NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Gasekil (Gadis Seratus Kilo)

Mengejar Cinta Gasekil (Gadis Seratus Kilo)

Status: tamat
Genre:Cinta Karena Taruhan / Teen School/College / Diam-Diam Cinta / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Idola sekolah / Cintapertama / Tamat
Popularitas:46.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nana 17 Oktober

Raska adalah siswa paling tampan sekaligus pangeran sekolah yang disukai banyak gadis. Tapi bagi Elvara, gadis gendut yang cuek dan hanya fokus belajar, Raska bukan siapa-siapa. Justru karena sikap Elvara itu, teman-teman Raska meledek bahwa “gelar pangeran sekolah” miliknya tidak berarti apa-apa jika masih ada satu siswi yang tidak mengaguminya. Raska terjebak taruhan: ia harus membuat Elvara jatuh hati.

Awalnya semua terasa hanya permainan, sampai perhatian Raska pada Elvara berubah menjadi nyata. Saat Elvara diledek sebagai “putri kodok”, Raska berdiri membelanya.

Namun di malam kelulusan, sebuah insiden yang dipicu adik tiri Raska mengubah segalanya. Raska dan Elvara kehilangan kendali, dan hubungan itu meninggalkan luka yang tidak pernah mereka inginkan.

Bagaimana hubungan mereka setelah malam itu?

Yuk, ikuti ceritanya! Happy reading! 🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana 17 Oktober, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Dukungan Sosial

Sekolah kembali aktif setelah libur Sabtu–Minggu. Namun suasananya belum sepenuhnya kembali normal. Pembicaraan tentang insiden di pesta ulang tahun Vera kian ramai. Tentang Elvara yang terjatuh ke kolam dan Raska yang meloncat menyelamatkannya, masih mendominasi.

Gosip itu menyebar cepat, bukan hanya di grup kelas 12, tapi juga di kelas 10 dan 11. Semua orang membicarakannya.

Di barisan belakang kelas, Trio Komentator memerhatikan Raska yang tampak lesu. Mata sayunya, gerakannya yang lambat, hingga caranya menatap meja, semuanya berbeda dari biasanya.

Asep, Vicky, dan Gayus saling pandang, membaca kekhawatiran yang sama di wajah masing-masing. Tapi tidak ada yang bertanya. Mereka tahu timing adalah segalanya.

Mereka menunggu.

Saat bel istirahat pertama akhirnya berbunyi, Raska berdiri dari bangku tanpa sepatah kata. Trio Komentator langsung bangkit, mengikuti langkahnya keluar kelas seperti bayangan setia.

Koridor belakang sekolah sepi, hanya suara angin menerbangkan dedaunan.

Raska berdiri bersandar pada dinding batu yang dingin, wajahnya pucat, mata sedikit sayu. Trio komentator berdiri di depannya, saling pandang, menimbang kata.

Asep akhirnya yang pertama bicara, sesuai sifatnya yang impulsif, tapi kali ini suaranya lebih pelan dari biasanya.

“Lo baik-baik aja, Ras?”

Ada kekhawatiran murni di matanya. Tidak heboh, tidak lebay, hanya tulus.

Vicky, yang biasanya nyengir dan sok tahu, menyilangkan tangan, menatap Raska dari ujung kepala sampai kaki.

“Serius, Ras… wajah lo lesu banget. Bahkan sedikit pucat. Lo tuh pangeran sekolah, bukan zombie.”

Humornya ringan, tapi jelas ia khawatir.

Gaya sok ilmiah Gayus muncul otomatis seperti biasa. “Secara biologis, kondisi lo menunjukkan kurang tidur, stres emosional, atau stimulasi sistem saraf simpatik berlebihan. Dan...ya, gue bisa liat itu semua di muka lo.”

Ketiganya menatap Raska bersamaan.

Untuk beberapa detik, Raska hanya diam. Lalu ia menarik napas panjang, seperti mencoba menata detak jantungnya sendiri. Tatapannya melembut. Jauh lebih lembut dari biasanya. Ketika ia bicara, suaranya rendah, nyaris pelan.

“Thanks…” Ia menatap teman-temannya bergantian. “Lo semua… tetap ada buat gue. Tetap kayak biasa. Itu udah lebih dari cukup.”

Trio komentator terdiam sejenak. Mereka saling melirik, seolah memastikan mereka mendengar benar.

Lalu Asep mengangguk mantap, menepuk dada. “Kami gak bakal berubah, Ras. Lo bukan cuma temen buat kami.”

Vicky mengangguk, senyum tipis terangkat. Kali ini bukan senyum playboy, lebih seperti senyum saudara.

“Kami nggak bakal ninggalin lo, Ras. Mau lo marah, mau lo diam, mau lo… ya, sesetres apapun.”

Gayus mengangguk bijak, tangannya membentuk gestur dramatis seperti profesor. “Dan secara ilmiah, dukungan sosial itu ngebantu stabilin kondisi mental. Jadi bisa dibilang, kami adalah… bentuk vitamin terbaik yang lo punya.”

Raska mengembuskan napas pelan. Untuk pertama kalinya sejak pagi, garis tegang di bahunya sedikit melonggar. Ia menunduk sedikit, lalu menggeleng halus.

“…kalian emang nyebelin,” gumamnya lirih.

Tapi ujung bibirnya terangkat. Bukan senyum penuh, hanya sekelebat kecil… namun cukup untuk membuat trio komentator langsung saling melirik lega.

Asep, Vicky, dan Gayus saling tos pelan di belakang punggung Raska.

Mereka tahu satu hal pasti:

Raska boleh rapuh. Tapi selama mereka bertiga ada, dia nggak akan pernah jatuh sendirian.

***

Koridor kelas 11 hari itu gaduh seperti pasar.

Bian berlari menghampiri Roy yang baru keluar dari kelas. Suaranya heboh.

“ROY! LO UDAH LIAT CHAT GRUP DUA BELAS? GILA! RASKA... ANJIR, NYELAMETIN GASEKIL YANG TENGGELAM DI KOLAM! "

Roy berdeham ringan, ekspresinya datar, hanya sebelah alis sedikit naik. Seolah berita itu bukan apa-apa.

“Hmm? Gasekil?” Roy memutar bahu. “Ya wajarlah kalau gak bisa renang. Badannya berat.”

Bian jelas tak puas dengan reaksi Roy. "INI BUKAN SEKEDAR NYELAMETIN, ROY! ADA CPR SEGALA!”

Roy tertawa kecil, ringan, tapi tajam. Tawa yang hanya menutupi sesuatu. “CPR ya?” Roy menyeringai tipis. “Wuih, abang gue tuh. Profesional banget.”

Bian mengangkat tangan, menggeser ke kanan dan kiri dengan cepat.

“Bukan cuma CPR, Roy! Napas buatan! Napas buatan! Kayak di drama Korea! Temen-temen cewek kita pada histeris! Raska, Roy! RASKA! Lo bayangin! Pangeran sekolah nyelametin cewek paling… ya lo tau sendiri lah! Semua orang ngomongin! Grup sepuluh sampe sebelas juga rame!””

Roy terdiam sebentar. Senyumnya tetap sama, tapi rahangnya mengeras halus, nyaris tak terlihat.

"CPR? Napas buatan? Seriusan Raska sejauh itu? Sama si gendut itu?"

Taruhan yang awalnya Roy kira akan ia menangkan dengan mudah… mendadak terasa nggak sesuai ekspektasi.

Bisa jadi Elvara luluh.

Bisa jadi Elvara beneran jatuh hati.

Dan kalau itu terjadi, Raska menang.

Roy mengatupkan rahang. Tapi tak lama, senyum manipulatifnya kembali muncul. Senyum yang dilatih sejak kecil oleh ibunya.

“Biarin aja,” ucapnya santai, padahal pikirannya jauh lebih gelap dari itu. “Gue yakin Gasekil gak bakal gampang baper. Dia tipe cewek yang mikir logis. Mana ada pangeran sekolah beneran suka sama dia yang… ya, lo tau sendiri.”

Ia menepuk bahu Bian. “Lima bulan gak bakal cukup buat bikin Gasekil luluh sama Raska.”

Bian mengangguk ragu. “Iya sih… tapi kalau terus kayak gini, gimana nggak luluh? Semua orang bilang sejutek-juteknya Elvara pasti bakal melting kalau diperlakuin begitu.”

Roy terdiam lagi. Untuk kedua kalinya. Ada sesuatu di dada Roy yang mengeras. Bukan rasa peduli, tapi ancaman.

Raska terlihat terlalu totalitas mendekati Elvara. Situasi bahkan seperti… berpihak pada mereka.

"Ini gak boleh dibiarkan berkembang."

Roy akhirnya tersenyum. Sinis. Gelap. Senyum khasnya.

“Tenang, Bian. Gue bakal pastiin Gasekil gak bakal baper apalagi jatuh cinta sama Raska.”

Bian memicing bingung. “Caranya?”

Roy mengangkat dagunya, memasang tatapan licik yang hanya dimiliki seseorang yang rela melakukan apa pun demi ambisi.

“Dengan cara yang bikin cewek kayak Gasekil mustahil baper.”

Bian langsung melongo. “LO MAU NGAPAIN?!”

Roy memasukkan kedua tangan ke saku, melangkah pergi dengan aura misterius yang bikin bulu kuduk berdiri.

“Ntar lo lihat sendiri.”

Bian menghela napas. “Misterius banget sih orang ini…”

Roy hanya tertawa pelan. Dalam hati ia sudah mengambil keputusan:

Raska tidak boleh menang. Ini bukan sekadar taruhan. Ini tentang posisi waris. Tentang masa depan. Tentang siapa yang akan menguasai segalanya.

Dan Elvara?

Jika gadis itu menjadi celah kegagalan… Roy akan menutup celah itu.

Dengan cara apa pun.

***

Raska menemukan Elvara di bawah pohon kesukaan mereka, tempat yang selalu tenang meski seluruh sekolah ramai. Elvara duduk bersandar sambil membaca buku, satu tangan memegang keripik.

Trio komentator mengekor di belakang Raska, seperti tiga pengawal dengan gaya masing-masing.

“Lo udah sehat?” tanya Raska pelan sambil duduk di sebelahnya.

Elvara tak menoleh. “Hum.”

Trio komentator saling melirik, jawaban standar Gasekil detected.

Raska berdehem pelan, mencoba terdengar santai. “Sebenarnya… gimana kejadian kemarin? Kenapa lo dan Bella bisa jatuh ke kolam?”

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

1
Kyky ANi
ngak sabar baca kisah selanjutnya,, pasti makin seru,,,
Kyky ANi
kasian Elvara,, dia pasti sakit banget dengar ini semua,,
Kyky ANi
mungkin,orang2, akan aneh, melihat Raska yang tampan berjalan bersama Elvara yang size jombo,, tapi Raska tidak peduli,,karna dia bahagia,, bersama Elvara,,
Kyky ANi
bagus deh, kalau Elvara mau nikah siri sama Raska,, dan semoga tidak ada tahu,, sampai saatnya tiba,,
naifa Al Adlin
top bgt buat kak nana
🌠Naπa Kiarra🍁: Terima kasih KK 🤗🤗🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Kyky ANi
benar yang dikatakan Raska, Elvara ,,, kalian nikah siri dulu,, supaya lebih aman kedepannya,,
Ass Yfa
lanjut part 2. yg dewasa...mereka ketemu setelah dewasakah
Kyky ANi
Raska dan Elvara,, terpengaruh obat, yang diberikan pelayan itu,, gimana ya,, kalau mereka sadar nanti,,,
Ass Yfa
duh..Vara kecewa berat...apa Raska bisa yakinin si Vara
Kyky ANi
siapa ya, kira2 yang akan meminum gelas itu,,
Ass Yfa
oh ternyata saksinya dari ustad...mereka 17thn tapi harus dewasa dini...huh kalo itu ankku kok nggk rela😄😄😄aku juga pubya bujang...bikin dar der dor...
Ass Yfa
menikah siri harusnya juga ada saksi kan....kalo ndak salah...2 orang...tadi ada saksi ndak thor
Ass Yfa
insting Asep nggk pernah salah....itu di Raska tidure nyenyak lo berkat Vara...trs mukanya bercahaya kata si Asep yaiyalah..dpt asupan vitamin😁😁
Kyky ANi
semoga Raska,Elvara, dan teman2nya lulus ya,,
Ass Yfa
wah...kejadian juga..Vara ama Raska...tapi siapa cowok yg ama Bella...bukan Roy lo...Bella aja nggk kenal
sunshine wings
I really enjoy this novel.. From the beginning till the end of season 1.. Banyak suka dukanya melibatkan emosi sesaat.. I really loved it.. 👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
sunshine wings: 🫶🏻🫶🏻🫶🏻🫶🏻🫶🏻
total 2 replies
sunshine wings
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻❤️❤️❤️❤️❤️
sunshine wings
Trima kasih author kerana banyak memberi wejangan kehidupan di dunia nyata.. I really appreciate it and loved the novel very much..❤️❤️❤️❤️❤️
Kyky ANi
Good,, trio komentator,, kalian adalah sahabat terbaik Raska,,
Siti Jumiati
udah tamat aja, nyesek deh bacanya, kasihan elvara dan rasa...
makasih kan nana atas karya-karya lanjut ke sesok 2...💪💪💪
🌠Naπa Kiarra🍁: Sama-sama, Kak🤗🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!