dari kisah nya tentang kehidupan seorang wanita tangguh bernama Rana yang hidup nya penuh liku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia usman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25
sudah setahun kehidupan ku disini sangat nyaman walaupun tinggal di rumah sederhana di tengah kebun, setiap hari aku dan suamiku sibuk di ladang yang baru kami buka, dan rencana nya kami akan menanam padi dan sayuran, lahan di depan rumah juga kutanami apotik hidup cabai, tomat dll, tak jauh dari rumah juga ada kolam ikan, buatan suamiku, di kolam juga ada berbagai macam ikan ada gurame, nila ikan mas dan lele, sedangkan di belakang rumah suamiku membuat kandang unggas juga, kami memelihara bebek dan juga ayam kampung, jadi ibarat kata, rumah ku adalah surga ku, karang segala yang di butuhkan untuk makan sehari hari sudah terpenuhi, hanya kebutuhan lain saja yang perlu membeli seperti sabun dan garam, sementara minyak goreng aku membuat sendiri dari buah kelapa yang berada di batas kebun lumayan walupun cuma 10 batang.
suamiku terkadang juga suka keluar desa, jika ada panggilan untuk menjadi tukang masak di hajatan, karna suamiku ternyata sangat ahli meracik bubu masakan , bahkan kue kue tradisional yang aku tidak bisa suami bisa membuat nya, semua itu dia dapat sewaktu masih bujang dulu dia pernah bekerja di restoran di kota.
terkadang suami ku masih di panggil oleh bosnya yang dulu sewatu masih berkerja di perkebunan sebelum punya kebun sendiri. untuk membantu panen atau penjualan ke kota, jadi lumayan lah soal ke uagan kami juga tidak masalah,
suami ku selalu memanjakan ku dan meratukan ku sesuai janji nya dulu, terkadang aku malu sendiri, setiap bangun tidur masakan pun sudah terhidang, suamiku tidak mempermasalahkan aku bangun jam berapa Karana baginya kebahagian istri adalah kebahagian suami, pernah suatu hari aku bertanya kenapa dia melakukan semua ini
dia hanya menjawab, istri bahagia maka rezeki akan lancar.
.
.
hari ini aku rencana nya ingin membantu suamiku, di ladang panen sayuran tapi entah kenapa kepalaku pusing dan tidak enak badan bahkan melihat matahari saja rasa nya mual sekali. dak kebetulan sekali kemarin adik iparku yang perempuan yang bernama Anita datang berkunjung
" hoek hoekkk" muak sekali, Anita tolong tutup gorden nya aku mual, liat matahari"! teriaku pada anita
" lho aneh liat matahari kok mual"
" gak tau aku juga" kawanku asal
" terus gimana kata nya mau ikut panen" tanya Anita
" kamu sajalah nit yang bantuin abang kamu, kan lumayan nanti dapat upah"! kataku lagi
" enggak kak aku mau ngelamar kerja di kebun juragan wawan"
" eh, kerja, emang kamu mau netap disini?"
" iya kalo betah"
" ya udah sana, tapi kasih kabar dulu ke abang kalo aku gak jadi bantuin biar abang kamu gak nunggu nunggu"
" iya deh, baik baik di rumah kak, kalo pusing tidur aja lagi" lalu Anita pun pergi mencari abang nya,
tak lama kemudian terdengar suara pintu di buka tergesa, dengan mata berat aku paksakan membuka mata, ternyata itu suami ku, dengan langkah lebar dan nafas ngosngosan seperti nya dia abis berlari, ketika di sampai di hadapan ku dia langsung mengecek dahiku mungkin dia kira aku demam,
" sayang kamu demam ya, tapi kok tidak panas ya? kata Anita kamu mual sama pusing?"
" iya" kata ku lirih
kita berobat ya sayang? aku takut kamu kenapa kenapa? kata suamiku tampak khawatir sekali
tapi aku hanya tersenyum saja " tidak usah bang"
" lho ... kenapa?"
" ini kayak waktu aku ngidam Sofia dulu deh bang, beda nya hanya liat matahari aku lebih mual"
suamiku hanya melongo saja mendengar perkataan ku,
" jadi kamu hamil lagi sayang?" dengan mata berbinar tangan nya pun tak lepsa menggengam tangan ku,
" kalo gitu untuk mastiin aku beli tespeck dulu ya, biar pasti"
" iya bang"
.
.
setelah tau aku hamil lagi, bang Aska tak pernah membiarkan ku mengerjakan apa pun, semua nya dia kerjakan apa lagi ada Anita juga yang membantu nya,, dia bekerja lebih keras, untuk mencari uang tambahan untuk persiapan persalinan ku nanti.
suatu hari aku memperhatikan wajah suami ku yang selalu murung seperti banyak beban aku pun memberanikan diri bertanya,
" bang ada apa, apa ada masalah kok keliatan murung, terus,?"
" tidak ada apa apa dek hanya lelah saja"
jawab nya sambil tersenyum
tapi aku masih curiga ada apa sebenar nya, aku pun menanyakan hal ini pada Anita tapi tidak ada jawaban pasti juga, kakak beradik ini kompak menyimpan rahasia dariku
semangat