kehidupan yg tidak pernah di ingin kan oleh Kang Hana, putri dari seorang wanita karir bernama Go Haeri dan almarhum suami nya yg bernama Kang Min Ho.
Hana adalah seorang gadis yg ceria, usia nya baru menginjak 20 tahun. ia juga seorang gadis yg rajin dan tekun belajar. Hana juga salah satu mahasiswi di Seoul National University (SNU)
2 tahun lagi ia akan menyelesaikan pendidikan S1 nya, namun semua berubah karena perjodohan yg di lakukan oleh ibu nya. kehidupan yg tadi nya baik-baik saja berubah menjadi kacau.
yuk ikuti cerita nya.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Nanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Hana pun kembali duduk "terimakasih sudah mau merawat ku" ucap Jimin melihat nya
"apa yg kau bicarakan. tentu saja aku akan merawat mu, kau suami ku. walaupun aku tidak tau, apa aku akan memiliki ruang di hati mu atau tidak. tapi aku melakukan semua nya dengan tulus. "
"bagaimana dengan mu!?? apa aku memiliki ruang itu"
"emm... aku sedang berusaha menempatkan mu di sana. " Hana pun beranjak bangun dan membantu Jimin berbaring "sekarang istirahat lah. aku akan pergi keluar sebentar untuk membeli beberapa bahan makanan yg bisa kita setok di sini. karena kita tidak tau berapa lama kita di sini. "
Jimin pun menurut, dan berbaring sesuai perintah Hana.
Hana pun baru makan makanan yg sudah ia pesan tadi. setelah Hana selesai makan, ia pun melihat Jimin yg sudah tidur.
Hana meraih ponsel nya dan menelfon ibu nya "ibu.... "
"sayang... kau baik-baik saja nak!?? "
"baik bu, aku baik. ibu bagaimana!?? "
"ibu juga baik. bagaimana disana!?? "
"di sini, ya beginilah bu. tapi bu, seperti nya aku belum tau kapan akan kembali"
"ouh, apa ada masalah sayang!?? "
"sebenarnya bukan masalah bu. "
"lalu..!? "
"harus nya kami bertemu dokter hari ini, namun Jimin tiba-tiba demam tinggi. jadi kami menjadwalkan ulang pertemuan nya, dan itu 3 hari lagi. setelah pertemuan pertama dengan dokter baru akan di putuskan, berapa lama lagi kami akan di sini" jelas Hana
"ouh begitu. tidak masalah sayang, selama kau tidak kesulitan juga tidak masalah kan"
"bagaimana dengan ibu... "
"ibu baik-baik saja, kau jangan khawatir. ibu makan tepat waktu, juga minum obat. "
"benar kah, syukur lah kalau begitu. aku akan menelfon mu lagi, maaf mengganggu ibu pagi-pagi begini"
"tidak masalah sayang. jaga dirimu"
"ibu juga... "Hana pun menutup telfon nya, lalu beranjak untuk pergi ke mini market terdekat. Hana meninggalkan Jimin untuk membeli beberapa cemilan dan minuman.
setelah cukup lama berada di luar, Hana pun kembali ke hotel. tapi ia tidak melihat Jimin di atas ranjang.
Jimin pun keluar dari kamar mandi, Hana langsung menghampiri nya " oppa, apa sudah lebih baik sekarang!?? "
"hemm.... " Jimin pun duduk di tepi ranjang "kau baru pulang!?? "
"iya... apa kau butuh sesuatu!?? atau lapar!? aku akan memesan layanan kamar. "
"bagaimana kalau makan di luar!? aku tau dimana restoran yg enak dekat sini!?? "
"apa kau yakin sudah pulih!?? " tanya Hana mencoba meyakinkan
"tentu... "
"memang raut wajah nya sudah tidak seperti tadi pucat nya, berarti dia memang sudah pulih" ucap Hana dalam hati namun tak melepas pandangan nya pada Jimin.
"Hana.... "
"hemm... "
"kenapa diam saja!?? kau mau atau tidak?? "
"iya aku mau, tapi sekarang masih jam 05.00 sore" Hana melihat jam tangan nya
"tidak apa, kau bersiap saja dulu."
"ooh begitu, baiklah aku akan mandi dulu"
Hana pun berlalu ke kamar mandi, Jimin hanya tersenyum melihat nya. Jimin pun meraih ponsel nya dan menghidupkan nya. karena Jimin sengaja mematikan malam tadi. Jimin pun menelfon seseorang.
"halo tuan Jimin... " terdengar sapaan yg ramah di telfon dengan menggunakan bahasa Inggris
"ooh halo Martin... " Jimin juga menjawab dengan bahasa Inggris
"tuan, kau menelfon. apa kau sedang di LA"
"benar... "
"suatu kejutan kalau begitu. apa ada yg bisa ku bantu!?? "
"ya... tolong kau cari orang untuk membersihkan villa ibu ku, dan beli lah beberapa setel pakaian wanita yg pantas. aku mau besok sudah siap" ucap Jimin kepada seseorang bernama Martin itu
"besok tuan... baik, aku akan mengabari mu setelah siap. emm tuan, apakah kau akan tinggal di sini lagi!?? "
"hemm, aku akan tinggal beberapa hari. dan ya, bisakah kau mengirimkan mobil besok ke hotel Beverly Wilshire"
"tentu saja tuan, semua akan ku siapkan sesuai yg kau minta"
"baiklah Martin, terimakasih banyak"
"sama-sama tuan"
telfon pun terputus. Jimin pun berdiri di dekat jendela memandang ke luar. ternyata orang yg bernama Martin itu adalah tangan kanan kepercayaan nyonya Min Seo di Los Angeles. mereka juga punya Villa mewah di sana.
tadi nya Jimin tidak ingin membawa Hana ke Villa keluarga nya. namun, mereka belum tau juga kapan mereka akan kembali ke Korea.
******
saat itu, nyonya Min Seo sedang ada di kantor. dia sedang bersiap untuk rapat penting, saat itu ponsel nya pun berbunyi.
nyonya Min Seo pun melihat nya, ia mengerutkan kening nya namun tetap mengangkat nya. "halo Martin... "
"halo nona... apa aku mengganggu!?? "
"sekarang tidak, aku sedang bersiap untuk meeting. ada hal apa yg membuatmu menelfon!? "
"begini nyonya. tuan Jimin tadi menelfon ku, kata nya akan menginap di Villa untuk beberapa hari. tuan juga meminta ku untuk menyiapkan beberapa pakaian wanita. aku menelfon hanya memberitahu itu nyonya"