NovelToon NovelToon
Suamiku (Bukan) Orang Gila

Suamiku (Bukan) Orang Gila

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta setelah menikah / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Fradella Gauta terpaksa menikah dengan Dayaksa Herlos, Tuan Muda keluarga Herlos yang dikenal sebagai orang gila setelah kematian ayah dan ibunya akibat kecelakaan. Ratu Mayesa, kakak tirinya yang merupakan tunangan Dayaksa (Aksa) merebut tunangannya Fradella, Adryan Juardi karena tidak mau berakhir menjadi mayat. Tak banyak yang tahu Fradella (Della) dirawat di rumah sakit jiwa selama lima tahun setelah ayahnya menikahi ibu Ratu. Kini Della harus tinggal dan bertahan di "Rumah Sakit Jiwa" yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

THIRTEEN

Semburat fajar belum lagi menyentuh ufuk timah saat Dayaksa Herlos menginjakkan kakinya di pelataran mansion Herlos. Pakaian serba hitamnya tampak kusam, berat oleh noda darah yang mulai mengering. Wajahnya yang letih menyimpan kontradiksi yang mengerikan, kelopak mata yang berat karena kantuk, namun binar kemarahan di matanya masih menyala bagai bara dalam sekam.

​Langkah kaki botnya yang berat bergema di lorong lobi. Ia mengabaikan aroma amis yang menguar dari tubuhnya. Pikirannya hanya terpaku pada satu titik, istrinya Della. Ia butuh memeluk tubuh hangat istrinya untuk memadamkan badai yang masih mengamuk di dalam dadanya. Namun, langkah Aksa tiba-tiba melambat.

​Kediaman Herlos pagi ini terasa terlalu tenang. Bahkan jauh lebih sunyi daripada biasanya. Tak ada suara kicauan burung peliharaan Kakek Jerry yang biasanya sudah memenuhi udara saat fajar. Tak ada aroma kopi yang mulai diseduh di dapur.

​"Ada yang aneh..." gumam Aksa dengan suara serak. Ia segera memacu langkahnya, menaiki tangga dua demi dua menuju kamarnya di lantai atas.

​"Della… Della.. istriku!" seru Aksa saat ia membuka pintu kamar dengan kasar.

​Kosong.

​Seprai ranjang yang berantakan masih menyimpan bekas lekuk tubuh Della, namun sosoknya tak ada di sana. Aksa berlari ke kamar mandi, membuka pintunya dengan sekali sentakan kuat hingga gagang pintunya berderit.

​"Della! Kau di mana?!"

​Hening. Tak ada jawaban. Hanya pantulan wajahnya yang berlumuran darah di cermin yang menatapnya balik dengan tatapan liar. Aksa merasa dunianya seolah amblas. Panik mulai menjalar, merambat dari ujung kaki hingga ke ubun-ubunnya, membakar habis sisa-sisa kendali diri yang ia miliki.

​Ia berbalik dan berlari menuruni tangga secepat kilat. "DELLA! DI MANA ISTRIKU?!"

​Aksa kehilangan kendali sepenuhnya. Saat ia sampai di bordes tangga, ia menyambar sebuah guci porselen Dinasti Ming yang bernilai miliaran rupiah dan membantingnya ke lantai marmer.

PRAKK! PRAKK! PRAKK!

Pecahan keramik terbang ke segala arah.

​Para pelayan dan satpam yang mulai terbangun berhamburan ke ruang tengah. Namun, begitu mereka melihat sosok Aksa yang berlumuran darah dengan mata yang sepenuhnya merah, mereka mematung. Tak ada satu pun yang berani mendekat. Hawa membunuh yang dipancarkan Aksa terlalu pekat.

​"Apa tidak ada orang di rumah ini?! JAWAB! DI MANA DELLA?!" raung Aksa.

​Ia menyambar apa saja yang ada di sekitarnya. Bingkai foto keluarga, pajangan kristal, hingga lampu hias dilemparkannya ke sembarang arah. Mansion yang megah itu dalam sekejap berubah menjadi zona perang.

​"Aduh, bagaimana ini... Tuan Muda mulai kumat. Tuan Jerry dan Tuan Zacky tidak ada di rumah!" bisik seorang pelayan dengan wajah pucat di balik pilar.

​Dua orang satpam senior, dengan keberanian yang dipaksakan, mencoba maju. "Tuan Muda, harap tenang. Mari kita bicara baik-baik—"

​"DI MANA ISTRIKU?!"

​Sebelum mereka bisa bereaksi, Aksa menerjang. Gerakannya begitu cepat dan brutal. Meskipun kedua satpam itu memiliki tubuh yang terlatih, mereka bukan tandingan bagi kemarahan murni seorang Aksa. Hanya dalam hitungan detik, Aksa berhasil membanting kedua satpam itu ke lantai. Ia mencengkeram kerah baju salah satu satpam dan mengangkatnya hingga kaki pria itu menggantung dari lantai.

​"Katakan di mana Della? JAWAB SEBELUM AKU MEMATAHKAN LEHERMU!"

​"Nyo-nyonya Muda... dibawa oleh Tuan Jerry ke rumah sakit, Tuan..." jawab satpam itu dengan napas tersengal dan suara yang terbata-bata.

​Mendengar kata 'rumah sakit', Aksa justru semakin meledak. "Kembalikan istriku! KEMBALIKAN ISTRIKU! Berani-beraninya mereka membawa istriku tanpa izin! AAARRRHHHH!!!"

​Aksa melepaskan cengkeramannya dan mulai menjambak rambutnya sendiri. Ia memukul-mukul kepalanya seolah ingin mengeluarkan suara-suara bising yang menyiksa di dalamnya. Ia berlari menuju dapur, menghancurkan rak piring. Suara piring-piring pecah, denting garpu dan sendok yang tercecer, hingga panci-panci yang terlempar menciptakan simfoni kehancuran yang mengerikan.

​"DELLA…. AAARRRGGG!!!"

​Di koridor rumah sakit yang steril, kontras dengan kekacauan di mansion, Zacky berlari dengan napas yang hampir habis. Ia melihat Tuan Jerry duduk di bangku tunggu di samping ruang perawatan Della yang masih tidak sadarkan diri di balik kaca.

​"Ada apa, Zacky? Kenapa kamu berlari seperti dikejar setan?" tanya Jerry, meski matanya tetap tertuju pada Della.

​"Tuan Besar... gawat! Ini sangat gawat!" Zacky membungkuk, mencoba mengatur napasnya yang sesak.

​"Ngomong yang bener, Zacky! Katakan pelan-pelan, jangan membuat jantungku juga ikut copot," tegur Jerry tajam.

​"Tuan Muda... Tu-tuan Muda Aksa..."

Jerry langsung berdiri tegak. "Ada apa dengan Aksa? Apa dia sudah kembali?"

​"Kediaman Herlos... hancur, Tuan Besar. Tuan Muda Aksa mengamuk hebat! Dia menghancurkan segalanya!"

​"APA?!" Jerry terperanjat, tongkatnya nyaris jatuh. "Ayo kita pulang sekarang! Sebelum anak itu meratakan seluruh bangunan!"

​"Tapi... Nyonya Muda bagaimana?" tanya Zacky ragu, melirik Della yang masih pucat.

​"Biarkan saja sementara waktu dia berada di rumah sakit. Aku akan memberikan instruksi pada dokter dan perawat terbaik untuk menjaganya 24 jam. Della perlu perawatan intensif. Sekarang kita harus pulang sebelum Aksa membunuh seseorang di sana!"

​Setengah jam berlalu sejak ledakan kemarahan pertama. Kediaman Herlos kini terlihat seperti habis dihantam puting beliung. Serpihan kristal, perabotan kayu yang hancur, dan sisa makanan berserakan di mana-mana.

​Aksa kini tidak lagi berteriak. Ia duduk di pojokan dapur yang gelap, memeluk kedua kakinya dengan tubuh yang bergetar. Kemeja hitamnya yang tadinya berlumuran darah orang lain, kini juga basah oleh darahnya sendiri. Tangannya terluka karena pecahan kaca dan keramik yang ia hancurkan tadi. Tetesan darah segar bercampur dengan darah kering yang amis menciptakan noda gelap di lantai.

​"Della... Della..." bisiknya berulang kali dengan nada yang menyayat hati.

​Napasnya masih memburu, matanya menatap kosong ke arah tumpukan piring yang pecah. Para pelayan hanya bisa menonton dari kejauhan, tak berani mendekat meski hanya satu jengkal. Mereka tahu, di balik sosok yang tampak rapuh di pojokan itu, ada bom waktu yang bisa meledak kapan saja.

​Tiba-tiba, suara pintu depan yang hancur dilewati orang terdengar. Jerry dan Zacky telah tiba.

​Jerry terpaku di ambang pintu masuk. Ia menatap ruang tamu yang dulu ia banggakan kini menjadi tumpukan sampah mewah. "Aksa..." gumamnya dengan suara bergetar.

​Zacky segera melangkah maju, melewati puing-puing menuju dapur. "Tuan Muda? Tuan Muda Aksa, ini saya, Zacky."

​Aksa mendongak. Begitu melihat Zacky, ia mencoba berdiri dengan sisa tenaga, namun matanya kembali berkilat liar. "Mana Della? Bawa aku ke Della!"

​Zacky mencoba mendekat untuk memegang pundak Aksa, namun Aksa langsung mengayunkan tangannya, hampir mengenai wajah Zacky. "Jangan sentuh aku! Mana istriku?!"

​Zacky menyadari bahwa kata-kata tidak akan lagi mempan. Ia memberikan isyarat rahasia pada dua satpam yang sejak tadi berjaga di luar. Saat kedua satpam itu mencoba mengalihkan perhatian Aksa dengan mendekat dari depan, Zacky dengan gerakan kilat mengambil tongkat baseball kayu yang sempat ia ambil dari ruang penyimpanan di lorong.

​BUGH!

​Zacky memukul tengkuk belakang Aksa dengan presisi. Tidak terlalu keras untuk membunuh, namun cukup kuat untuk mematikan saraf kesadarannya sejenak. Tubuh Aksa lunglai, ambruk ke dalam pelukan kedua satpam tersebut.

​"Bawa dia ke kamar bawah," perintah Jerry dengan nada dingin namun penuh duka. "Tempat biasa. Dan ikat dia. Jangan biarkan dia melukai dirinya sendiri lagi."

​Aksa kini berada di sebuah ruangan di lantai bawah tanah yang memang dirancang khusus untuk isolasi. Tangannya yang terluka sudah dibersihkan dan dibalut secara kasar, namun kedua tangan dan kakinya kini terikat pada kerangka ranjang besi dengan tambang nilon yang kuat. Aksa masih pingsan, napasnya berat dan tidak teratur.

​Dokter Leon, dokter pribadi keluarga Herlos yang telah menangani Aksa, tiba dengan tas medisnya. Ia segera memeriksa tanda-tanda vital Aksa.

​"Detak jantungnya terlalu cepat, tekanan darahnya melonjak. Ini bukan sekadar tantrum biasa, Jerry," ucap Leon sambil mengerutkan kening. "Berdasarkan gejalanya, ini adalah reaksi putus obat atau rebound effect. Apa dia tidak meminum obat yang aku resepkan?"

​Jerry menoleh tajam ke arah Zacky. "Zacky! Aku sudah menyuruhmu mengawasi pengobatannya setiap hari!"

...****************...

Maaf ya guys... beberapa hari ini aku slow update. Semangatku lehi terkikis. 😭 Ingin bertahan tapi terlalu lemah.. 😂😂 maafkan ke-alay-anku ini. Jangan mikir yang aneh-aneh yaa... Kakanda editor lagi tantrum... Membuat emosi ini naik turun.. 😭🫩

1
umi
tahan aksa jgn terpancing esmosi mu yaa mereka tau titik kelemahan mu tu .. ingt della pasti kamu tenang tu
umi
kalah jauh kamu adryan jgn main2 lah sma keluarga besar aksa ya . bgi della kamu sdh yg terbaik aksa
umi
gila ya kamu adryan ,blom kena ya dia ni buku lima nya aksa lgi ni maka berkata bgitu pla ..
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
pasti ada sesuatu dengan obat Aska 👀
Kau harus kuatt Aska jgn sampai terpengaruh
SENJA
aduh jangan kambuh sekarang 😳🥺
SENJA
ciiih ngeselin lu sampah 🤢🤮
SENJA
mantabs
ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD ❥␠⃝ ͭ🍁
waduh jangan sampai Aksa gak fokus lagi karena hasil presentasi kedua belah pihak akan ditentukan saat ini antara presentasi Aksa dan Emily tolong jangan kambuh Sa
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Zacky memang tangan kanan yg bisa dipercaya & diandalkan
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
😭😭 di hati Della, Aksa menang Voting
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
😒 monyeet satu ini benar2 tidak tahu malu, dr awal memang sdh tidak waras si Ardyan 😏
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
iya Zacky benar bisa jadi Aksa sedang banyak pikiran jadinya ke mode silent
ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD ❥␠⃝ ͭ🍁
malu gak tuh luuu Adryan Juardi gak mungkin Della mau sama kau lagi huuuu bersama Aksa dia diratukan disayangi sedemikian rupa jadi ga butuh pria munafik kek luuu😏🤨
El Zèphyr
Aksa emang gila, tapi dia punya sisi pintar yang gak orang lain ounya
El Zèphyr
Oh astagaa manusia satu ini bucin sekaliehh
El Zèphyr
Aksa Masi bisa mikir kok kalo hal beginian
El Zèphyr
Tatapan yang mengerikan itu muncul guys
El Zèphyr
Aksaa kau jadi bucin + nurut gitu si sama Della.
Lucu deh kalian berdua
El Zèphyr
noh kan noh kannn liattt
El Zèphyr
ihhh bucin aku mau jugak 😽
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!