NovelToon NovelToon
Dinginmu Menyentuhku: CEO Dan Gadis Pinggiran

Dinginmu Menyentuhku: CEO Dan Gadis Pinggiran

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Misteri
Popularitas:1
Nilai: 5
Nama Author: Richacymuts

Dunia mereka berbeda, tapi takdir mempertemukan hati yang kesepian.”

Sinopsis;Raina hanya ingin hidup tenang, bekerja keras untuk adik-adiknya. Tapi sebuah pertemuan di jalan sepi pinggiran Bogor mengubah semuanya. Julian Jae Hartmann, CEO muda yang dingin dan penuh rahasia, kini tergantung pada kebaikan gadis sederhana ini.

Di balik ketegasan Julian, tersimpan rahasia kelam, intrik keluarga, dan dendam masa lalu yang mengintai dari bayang-bayang. Dua hati yang berbeda dunia, terjebak oleh takdir, harus belajar mempercayai dan menyembuhkan luka masing-masing.
Akankah cinta mampu menembus dinding dingin dan rahasia yang mengelilingi mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Richacymuts, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25.BAYANGAN DI BALIK SENYUM MARKUS

Sudah genap satu bulan sejak Julian terakhir kali memberi kabar.

Biasanya keponakannya itu memang sibuk, tetapi tidak pernah selama ini. Dan pagi itu, ketika Markus berdiri di depan jendela kantornya yang tinggi, perasaan ganjil itu kembali menghantui dadanya. Bukan sekadar rindu akan kabar, tapi ada… kekosongan yang terasa salah.

“Sudah satu bulan…” gumamnya lirih, seolah sedang berbicara pada dirinya sendiri.

Markus menutup laptopnya lalu memanggil asistennya.

“Emma, tolong hubungi semua jalur resmi. Kantor pusat, klien Bandung, hotel tempat Julian terakhir menginap. Apa saja yang bisa menjelaskan kenapa dia menghilang selama ini.”

Nada suaranya penuh kepedulian seorang paman yang cemas—tenang, tetapi jelas menggambarkan kekhawatiran.

Asistennya mengangguk. “Tentu, Tuan Markus.”

Begitu Emma meninggalkan ruangan, Markus duduk kembali.

Wajahnya berubah sedikit, bukan menjadi kejam—melainkan terlalu datar untuk orang yang sedang mengkhawatirkan keluarga.

Ia membuka laci, mengambil ponsel kecil tanpa label. Ponsel yang tidak tersambung ke siapa pun kecuali beberapa orang tertentu yang bekerja di balik layar.

Ia menekan satu nomor.

Nada sambung hanya dua kali.

“Saya butuh kebenaran,” ucap Markus singkat.

Nada suaranya turun satu tingkat—lebih tajam, lebih dingin. “Apa pun yang tidak bisa didapatkan lewat jalur resmi. Saya ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Julian. Dan saya ingin jawabannya hari ini.”

Tidak ada tambahan penjelasan.

Tidak ada kata ‘tolong’.

Hanya perintah.

---

Dua jam kemudian, seseorang mengetuk pintu.

Pria berpakaian gelap sederhana masuk dan meletakkan sebuah map tipis di hadapan Markus.

“Tuan, ini… informasi mengenai Tuan Julian.”

Markus menerimanya dengan hati-hati, membuka halaman pertama.

Foto kecelakaan.

Mobil ringsek.

Jalan sepi.

Waktu kejadian.

Dan satu baris pendek yang terasa menghantam lebih keras dari apa pun:

‘Korban ditemukan tidak stabil. Menghilang setelahnya.’

Beberapa detik Markus diam.

Wajahnya sama sekali tidak menunjukkan keterkejutan—hanya ketenangan yang sulit dipahami.

“Jadi dia kecelakaan.”

Kalimatnya seperti bukan sebuah pertanyaan.

Pria itu ragu sejenak. “Tuan… ada hal lain.”

Markus mengangkat pandangan.

“Kecelakaan ini… kemungkinan besar di sengaja,Tuan Julian menghilang setelah kecelakaan itu terjadi.Dan belum di ketemukan hingga sekarang "

Ruangan mendadak terasa lebih hening.

Markus tak mengedip. “Bagaimana dengan asisten Julian? Daniel"

"Menurut informasi yang saya dapatkan asisten Daniel sekarang sedang berada di Indonesia, kemungkinan besar dia sedang mencari keberadaan tuan Julian.

“Jadi ada seseorang yang menginginkan Julian mati tanpa di ketemukan mayatnya?siapa dan apa motifnya Kamu belum tau?"

Markus menutup map tersebut perlahan, jari-jarinya bergerak lembut… terlalu lembut.

Sang informan hanya menggeleng pelan.

Senyumnya kembali—senyum ramah seorang paman yang cemas.

Namun dari dekat, ada sesuatu yang meleset sedikit… seperti sebuah retakan kecil di balik topeng kesempurnaan.

“Ada seseorang yang ingin dia menghilang,” Markus mengulang kalimat itu pelan. “Sangat menarik.”

Pria itu menelan ludah.

“Perintah selanjutnya, Tuan?”

“Cari dia,” jawab Markus halus, dengan nada yang membuat bulu kuduk meremang. “Cari si bayangan dan apa motifnya. Jangan berhenti sampai saya bilang berhenti.”

“Baik, Tuan.”

Pria itu keluar.

Pintu menutup.

Dan senyum Markus perlahan memudar… digantikan ekspresi dingin yang tidak pernah terlihat oleh siapa pun selama ini.

Ia menghela napas panjang, namun bukan napas panik atau sedih.

Lebih seperti seseorang yang baru saja menemukan potongan puzzle yang sudah lama ia cari.

“Jadi di mana kamu sekarang, Julian…”

Bisikannya nyaris tidak terdengar.

Nada itu bukan lega—lebih seperti rasa tertarik yang berbahaya.

Ketika Emma kembali membawakan daftar update baru, Markus sudah memasang wajah cemas lagi, seolah ia masih paman baik yang tidak tahu apa-apa.

Padahal pembaca kini mengerti:

Ada sesuatu yang gelap di balik ketenangan Markus.

Dan untuk pertama kalinya, bayangan itu mulai terlihat.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!