Anita tak pernah menyangka bahwa dia akan hidup abadi akibat kutukan dari keluarganya yang tewas karena ulahnya.
Seluruh keluarga Anita tewas oleh pengkhianatan sahabat karibnya bernama Samantha yang menjebak Anita berbuat jahat mengikuti kemauannya.
Selama dua ratus tahun, Anita hidup dalam ketidakpastian yang menyakitkan hatinya, dia kesepian, sendirian, tak punya keluarga lagi namun dia abadi.
Anita bertekad akan mengubah hidupnya menjadi lebih baik jika seandainya Tuhan Yang Maha Esa memberinya sebuah kesempatan baru untuk memulai hidupnya jika dia berkeluarga lagi. Dan Anita berharap Tuhan mempertemukan dia dengan keluarganya di kehidupan baru nantinya.
Mampukah Anita berubah dan menjadi ibu tiri yang baik hati ?
Mari kita ikuti serialnya, ya, pemirsa dan terima kasih telah membaca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 25 TARSIUS MEMBUAT KEKACAUAN
Tiba-tiba, Tarsius Wilson yang sedang melompat-lompat di atas meja, tidak sengaja menjatuhkan gelas minuman Azka. Gelas itu jatuh ke atas meja dan minuman yang ada di dalamnya tumpah ke atas pizza yang baru saja disajikan.
Azka langsung terkejut dan marah, "Tarsius! Lihat apa yang kamu lakukan! Pizza saya!"
Tarsius Wilson yang sadar telah melakukan kesalahan, langsung melompat ke bawah meja dan bersembunyi di balik kaki Anita Tumbler.
Anita Tumbler yang kaget, langsung meminta maaf kepada pramusaji dan meminta mereka untuk mengganti pizza yang rusak. "Maaf, saya minta maaf. Bisa tolong diganti dengan pizza yang baru?"
Pramusaji yang ramah langsung meminta maaf dan mengganti pizza yang rusak dengan yang baru. "Tentu, saya minta maaf atas kejadian ini. Saya akan segera mengganti dengan pizza yang baru."
Azka yang masih marah, tidak bisa tidak tertawa melihat Tarsius Wilson yang bersembunyi di balik kaki Anita Tumbler. "Haha, Tarsius kamu memang lucu!"
Anita Tumbler tersenyum dan memeluk Azka, "Maaf ya, sayang. Aku tahu kamu sangat suka pizza itu."
Azka akhirnya memaafkan Tarsius Wilson dan malah tertawa melihat tingkah lucu Tarsius yang masih bersembunyi di balik kaki Anita Tumbler. "Haha, Tarsius, keluarlah dari sana! Aku tidak marah lagi," kata Azka sambil tersenyum.
Tarsius Wilson yang merasa aman, perlahan-lahan keluar dari balik kaki Anita Tumbler dan melompat ke atas meja lagi, seperti tidak terjadi apa-apa.
Azka dan Anita Tumbler tidak bisa tidak tertawa melihat tingkah lucu Tarsius Wilson.
Setelah beberapa saat, pizza yang baru akhirnya tiba. Azka dan Alana langsung menyerbu pizza tersebut dengan lahap. Tarsius Wilson juga ikut serta, tetapi dengan cara yang lebih lucu, yaitu dengan mengambil potongan pizza kecil-kecil dan melompat-lompat di atas meja.
Anita Tumbler hanya bisa tersenyum melihat anak-anak tirinya dan Tarsius Wilson menikmati makan siang mereka. "Senang melihat kalian semua bahagia," kata Anita Tumbler sambil tersenyum.
Setelah makan siang, Anita Tumbler dan anak-anak tirinya memutuskan untuk pergi ke butik untuk mencari pakaian baru. Tarsius Wilson juga ikut serta, masih dengan semangatnya yang tinggi.
Saat mereka tiba di butik, Anita Tumbler langsung disambut oleh penjaga toko yang ramah. "Selamat datang di Butik Kami! Kami memiliki koleksi pakaian terbaru yang sangat stylish dan trendy."
Anita Tumbler tersenyum dan mulai mencari-cari pakaian yang sesuai dengan selera dan gayanya.
Azka dan Alana juga ikut serta, mencari pakaian yang mereka suka. Tarsius Wilson yang bosan dengan pakaian, malah bermain dengan asesoris dan perhiasan yang ada di toko.
Penjaga toko yang kaget melihat Tarsius Wilson bermain dengan perhiasan, langsung menghampiri Anita Tumbler. "Maaf, Ibu. Apakah itu... hewan peliharaan Anda?"
Anita Tumbler tersenyum dan meminta maaf. "Maaf, ya. Saya akan menjaga dia."
Anita Tumbler kemudian memilih beberapa pakaian yang dia suka dan meminta penjaga toko untuk membawakan ruang ganti. Saat dia mencoba pakaian-pakaian tersebut, Azka dan Alana menunggu di luar ruang ganti sambil bermain dengan Tarsius Wilson.
Tarsius Wilson yang masih bermain dengan asesoris dan perhiasan, tidak sengaja mengambil sebuah kalung yang mahal dan memasukkannya ke dalam mulutnya.
Penjaga toko yang melihat itu langsung panik dan berlari ke arah Tarsius Wilson.
"Ah tidak! Kalung itu sangat mahal! Tolong ambilkan itu dari mulutnya!" teriak penjaga toko.
Anita Tumbler yang mendengar teriakan itu, langsung keluar dari ruang ganti dan mengambil kalung itu dari mulut Tarsius Wilson. "Maaf, saya minta maaf. Saya akan membayar untuk kalung ini."
Anita Tumbler kemudian meminta maaf kepada penjaga toko dan menawarkan untuk membayar harga kalung tersebut. Penjaga toko yang masih terkejut dengan kejadian itu, menerima tawaran Anita Tumbler dan meminta maaf atas kejadian yang tidak terduga itu.
Harga kalung itu ternyata cukup mahal untuk ukuran sebuah aksesories, yaitu sebesar 5 juta rupiah. Anita Tumbler tidak keberatan untuk membayar harga tersebut karena dia ingin memastikan bahwa Tarsius Wilson tidak menimbulkan masalah lagi di toko.
"Baiklah, saya akan membayar harga kalung itu," kata Anita Tumbler sambil menyerahkan kartu kreditnya kepada penjaga toko.
Penjaga toko yang menerima pembayaran, mengucapkan terima kasih kepada Anita Tumbler dan berharap bahwa Tarsius Wilson tidak menimbulkan masalah lagi di toko.
"Terima kasih, Ibu. Semoga Tarsius Wilson tidak menimbulkan masalah lagi di toko kami," kata penjaga toko sambil menyerahkan nota pembayaran kepada Anita Tumbler.
Anita Tumbler tersenyum dan menerima nota pembayaran, lalu memasukkannya ke dalam dompetnya. "Tidak apa-apa, saya paham. Saya akan menjaga Tarsius Wilson dengan baik."
"Maaf, Ibu. Saya tidak bermaksud menuduh Anda tidak bisa menjaga hewan peliharaan Anda. Kalung itu memang sangat mahal, jadi saya khawatir," kata penjaga toko sambil tersenyum ramah pada Anita Tumbler.
Anita Tumbler tersenyum dan menerima kembalian uang dari penjaga toko. "Tidak apa-apa, saya paham. Saya juga khawatir jika Tarsius Wilson memecahkan sesuatu yang mahal."
Setelah menyelesaikan masalah kalung, Anita Tumbler kembali ke ruang ganti untuk mencoba pakaian yang lain.
Azka dan Alana yang menunggu di luar ruang ganti, masih bermain dengan Tarsius Wilson yang sudah tidak lagi memasukkan benda-benda ke dalam mulutnya.
Anita Tumbler kemudian meminta Azka dan Alana untuk memilih pakaian yang mereka suka, sementara dia sendiri akan mencoba beberapa pakaian yang sudah dipilih sebelumnya. Tarsius Wilson yang sudah tidak lagi menimbulkan masalah, ikut serta dengan Anita Tumbler ke ruang ganti.
"Azka, Alana, pilihlah pakaian yang kalian suka. Aku akan mencoba beberapa pakaian ini," kata Anita Tumbler sambil tersenyum.
Azka dan Alana langsung bersemangat dan mulai mencari-cari pakaian yang mereka suka. Tarsius Wilson yang bosan dengan ruang ganti, mulai bermain dengan pakaian yang ada di luar ruang ganti.
Anita Tumbler kemudian meminta Tarsius Wilson untuk membantu Azka dan Alana memilih pakaian yang sesuai dengan selera dan gaya mereka. Tarsius Wilson yang bisa bicara dengan Anita Tumbler, langsung menjawab dengan suara yang lucu.
"Baiklah, aku akan membantu mereka memilih pakaian yang sesuai! Tapi aku ingin memilih pakaian yang paling lucu dan unik!" kata Tarsius Wilson dengan suara yang tinggi.
Anita Tumbler tersenyum dan mengangguk. "Baiklah, Tarsius. Tapi pastikan kamu memilih pakaian yang sesuai dengan Azka dan Alana, ya."
Tarsius Wilson mengangguk dan langsung mulai memilih pakaian yang sesuai dengan Azka dan Alana
Tarsius Wilson yang sedang bermain dengan pakaian di luar ruang ganti, tiba-tiba berkata kepada Anita Tumbler, "Anita, aku rasa aku sudah menemukan pakaian yang sempurna untuk Azka dan Alana! Aku akan menunjukkannya kepada mereka!"
Anita Tumbler yang sedang mencoba pakaian di dalam ruang ganti, tersenyum dan menjawab, "Oh, bagus sekali, Tarsius! Tunjukkan saja kepada mereka, aku percaya dengan selera kamu."
Tarsius Wilson kemudian berlari ke arah Azka dan Alana, dan mulai menunjuk-nunjukkan pakaian yang dia pilih. Azka dan Alana yang tidak tahu bahwa Tarsius Wilson bisa berbicara dengan Anita Tumbler, hanya melihat Tarsius Wilson menunjuk-nunjukkan pakaian dan tersenyum.
Azka dan Alana yang melihat Tarsius Wilson bertingkah lucu seperti itu, langsung tertawa dan meminta Tarsius Wilson untuk menyerahkan pakaian pilihannya pada mereka berdua.
Azka memanggil Tarsius Wilson sembari mengulurkan tangannya ke depan.
"Kemarilah, Tarsius ! Berikan pakaian pilihanmu pada kami !"