NovelToon NovelToon
Aku Dia Dan Dirimu

Aku Dia Dan Dirimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Hamil di luar nikah / Cinta Terlarang / Nikah Kontrak
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Erny Su

"Aku tidak pernah memaksa siapapun untuk mencintai ku, dan jika pun cinta segitiga ini tetap harus berlanjut maka aku akan pastikan bahwa aku akan menjadi pemenang nya. apapun yang terjadi nantinya." ucap Daisy yang sudah putus asa karena tidak bisa melepaskan diri dari cinta yang terus membelenggu nya.

Dengan luka dan tetes air mata gadis cantik itu melanjutkan langkahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erny Su, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Sampai keesokan harinya Daisy pun sudah kembali menjalani harinya seperti biasanya, jika tidak ada jadwal operasi dia akan membantu dokter lainnya di bagian dalam.

Tapi jadwal operasi itu tidak pernah sepi, bahkan dirumah sakit itu seakan tidak pernah kekurangan pasien dengan kondisi yang sudah cukup parah dari setiap dokter yang menangani penyakit di setiap bagian nya selalu penuh.

Karena rumah sakit tempat Daisy bekerja adalah rumah sakit terbesar di kota itu dan dari rumah sakit manapun yang tidak dapat menangani pasien dengan kondisi yang sudah sangat parah pasti akan dirujuk kesana karena disana adalah rumah sakit dengan perlengkapan medis paling lengkap.

Tapi disana juga masih melayani pasien dengan sakit ringan seperti biasanya, termasuk di bagian poli anak yang saat ini dijalani oleh Jeny dan rekan kerja nya.

Sementara Fathan di bagian umum, Fathan lebih memilih untuk menjadi dokter umum bukan karena dia tidak punya biaya untuk melanjutkan kuliah, tapi menjadi dokter umum adalah cita-cita nya karena dengan begitu dia bisa menangani pasien dengan segala macam keluhan penyakit.

Dia juga bisa ditempatkan dimana saja tanpa harus terus pada pasien yang terus menerus menjadi tanggung jawabnya sampai dia selesai dirawat.

Fathan ditempatkan di IGD saat ini itulah kenapa dia bisa menangani Daisy saat Daisy masuk rumah sakit dan dirawat disana.

Dan ini adalah kali pertamanya bertemu dengan santainya bersama Daisy Jeny dan Tiana yang datang dengan membawa Adam putra Daisy karena saat ini dia tidak bisa menjaga Adam lebih lama karena harus mengikuti sidang perdana kasus penggelap uang perusahaan yang dilakukan oleh tuan Davidson melalui kaki tangan nya yang kini menjadi tersangka nya.

Sementara Aksa tidak hadir disana karena dia harus mengurus kepulangan sang daddy yang kini sudah dinyatakan sehat sepenuhnya pasca operasi dan hanya harus melakukan cek up setelah nya untuk memastikan semuanya baik-baik saja.

Daisy sendiri yang tengah beristirahat di kantin rumah sakit bersama kedua sahabatnya itu pun kini sibuk dengan putranya Adam yang terus berceloteh sambil memakan makan siang nya yang dibawakan oleh Tiana saat dia mengantar nya kesana.

"Dy dimana daddy nya Adam kenapa tidak ada saat kamu sakit kemarin?"ujar Fathan yang akhirnya mengungkapkan rasa penasaran nya itu.

"Hm... Dia sudah tiada."jawab Daisy yang kini membuat Jeny menoleh dengan refleks kearah Daisy.

"Sisi kakak ku masih hidup."ucap Jeny yang kini membuat Daisy menggeleng pelan.

"Apa kamu percaya bahwa dia putra Aksa disaat ayah dan ibunya berkewarganegaraan berbeda, ditambah lagi aku pun tau saat Adam masih dalam kandungan meskipun aku tidak tau saat Adam dilahirkan karena saat itu mereka sedang berada di luar negeri."ucap Daisy dengan gamblang.

Jeny pun terdiam, tapi Aksa bilang bahwa Adam benar-benar putranya. Hingga Jeny berpikir bahwa mungkin Daisy mengalami amnesia saat hamil.

"Sayang jangan berlarian mommy tidak bisa mengejar mu, mommy sudah sangat lelah."ucap Daisy.

Adam pun berhenti tapi saat itu jantung Daisy hampir copot saat Adam hampir tertabrak oleh seseorang yang kini hampir terjatuh karena ngerem mendadak.

"Oh my God, bagaimana bisa anak kecil berkeliaran sendirian tanpa pengawasan,"ujarnya yang kini tidak peduli dengan Adam yang terjatuh di lantai dan Daisy yang masih menggunakan jas blazer nya itu pun langsung membangunkan Adam dan memeluk nya dan dia gendong sambil berkata. "Maaf anak saya tidak sengaja."ucap Daisy yang kini membuat model cantik itu melirik bersama dengan asisten pribadinya yang sejak tadi mengikuti nya.

Sejak langkah wanita cantik itu terhenti, matanya membulat saat melihat Daisy dengan tatapan mata tak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini.

Gadis yang dulu menjadi alasan utama kenapa Aksa membatalkan rencana pernikahan mereka."Kau disini dan i ini putra mu?"ujar wanita cantik itu dengan tatapan tajam.

"Hm... Anda Tiana bukan, saya disini karena saya bekerja disini."ucap Daisy yang kini mengusap lembut puncak kepala putra semata wayangnya.

"Dasar wanita tidak tahu malu! sudah menghancurkan kebahagiaan orang lain masih berani menampakkan wajah didepan orang banyak! memang ya jalang seperti mu memang tidak punya malu, dan pantas saja calon suami ku lebih memilih mu, ternyata kau sudah memiliki anak darinya!"ujar Tiana dengan lantang nya.

"Jaga bicara anda! Siapa yang merebut siapa? sampai saat ini bahkan saya tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun apalagi dengan orang yang anda maksudkan!"balas Daisy.

"Oh mau mengelak, lalu bagaimana bisa wajah putra mu begitu mirip dengan Aksa Dimitri! Asal anda tau saja dia yang dulu telah membuat saya batal menikah! Dan jalang inilah yang telah merebut calon suami saya!"ujar Tiana yang semakin menjadi-jadi hingga membuat semua orang berkerumun dan menatap tidak percaya pada Daisy.

"Berhenti nona Tiana, dokter Daisy bahkan tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun. Dia masih lajang dan Adam adalah putra saya."ucap Fathan yang kini membuat semua orang menggosipkan mereka.

"Apa yang terjadi."ucap seseorang yang tidak lain adalah pimpinan rumah sakit tersebut.

"Honey kamu disini, aku hanya ingin komplain tentang dokter yang satu ini tolong pecat dia sekarang juga atau reputasi rumah sakit ini akan tercemar karena kehadiran pelakor ini."ujar Tiana yang ternyata adalah kekasih dari manager rumah sakit tersebut.

"Silahkan anda pecat saya, jika saya memang sudah tidak dibutuhkan lagi, dan tentunya harus ada alasan yang kuat untuk itu semua, karena saya bekerja disini pun atas permintaan atasan anda."ucap Daisy tegas.

"Kau menantang calon suamiku, bahkan setelah ini kau tidak akan pernah bisa bekerja dimanapun,"ucap Tiana yang kini justru membuat Daisy tersenyum.

"Saya tidak takut, sekalipun seluruh rumah sakit di negara ini menolak kehadiran saya, karena saya masih memiliki tempat di negara lain yang bahkan jauh lebih baik dari negara ini."ucap Daisy dengan tegas.

Tiana yang kini merasa ditantang pun langsung mengangkat tangan nya hendak menampar Daisy tapi tangan itu mengambang di udara karena Daisy dengan cepat menangkis tangan itu hingga wanita itu mengaduh kesakitan.

"Dokter Daisy anda di pecat!"ucap pria itu tegas.

"Siapa yang memberi mu izin untuk bertindak semena-mena disini, dan apa kesalahan nya hingga kau berani memecat dokter hebat seperti nya."ujar seseorang yang kini membuat raut wajah pria itu memucat karena dia melihat seseorang yang kini datang di antara kerumunan mereka.

"Ada apa ini?"ucap seseorang yang juga hadir disana.

"Mr Reynaldo, Mr Aksa,"lirih nya.

...*****...

"Saya tegaskan disini, dokter Daisy adalah dokter bedah terbaik yang saya undang secara langsung dari negara Jerman untuk menangani pasien yang sudah tidak bisa ditangani oleh dokter yang ada di rumah sakit ini. Jadi tidak ada siapapun yang bisa memecatnya selain saya."ucap pria pemilik rumah sakit tersebut.

Dan Aksa yang merupakan pemilik saham terbesar kedua di rumah sakit tersebut pun memperingati manager rumah sakit tersebut untuk tidak bersikap sewenang-wenang karena dia bisa memecat pria itu kapan saja jika dia mau, hingga pria itu tidak bisa berkutik.

Dan kini tatapan mata elang Aksa mengarah pada Tiana yang kini terlihat tidak takut sama sekali oleh Aksa."Dan untuk anda nona Tiana, saya memang memutuskan pertunangan kita karena saya memiliki alasan yang jelas, apa perlu saya buka semuanya disini sekarang juga."ucap Aksa yang kini langsung membuat wajah cantik itu menjadi pucat seketika itu juga Tiana langsung berbalik pergi meninggalkan kerumunan orang-orang yang kini memenuhi area kantin tersebut.

Bisik-bisik orang yang kini mempertanyakan bukti tersebut pun terdengar ramai di kuping Aksa dan yang lainnya yang kini berada di pihak Daisy.

"Maaf jika kehadiran saya sudah membuat kegaduhan di sini."ucap Daisy yang kini meminta maaf sambil tetap menggendong putranya Adam dia tidak melirik kearah Aksa yang kini justru tengah menatap lekat wajah cantik yang kini berpaling darinya.

"Dokter Daisy tunggu,"ucap Jeny dan juga dokter Fathan secara bersamaan, mereka membawakan peralatan makan Adam berikut handphone Daisy yang tertinggal di meja yang ada di kantin tersebut.

Sementara Aksa kini melirik kearah Reynal lalu berjalan menuju ruang dokter Daisy seperti ijin dari Reynal si pemilik rumah sakit tersebut.

Sesampainya disana dia melihat Daisy sedang berusaha untuk membuat Adam tenang, putra dari Daisy itu menangis karena dia takut ibunya disakiti oleh orang-orang yang tadi mengerumuni nya, ditambah lagi dia melihat secara langsung wanita cantik itu hampir menampar Daisy jika sang mommy tidak menangkisnya.

"Sayang kamu tenang ya, tidak akan ada orang yang akan berani menyakiti mu selama mommy disisimu,"ucap Daisy yang kini masih mendekap Adam.

"Tapi aunty jahat nenek sihir itu ingin menyakiti mommy, dia nenek sihir mom, kenapa daddy tidak lapor polisi."ucap Adam dengan Isak tangisnya itu.

"Adam sayang kamu bisa dengarkan mommy kan sayang? Tolong jangan panggil uncle Aksa dengan sebutan daddy lagi dia

"Honey!"ujar Aksa yang tidak terima dengan perkataan Daisy.

"Kenapa tuan, itu adalah kenyataannya. Putra saya Adam bukan anak anda! jadi tolong mulai sekarang jangan pernah temui kami lagi, jangan sampai orang lain menyakiti putra saya hanya karena salah faham. dia menganggap anda sebagai ayahnya karena Tia yang telah meracuni pikiran nya. Dia sendiri sebenarnya belum mengerti dengan jelas apa arti ayah baginya, dia hanya cemburu karena teman sekolahnya memiliki ayah yang mengantar nya ke sekolah nya."ucap Daisy dengan tegas.

"Honey aku daddy Adam dia putraku dan sebentar lagi hasil tes DNA itu akan sampai di tangan mu. Aku tidak tau bagaimana putraku bisa berada di tangan mu, tapi jangan khawatir aku tidak akan merebutnya darimu honey, kita akan segera menikah jadi tidak ada alasan untuk memisahkan mu darinya."ucap Aksa tegas.

"Perjanjian itu batal karena saya sudah putuskan untuk tidak berhubungan dengan anda lagi."ucap Daisy yang kini membuat Aksa kembali membuat Daisy terdiam seribu bahasa.

"Aku akan mempublikasikan hubungan kita detik ini juga agar semua orang tau bahwa kamu memang milikku dan karier mu hancur karena orang-orang yang akan menghakimi mu sebagai,

"Lakukan apapun yang ingin anda lakukan, sekalipun dunia ini mencemooh saya saya tidak akan pernah mundur."ucap Daisy tegas.

"Baiklah jika kamu sudah siap kehilangan Adam."ucap Aksa yang kini membuat Daisy tidak berdaya.

"Anda keterlaluan!"ujar Daisy yang kini menatap tajam kearah Aksa dengan air mata yang tidak terbendung lagi.

"Mommy hiks... Adam takut."ucap Adam.

"Maafkan mommy sayang, jangan takut ya, mommy minta maaf."ucap Daisy yang kini memeluk erat Adam.

"Adam sayang ayo ikut daddy, mommy sedang ada pasien."ucap Aksa dengan lembut.

"Adam akan tetap disini."ucap Daisy tegas.

"Honey dia masih anak-anak dan bukankah kamu tau sendiri bahwa ini sangat berbahaya bagi Adam dan kamu sendiri tau tentang itu."ucap Aksa.

"Faris tolong minta mereka mengantri sesuai antrian, saya akan bersiap."ucap Daisy yang justru malah mengalihkan pembicaraan hingga saat Aksa meraih Adam dan membawanya keluar ruangan Daisy benar-benar tidak bisa berkutik karena diluar benar-benar sudah mengantri pasien yang harus ia tangani karena saat ini dia sedang menggantikan posisi dokter dalam di poli dalam.

Daisy yang menyandang gelar dokter spesialis dalam dan bedah pun bisa mengerjakan pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya saat diperlukan, mungkin itu adalah hal yang tidak mungkin bagi yang lainnya, tapi itulah Daisy yang dengan gigih mendapatkan gelar nya itu secara bersamaan.

Dunia kuliah nya yang sangat panjang dan ilmu yang cukup untuk bekal baginya menangani pasien dengan keluhan khusus tersebut.

Daisy pun langsung bergegas menemui pasien yang harus dia periksa yang kini sudah dipersilahkan untuk berbaring di atas bed pasien.

Daisy pun memeriksa pasien tersebut dengan sangat teliti, dia akan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut jika ternyata pasien tidak hanya memiliki satu keluhan saja selain di bagian dalam dan resep obat yang sama dengan surat rujukan untuk pemeriksaan lain pun diberikan.

Setelah itu pasien berikut nya, Daisy pun kembali memeriksa pasien hingga akhirnya Daisy harus pulang terlambat sementara Adan sudah kembali ke rumah mereka diantar oleh Jeny.

Sementara Aksa tadi mendadak ada pekerjaan yang tidak bisa ditunda. Daisy yang pulang dengan tubuh lelah dan pikiran nya yang berkecamuk pun langsung bersih-bersih dan makan malam sendiri sampai saat Tiana kembali dengan senyum dipaksakan karena dia sendiri pun baru pulang kerja dan terlihat begitu lelah.

"Sudah makan, makanlah dulu sebelum istirahat?"ujar Daisy yang kini bangkit dari duduknya dan menghampiri Tiana yang justru malah berdiri dengan tatapan mata penuh rasa bersalah terhadap Daisy.

Mungkin berita tentang kekacauan yang terjadi pada Daisy siang tadi sudah sampai padanya mengingat Kris memiliki banyak anak buah dan selama ini selalu memberikan informasi dengan cepat.

"Maaf Dy, aku tidak tau akan seperti ini.

1
Rosdiana Rosdiana
msh ada lanjutannyakh tor?
Erny Su: Tentunya ditunggu ya 🙏
total 1 replies
Syamsiar Samude
bingung ceritaxthor knpa Aksa dibikin jatuh hati sama daesy pdhl sdh mw brtunangan malas rasax lanjut baca bila sll bikn greget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!