NovelToon NovelToon
Jarak Antara Kita

Jarak Antara Kita

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cintapertama / Mengubah Takdir
Popularitas:207
Nilai: 5
Nama Author: ilham Basri

Arga Ardiansyah baru saja dikhianati setelah tiga tahun berdedikasi saat perusahan tersebut mencapai puncaknya, namun yang membuat dia tetap waras adalah Elina yang sedang berada di Praha.
Arga Ardiansyah kemudian bertekad untuk bangkit kembali dan menyusul cintanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ilham Basri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 Kode Di Balik Kesadaran

​Suara mesin yang berdengung konstan menjadi musik latar yang mengerikan di sebuah ruangan serba putih di jantung Pegunungan Tatra. Di sini, di mana salju abadi menyelimuti puncak-puncak granit, Elina terbaring. Tubuhnya dipenuhi kabel-kabel sensor yang menempel di pelipis dan dadanya, memonitor setiap lonjakan neurotransmiter di otaknya.

​Hendrawan berdiri di balik kaca tebal, menatap monitor yang menampilkan grafik aktivitas otak Elina yang tidak wajar. Grafik itu tidak lagi berbentuk gelombang tidur biasa; itu adalah pola fraktal yang rumit, seolah-olah otak Elina sedang mengunduh perpustakaan data raksasa.

​"Proses sinkronisasi mencapai delapan puluh persen," ucap seorang dokter wanita dengan jas lab abu-abu. "Memori episodiknya tentang Jakarta sudah mulai terfragmentasi. Nama 'Arga' sudah berada di zona merah. Sebentar lagi, itu hanya akan menjadi noise yang tidak berarti baginya."

​Hendrawan tersenyum tipis. "Bagus. Kita tidak butuh wanita yang jatuh cinta. Kita butuh wadah untuk The Prime Logic. Berapa lama lagi sebelum dia bisa merespons perintah suara?"

​"Sekarang," dokter itu menekan sebuah tombol. "Dia sudah melewati ambang batas kesadaran biologis."

​Di dalam ruangan steril itu, kelopak mata Elina bergetar. Perlahan, matanya terbuka. Namun, tidak ada binar cokelat hangat yang dulu membuat Arga jatuh hati. Pupil matanya melebar, memantulkan cahaya lampu operasi dengan kedinginan yang mekanis.

​Bibirnya bergerak, membisikkan sesuatu yang sangat pelan.

​"Sebutkan identitasmu," perintah Hendrawan melalui mikrofon.

​Elina tidak menjawab "Elina". Dia juga tidak memanggil Arga. Suaranya datar, tanpa intonasi, seolah-olah pita suaranya digerakkan oleh algoritma.

​"Subjek Nol-Sembilan. Status: Aktif. Enkripsi: Tujuh-Empat-Dua-Sembilan-Satu," bisik Elina.

​Hendrawan tertawa pelan, sebuah suara yang penuh dengan ambisi yang telah dipendam selama puluhan tahun. "Sempurna. Kode yang dicuri Pak Broto akhirnya kembali ke rumahnya."

​Sementara itu, beberapa kilometer di hilir sungai Vltava yang membeku, sebuah tangan yang pucat mencengkeram akar pohon yang menjulur ke air. Arga terbatuk hebat, memuntahkan air sungai yang terasa seperti ribuan jarum es di tenggorokannya. Pandangannya kabur, namun dia bisa merasakan Nadia menarik tubuhnya ke daratan yang berlumpur.

​"Bangun, Arga! Jangan berani-berani pingsan sekarang!" Nadia menampar pipi Arga dengan keras.

​Arga mengerang, mencoba mengumpulkan sisa-sisa kesadarannya. Seluruh tubuhnya menggigil hebat. Hipotermia mulai menyerang sistem sarafnya, membuatnya ingin menyerah dan tidur selamanya di bawah rembulan Praha yang dingin.

​"Dani... unit pembersihan..." Arga bergumam tak jelas.

​"Mereka sudah di dekat sini. Aku melihat lampu senter mereka di jembatan atas," Nadia memeras baju taktisnya yang basah kuyup. Dia menatap ke arah hutan pinus yang gelap di tepi sungai. "Kita harus masuk ke dalam hutan. Di sana ada jalur pendaki lama yang menuju perbatasan."

​Arga dipaksa berdiri. Setiap langkah terasa seperti menyeret beban beton. Namun, saat dia merogoh saku celananya yang basah, dia merasakan benda keras itu masih ada. Anting perak Elina.

​Benda kecil itu seolah memberikan sedikit kehangatan yang tidak masuk akal. Arga menatap anting itu dan teringat kata-kata Hendrawan di video: "Dia tidak akan mengingat siapa pria bernama Arga Adriansyah."

​"Dia boleh lupa namaku," desis Arga sambil menggertakkan gigi yang gemeretuk. "Tapi dia tidak akan bisa menghapus apa yang aku rasakan. Jika kakekku bisa menanamkan 'jangkar', maka aku akan menanamkan badai di kepalanya."

​Nadia menatap Arga dengan heran. Ada kekuatan baru yang muncul dari pria yang seharusnya sudah mati karena kedinginan ini. "Ayo. Jangan banyak bicara. Kita punya waktu tiga jam sebelum fajar, dan kita harus menempuh jarak sepuluh kilometer mendaki."

​Mereka mulai menembus semak belukar yang berduri. Di belakang mereka, suara anjing pelacak mulai terdengar menyalak, memecah kesunyian malam di tepi Vltava. Dani tidak main-main; dia telah mengerahkan segala unit untuk memastikan Arga tidak pernah mencapai Tatra.

​Namun, di tengah pelarian itu, Arga tiba-tiba berhenti. Dia memegang kepalanya yang berdenyut kencang. Sebuah memori yang sangat lama, memori dari masa kecilnya saat dia berumur tujuh tahun, tiba-tiba muncul dengan sangat jelas.

​Dia melihat kakeknya, Pak Broto, sedang duduk di perpustakaan tua mereka. Kakeknya memegang sebuah jam saku perak dan berkata: "Arga, ingat angka ini. Jika suatu saat dunia di sekitarmu terasa palsu, ucapkan angka ini pada orang yang paling kamu cintai. Itu adalah kunci untuk membuka pintu yang terkunci dari dalam."

​Angka itu adalah... Tujuh-Empat-Dua-Sembilan-Satu.

​Arga tersentak. Itu adalah angka yang sama yang baru saja dibisikkan Elina di fasilitas Tatra, ribuan mil dari tempat Arga berada sekarang.

​"Nadia," Arga mencengkeram bahu Nadia. "Kakekku tidak hanya menitipkan pesan padamu. Dia menitipkan kunci di dalam ingatanku. Kunci yang sama dengan kode identitas Elina."

​Nadia tertegun. "Apa maksudmu?"

​"Aku bukan cuma 'kunci biometrik' untuk kopernya," Arga menatap ke arah pegunungan Tatra yang mulai terlihat di cakrawala sebagai bayangan hitam yang angkuh. "Aku adalah sistem pemulihan cadangan untuk Elina. Dan Hendrawan tidak tahu bahwa dengan mengaktifkan Elina, dia juga baru saja mengaktifkan aku."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!