mereka juga sedikit khawatir, karna ini kali pertama Rose keluar setelah kejadian yang menimpahnya.
"Mama yakin kakak nggak akan kumat sama serangan paniknya?" tanya Billy tanpa melepas pandangannya pada Rose
"Kita coba aja, bagus dia udah ada perkembangan. Mama juga khawatir sih. tapi nggak mungkin juga dia mengurung diri terus.. Lagian Danny juga bisa dipercaya anaknya." jawab Ayu
"Yaudah, semoga aman-aman deh." ucap Billy
Danny membukakan pintu bagian depan mempersilahkan Rose masuk, Rose menatapnya dengan tatapan pertanyaan. Seolah mengerti maksud tatapan Rose, Danny tersenyum dan menjelaskan.
"Hari ini pak Sam libur, ini kan kencan pertama kita, jadi aku maunya kita berdua aja." Jelas Danny
"Ohh, kencan?" tanya Rose lalu masuk kedalam mobil
Danny agak salah tingkah saat Rose mengulang ucapannya, dia menutup pintu mobil lalu pergi ke bagian kemudi. Sebelum masuk Danny melihat dua pasang mata yang sedang mengawasinya, dia tersenyum lalu masuk kedalam mobil. Ayu dan Billy langsung masuk kedalam saat kedapatan sedang melihatnya dengan tatapan curiga.
"Masuk..Masukk.. malu-maluin aja ketahuan ngawasin." ajak Ayu sambil berjalan cepat masuk kedalam
Mobil Danny lalu meninggalkan halaman rumah Rose, mereka menuju tempat yang dimaksud Danny. Sepanjang perjalanan Rose duduk kaku, kedua tangannya saling memegang sambil sesekali dia memainkan kukunya, tangannya masih sedikit gemetar.
Duhh tenang dong jantung, jangan bikin malu. Protes Rose dalam hatinya
Disisi kemudi Danny menjalankan mobilnya sambil sesekali menelan ludah karna sama gugupnya dengan Rose, matanya sesekali melirik kelayar HPnya, dia menggunakan google maps karna ini pertama kalinya dia menyetir sendiri. Biasanya kemana-mana dia diantar pak Sam, tapi kali ini Danny menyetir sendiri bermodalkan google maps.
"Kamu yakin mau nyetir sendiri??" tanya Pak Sam saat tadi Danny keluar dari rumahnya. Dia bisa berbicara sedikit santai dengan Danny saat mereka dirumah
"Iya pak, bapak libur aja hari ini. Jadwal kosong juva kan, jadi saya mau ngajak Rose jalan-jalan."
"Memangnya Rose mau?" tanya Pak Sam ragu
Danny melirik sinis kearah pak Sam "Yah dicoba dulu lah, siapa tau dia mau."
"Tapi, ini pertama kalinya kamu menyetir sendiri. Maksud saya, memang sudah bisa menyetir dan punya SIM. Tapi.."
"Pak Sam tenang aja." potong Danny "Lagian, mana ada kencan diawasi om-om." sindir Danny dengan senyum mengejek
Om-om? Oh iya, saya kan om-om. Wah ini pertama kalinya dia bercanda dengan saya. bathin pak Sam
Dengan percaya diri Danny menyalakan mesin mobil, saat menginjak gas mobil tiba-tiba mati. Pak Sam melongok dari jendela, Danny kembali melihat pak Sam dengan pandangan penuh keyakinan, meski begitu pak Sam bisa menyadari Danny sedang gugup.
"Yakin??" tanya pak Sam meyakinkan
"Iyaaa, yakin.. Pak Sam jalan-jalan aja, nggak usah khawatir berlebihan." ucap Danny penuh keyakinan.
Kali inj Danny menyalakan mesin mobil lagi lalu menjalankan mobil, mobilnya meninggalkan halaman rumahnya. Sesekali Danny melirik kaca spion memastikan pak Sam nggak terlihat lagi, begitu diujung kompleks perumahan Danny cepat-cepat mengeluarkan HPnya dari kantong dan membuka aplikasi google maps.
"Gengsi juga kan kalo pak Sam tau saya nggak tau jalan kerumah Rose." ucap Danny sambil tersenyum nggak percaya dengan dirinya "Biasanya cuma duduk dibelakang, nggak liat jalan, jadi wajar dih kalo nggak tau jalan." lanjutnya membela diri
Tangannya sibuk mengetik alamat tujuan, begitu mendapat alamat yang dimaksud, Danny memekik sendiri karna senang.
"Nahhh. Dapat kan.. Masa gini aja nggak tau, ngadepin klient bisaaa.. Okeyy, semoga selamat.." seru Danny meyakinkan dirinya. Dia menarik nafas panjang lalu menginjak gas mobilnya.
Sementara itu dihalaman rumah pak Sam melihat kelayar HPnya, sesekali dia tersenyum.
Benarkan dugaan saya..
Dimobil yang dikendarai Danny terpasang gps yang terhubung langsung ke HP pak Sam, jadi pak Sam bisa melihat mobil Danny berhenti diujung kompleks perumahan. Dia bisa menduga Danny benar-benar nggak hafal jalan, jadi kemungkinan terbesar adalah Danny akan menggunakan google maps.
Jika Danny tau pak Sam mengetahui kejadian tadi, harga dirinya akan benar-benar ternodai. Karna gengsi Danny yang tinggi, membuat pak Sam jadi berpura-pura nggak tau.
Sekalian kasih rekomen novel yang rapi juga, judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, wajib pakek tanda kurung ya nyarinya
mampir juga di ceritaku yh thor
"love with enemy