Menjadi seorang dukun bukanlah sebuah pilihan atau cita-cita, tapi sebuah panggilan jiwa...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Teman yang baik hati namun usil
"Kemana pakaian-pakaian itu, siapa yang usil dan memindahkannya??"
Joko menarik nafas panjang, kini ia segera duduk bersila dan memejamkan matanya. Saat ia hendak membaca mantera tiba-tiba ia merasakan pakaiannya tiba-tiba sudah berada di pangkuannya.
Joko langsung membuka matanya.
Iapun segera bangun, dan memakai seragam itu. Kembali saat ia hendak memakai ikat pinggang, tiba-tiba gesper yang ia letakkan diatas closet tiba-tiba menghilang.
"Sial!" Joko berdecak kesal
Kali ini untuk kali ke dua ia melakukan ritual untuk mencari gespernya yang hilang. Namun entah kenapa ia tidak bisa melihat apapun di sana hingga Joko menangis.
Maklum saja Kampus tempatnya belajar sangat disiplin. Jika ada kekurangan atribut dalam penggunaan seragam sekolah maka otomatis mahasiswa tersebut akan di hukum dan mendapatkan poin negatif. Joko tidak mau seperti itu.
Ia kemudian mengadu kepada Rizki melalui komunikasi batin.
"Aduh Ki, tolong aku dong, gesper ku ilang, sepertinya ada makhluk gaib yang usil menyembunyikan gesper itu!" ucapnya dengan nada sedih dan hampir menangis
Rizki yang mendengarnya seketika tertawa terbahak-bahak. Tentu saja hal itu membuat Joko marah, apalagi saat Rizki mengetahui jika ialah yang menjahilinya.
"Ya ampun kok iso-iso ne yo kowe gawe aku kesel ngene, dasar usil! ( Ya ampun, kok bisa-bisanya kamu bikin aku marah begini, dasar usil)" gerutu Joko membuat Rizki tertawa semakin keras
"Iyo iyo, ngko aku balekno sabuk mu, (Iya iya, nangi saya kembalikan ikat pinggang mu)" ucap Rizki
Tidak lama Joko melihat gespernya tergantung di pintu.
Meski kesal dengan keusilan Rizki namun Joko tidak benar-benar marah padanya. Justru dari kejadian itu Joko semakin sadar Jika Rizki bukanlah orang biasa, meskipun ia sudah berusaha menutupi jati dirinya.
"Katakan padaku di tempat mana saja kamu mengalami benturan energi atau merasa tidak nyaman saat melewati tempat itu?" tanya Rizki
Joko kemudian menyebutkan beberapa tempat.
Kali ini Rizki sengaja memilih jalur yang agak lama menuju kampus Joko. Meskipun Joko menolak karena takut terlambat namun Rizki berhasil membuatnya setuju.
" Aku hanya ingin lihat apa yang kamu lihat, jangan takut ada aku. Aku akan melindungi mu," ucap Rizki
Kali ini Rizki memilih angkot yang melewati jembatan Gandok di Jalan Siliwangi Bandung. Sebuah tempat angker dimana Joko selalu mendapatkan gesekan gaib.
Perjalanan menuju kampus terasa lebih lama saat angkot melewati tempat yang di maksud oleh Joko. Saat angkot melewati sebuah jembatan yang dindingnya di penuhi dengan mural Joko mulai mengalami gesekan gaib.
Keringat dingin mulai membasahi wajahnya. Jika sebelumnya ia hanya melihat penampakan berupa pocong, Gondoruwo, tentara Jepang tanpa kepala, kali ini penampakan mereka lebih menyeramkan dari biasanya. Apa karena ada Rizki??.
Bahkan kali ini ia melihat penampakan makhluk gaib yang bertubuh separuh binatang.
Joko merasakan panas dan dadanya sesak hingga ia nyaris pingsan. Tubuhnya lunglai namun Rizki langsung menangkapnya.
"Nyai, tolong aku, aku butuh bantuan mu," ucapnya lirih
"Jangan takut ada aku, aku akan melindungi mu," bisik Rizki
Rizki mengusap wajah Joko hingga Joko merasakan ada sesuatu yang dingin mengalir kedalam tubuhnya.
"Terimakasih Ki," ucapnya sambil mengatur nafas
"Apa yang kamu lihat??" tanya Rizki
"Banyak Ki, lebih banyak dari biasanya. Bahkan mereka lebih menyeramkan dari sebelumnya, apa ini karena ada kamu!" sahut Joko
"Hmm, bisa juga," Jawab Rizki tersenyum
"Tapi jujur saja aku sebenarnya hanya ingin mengetahui apa spesialisasi keilmuan mu Jok, karena sama seperti ilmu kedokteran. Ilmu gaib juga ada spesialisasinya. Ada yang terpilih untuk menjadi penyembuh, penarik rezeki atau sesuatu, pemikat, dan lain-lain," imbuhnya
Hari itu Rizki sengaja membangkitkan intuisi Joko untuk mengenali makhluk gaib. Dan sejak hari itu pula penglihatan mata batin Joko semakin tajam.
Meskipun Joko sudah memberitahukan kepada Rizki dia baik-baik saja, Rizki tetap mengantar Joko sampai ke kampus. Ia bahkan menunggunya sampai ia pulang seperti seorang ibu yang menunggu anaknya di sekolah.
Joko merasa tak nyaman saat belajar, tentu saja itu karena ia meninggalkan Rizki di warung serabi dekat kampus. Namun lagi-lagi Rizki memberitahunya untuk tidak khawatir.
"Jangan khawatir, aku baik-baik saja kok, aku malah lagi makan enak ini!" ucap Rizki melalui batinnya
Meskipun keduanya berada di tempat berbeda namun Rizki selalu memantau Joko dan berkomunikasi dengannya melalui batin mereka.
Hingga saat pulang kuliah Rizki memberikan pelajaran yang begitu berharga kepada Joko. Ia memberitahunya tentang jenis-jenis makhluk gaib.
"Makhluk gaib itu ada empat jenis Jok, yang pertama itu bangsa Jin, mereka itu yang sering kamu lihat di kampus ini, biasanya mereka memiliki aroma yang wangi dan cenderung hampir mirip dengan manusia. Yang kedua adalah bangsa siluman, yang ketiga adalah bangsa Khodam, dan yang terakhir bangsa Set*n. Kamu bisa membedakan mereka dari aromanya," ucap Rizki
"Bagaimana dengan istriku??" tanya Joko
"Dia adalah bangsa siluman," jawab Rizki
Setibanya di kosan Rizki langsung tidur, dia sangat kelelahan karena banyak mengeluarkan energi untuk melatih kemampuan mata batin Joko.
Sementara itu Joko masih terjaga. Ia masih asik membaca buku.
Tiba-tiba saja lampu di kamar berkedip-kedip. aroma bunga kantil mulai semerbak menyeruak ke seluruh kamar. Bukan hanya Joko yang mencium aroma itu tetapi juga Rizki yang ada di sebelah juga tiba-tiba terbangun saat mencium aroma bunga kantil tersebut
Rizki tahu jika ada makhluk gaib yang muncul di kamar Joko. Ia merasa itu adalah istri gaib Joko, hingga membuatnya kembali tidur agar tidak mengganggu mereka.
Joko merasa kaget sekaligus bingung dengan kemunculan Dewi Poncowati. Bagaimana tidak, karena hari itu bukan jatahnya wanita itu muncul. Dewi Poncowati biasanya hanya datang di hari sabtu legi, tapi sekarang hari senin.
"Sugeng ndalu Nyai, ada apa gerangan yang membuat Nyai datang menemui ku??"
Wajah Dewi Poncowati kali ini berbeda dari biasanya. Bila ia biasanya datang dengan wajah cantik dengan senyuman manisnya kini. Ia datang dengan wajah datar tanpa senyuman.
"Siapa pria itu??" tanyanya dengan tatapan mata tajam
"Pria siapa Nyai??"
"Pria yang ada di balik bilik itu, apa kau sengaja memanggil orang pintar untuk membuat aku menjauhi mu!" seru Dewi Poncowati
Wanita itu terlihat begitu marah. Ada aroma cemburu tersirat di wajahnya. Ia tampak begitu kesal dengan Rizki dan mengira Joko sengaja meminta bantuannya untuk memutuskan hubungan dengannya.
"Oh dia, dia itu Rizki teman ku. Kebetulan kami memiliki kemapuan ilmu supranatural yang sama, jadi aku tidak keberatan ia tinggal di sini. Dia tidak jahat dan tidak pernah bermaksud memisah kan kita, jadi Nyai jangan khawatir. Apalagi Rizki selama ini sudah menganggap aku seperti saudara sendiri dan selalu membantu ku setiap aku ada kesulitan,"
"Aku harap apa yang kamu ucapkan itu benar, karena jika sampai itu semua tidak benar maka kamu tahu sendiri apa akibatnya!" seru Dewi Poncowati
Tabarakallah....
Alhamdulillah....
setelah mengetahui Joko merasa kepanasan maka Maryati reflek membacakan doa sambil mengusap kepala Joko
karena Maryati sering membaca ayat-ayat Al Qur'an seeeh
padahal saat itu, Pranyoto bukan lah berasal dari kaum bangsawan atau pejabat lhooo tapi bisa memperistri Maryati yang berasal dari bangsawan
ada apa gerangan yang terjadi dengan rumah Maryati ??
kenapa mendadak hawa di rumah nya menjadi sejuk meski tak ada AC
pake maen bisik-bisik segala neeeh
kita-kita kan jadi ikutan keeepooo 🏃🏃
lalu kamu mau apalagi lhooo Joko ???
kenapa kamu masih aja belum merasa puas👉👈
jaadiiii.... secara tak langsung Maryati juga ikutan menelan darah itu donk😱😱😱
selama 2 bulan, mata kanan Joko mengeluarkan darah lalu dokter juga udah memvonis jika matanya Joko membusuk😭😭😭
tentu aja hal ini yang membuat Maryati semakin sedih
kenapa mata kanan Joko terus-menerus mengeluarkan darah saat barusan dilahirkan 👉👈