NovelToon NovelToon
The Pretense

The Pretense

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Romansa / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Sequel Novel "The End Of Before"

"Satu sayatan mengakhiri Hidupnya, satu dekapan memulai penebusannya."

Satu sayatan dalam di pergelangan tangan menjadi titik terakhir bagi Elowen Valerio. Baginya, kematian adalah satu-satunya jalan keluar dari jeratan cinta terlarangnya. Setelah Setahun pelarian bersama Jeff Feel-Lizzie tak cukup membasuh lukanya.

Namun, takdir berkata lain saat Ezzra Velasquez, seorang pria yang sedang menjalani hukuman sebagai pelayan hotel, menemukannya bersimbah darah.

Ezzra menyadari Elowen adalah labirin berbahaya. Dan Elowen sendiri merasa
menghadapi kenyataan bahwa maut jauh lebih ramah daripada Pria Bernama Ezzra Velasquez.

Selamat Membaca 🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#2

Lantai rumah sakit yang dipoles hingga mengkilap itu seolah memantulkan bayangan Ezzra Velasquez yang berantakan. Seragam housekeeping miliknya kini bukan lagi sekadar pakaian kerja; kain itu telah berubah menjadi saksi bisu tragedi, dengan noda darah kering yang mulai berubah warna menjadi cokelat gelap di lengan dan dadanya. Ezzra duduk di kursi plastik yang keras, kakinya bergerak-gerak gelisah. Ia membenci bau rumah sakit. Baginya, aroma antiseptik ini selalu mengingatkannya pada kekalahan dan kematian.

Namun, ia tidak bisa pergi. Pihak rumah sakit dan manajemen hotel menahannya sebagai saksi kunci sekaligus orang yang pertama kali melakukan pertolongan darurat. Ezzra merasa seperti singa yang terkurung dalam sangkar sterilisasi ini. Ia berkali-kali mengumpat pelan, merutuki nasibnya yang harus terjebak dalam drama bunuh diri seorang gadis asing.

Keheningan koridor itu pecah ketika suara langkah kaki yang terburu-buru dan deru napas yang berat terdengar dari kejauhan. Ezzra mendongak, matanya yang tajam memicing.

Dari ujung lorong, muncul sebuah kelompok yang memancarkan aura kekuasaan sekaligus kehancuran. Ada enam orang. Tiga laki-laki dan tiga perempuan. Di depan, seorang pria paruh baya dengan rahang tegas namun mata yang merah karena syok—Logan Valerio. Di sampingnya, seorang wanita yang tampak begitu rapuh meski dalam balutan busana mahal, Vivian, sang ibu yang terus terisak pelan.

Di belakang mereka, dua pasangan lainnya mengikuti dengan ekspresi yang tak kalah hancur. Ezzra segera mengenali dinamika itu. Keluarga Valerio telah tiba.

Ezzra berdiri secara otomatis, namun ia memilih tetap berada di bayangan sudut koridor, mengamati. Ia melihat bagaimana dunia keluarga itu seolah runtuh saat dokter keluar dari ruang gawat darurat.

"Putri kami... bagaimana keadaannya?" suara Logan terdengar parau, kehilangan wibawa yang biasanya ia miliki sebagai penguasa bisnis.

Dokter memberikan penjelasan singkat yang membuat Vivian hampir jatuh pingsan jika tidak ditangkap oleh menantunya. Ezzra melihat bagaimana keluarga itu bereaksi. Ada Felix, sang kakak pertama, yang berdiri dengan tubuh tegang. Di sampingnya, istrinya, Kimberly, mencoba menenangkan dengan wajah pucat. Lalu ada Alvaro, kakak kedua, yang datang bersama istrinya, Florence.

Ezzra menatap mereka dengan tatapan sinis yang tersembunyi. Dasar gadis gila, batinnya pahit. Lihatlah keluargamu. Mereka tampak sangat menyayangimu, namun kau memilih untuk meninggalkan mereka dengan cara yang paling pengecut.

Tiba-tiba, sebuah ledakan amarah terjadi. Felix, pria yang tampak paling dewasa dan terkendali, tiba-tiba berbalik dan meninju dinding beton rumah sakit dengan kekuatan yang mengerikan.

BUM!

Bunyi benturan itu bergema di koridor yang sunyi. Felix tidak merintih kesakitan meski buku jarinya berdarah; matanya hanya menatap kosong ke lantai, dipenuhi rasa bersalah yang amat dalam.

Di sisi lain, Alvaro justru melakukan hal yang berbeda. Ia masuk ke dalam ruang perawatan saat perawat mengizinkannya sebentar. Dari balik kaca, Ezzra melihat Alvaro terduduk di lantai di samping ranjang Elowen. Pria itu meraih tangan Elowen yang terbebas dari perban, menciumnya berulang kali sambil bahunya berguncang hebat.

Mungkin mereka benar-benar mencintainya, gumam Ezzra dalam hati. Jika dia memiliki saudara seperti itu, alasan apa lagi yang masuk akal? Patah hati. Pasti karena cinta.

Baru saja pikiran itu melintas, suara pintu otomatis koridor terbuka kembali. Seorang pria berlari masuk dengan wajah yang sepenuhnya hancur. Napasnya tersengal-sengal, matanya mencari-cari sosok Elowen di balik pintu kaca.

Ezzra membeku. Ia mengenali pria itu.

"Jeff?" gumam Ezzra tak percaya.

Jeff Feel-Lizzie. Salah satu teman dalam lingkaran pergaulannya di kampus. Meski mereka beda fakultas dan Ezzra lebih sering menghabiskan waktu di arena balap sementara Jeff di perpustakaan atau klub golf, mereka cukup sering bertemu dalam pesta-pesta kalangan atas.

Jeff langsung menghambur ke arah Logan dan Vivian, meminta maaf sambil menangis tersedu-sedu. Ia tampak seperti pria yang baru saja kehilangan separuh jiwanya.

Ezzra melangkah keluar dari bayangan. "Jeff?"

Jeff menoleh, matanya yang basah terbelalak melihat Ezzra yang mengenakan seragam pelayan hotel dan berlumuran darah. "Ezzra? Kau... kenapa kau di sini? Dan darah itu..."

Ezzra menunjuk ke dalam ruangan dengan dagunya. "Aku yang menemukannya di kamar 222."

Jeff tampak lemas, ia hampir jatuh jika tidak berpegangan pada kursi. "Kau yang menyelamatkannya? Oh Tuhan... Ezzra..."

"Dia kekasihmu?" tanya Ezzra prihatin, meski ada nada skeptis yang terselip. Ia tahu Jeff adalah pria baik, tipe kekasih idaman yang selalu memperlakukan wanita seperti porselen. Jika Elowen sampai bunuh diri saat menjadi kekasih Jeff, maka ada sesuatu yang salah dalam hubungan mereka—atau dalam diri Elowen sendiri.

Jeff mengangguk lemah. "Dia segalanya bagiku, Ez. Aku tidak tahu kenapa dia melakukannya... Kami baik-baik saja semalam."

Ezzra terdiam. Ia melihat bagaimana Jeff disambut oleh keluarga Valerio sebagai bagian dari mereka. Jeff adalah pria yang sempurna bagi Elowen, setidaknya itu yang terbaca dari oleh Ezzra.

Suasana di koridor itu menjadi sangat melankolis. Suara tangis Vivian yang rendah, gumaman doa dari Florence, dan keheningan dingin dari Logan menciptakan simfoni kesedihan yang membuat Ezzra merasa tercekik. Ia merasa tidak seharusnya berada di sini. Ia adalah orang asing yang secara tidak sengaja melihat isi perut terdalam dari keluarga Valerio yang sempurna.

"Aku harus pergi," ucap Ezzra pada Jeff.

Logan Valerio, yang menyadari kehadiran pria yang menyelamatkan putrinya, segera mendekat. Ia meraih tangan Ezzra yang masih ternoda darah, menjabatnya dengan sangat erat hingga tangan Ezzra terasa sakit.

"Terima kasih," ucap Logan dengan suara yang bergetar. "Aku tidak tahu siapa kau, tapi kau telah memberikan hidup kedua bagi putriku. Beritahu aku apa yang kau inginkan, apa pun, dan aku akan memberikannya."

Vivian juga mendekat, ia memeluk lengan Ezzra sejenak sambil menangis. "Terima kasih, Nak. Terima kasih sudah tidak membiarkannya sendirian di sana."

Felix dan Alvaro pun memberikan penghormatan mereka. Ucapan terima kasih bertubi-tubi itu menghujani Ezzra, membuatnya merasa sangat tidak nyaman. Ia bukan pahlawan; ia hanya pria yang melakukan pekerjaan kotornya dan kebetulan menemukan seseorang yang ingin mati.

"Aku hanya melakukan apa yang harus dilakukan, Tuan," sahut Ezzra dingin, mencoba melepaskan diri dari kerumunan emosional itu. "Aku senang dia masih hidup."

Ezzra menoleh pada Jeff untuk terakhir kalinya. "Jaga dia, Jeff. Gadis itu... dia butuh perhatian."

Tanpa menunggu jawaban, Ezzra berbalik dan berjalan pergi. Ia melangkah keluar dari rumah sakit, membiarkan udara malam yang dingin menerpa wajahnya. Ia menarik napas panjang, mencoba membuang sisa-sisa aroma darah Elowen yang masih melekat di indra penciumannya.

Di bawah lampu jalan yang temaram, Ezzra menatap tangannya sendiri. Ia masih bisa merasakan betapa eratnya Elowen mencengkeram pergelangan tangannya di ambulans tadi. Sebuah cengkeraman yang seolah berkata, 'Jangan biarkan aku pergi ke kegelapan itu sendirian'.

"Dasar gadis gila," gumam Ezzra sekali lagi, kali ini dengan nada yang sedikit lebih lembut.

Ia tahu, hidupnya yang penuh pesta dan hura-hura tidak akan pernah sama lagi setelah malam ini. Elowen Valerio telah menyisipkan sebuah teka-teki berdarah di dalam benaknya, dan Ezzra—si berandal yang seharusnya tidak peduli pada apa pun—mulai merasa ingin mencari tahu apa yang sebenarnya membuat wanita cantik itu memilih untuk tenggelam.

Ezzra berjalan menuju parkiran, meninggalkan rumah sakit dengan noda darah di seragamnya dan sebuah nama yang kini terukir permanen di kepalanya: Elowen.

1
Dev..
waahh ngeri pembalasannya 🤧
Ros 🍂: author Minta maaf ya kak 🤭🙏🏼
total 1 replies
ren_iren
akhirnya, kau akhiri juga derita tiada akhirnya si elowen kak.... gas halalin Ez biar bisa ehm..... 🤭😁😂🤣
Ros 🍂: hmmm tunggu kak tunggu 🤭🤣🤣
total 1 replies
Dev..
bener ternyata dugaanku klo yg nyekap Jeff ibunya Ezzra😊 semangat balas dendamnya Tante🙌
Ros 🍂: hiyah kak🥰
total 1 replies
Dev..
apa yg culik Jeff itu ibunya Ezzra y thor??
Ros 🍂: wkwkw bisa ketebak ya kak🤭🤣
total 1 replies
Forta Wahyuni
gercep tangkap Jeff, tunjukkan kekuatan kluarga elowen dan ezzra n mencari psikopat sep Jeff tdk lah susah. hancurkan smua yg berhubungan dgn jeff
Ros 🍂: Nah benar kak🤭🙏🏼
total 1 replies
ren_iren
syokkkk diriku....
biasanya si laki yg dibikin babak belur di ceritamu kak....
poor elowen...
Ros 🍂: maafkan author 🤭 🙏🏼🫶
total 1 replies
Dev..
ngeri banget Jeff kyk psikopat gtu😡
Dev..: maafnya gk diterima thor,,harus dipenjara Jeff.nya. 🙂
total 2 replies
winpar
lnjut thorrrr
Ros 🍂: siap kak🙏🏼🥰
total 1 replies
ren_iren
sihhhh ngeri kali derita elowen tiada akhir..... dahlah patah hati trauma dikelonin ezzra cinta ma ezzra nah sekarang dibonyokin lagi sm si Jeff...
ren_iren: apakah karma....
dulu kan dia jahatin flo, yaa meski flo sm al enak2 nananinu.... 🤭
total 2 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Sedih tp untung El msh selamat 😔
Ros 🍂: hihi🤭🥰
total 3 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Wuiiihhh Ibunda Ratu, udh dtg 😎😍🤩
Ros 🍂: haha iya Kak🤭🥰
total 3 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Klo 2 Sahabat saling mngkhianati, jdx gini y, De 🤦🤦🤦
Ros 🍂: iya kak, Entahlah Mau kasihan sama siapa author bingung 😅🤣
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Wkwkwkwk untung pny bnyk cadangan hp & nomor y 🤭🤭🤭
Ros 🍂: wkwkwk🤭
total 3 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Casing beda tp 'dalamny' sama 🤦🤦🤦
Ros 🍂: kasihan sekaleee🤭🤣
total 3 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Kdng berbicara jujur, perlu energi super extra
Ros 🍂: ma'aciww kak 🫶🏼😍🙏🏼
total 3 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Itulah knp kita lebih suka cabe yg pedas y 🤣🤭🤦
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ: Iya, Ade, Bener Bgt 🤣👍🥳
total 2 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Nh itu, anggap aja, dirimu lg, mnikmati Movie mngenai masa muda mu, Logan 🤦🤦🤦
Ros 🍂: iya kak🤭🥰
total 3 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Wkwkwkwk klo bisa mah, kedua ny 🤣🤭🤦
Ros 🍂: hahah Benar kak🤭
total 3 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Mkx, kudu djaga baik² dah tu
Ros 🍂: Tidak akan pernah kak🤣🤣
total 3 replies
mbuh
lanjooottttttt🤣
Ros 🍂: sabarrrrr🤭🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!