––Tak ada angin, tak ada hujan, Ailena di ajak oleh seorang laki-laki yang entah muncul darimana tiba-tiba menarik nya menuju kantor urusan agama (KUA).
"Cepat katakan nama mu! Dan tanda tangan setelah nya" desak Haikal dengan nada tegas.
"Tapi kita nggak saling kenal!"
"Nanti kenalan!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hanisanisa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
(25) Ailena Pendiam
"Ikut yuk!" ajak Haikal kembali menarik tangan Ailena dan melangkah masuk ke dalam rumah tanpa mendapat tanggapan dari Ailena yang sudah mengekori sejak tadi.
"Aku mau bawa kamu ketemu Pak RT dulu, biar warga-warga nanti nggak amuk massa kamu kayak aku dulu" ujar Haikal mendapat decakan lirih dari Ailena.
"Kan mereka nggak tau kalau bukan karna kepergok malam-malam kayak maling" sahut Ailena dengan tatapan jengah.
Haikal cengir kuda melirik Ailena yang berjalan di samping nya. "Ya salah mereka kok nggak tanya baik-baik dulu, malah asal bawa, mana di gebukin pula"
#~
#~
#~
"Jadi, ada perlu apa Mas Haikal kesini? Mau nitip jagain rumah kayak biasa?" tebak Pak RT yang sudah duduk berhadapan dengan Haikal dan Ailena.
"Untuk sementara waktu sih belum mau nitip Pak, tapi nanti kapan-kapan kalau saya ada kerjaan di luar kota kayak biasa, saya nggak cuma nitip rumah aja, tapi nitip istri saya ini juga ya Pak" jelas Haikal membuat Pak RT melirik Ailena.
"Loh kirain tadi adek nya Mas Haikal.. Ternyata istri nya toh" seru Pak RT sembari menggaruk lengan nya.
"Soalnya kalian berdua mirip, jadi tadi saya kira nya adek Mas Haikal yang selalu ikut" ungkap Pak RT membuat Haikal tersenyum tipis dan melirik Ailena yang hanya diam saja.
"Jodoh memang cerminan diri ya ternyata" Pak RT mengangguk-angguk kecil sembari tersenyum.
"Siapa adek nya Mas Haikal, Pak?" tukas Ibu RT yang baru dari dapur dengan membawa nampan berisi teh dengan sekotak gula dan sendok di gelas masing-masing.
"Ini di minum dulu.. Ini teh tawar tapi kalau mau manis bisa masukan gula sesuai selera masing-masing ya, biar ndak kemanisan" jelas Ibu RT sembari tersenyum menatap Ailena.
Ailena yang di tatap memilih untuk ikut tersenyum di sertai anggukan kecil.
"Siapa adek nya Mas Haikal, Pak?" Ibu RT kembali mengulang pertanyaan nya pada sang suami.
"Mbak nya ini--tapi ternyata bukan adek, Bapak yang salah tebak" jawab Pak RT dengan jujur.
"Loh terus siapa nya Mas Haikal?" tanya Ibu RT lalu menatap lekat Ailena yang nampak menunduk malu.
"Istri saya, Bu" jawab Haikal disertai senyuman bangga nya.
"Wah perjaka komplek udah menemukan jodoh nya ternyata ya.. Pasti habis ini rame grup-grup WA Ibu soal keluhan anak gadis komplek ini yang ngejar-ngejar Mas Haikal"
"Ibu.." tegur Pak RT yang malu sendiri saat mendengar seruan ceplas-ceplos istri nya.
"Maaf ya Mbak nya.. Istri saya ini mulut nya emang ember pecah" ujar Pak RT mewakili lalu melirik ke Haikal yang nampak diam.
"Istri saya nama nya Ailena, Pak" ucap Haikal sembari menambahkan gula ke teh tawar itu dan mengaduknya.
Lalu teh itu Haikal berikan pada Ailena. Ia hanya menyeduhkan teh untuk Ailena minum. Padahal yang ngomong sejak tadi hanya Haikal dan Pak RT.
"Mbak Alien.. Kapan-kapan ikut Ibu ya ke pengajian komplek, biar kita bisa kumpul-kumpul sama yang lain" ucap Ibu RT membuat Ailena dan Haikal mendongak.
"Kok alien sih Bu?" Pak RT mewakili tatapan mata pasutri yang datang sebagai tamu.
"Eh salah ya? Yang benar apa to nama istri nya Mas Haikal ini" Ibu RT nampak garuk-garuk kepala sembari menatap Ailena.
"Panggil Lena aja, Bu" sahut Ailena di angguki Ibu RT dengan senyuman.
"Mbak Lena nggak usah malu-malu, kita udah kayak keluarga di satu komplek ini.. Jadi jangan sungkan buat minta tolong ke tetangga, atau ke Ibu dulu juga bisa" ucap Ibu RT di angguki patuh Ailena.
"Eh iya, kapan nikah nya Mas Haikal sama Mbak Lena? Kok tiba-tiba sekali, padahal udah satu bulan lebih nggak ada kabar tiba-tiba Mas Haikal pulang bawa istri" tanya Ibu RT dengan nada kepo.
Haikal melirik Ailena yang ternyata juga melirik nya balik.
"Kami menikah secara tertutup Bu, sekitar satu bulan lalu.. Maaf ya Pak-Bu, saya lupa mengundang warga sini, tapi kalau memungkinkan nanti akan buat acara resepsi di rumah sini" jelas Haikal.
Benarkan menikah secara tertutup? Hanya di saksikan oleh wali dari KUA, Penghulu, dan beberapa saksi saat di Kantor Urusan Agama.
"Oalah acara nya cuma keluarga saja, ya nggak papa to Mas.. Itu hak Mas nya, daripada keluar duit banyak buat acara besar-besar lebih baik di tabung ya duit nya" sahut Ibu RT.
"Nggak papa Bu, keluar duit buat acara sekali dalam seumur hidup.. Tapi untuk sekarang saya dan istri belum nemu waktu yang pas" sahut Haikal dengan santai.
"Wah siap keluarin duit banyak ini Mas Haikal, makin klepek-klepek lah anak gadis komplek sini"
Ailena memilih untuk menyimak sesekali mengangguk dan tersenyum saat mata nya tak sengaja bersitatap dengan Ibu RT atau Pak RT sekilas.
👍👍👍👍👍
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
❤️❤️❤️❤️❤️
sehat-sehat ya kakkk ❤️