Indira berprofesi sebagai pengacara, ia dijuluki pendekar ulung karena selalu memenangkan kasus yang dia tangani. karena kesibukannya dia lupa akan statusnya sebagai kaum jomblo sejati hingga membuat mamanya turun tangan untuk mencarikannya jodoh. hingga akhirnya dia dijodohkan dengan anak temannya yang bernama Gibran (pemilik PT Murni alam) yang berstatus duda anak 3. setelah menikah Indira dihadapkan dengan konflik keluarga hingga akhirnya dia menemukan titik kebahagian nya dengan suaminya Gibran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daisy Puppy 1412, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pengacara Indira, istri baru papaku
...Polisi memberikan hasil test bahwa tidak ada sidik jari yang melekat di plastik pembungkus obat terlarang tersebut, dan tes urin juga menyatakan bahwa Justin tidak mengonsumsi obat terlarang tersebut alias negatif....
...“Akhirnya terbukti dia tidak bersalah sayang” ucap Gibran senang....
...“Lalu siapa yang sudah menyebar fitnah ini, saya minta usut tuntas hal ini” tegas Gibran....
...Haikal datang dengan membawa orang yang menuduh Justin ke ruang interogasi, dia juga meminta Gibran dan Indira untuk mengikutinya ke dalam. Gibran yang tak bisa menahan emosinya menarik baju orang tersebut “disuruh siapa kamu?”....
...Orang tersebut hanya tersenyum sinis pada Gibran....
...Indira meminta Gibran untuk melepaskan baju orang tersebut....
...“Aku tahu kamu dibayar sama orang untuk memfitnah anak saya, saya akan kasih uang lebih asal kamu jujur siapa yang menyuruh kamu” ucap Indira duduk santai di salah satu kursi yang berada di ruang interogasi....
...“Gak akan”...
...“Aku tahu kamu sedang kesusahan, daripada kamu melakukan transaksi ilegal di dalam penjara seperti sekarang. Lebih baik kamu terima uang yang saya kasih” ...
...Orang itu sedikit berfikir, “gimana jangan mikir lama-lama” ucap Indira....
...“Farhan”...
...Indira memberikan kode mata kepada Haikal agar membawa orang tersebut masuk ke penjara kembali dan memberikan hukuman tambahan kepadanya. “Brengsek lu bohongin gue”...
...Indira dan Gibran keluar dari ruang interogasi, Indira mengeluarkan selembar cek yang bertuliskan nominal uang 50 juta “kasih ini ke orang yang diinterogasi tadi” ucap Indira memberikan cek tersebut kepada Haikal....
...“Kamu kasih cek itu kepada dia sayang, dia sudah melakukan hal jahat lho”...
...“Dia memang jahat tapi kita gak boleh jahat, apalagi mempermainkannya karena janji kita sendiri” ucap Indira dengan nada lembut....
...Sembari Gibran mengurus kepulangan Justin, ponsel Indira berbunyi yang mana sekretarisnya menelpon memberitahu besok ada jadwal sidang nyonya Maurin “besok jangan lupa persiapkan semuanya” ucap Indira mematikan telponnya....
...“Siapa sayang?” Tanya Gibran....
...“Oh Maya ngingetin aku kalau besok ada jadwal sidang”...
...Beberapa menit menunggu Justin keluar dari ruang tahanan, Justin berlari kecil memeluk Indira dan Gibran. Gibran merangkul Justin lalu keluar dari kantor polisi “baru sehari gak ketemu udah kurusan aja” ledek Gibran....
...Indira yang berjalan dibelakang mereka mendengar Gibran bercandain anaknya hanya tersenyum....
...Haikal memberikan instruksi kepada bawahannya untuk menangkap Farhan. Dikediaman Radit, Farhan sedang bermain game di kamarnya “biar kapok, main-main sama aku” ucapnya sambil tertawa-tawa....
...Sinta yang berada di ruang makan memanggil Farhan keluar kamar untuk sarapan, “mama ganggu aja sih” farhan ke ruang makan dalam keadaan cemberut karena merasa dirinya diganggu aktivitas nya....
...“Makan dulu Han” ucap Sinta dengan nada lembut....
...“Jangan buat masalah lagi, kalau sampai kamu buat masalah lagi papa gak bakalan bantuin kamu” tegas Radit sambil menyeruput kopi ditemani Koran yang dia baca....
...Di Tengah rutinitas di meja makan, ada ketukan pintu diluar dengan sigap Sinta membukakan pintu. Tak sangka Sinta membukakan pintu untuk dua polisi yang diperintahkan Haikal untuk menangkap Farhan....
...“Saya membawa surat penangkapan untuk saudara Farhan” ucap salah satu polisi....
...“Mas… mas.. mas” panggil Sinta....
...Radit yang kesal menghampiri Sinta, diikuti dari belakang ada langkah kaki Farhan. “ada apa sih?” Teriak Radit....
...“Ada polisi mas” ...
...“Saya dari kantor polisi membawa surat penangkapan untuk saudara Farhan” polisi memberikan surat tersebut kepada Radit....
...Radit yang marah meremas surat tersebut lalu menampar Farhan, “buat ulah apa lagi kamu haaaahhhh?”....
...“Jangan tampar anak kita mas” Sinta memegang tangan Radit....
...Radit yang masih tersulut emosi juga menampar pipi Sinta “kamu juga gak becus ngurus anak”....
...“Anak bapak terbukti melakukan transaksi pembelian obat terlarang di dalam penjara serta memfitnah saudara Justin” ucap polisi....
...“Mana buktinya?”...
...“Dari hasil pengecekan terdapat sidik jari saudara Farhan”...
...“Benar gitu han?” Teriak Radit....
...“Gak gitu pa” Farhan yang ketakutan berlari ke depan jalan tanpa arah, tanpa disadari dari arah berlawanan ada mobil yang berjalan kencang tak tentu arah. ...
...Farhan tertabrak terpental hingga mengeluarkan banyak darah, polisi yang mengejar Farhan terperangah melihat Farhan sudah terbujur lemas di aspal jalan. Sinta berteriak menghampiri Farhan, memeluk anaknya yang sudah lemas karena mengeluarkan banyak darah. Polisi lalu mengecek keadaan Farhan dan menyatakan bahwa Farhan sudah meninggal, tangis Sinta pun pecah. Polisi meringkus orang yang berada didalam menabrak Farhan, orang tersebut adalah indra suami Maurin. Indra menyetir mobil tak karuan karena...