NovelToon NovelToon
Cewek Badung Vs Cowok Kaku

Cewek Badung Vs Cowok Kaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Komedi
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: exozi

CEWEK BADUNG VS COWOK KAKU

AYUNDA
Cantik, manis, dan bergaya kece abis... tapi kelakuannya liar!
Mulutnya tajam, berani, dan paling benci diatur-atur.
"Badung? Yeah, that's me."
Dia cewek yang hidup sesuka hati, nggak peduli omongan orang, dan siap melabrak siapa saja yang berani cari gara-gara.

GIOVANI
Ganteng, kaya, dan selalu tampil sempurna... tapi kaku setengah mati!
Hidupnya penuh aturan, rapi, dan terjadwal kayak robot.
"Terlalu diatur, terlalu sulit dimengerti."
Dia tipe cowok yang alergi sama kekacauan, apalagi sama cewek rusuh kayak Ayunda.

Dua kepribadian. Satu konflik yang tak terhindarkan.

Lo badung, gue kaku.
Kita emang mustahil.
Satu mau bebas, satu mau aturan.
Satu bawa kekacauan, satu bawa masalah.

Tapi entah kenapa... dua kutub yang saling tolak ini, selalu saja ketemu di titik yang sama.

Apakah si Badung bisa meluluhkan si Kaku?
Atau malah si Kaku yang bakal ikut rusuh karena si Badung?

A hate-love romance that you can't miss! ❤️🔥

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon exozi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MALAM PERTAMA YANG MENCEKAM

Matahari sudah benar-benar tenggelam. Langit di luar berubah warna jadi ungu gelap, lalu perlahan berubah jadi hitam pekat bertabur bintang. Suasana malam di perumahan elit itu biasanya tenang, sunyi, dan damai.

Tapi di dalam rumah besar ini... rasanya beda lagi.

Jam dinding di ruang tengah sudah menunjukkan pukul sembilan malam lebih lima belas menit.

Ayunda duduk di sofa, memeluk bantal besar, dan matanya melirik-lirik ke arah Giovanni yang sedang duduk di kursi kerja sambil membolak-balik beberapa berkas penting. Wajah Gio terlihat serius, keningnya sedikit berkerut, dan tangannya yang lentik memegang pena sesekali mencoret-coret sesuatu.

Jujur saja... Ayunda jadi gak tenang.

Sejak kejadian sore tadi di mana Gio ngomong panjang lebar dan bikin jantungnya deg-degan parah, perasaan Ayunda jadi campur aduk.

Dia jadi sering curi-curi pandang ke arah cowok itu.

Anjrit... ganteng banget sih kalau lagi fokus gitu, batin Ayunda mengakui dengan berat hati. Tapi sayang orangnya... ah sudahlah.

Tiba-tiba Giovanni menutup berkasnya. Dia meletakkan pena, lalu meregangkan tangan ke atas sambil menguap pelan. Haaaah...

Dia menoleh ke arah Ayunda.

"Waktunya tidur, Nona. Sudah lewat jadwal istirahat," ucapnya dengan nada yang sudah jauh lebih lembut dari biasanya. Tidak ada nada membentak, cuma pengingat biasa.

Ayunda menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Mukanya tiba-tiba memanas.

"I-iya... iya tau. Gue juga mau tidur kok," jawabnya terbata-bata, aneh banget buat ukuran cewek badung kayak dia.

Ayunda berdiri perlahan, tangannya memilin ujung baju tidurnya. Langkah kakinya berat banget waktu mau naik ke tangga.

Soalnya... dia ingat banget. Kamar dia dan kamar Gio itu bersebelahan. Dan malam ini... adalah malam pertama mereka benar-benar tinggal serumah setelah semua drama kemarin-kemarin.

Giovani juga berdiri, mematikan lampu-lampu utama satu per satu, menyisakan lampu tidur yang remang-remang bikin suasana jadi... romantis sekaligus canggung.

Mereka berdua berjalan berdampingan menaiki tangga. Hening. Cuma terdengar suara langkah kaki mereka sendiri.

Sampai di depan kamar masing-masing.

Kiri kamar Gio, kanan kamar Ayunda.

Ayunda berhenti di depan pintunya. Dia menunduk, memainkan ujung rambutnya sendiri. Gak biasanya dia segini ini.

"Malam, Gio," ucapnya pelan banget, hampir gak kedengeran.

Giovani yang baru mau pegang gagang pintu, berhenti. Dia menoleh, menatap punggung mungil cewek itu.

"Malam, Yun," jawab Gio juga pelan. Suaranya terdengar berat dan dalam di tengah keheningan malam.

Hening lagi beberapa detik.

Ayunda sebenarnya pengen banget ngomong sesuatu. Pengen bilang "eh Gio, lo jangan ngapa-ngapain ya kalau malem" atau "jangan keluyuran ya", tapi entah kenapa lidahnya jadi kaku.

Tiba-tiba...

"Eumm... Gio?" panggil Ayunda lagi.

"Hm?"

"Itu... tadi malem gue jalan tidur itu... lo yang gendong gue ya?" tanya Ayunda memberanikan diri. Mukanya udah merah padam kayak kepiting rebus, untunglah remang-remang jadi gak terlalu kelihatan.

Giovani tersenyum tipis di tempatnya. Dia bisa bayangin wajah Ayunda pasti lagi panik gak jelas.

"Iya. Siapa lagi coba yang mau angkat beban seberat itu selain saya?" jawab Gio menggoda sedikit.

"HEH! BERAT APANYA HAH?! GUE ITU KURUS! BADAN IDEAL TAU!" Ayunda langsung balik galak, tapi suaranya dibikin pelan biar gak berisik. "Terus... pas gue gendong itu... gue gak ngomong yang aneh-aneh kan?"

Giovani berpura-pura berpikir keras. "Hmm... ada sih. Kamu bilang... 'Gio ganteng... Gio sayang... jangan tinggalin aku'..."

"AAAAARRGGHHH BOONG! GUE GAK BAKAL BILANG GITU! DASAR COWOK SUKA NGADA-ADA!" Ayunda langsung menutup telinganya pura-pura marah. "Mimpi kali ye! Mending gue tidur! Daaah!"

Ayunda langsung buka pintu kamar dan mau buru-buru masuk, tapi tangannya tiba-tiba ditarik pelan.

BRUK!

Karena kaget dan tarikannya itu, tubuh Ayunda langsung terbawa momentum dan menabrak dada bidang di depannya.

Hidung Ayunda nyeruduk pas di dada Gio. Dia bisa mendengar detak jantung cowok itu yang berdegup kencang. Dug... dug... dug...

"Eh..." Ayunda mendongak kaget.

Giovani juga tampak sedikit terkejut dengan aksinya sendiri. Dia cuma mau nahan tangan Ayunda doang, eh malah jadi narik sampai berpelukan gini.

Wajah mereka sekarang cuma berjarak beberapa senti. Hawa panas saling bertemu. Mata mereka saling tatap dalam-dalam di bawah cahaya lampu koridor yang redup.

"Maaf... aku tidak sengaja," bisik Gio. Tangannya yang tadinya pegang tangan Ayunda, perlahan bergerak naik, mengusap pelan pipi cewek itu yang terasa hangat.

Ayunda terpaku. Tubuhnya kaku total. Jantungnya rasanya mau copot aja loncat keluar dari tempatnya.

Apaan sih ini malem-malem?! Jantung gue mau pecah nih! batinnya panik tapi seneng.

"Yun..." panggil Gio pelan, suaranya terdengar serak dan berat banget. "Malam ini... tidur yang pules ya. Jangan jalan-jalan lagi. Nanti kesandung, jatuh, sakit... aku yang repot."

"I-iya..." jawab Ayunda lemas. Suaranya keluar jadi cicit kecil.

"Dan..." Gio mendekatkan wajahnya sedikit lagi. Hidung mereka hampir bersentuhan. "Kalau kamu takut... atau mimpi buruk... kamu boleh kok ketuk pintu kamar aku. Paham?"

Ayunda mengangguk kaku. Otaknya udah blank total. Gak bisa mikir apa-apa lagi selain cowok di depannya ini wangi banget dan ganteng banget sampai bikin pusing.

"Sekarang... masuk sana," bisik Gio lagi. Dia melepaskan pelukan itu pelan-pelan, tapi jarinya sempat menyapu pelan bibir Ayunda sekejap.

Ayunda langsung masuk ke kamar dan membanting pintu dengan pelan tapi gemetar. Dia langsung menyandar ke pintu dari dalam, megang dadanya yang berdebar kencang banget.

"Ya Tuhan... Ya Tuhan... tadi itu apa?! Itu mau dicium apa gimana sih?!" jeritnya dalam hati. Mukanya panas sekali. "Jahat banget sih cowok itu! Main minta-maunya hati orang aja!"

Di luar pintu, Giovanni juga masih berdiri di situ. Dia mengusap pelan dadanya sendiri, napasnya juga terasa tidak beraturan.

"Fokus Gio... fokus. Jangan hancurin kontrol diri lo cuma gara-gara cewek satu ini," bisiknya pada diri sendiri sambil tersenyum miring. "Tapi... lucu juga ya kalau dia panik gitu."

 

DI DALAM KAMAR AYUNDA

Ayunda guling-gulingan di kasurnya yang empuk. Dia menutupi wajahnya dengan bantal.

"Aduh malu... malu banget! Kenapa gue jadi penakik gini sih?! Padahal kan gue cewek badung! Gue galak! Gue jago berantem! Tapi kenapa pas di depan Gio gue jadi lembek semua?!"

Tiba-tiba dia teringat sesuatu. Dia buka HP-nya, lalu melihat foto mereka berdua yang diambil pas acara lamaran kemarin.

Di foto itu, Gio kelihatan kaku dan datar, dia kelihatan jutek. Tapi kalau dilihat lagi sekarang... mereka terlihat cocok banget.

"Hmph... dasar cowok menyebalkan. Tapi... ganteng sih ganteng," gumamnya sambil senyum-senyum sendiri kayak orang gila.

Malam itu, Ayunda tidur dengan perasaan aneh. Jantungnya tenang tapi deg-degan. Dan anehnya... malam ini dia gak jalan tidur sama sekali. Dia tidur nyenyak banget, seolah merasa aman karena tahu ada seseorang yang menjaga di sebelah kamar.

1
Alex
meleleh abanng🥳
Alex
love sekebon gio🥰🥰
shabiru Al
ok mampir nih... moga aja seru gak ngebosenin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!