NovelToon NovelToon
SELAMATKAN AKU

SELAMATKAN AKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Romantis / Selingkuh / Cintamanis / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Gurania Zee

Acara perayaan ulang tahun Rachel, Sang Keponakan yang berusia empat tahun, keponakan dari si kembar Seza dan Sazi. Yang seharusnya menjadi hari paling menyenangkan dan membuat happy semua orang tapi tidak untuk Sazi adik dari Seza. Dunianya seolah runtuh karena tragedi tenggelam saat itu.
Antara hidup dan mati yang ia rasakan saat itu, keduanya tenggelam bersamaan. Namun cara diselamatkan oleh kedua pria berbeda usia itu yang jauh berbeda juga dari adegan romantis seperti drama film pada umumnya. hal itu yang dirasakan oleh Sazi adik dari Seza.
jika Seza ditolong dengan cara digendong ala bridal seperti ala drama romantis, tapi berbwda dengan pria ngeselin yang bikin kesal Sazi sepanjang sejarah ia baru ditolong dengan cara menyebalkan yaitu dengan cara dijambak dan diseret.
dan yang lebih memalukan lagi sazi hampir saja diberi nafas buatan oleh pria itu. namun saat bibir itu sudah mulai mendekat ia langsung memaksakan diri untuk sadar. dari situ ia sadar akan satu hal, apa itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gurania Zee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 3

Orang itu mengirim pesan panjang sekali, seolah sudah mengenalku begitu dekat dan lama. Ada rasa penasaran dan rasa curiga, tapi saat itu kecurigaanku, kuhempaskan dulu untuk sementara waktu.

Menatap ponselku sekali lagi, kebetulan layar ponsel masih menyala pesan dari orang itu. Aku menamakannya di kontak pria misterius.

Aku menahan diri untuk tidak membalas pesan itu, aku berpikir jaga image lebih dulu itu sangatlah penting. meski tanganku rasanya sudah gatal juga ingin membalas karena rasa penasaranku yang meronta ronta.

"Huh, ada ada saja bikin pusing aja, masa bodoh lah nanti saja ku balas, besok sekolah juga, mana bentar lagi kelulusan haish, tidur,..tidur tidur." ucapku sambil ku taruh ponsel itu diatas nakas.

Seiring berjalannya waktu, aku sudah mulai dekat lewat chatingan dengan pria misterius itu, namanya *Gunawan Irham* Anak fakultas kedokteran. Bilangnya sih usianya 23, tapi saat kami telponan, aku suruh kakakku mendengarkan juga, kebetulan aku lagi dirumah mama, ada Helmi adikku juga Seza.

saat dia masih ada dibalik telpon, ku coba pakai speaker saat itu,ku berikan pada mama ataupun Seza.

"Nih, elo aja ah yang ngomong gue mager." ucapku sambil lanjut mengerjakan tugas.

"ikh aneh elo mah, masa ke guein, gue ngomong apa dong Zil?." tanya Seza berbisik.

"ya elo jawab aja apa adanya, tanya apa adanya aja sama tuh orang."

Pada akhirnya endingnya bukan lagi sama Seza yang bicara, tapi mamaku yang meladeni kegombalannya.

"Halo, owh namanya Gunawan, kata Sazi Umur kamu 23 tahun ya, tapi kok suaranya sudah pecah." ucap mamaku dengan polosnya.

segala jurus gombalan basi, dari suruh minum air putih, suruh lihat bintang dan masih banyak lagi yang dia ucapkan, semua itu bukanlah oleh Sazi yang berbalas pesan.

Meski Sazi sudah memiliki ponsel akan tetapi, ia paling mager untuk urusan seperti itu. Pikirannya masih belum ke arah memiliki pacar atau hubungan serius lainnya.

Maklumlah masih abege, disaat teman temanku mungkin banyak yang sudah memiliki pasangan tapi tidak denganku yang masih suka berpetualang, bersenang senang dengan keluarga dan teman-teman ku.

Dari situlah kedekatan Sazi dimulai lewat obrolan chatingan, meski jarang memegang ponselnya sendiri tapi sesekali ia yang membalas dan berkomunikasi lewat telpon.

Kebetulan sebentar lagi acara ulang tahun keponakannya Rachel, aku jadikan kesempatan untuk mencari tau siapa orang itu. Yang sampai saat ini masih menjadi misteri yang belum terkuak juga.

*Flashback off

Aku duduk di pinggir tempat tidur ku, dengan selimut menutupi setengah tubuhku. Rambutku juga masih basah dan bau kaporit kolam renang seolah masih menempel dikulitku.

Diluar kamar suara orang orang bergibah masih saja terdengar padahal kejadiannya sudah berlalu, ada yang baru datang dengar kabar itu langsung panik lebay, ada juga yang memastikan semuanya baik baik saja.

Kakakku Seza berdiri dekat jendela sambil menyisir rambutnya yang masih basah juga. Seperti biasa ngajak gibah mode on.

"Eh Zi, Gue enggak liat elo ada yang dorong loh waktu elo jatoh tadi, tau tau matgue kayak mata peda aja gitu, liat elo udah tenggelam bikin gue shock tau, gila sih elo nekat juga."

"Yee salah sendiri nantangin Sazi."

"Laen kali jangan kayak gitu lagi, bikin orang panik tau, untung aja ada yang nolong kita, kalo enggak."

"haish udah ah malesin bahas itu Mulu kayak enggak ada bahasan yang lain."

"eh tunggu dulu Sazi, belum kelar ini gibahnya,"

kulempar bantal pada Seza saling kesalnya, aku sendiri tidak langsung jawab pertanyaannya, saat itu pikiranku sedang kacau kacaunya, ingatanku saat itu adalah rasa kecewa dan yang paling terngiang dalam ingatan adalah saat air yang terasa berat, nafaku hilang juga hal paling menyebalkan yang sulit aku lupa adalah saat aku ditolong dengan cara ngeselin apalagi sampe mau dikasih nafas buatan, oh tidaaak!.

Tak lama Seza masih saja menggodaku disusul kak meta dan adikku Helmi.

"kak Sazi,..Zi ketiganya kompak berkata "Lucu banget tau tadi si Sazi kamu sampe diseret pula kayak karung beras hahaha."

"Hei kalian!."

"ikh, nyebelin banget sih puas ya pada ledekin Sazi,."

"Habisnya lucu sih kamu zi, itu yang nolong juga pake metodenya aneh banget ahahah."

Lagi dan lagi aku lempar bantal atau apapun yang ada di dekatku menimpuk mereka yang tak ada lelahnya menggodaku. Puas sekali mereka hah.

"tau enggak Zi, kalo yang tolong aku itu mana romantis banget, tampan pula tau kan kamu kayak adegan digendong ala bridal gitu kayak di film film drama barat, ululuh so sweetnya." ucap Seza sambil mengingat kejadian yang dialaminya sambil sesekali tersenyum sendiri. Tak lama Seza langsung berlari setelah puas menggodaku saat itu.

"Sezaaa!."

Saking kesalnya akupun mengejarnya sampai kelantai dasar vila itu. Untuk memberi pelajaran pada kakakku yang isengnya luar biasa.

Hari semakin gelap, saatnya kami semua kemas kemas, untuk kembali pulang, seolah liburan diVilla masih kurang waktunya. Sudah harus kembali ke aktivitas seperti sedia kala.

Saat kami sudah selesai diacara ulang tahun Rachel yang digelar dengan begitu meriahnya. Ada iringan band, badut dan makanannya pun enak enak benar benar puas saat itu, aku sampai kekenyangan enggak ada berhentinya bolak balik mondar mandir ke area meja prasmanan. Namanya juga laper habis kedinginan pula, puaslah makan diacara itu. Menikmati berbagai hidangan maupun jajanan.

Sehabis Maghrib, acara sudah selesai semua sudah pada bersiap pulang, tapi lagi lagi aku dibuat jengkel bin malunya luar biasa seakan ingin menghilang.

Saat dimana aku menunggu mobil yang mau mengantarku malah harus ketemu lagi sama dua makhluk yang ternyata dia teman teman kak Verrel.

Yang juga salah satunya guru renang adikku disekolahnya.

"Elo lagi!." aku menunjuk orang itu. Tapi jariku malah dia lipat, aku disuruh naik ke motornya. Sementara Seza diantar menggunakan mobil oleh pria yang menolongnya.

"Kok aku dijemput sama kamu sih?."

"Kenapa emangnya, bang Verrel lagi ada urusan, udah kecapean juga katanya minta tolong saya jemput kamu pakai motor, kenapa?."

"Haish kenapa pake motor?."

"Karena kamu mabokan, enggak suka tinggal turun."

"Haish menyebalkan."

"Bilang terimakasih bukan bilang menyebalkan."

"Sorry, bilang terimakasih untuk orang yang sudah Jambak aku dan seret aku kayak karung beras sory mayori seribu kali, jangan mimpi ferguzo!."ucapku panjang kali lebar pada pria yang ngakunya si namanya Fadli.

"Pegangan, nanti jatoh."

"Ogah, jangan modus." ketusku.

Tak lama motor sport itu melesat dengan kecepatan tinggi. Membuat jantungku seolah mau copot, niat ga pegangan mau tidak mau, pada akhirnya aku peluk erat orang itu dengan terpaksa. Edisi masih sayang nyawa, sementara Fadli hanya tersenyum tipis dibalik helm.

1
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Anto D Cotto: sama2 👌👍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!