NovelToon NovelToon
Aku Bisa Memanggil Mahluk Dari Masa Depan

Aku Bisa Memanggil Mahluk Dari Masa Depan

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Dunia Masa Depan
Popularitas:883
Nilai: 5
Nama Author: Back Dragon

Beberapa tahun lalu, berbagai celah ruang-waktu bermunculan, dan Blue Star pun memasuki era supranatural. Setiap orang memiliki kesempatan untuk membangkitkan “panel permainan”.

Lu Heng secara tak terduga membangkitkan kelas Summoner. Namun, makhluk-makhluk panggilannya tampaknya… agak tidak biasa.

……

【Si Bulat Daging】: Sebagai keturunan Dewa Jahat, setiap kali ia dimakan, ia justru menjadi semakin kuat. Ia juga mampu membuat musuh terjerumus ke dalam kekacauan persepsi.

【Anjing Mesum】: Sebagai kaki tangan yang setia, ia dapat berpindah tempat secara instan dan menampar orang, bahkan memutus semua skill lawan.

【Prajurit Medis】: Memiliki kemampuan menukar kondisi luka, dan juga bisa diam-diam mencuri organ milik orang lain.

【Zirah Keadilan】: Makhluk simbiotik yang dipenuhi energi positif. Bukan hanya memiliki daya tempur yang sangat tinggi, ia juga dapat berdiri di puncak moral untuk mengecam musuh, membuat lawan…

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Back Dragon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15 Sekilas Terlihat Seperti Orang Jahat

Ia menepuk dadanya. “Lagipula saya paling suka nonton film perampok. Cara akting penjahat, saya hafal betul!”

Baru kali ini Sun Yaoze mengangguk puas. “Bagus! Ingat, jangan sampai melukai mereka. Cukup menakut-nakuti saja.”

“Ayo, kita berangkat!”

Saat ini, Lu Heng dan Lu Xiaoke sedang bergegas menyusuri sebuah jalan setapak.

Keduanya memasuki sebuah hutan lebat. Pepohonan tinggi menjulang menutupi langit, membuat suasana sekitar terasa samar, misterius, sekaligus berbahaya.

“Ini kita mau ke mana?” tanya Lu Heng.

“Di arah sini ada beberapa gua. Di dalamnya mungkin muncul peti harta, kita bisa coba peruntungan,” jawab Lu Xiaoke.

Tiba-tiba, sebuah teriakan tajam memecah kesunyian.

“Meong!”

Sebuah bayangan hitam melesat turun dari pucuk pohon seperti kilat, langsung menerjang mereka.

Reaksi Lu Xiaoke sangat cepat. Ia segera mencabut pedangnya dan menghadang serangan itu dengan sekuat tenaga.

Setelah memperhatikan dengan saksama, ia berseru, “Itu manusia kucing!”

Makhluk di hadapan mereka hampir dua meter tingginya, seluruh tubuhnya tertutup bulu hitam mengilap. Telinganya runcing tegak, dan sepasang mata hijau gelapnya memancarkan cahaya haus darah.

【Manusia Kucing】

【Atribut: Kekuatan 16, Fisik 15, Kelincahan 20, Mental 12, Total 63】

Manusia kucing dan Lu Xiaoke seketika terlibat pertarungan sengit. Bayangan pedang dan cakaran saling berkelindan.

Dengan tubuhnya yang lincah, manusia kucing terus bergerak memutari Lu Xiaoke sambil melancarkan serangan tajam bertubi-tubi.

Meski ilmu pedang Lu Xiaoke sangat terampil, menghadapi lawan selincah ini tetap membuatnya agak kewalahan.

Melihat itu, manusia kucing menyeringai dingin. “Dengan kemampuanmu yang cuma segitu, hari ini sepertinya kau akan mati di sini!”

Serangannya pun makin brutal.

Saat itulah terdengar teriakan Lu Heng dari belakang.

“Oi!”

“Aku ini bukan manusia, ya? Sampai-sampai kau menganggapku tak ada?!”

Namun manusia kucing sama sekali tak memedulikannya. Ia terus menatap Lu Xiaoke yang mulai kesulitan menahan serangan, berniat menghabisi lawannya secepat mungkin.

Tiba-tiba, lingkaran cahaya ungu gelap yang aneh langsung menyusup ke dalam pikirannya.

Tatapan manusia kucing mendadak kosong. “Aku… aku ini manusia anjing? Tidak… aku manusia kambing?”

Pikirannya seolah kacau. Ia terdiam kaku di tempat.

Melihat celah itu, Lu Xiaoke segera mengayunkan pedangnya ke arah pinggang lawan.

“Crat!”

Bilah tajam menembus daging. Perut manusia kucing langsung terkoyak lebar, darah merah segar mengucur deras.

Pedang berikutnya menghantam kakinya. Meski tebasan itu kurang sempurna dan tersangkut di tulang, itu sudah cukup.

Karena gaya bertarungnya sangat bergantung pada kelincahan, kini ia kehilangan kemampuan untuk melawan.

Tubuh manusia kucing terhuyung sebelum akhirnya roboh ke tanah. Beberapa saat kemudian ia sadar kembali dan berteriak, “Kalian… apa yang kalian lakukan padaku tadi?!”

Lu Heng melangkah maju dan menendangnya tanpa ampun. “Ngapain peduli? Toh sebentar lagi kau juga mati.”

“Lumayan juga, Kak. Tak kusangka bakatmu memang berguna,” ujar Lu Xiaoke sambil mengacungkan jempol—sesuatu yang jarang ia lakukan.

“Ya jelas dong. Masa kakakmu ini sampah?” Lu Heng tersenyum puas menerima pujian dari adiknya.

Siapa sih yang tak ingin terlihat hebat di depan adik perempuan sendiri?

“A-ampuni aku!”

Manusia kucing itu mulai menggeliat ketakutan, suaranya gemetar.

“Ampuni apanya! Sekarang juga kuantar kau ke alam baka!” Lu Xiaoke mencabut pedang dari kakinya dan hendak mengayunkannya lagi.

Namun Lu Heng segera menghentikannya. “Tunggu dulu, Dik!”

Lu Xiaoke menatapnya penasaran, tapi tetap menyingkir ke samping dengan patuh.

Mata manusia kucing langsung berbinar harap. Dengan suara hampir menangis ia berkata, “Kau mau melepaskanku? Terima kasih! Aku akan mengingat kebaikanmu seumur hidup!”

“Siapa bilang mau melepasmu?” Lu Heng menatapnya heran, lalu mengambil sepotong daging dari makhluk gumpalan daging miliknya.

Ia langsung menyumpalkan segumpal daging hitam ke mulut manusia kucing. “Telan!”

Menurut keterangan panel, daging makhluk itu hanya bisa meningkatkan kekuatan mental jika diberikan pada makhluk berakal.

Jarang-jarang bertemu manusia binatang yang bisa bicara—tak boleh disia-siakan.

“Ugh! Ughhh!” Manusia kucing tersedak hingga matanya melotot. “Bau sekali! Rasa apa ini…”

“Makan! Kalau tidak, kubunuh!” bentak Lu Heng kejam.

Dengan susah payah, manusia kucing itu akhirnya menelan daging hitam tersebut. Tubuhnya gemetar saat bertanya, “Sekarang… boleh lepaskan aku?”

“Baiklah, sekarang boleh dibunuh,” ujar Lu Heng santai sambil menepuk tangan dan berdiri.

“Crat!”

Tanpa ragu, Lu Xiaoke mengayunkan pedangnya dan memenggal kepala manusia kucing itu.

Tubuhnya berkedut beberapa kali sebelum benar-benar tak bergerak lagi.

【Anda memperoleh EXP +30】

【Black Iron Level 3 (40/100)】

【Anda memperoleh Batu Mata Kucing ×1】

【Anda memperoleh Orb Skill Tingkat Perunggu (Penglihatan Dinamis)】

“Lumayan juga drop-nya,” kata Lu Heng puas sambil memeriksa hasilnya.

【Penglihatan Dinamis (Perunggu)】

【Efek: Saat diaktifkan, memasuki mode penglihatan dinamis selama 1 menit, memperlambat pergerakan semua objek dalam pandangan.】

【Cooldown: 120 detik】

【Syarat atribut: Mental 15】

“Wah, skill ini bagus. Sebentar lagi aku sudah bisa pakai,” ujar Lu Heng senang.

“Kalau begitu kau saja yang ambil. Batu mata kucing ini biar kumakan.” Lu Xiaoke langsung menelan batu itu.

【Kelincahan Lu Xiaoke +1】

Karena mereka saling membuka izin melihat panel atribut, keduanya bisa melihat nilai kelincahan satu sama lain.

Lu Heng berdecak. “Tetap saja bakatmu lebih enak. Makan apa, dapat tambahan apa.”

“Hmph.” Lu Xiaoke mengangkat dagu. “Ngomong-ngomong, syarat pakai efek ‘mosaik’-mu itu apa?”

Lu Heng menjelaskan, “Kalau kekuatan mentalku dua kali lipat dari lawan, dia akan mengalami disonansi kognitif. Makhluk panggilanku sekarang punya 33 poin mental.

Di dungeon ini sepertinya belum ada monster dengan 17 poin mental. Kita bisa langsung ke gua manusia serigala atau manusia harimau. Mereka memang lebih berbahaya, tapi hadiahnya juga paling bagus.”

“Baik!” Lu Xiaoke langsung setuju.

Mereka pun melanjutkan perjalanan.

Tak lama kemudian, mereka menemukan sebuah gua gelap gulita.

Sayangnya, saat masuk, isinya sudah kosong.

“Peti hartanya sudah dibuka orang,” kata Lu Xiaoke. “Kalau begitu tinggal gua manusia harimau. Tapi itu sangat berbahaya. Total atribut manusia harimau di atas 90 poin. Aku pasti tak sanggup melawan sendirian—harus mengandalkan makhluk panggilanmu.”

“Yang kutakutkan, gerakannya terlalu cepat. Sebelum kau sempat pakai kemampuan, kita sudah dibunuh duluan.”

Lu Heng berpikir sejenak. “Benar juga…”

Tiba-tiba, seorang pria kekar menerobos masuk ke dalam gua. Wajahnya bengis dan mengerikan—sekilas jelas bukan orang baik.

“Coba lihat apa yang kutemukan! Dua mahasiswa, dan salah satunya gadis cantik!” Zhang Hu menyeringai ganas. “Hehehe…”

Meski belum pernah benar-benar jadi penjahat, ia tahu betul bagaimana gaya penjahat di televisi.

Dengan penampilan yang begitu sangar, Lu Heng langsung merasa terintimidasi.

“Wajahnya bengis sekali. Jelas bukan orang sembarangan.”

“Dik, sepertinya kita dalam masalah!”

Bersambung....

1
EAKK
.
Khusus Game
bagus k. Cuman kalo bisa... covernya lebih menarik lagi🙏
Khusus Game: nahh.. jadi lebih GG👍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!