NovelToon NovelToon
Abang Ojek Sultanku

Abang Ojek Sultanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:50.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda RH

Riyanti Aryani adalah seorang gadis dari keluarga berada. Ia terpaksa jauh dari keluarganya lantaran ingin memenuhi cita-citanya. Sebelum tinggal di Surabaya, Riyanti atau lebih akrab dipanggil Riri itu sebelumnya kuliah di salah satu universitas di Malang. Setelah lulus, Riri diterima kerja di Surabaya. Ia ngekos di salah satu tempat kos yang cukup elit. Sebenarnya orang tuanya bisa saja membeliksnnya rumah di Surabaya, namun mereka khawatir Riri akan semakin betah di sana dan akan lupa pulang ke Lombok. Namun siapa sangka Riri bertemu dengan jodohnya di sana.

Sultan Ahmed Alfahrezi, anak sulung dari pasangan Windi dan Javier. Kegabutannya menjadi seorang driver ojek membuat dirinya akhirnya bertemu dengan jodohnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda RH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ummi dan Riri

Tiba saatnya acara dimulai. Pada saat abi Javier maju untuk memberikan sambutan, Riri mendapatkan tugas untuk menemani Ummi Windi. Jadi saat ini Riri sedang duduk bersama istri bosnya itu. Ummi Windi yang dari tadi diam-diam memperhatikan Riri pun merasa senang. Ia mengajak Riri ngobrol.

"Riyanti, aslinya orang mana?"

"Lombok, bu."

"Wah, jauh juga ya. Jadi di sini ngontrak apa bagaimana?"

"Ngekost, bu."

"Sudah berkeluarga."

"Belum, bu."

Ummi mengangguk-anggukkan kepala.

"Kalau boleh tahu kenapa belum menikah?"

"Masih mau fokus dengan karir saja, bu. Dan... "

"Dan kenapa?"

"Belum ada yang cocok."

Bunda mengulum senyum.

"Ya ya, ibu mengerti."

Tidak lama kemudian, Abi Javier selesai berpidato. Ia kembali ke tempatnya. Riri pun pamit kepada mereka. Namun ummi tidak membiarkannya pergi. Akhirnya Riri terpaksa duduk di antara mereka.

Sementara di tempat lain, Sultan dan Lukman baru saja akan berangkat ke rumah kekasih Lukman. Mereka benar-benar hanya pergi berdua saja.Lukman tidak menyangka jika Sultan sudah menyiapkan bucket bunga, kue coklat dan cincin permata untuk Lukman.

"Bang, dari mana kamu dapat ide ini?"

"Kamu ini, jangan mentang-mentang aku tidak pernah pacaran lalu aku tidak bisa mencari informasi tentang melamar seseorang."

"Tapi bang, aku sudah menyiapkan cincin juga ini.Tapi ya nggak semahal yang dibelikan abang."

"Ya nggak pa-pa. Kamu simpen itu nanti buat hadiah ulang tahunnya."

"Makasih ya, bang."

Lukman mendekap tubuh Sultan.

"Sudah, ayo berangkat. Ini sudah malam. Nanti kamu dikunci-in pintu sama calon mertuamu."

Lukman kembali fokus menyetir mobil.

Beberapa menit kemudian, mereka sampai di rumah yang dituju. Rumah yang berada di dalam jalan kecil namun masih bisa dilewati mobil. Nampak rumah bercat kuning dengan model panjang ke belakang.

"Ini rumahnya?"

"Iya, bang."

Sultan menganggukkan kepala.

"Ya sudah, ayo kita masuk."

"Hem... "

"Hei, jangan grogi gini dong! Tenang saja, kamu pasti diterima. "

Mereka pun masuk ke dalam gerbang rumah yang tidak terkunci.

"Assalamu'alaikum... "

Tidak butuh waktu lama, pintu pun terbuka.

"Wa'alaikum salam."

Ternyata yang membuka pintu adalah ibunya. Sultan menangkup kan kedua tangannya. Sementara itu, Lukman mencium punggung tangan calon mertuanya.

"Mari silahkan masuk."

"Baik, bu. Terima kasih."

Mereka berdua duduk di kursi kayu panjang yang ada di ruang tamu.

Ibu masuk memanggil suaminya.

Sultan menepuk pundak Lukman seraya memberinya kekuatan.

Tidak lama kemudian, ayah dari calonnya pun keluar. Saat itu juga ia terkejut.

"Lho, Pak Sultan."

Sultan mengernyitkan dahinya. Ia cukup heran karena orang tersebut mengenalnya. Sedangkan ia lupa, karena terlalu banyak orang yang ditemuinya.

"Pak, Sultan." Bapak tersebut langsung menjabat tangan Sultan.

Sultan masih bengong.

Lukman menyenggol tangan Sultan.

"Bang!"

"Eh iya, maaf Pak. Apa bapak kenal dengan saya?"

"Ya Allah, Pak Sultan. Saya ini adalah salah satu cleaning servis di kantor bapak. Maklum kalau bapak lupa, karena karyawan bapak memang banyak."

"Maafkan saya, pak."

"Tidak apa-apa, pak. Saya mengerti. Mari silahkan duduk."

Ayah dari calon Lukman itu cukup terkejut karena yang datang dengan Lukman adalah atasannya. Sultan pun menjelaskan kepadanya.

"Lukman sudah saya anggap adik sendiri, pak. Dia ini anak yang baik dan pekerja keras. Meskipun dia yatim piatu, tapi dia punya saya."

"MasyaAllah, saya tidak menyangka jika Pak Sultan ini hatinya sangat mulia. Meskipun bukan karena Pak Sultan, saya akan menerima nak Lukman ini."

"Alhamdulillah kalau begitu, pak."

Akhirnya calon Lukman dipanggil keluar.

Namanya Liana. Berparas manis dengan tinggi 155 dan bergigi gingsul. Usianya masih 20 tahun. Namun ia sudah bekerja di di pabrik roti.

Lukman memberikan bucket bunga itu kepada Liana. Ia juga memakaikan cincin di tangan Liana. Kebahagiaan terpancar di wajah mereka.

"Pak, bu, ini hanya sebagai pengikat. Nanti biar acara lamarannya sekaligus dengan acara pernikahannya. Apa bisa mereka menikah dalam tahun ini?"

"Maaf, pak. Kalau untuk tahun ini kami masih belum mengumpulkan biaya."

Sultan mengulum senyum.

"Tenang saja, pak, bu. Biar saya yang sponsori. Lagi pula Lukman ini sudah tidak sabar ingin menikahi anak bapak dan ibu."

"Abang... "

"Haha.... " Sultan tertawa lepas.

Akhirnya mereka sepakat akan menikahkan Lukman dan Liana di akhir tahun ini.

Sebelum Sultan dan Lukman pulang, mereka disuguhi makan malam yang sangat sederhana. Meski begitu, Sultan sangat menikmati.

Sultan pun mengantarkan Lukman pulang ke rumah anak jalanan.

"Nanti kalau kamu sudah menikah, pa kamu akan tetap tinggal di rumah itu?"

"Tidak, bang. Aku akan ngontrak."

"Tidak-tidak, jangan ngontrak. Beli saja rumah yang sederhana. Abang jangan akan carikan nanti."

"Tapi, bang. Uangku belum cukup."

"Kan, ada abang."

"Tidak, abang sudah terlalu banyak membantuku."

"Ck... kamu ini. Anggap saja itu hadiah pernikahan dari abang."

Tiba-tiba mata Lukman berkaca-kaca. Ia tidak kuasa mengingat kebaikan malaikat di sampingnya itu.

"Bang, kamu ini sebenarnya orang apa malaikat?"

"Hus... ngaco! Kalau aku malaikat, dari tadi aku sudah mengajakmu terbang."

Luan pun tertawa mendengarnya. Ia mengusap ujung matanya yang berair.

"Jodoh abang pasti cantik dan baik. Karena abang orangnya baik sekali. Allah pasti sudah menyiapkan bidadari itu untuk abang."

"Aamiin.... "

Tiba-tiba Sultan ingat kepada ummi dan abinya yang saat ini hadir di acara perusahaan.

Sesampainya di rumah, ummi dan abi belum pulang. Sultan pun langsung masuk ke dalam kamarnya. Ia melihat siaran langsung yang dilakukan dalam acara pesta tersebut. Matanya tertuju pada sosok wanita yang berpenampilan elegan yang duduk di samping sang ummi.

"Riri.... " Ucapnya sambil mengulum senyum.

Sultan merasa keputusannya tidak hadir dia cara perusahaan sudah benar. Karena kalau tidak, pasti penyamarannya akan terbongkar.

Kembali ke pesta.

Pesta baru saja berakhir. Abi dan ummi pamit pulang. Riri mengantar mereka sambil membawakan hampers sampai ke depan. Mereka menunggu mobil di depan.

"Riyanti, terima kasih ya sudah menemani ibu tadi."

"Sama-sama, bu, pak. Terima kasih atas kehadirannya."

"Seharusnya anak kami yang hadir malam ini. Tapi dia ada acara lain. Jadi terpaksa kami yang datang. Tapi ibu senang bisa ketemu kamu." Ujar ummi sambil mengusap lengan Riri.

"MasyaAllah, sekali lagi terima kasih, bu."

"Sama-sama."

Meski baru bertemu, namun Riri dapat merasakan kehangatan dari seorang Ibu Windi. Ia tidak menyangka jika bos besar dan istrinya itu orangnya sangat ramah dan tidak sombong.

Ummi dan abi pun naik ke dalam mobil.

"Huf... alhamdulillah, akhirnya selesai juga." Ujar Riri sambil merentangkan kedua tangannya ke atas. Lalu ia kembali masuk ke dalam aula hotel untuk membereskan sisa pekerjaannya.

Bersambung...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Minal aidzin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin untuk semua readers🙏

Maaf ya baru sempat up, karena sibuk sekali.

1
Restu Ningsih
Semoga lancar prosesnya ya bang,
udah pada GK sabar
Sri Rahayu
udah ga salah pilih kamu Sultan....ayo ungkapin perasaan mu 🤩🤩🤩... lanjut Thorr😘😘😘
Les Tary
semoga dimudahkan bang🤣🤣
Teh Euis Tea
semoga lancar ya bang sultan pdktnya😁
secret
bismillah, semangaatt mengungkapkan perasaannya bang.. ummi dah gasabar bgt tuh punya menantu perempuan😁
dewi rofiqoh
Semoga dimudahkan dan dilancarkan yang bang
Lela Angraini
bismillah ya bang,,smg di lancarkan segalanya. cepeeett nyatain perasaan abang,,biar si arga nggk caper mulu
Restu Ningsih
Sultan OTW pulang, ummi persiapan untuk melamar 🤭🤭🤭
dewi rofiqoh
Pulang ke Indonesia, lanjut ungkapkan rasa ke riri
Lisa
Wah calon mertua udh setuju nih klo Riri yg jadi menantunya 😊 ayo Sultan gercep nyatakan perasaanmu ke Riri..
aroem
bagus
Bunda RH: Terima kasih Kak 🙏
total 1 replies
Test Baru
banyak typonya thor 🙏🙏🙏
Bunda RH: maaf kak td ada sebagian sempat kehapus dan nulis ulang, bikin bad mood 😂
total 1 replies
Sri Supriatin
he he umi Windi luar biasa 🙏🙏🙏
Bunda RH: mau juga jadi mantunya 😄
total 1 replies
Teh Euis Tea
banyak tyfonya othor 🤭🤭🤭🤭🤭
Bunda RH: maaf kak tadi sempat kehapus dan nulis lagi jadi bad mood😂
total 1 replies
Les Tary
semangat sultan jgn lama"
Bunda RH: iya nih otw pulang 🤭
total 1 replies
Sri Rahayu
ayo Sultan....ungkapin perasaan mu pd Riri....Ummi jg udah suka ma Riri...lanjur Thorr😘😘😘
Bunda RH: iya kak, bentar Sultan otw pulang
total 1 replies
Marsiyah Minardi
Tenang aja Leo ,kalau bos Sultan potong bonusmu ya tinggal ngadu ke Bos Besar Ummi ,dijamin aman 🤭
Bunda RH: iya juga 😄
total 1 replies
Jumi Eko
Bagus
Sri Rahayu
betul Leo...kshtau ma Umi Windi kl bos Sultan lg jatuh cinta🤩🤩🤩....lanjut Thorr😘😘😘
Bunda RH: iya kan, biar gak mumet
total 1 replies
dewi rofiqoh
Coba pedekate lebih gencar lagi bang ahmed💪💪💪
Bunda RH: iya kak, bentar habis dar LN
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!