"Mantan kabur, adiknya malah melamar? Dunia ini sudah gila!"
Bagi Cantik (26 tahun), hidupnya berakhir tragis saat rencana pernikahannya hancur karena Satria, sang calon suami, ketahuan selingkuh tepat sebulan sebelum hari H. Di tengah rasa sakit hati dan niatnya untuk menutup diri dari laki-laki, sebuah kekacauan muncul di depan pagarnya.
Bukan Satria yang datang meminta maaf, melainkan Juna (18 tahun), adik kandung Satria yang baru saja pamer foto ijazah SMA. Tidak tanggung-tanggung, bocah ugal-ugalan itu datang membawa rombongan motor sport, spanduk lamaran, hingga surat izin menikah dari ibunya sendiri!
Bagi Cantik, Juna hanyalah "bocil" bau matahari yang tidak tahu diri. Namun bagi Juna, Cantik adalah bidadari yang sudah ia incar sejak ia masih memakai seragam putih-abu.
"Lu itu berlian, Kak! Nggak pantes nangisin kerikil kayak Bang Satria. Daripada jadi mantan kakak, mending jadi istri adek. Gaskeun?!"
Sanggupkah Cantik mempertahankan tembok gengsinya mengahadapi pesona Juna?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja_Puan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25. Air Mata Digital
Baru saja Cantik menghela napas lega setelah badai di meja makan keluarga semalam, ponselnya kembali meledak oleh ribuan notifikasi.
Bukan dari grup keluarga, tapi dari akun gosip @LambeOtomotif dan @BrondongLover.
"Jun, liat ini..." suara Cantik bergetar, bukan karena takut, tapi karena menahan tawa sekaligus muak.
Di layar ponsel, terlihat Lisa sedang melakukan live streaming. Wajahnya yang biasanya full makeup kini dibuat sedikit berantakan—maskara yang sengaja dibuat luntur ke bawah mata, hidung yang merah, dan rambut yang sengaja diacak-acak supaya terlihat seperti orang depresi berat.
"Halo teman-teman semua..." Lisa memulai bicaranya dengan isakan yang sangat dramatis. Hiks. Hiks.
"Aku sebenernya nggak mau cerita ini, tapi hati aku udah nggak kuat. Aku cuma mau tanya, apa salah kalau kita masih sayang sama orang dari masa lalu kita? Apa salah kalau kita mau memperbaiki hubungan yang dulu pernah indah?"
Juna yang sedang mengelap mesin motor di samping Cantik, langsung mendekat. Matanya menyipit menatap layar.
"Gila... aktingnya dapet banget. Harusnya dia daftar Oscar, bukan daftar jadi menantu Mama Maya."
"Diem dulu, Jun. Liat kelanjutannya," bisik Cantik.
Lisa di layar ponsel menyeka air matanya dengan tisu yang sudah menumpuk di sampingnya.
"Tadi malam... aku dateng baik-baik buat silaturahmi. Tapi aku malah dihina, temen-temen. Aku dikatain fosil, aku diusir dari rumah orang yang udah aku anggap kayak orang tua sendiri. Dan yang paling sakit... aku dirandahkan oleh 'Kakak' itu. Aku tahu aku cuma masa lalu, tapi apa harus aku disebut sampah di depan semua orang?"
Komentar di live Lisa langsung membanjir.
@NetizenKepiting: "SABAR YA KAK LISA! SIAPA SIH KAKAK SENIORNYA? KOK JAHAT BANGET!"
@PecintaBrondong: "PASTI SI CANTIK-CANTIK ITU YA? EMANG DEH, WANITA MATANG KALAU CEMBURU SEREM!"
Lisa semakin menjadi-jadi. Dia mulai menangis bombai sampai badannya berguncang.
"Aku cuma mau Juna bahagia... tapi Juna sekarang kayak dicuci otaknya. Dia lupa siapa yang nemenin dia dari nol pas dia masih pake seragam sekolah. Aku cuma barang bekas yang dibuang gitu aja demi 'pengalaman' yang lebih matang... hiks!"
BRAKK! Juna menggebrak meja kerja bengkelnya.
"Barang bekas?! Dia yang sebut dirinya sendiri begitu, tapi seolah-olah gue yang ngomong! Licik banget ini orang!"
Cantik justru tersenyum tipis, senyum yang sangat berbahaya.
"Dia lagi narik simpati, Jun. Dia mau bikin narasi kalau gue itu 'wanita penggoda' yang ngerebut lu dari dia dan nyuci otak keluarga lu."
Tiba-tiba, di dalam live itu, muncul komentar dari akun yang sudah tidak asing lagi:
@Sintia_Allstar.
[Sintia_Allstar]: Sabar ya Lisa sayang... aku juga korban di sini. Kita sama-sama tahu gimana rasanya 'tersisih' sama orang yang pinter banget cari muka di depan orang tua. Semangat ya bumil dukung kamu!
"Wah, aliansi mantan beneran gila," desis Cantik.
"Sintia beneran ngebantu Lisa buat nyerang gue lewat jalur netizen."
Juna meraih ponsel Cantik, jemarinya bergerak cepat.
"Gue nggak akan biarin bidadari gue dihujat sama orang-orang yang cuma liat air mata buaya ini."
"Mau ngapain lu, Jun? Jangan ugal-ugalan!"
"Telat, Kak," Juna menyeringai nakal. Dia menekan tombol JOIN REQUEST pada live Lisa menggunakan akun resmi
@JunaModifikasi yang sudah verified biru.
Lisa yang di layar sedang asyik menangis, mendadak membeku saat melihat notifikasi:
"JunaModifikasi requested to join your live video."
Lisa sempat ragu, tapi demi konten dan biar makin viral, dia menekan tombol ACCEPT.
Layar terbelah menjadi dua. Di atas ada wajah Lisa yang sembap alay, di bawah ada wajah Juna yang lagi di bengkel, masih pake wearpack penuh noda oli, tapi auranya sangat mendominasi.
"Halo, Lisa," suara Juna datar, tapi tajam. "Lagi syuting film horor ya? Itu maskara luntur apa oli bekas?"
Lisa kaget, dia langsung pura-pura nangis lagi.
"Jun-Jun... kamu tega banget ngomong gitu setelah semalam usir aku—"
"Diem lu," potong Juna dingin. Dia mengarahkan kamera ponselnya ke arah seluruh area bengkel, lalu ke arah Cantik yang sedang berdiri tenang sambil melipat tangan.
"Rekan-rekan netizen yang budiman, silakan tonton drama ini sepuasnya. Tapi biar gue perjelas satu hal: Lisa bukan diusir tanpa alasan. Dia diusir karena mulutnya lebih berisik dari knalpot rusak, dan dia berani menghina calon istri gue di depan nyokap gue sendiri."
Juna mendekatkan wajahnya ke kamera.
"Lisa, kalau lu mau viral, mending lu pamer prestasi, bukan pamer air mata yang sengaja dibikin-bikin. Dan buat netizen, dengerin ya... gue sayang sama Cantik bukan karena dia 'matang' atau apapun, tapi karena cuma dia yang sanggup liat gue sebagai pria, bukan sebagai 'Jun-Jun' boneka kelinci lu itu."
Juna melirik komentar Sintia. "Dan buat lu, Sintia... urusin aja bayi lu baik-baik, jangan sibuk ngurusin kebahagiaan orang lain kalau lu sendiri dapet kebahagiaan dari hasil nyolong."
SKAKMAT.
Jumlah penonton live melonjak jadi 50 ribu orang seketika. Juna langsung memutus sambungan live itu sebelum Lisa sempat membalas.
Juna menoleh ke arah Cantik, lalu mengedipkan sebelah matanya. "Gimana, Kak? Gini kan cara main brondong ugal-ugalan?"
Cantik cuma bisa geleng-geleng kepala, tapi dalam hatinya dia bangga luar biasa.
"Lu beneran bikin dia malu tujuh turunan, Jun."
"Biarin aja. Sekarang, mending kita fokus ke pesanan mesin dari Jepang. Masa depan lebih penting daripada nangisin masa lalu yang alaynya nggak ketulungan itu."
Tapi tanpa mereka tahu, Lisa nggak akan berhenti di situ. Dengan dukungan Sintia, mereka bakal nyiapin "serangan fisik" yang bikin geregetan.