Terbangun tanpa ingatan dan identitas yang tercatat, Ezra mengandalkan sistem aneh untuk beradaptasi dengan kehidupan barunya. Sejak saat itu dia mulai berinteraksi dengan hantu, melakukan penebusan untuk mereka, dan menciptakan berbagai kisah aneh yang abadi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lady Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25 - Perpustakaan
Memodifikasi karya piano itu bukanlah tugas yang bisa diselesaikan dalam satu malam. Jadi, ketiga manusia hidup itu pergi setelah beberapa saat.
Sedangkan hantu Leonardo, meskipun kekuatannya kuat, ia juga dibatasi oleh semacam aturan yang membuatnya tidak bisa meninggalkan teater tersebut. Bahkan kekuatan Cermin Karma tidak bisa melawan aturan ini, sehingga Ezra hanya bisa berjanji untuk datang lagi keesokan harinya.
"Darimana kamu mendapatkan cermin ini?" Sejak melihat Ezra mengeluarkan Cermin Karma, pandangan James tidak bisa dialihkan. Dia adalah anggota resmi kelas A dengan pengalaman kaya, sekilas saja dia bisa merasakan bahwa cermin Ezra begitu istimewa.
Sebelum kesini, James sudah memiliki latar belakang Ezra, yang dipaksa ikut oleh Rhea. Pria itu kehilangan ingatan dalam sebuah kecelakaan, identitasnya tidak memiliki catatan, seolah-olah dia tiba-tiba saja muncul di dunia ini.
Polisi memberinya tempat tinggal di asrama polisi, disisi lain juga untuk mengawasi, setidaknya memastikan bahwa Ezra tidak memiliki kecenderungan melakukan aktivitas kriminal.
Anehnya, Ezra memang tidak memiliki tingkah laku kriminal yang dicurigai, tapi, sebagai seseorang yang baru saja mengalami kehilangan ingatan, Ezra justru mendapatkan aliran dana yang besar. Setelah diselidiki, semua sumber uangnya sah dan tidak ada tanda-tanda kecurangan. Hal ini juga didukung dengan adanya berita-berita di dunia ekonomi tentang munculnya seorang jenius saham.
Seseorang yang kehilangan ingatan... Bisa menjadi jenius saham? Apakah ini bakat atau Ezra hanya berpura-pura hilang ingatan? Tapi jika hanya berpura-pura, bukankah agak bodoh jika menunjukkan kejeniusannya sedini itu?
Bagaimanapun dia dan organisasinya begitu sibuk dengan hal-hal aneh, akhirnya setelah memastikan Ezra bukanlah seorang kriminal, mereka tidak akan peduli dengan hal-hal lainnya.
Namun, kehadiran Cermin Karma membuat James ragu, bahkan dia tidak punya banyak alat peraga setelah bekerja selama bertahun-tahun di bidang ini.
Alat peraga untuk menangani keanehan seperti hantu atau sejenisnya jumlahnya selalu sedikit, sebagian besar di dapatkan setelah secara tidak sengaja memasuki pasar hantu. Meskipun negara juga memiliki cetak biru alat peraga, bahan material dan proses pembuatannya sendiri sangat membakar uang dan tenaga.
"Oh, sejak aku terbangun setelah kehilangan ingatan, aku menyadari bahwa aku bisa melihat jiwa mereka yang sudah mati, lalu aku hanya membantu para hantu itu bebas dari obsesi atau penyesalan, beberapa dari mereka memberiku barang yang berguna." Ezra berbohong tanpa berkedip, dia semakin ahli berpura-pura dan bermain drama akhir-akhir ini.
Ezra merasa dia dilahirkan sebagai aktor, mungkin jika suatu saat dia pensiun dari tanggung jawabnya menebus hantu, dia bisa memikirkan untuk bekerja sebagai aktor.
"Sungguh beruntung." Ucap James dengan halus, tidak jelas apakah dia percaya atau masih memiliki kecurigaan, namun untuk saat ini James tidak akan secara terang-terangan meragukan Ezra.
"Ezra, bisakah aku menyerahkan sepenuhnya kasus ini padamu? Bulan ini aku masih harus mengurus 20 tugas lagi... Tapi tenang saja, jika kamu membutuhkan bantuan, organisasi akan berusaha membantu sebaik mungkin." Ucap James setelah ketiga orang tersebut melangkah keluar dari teater.
Ezra mendongak, lalu mengangguk, tentu saja dia akan menebus hantu sampai tuntas. Tapi ngomong-ngomong apakah organisasi ini begitu kekurangan tenaga kerja sehingga beban kerja satu orang sebanyak itu?
"Oh ya, kapan kamu akan bergabung dengan organisasi?" James bertanya, matanya berbinar terang seperti pemburu saat menyebutkan hal ini.
Sudut mulut Ezra berkedut, "Tidak dalam waktu dekat."
Ezra mulai menyesal berinteraksi dengan oraganisasi ini. Sejak Ezra kehilangan ingatan, meskipun dia sibuk menebus hantu, namun dia melakukannya sesuai keinginan. Sistem juga tidak memberikan target tertentu yang harus diselesaikan, hadiah yang diberikan juga kaya.
Organisasi resmi ini... Terlihat tidak begitu meyakinkan. Entah berapa target bulanannya, sekarang hampir akhir bulan tetapi James masih memiliki 20 tugas yang menumpuk?
James tidak terlihat seperti orang yang malas, malah lebih terlihat seperti orang yang gila kerja. Selain itu, apakah gaji yang diberikan oleh pihak resmi bisa lebih tinggi dari sistem?
Sudahlah, pikirkan saja masalah ini nanti lagi.
Malam lain berlalu tanpa mimpi.
Pagi harinya, setelah menyelesaikan aktivitas seperti olahraga pagi dan sarapan, Ezra pergi ke perpustakaan kota, dia langsung mencari buku-buku yang membahas tentang komposer musik.
Dia serius untuk membantu hantu Leonardo memodifikasi karya pianonya agar sepenuhnya menghilangkan efek samping kontrol kelompok, untuk itu dia mulai belajar.
Tapi bahkan setelah Ezra menghafal isi buku, dia tetap tidak memahaminya, inilah perbedaan antara teori dan praktik.
Ezra menempatkan buku kembali ke rak, saat itulah matanya tanpa sengaja melihat seorang hantu pemuda dengan kemeja kotak-kotak dan kacamata tebal sedang duduk di kursi perpustakaan dengan ekspresi kosong.
Ezra mendekati hantu tersebut, tangannya mengetuk meja di sisi sang hantu dengan lembut, "Permisi, bisakah kamu berkomunikasi?"
Hantu pemuda itu menatap Ezra lama, lalu mengangguk, dia tidak tahu apa yang diinginkan manusia hidup ini?
Tunggu, manusia hidup!
Hantu itu segera berdiri dengan kaget, mata hantunya membulat dan terlihat menyeramkan dalam estetika manusia hidup.
"Bisakah kamu membantuku?" Hantu itu memegang bahu Ezra dengan erat, ekspresinya terlihat semakin intens setelah mengetahui bahwa dia bisa menyentuh manusia ini.
Ezra mengangguk, sejujurnya dia agak terkejut, ini adalah hantu paling antusias yang pernah Ezra lihat, bahkan menawarkan diri langsung padanya, "Itulah alasan aku mendatangimu, katakan apa yang menahanmu untuk pergi ke alam kematian?"
Perlahan, hantu itu menjadi tenang, ekspresinya terlihat agak malu sesaat, namun dia akhirnya mulai menceritakan kisahnya.
Ternyata dia adalah seorang mahasiswa miskin di semester tua, dia sudah memiliki tempat untuk bekerja karena sebuah perusahaan puas dengan dirinya selama magang, asal dia lulus, dia akan resmi bekerja disana. Jadi, kesehariannya tidak lebih dari memusingkan skripsi untuk kelulusannya.
Namun dia tiba-tiba meninggal mendadak saat mengerjakan skripsi, menjadi penyesalan yang tidak dapat ditebus.
Tentu saja, setelah beberapa waktu pemuda itu telah menerima akhir hidupnya. Hanya dua penyesalan tersisa, dia ingin memberikan skripsi yang belum selesai itu pada dosen pembimbingnya dan berterima kasih atas segala bimbingan yang telah ia terima selama ini. Selain itu dia ingin mengembalikan buku yang ia pinjam ke perpustakaan ini, buku itu terakhir kali masih berada di kamar kostnya, itu buku yang langka, jadi dia merasa bersalah jika tidak mengembalikannya.
Meskipun keinginan hantu ini lebih dari satu, Ezra tetap tersenyum lebar, apa lagi yang tidak memuaskan selain cara penebusan yang mudah ini?
Ezra memutuskan untuk segera mengeksekusinya, berdasarkan alamat yang diberikan oleh hantu itu, Ezra tiba di sebuah kost putra.
Setelah berbincang dengan pemilik kost, Ezra mengetahui fakta bahwa barang-barang milik hantu itu telah diambil oleh dosen pembimbingnya.
"Hubunganmu dengan dosen pembimbingmu sangat baik, ya?" Ezra yang kemudian harus pergi ke alamat baru lagi, tidak mempermasalahkannya, hanya menggoda hantu itu.
"Ya, dia seperti seorang ayah bagiku. Sebagai anak yatim piatu, dia telah merawatku sejak masih mahasiswa baru, dia lebih menyayangiku dibandingkan mahasiswa bimbingannya yang lain, terkadang aku berharap aku benar-benar anaknya." Hantu pemuda itu menjawab dengan senyum tipis, sebuah senyum indah yang jarang bisa muncul dari seorang hantu.