NovelToon NovelToon
Balas Dendam Istri Yang Dikhianati

Balas Dendam Istri Yang Dikhianati

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam pengganti
Popularitas:14.9k
Nilai: 5
Nama Author: Fazilla Shanum

Aira memergoki suaminya selingkuh dengan alasan yang membuat Aira sesak.
Irwan, suaminya selingkuh hanya karena bosan dan tidak mau mempunyai istri gendut sepertinya.

akankah Aira bertahan bersama Irwan atau bangkit dan membalas semuanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fazilla Shanum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Janji di Balik Luka

Keluarga Darma itu pun akhirnya makan malam dalam diam. Terutama Dion sangat lahap menghabiskan makanan yang di buat oleh Mamanya itu.

"Kak Dion kayak nggak makan satu tahun aja!" ledek Damian.

"Kamu kan sering makan masakan Mama, kalau kakak kan jarang. Sulit banget nyari chef yang bisa setara sama masakan Mama. Makannya pas pulang kesini, kakak tuh harus lahap," jawab Dion.

"Lebay banget," cibir Damian.

Dion tidak menggubris, ia fokus untuk menghabiskan makanannya.

Setelah beberapa menit kemudian, mereka selesai makan malam bersama. Masakan Mamanya itu memang paling the best tidak ada bandingannya.

"Nginep disini satu minggu, ya kak?" pinta Bu Asha. Ia ingin memperbaiki hubungan suaminya dan juga anaknya.

Damian menoleh, ingin tahu respon kakaknya akan seperti apa.

"Aku sih pengen Ma, tapi gimana ya? Dua hari lagi kayaknya aku harus ke luar negeri lagi," jawab Dion.

"Ya tinggal reschedule aja sih jadwalnya. Ini keinginan Mama lho," ucap Damian.

"Jangan Damian. Mama tau Dion pasti sulit banget buat jadwalnya itu, nggak apa-apa kalau emang nggak bisa. Yang penting tiap ada waktu luang, kamu usahakan pulang. Jangan nunggu Mama suruh dulu," ucap Bu Asha.

"Iya Ma," jawab Dion.

"Ngomong-ngomong Papa belum pulang?" tanya Dion.

Dion dan Papanya sudah satu tahun tidak pernah bertemu dengan Papanya. Ia sangat kecewa dengan kelakuan Papanya dan membuatnya Mamanya sedih.

"Papa lagi sakit dan ada di kamar. Tapi Papa minta agar Mama nggak ngasih tau kamu, Papa nggak pengen kamu pergi dari rumah kalau tau Papa ada disini," jawab Bu Asha dengan pelan. Ia berharap Dion mau memaafkan Papanya.

"Kalau udah sakit aja baru inget pulang ke rumah, lagian Mama kenapa mau sih menampungnya. Biarin aja dia pulang ke rumah selingkuhannya," sahut Dion dengan kesal, karena lagi dan lagi Mamanya itu mau aja dibodohi oleh Papanya.

"Mau sejelek apapun sikap Papa, dia tetap suami Mama. Udah seharusnya Mama yang merawatnya kalau Pap lagi sakit kan?"

"Nanti kalau nanti sembuh, Papa pasti akan melupakan semua yang telah Mama lakukan selama ini pada Papa," jawab Dion dengan sedikit penekanan agar Mamanya itu mau berpikir dengan logis.

Damian hanya bisa terdiam. Ia tidak ingin ikut cekcok dengan kakaknya, karena apa yang dibilang oleh kakaknya itu memang sangat benar.

"Kita nggak akan tau kapan takdir akan membolak-balikkan hati manusia. Jangan selalu berburuk sangka pada takdir, Dion. Begitupun dengan hubungan Mama dan Papa, siapa tau setelah ini Papa berubah. Jangan pernah berhenti berdoa dan yakin aja sama takdir. Mama juga nggak terlalu banyak menuntut, cukup melihat kalian berdua sehat, dan segera memiliki istri udah membuat Mama senang," jawab Bu Asha dengan bijak.

"Tapi kita berdua sebagai anak justru memikirkan kebahagiaan Mama. Sudah lama aku minta Mama agar bercerai aja dengan pria tukang selingkuh seperti Papa," ucap Dion semakin berapi-api.

"Kamu selalu tau jawaban Mama gimana kan, Nak? Allah nggak tidur, semua doa yang Mama panjatkan selama ini pasti akan ada jawabannya. Mama akan terus mempertahankan ini sampai kapanpun. Mama nggak akan pernah sakit hati, karena hati Mama sepenuhnya Mama sandarkan pada Tuhan. Mama masih belum mendapatkan jawaban untuk bercerai dalam setiap mimpi Mama. Itu alesan Mama terus mempertahankan pernikahan ini," ucap Bu Asha menjelaskan.

Ia harus bisa memberikan pengertian pada Dion dan juga Damian agar keduanya tidak terus saja mendesaknya untuk bercerai dengan suaminya.

Dion menghela napas panjang mendengar jawaban Mamanya. Karena jika sudah berurusan dengan takdir dan kehendak Tuhan. Dion juga tahu jika Mamanya tidak akan mungkin bisa digoyahkan.

"Apa kamu nggak ingin menjenguk Papa?" tanya Bu Asha dengan pelan sambil memegang lengan Dion.

"Tidak. Bahkan saat dia nanti meninggal pun aku nggak akan pernah datang ke kuburannya," jawab Dion dengan cepat karena begitu kecewa dengan sikap playboy Papanya.

"Dion, kamu nggak boleh ngomong gitu Nak. Bersihkan hati kamu dari kebencian," ucap Bu Asha dengan lembut.

"Aku nggak sebaik Mama yang akan selalu mentolerir sikap Papa selama ini, Ma. Dan keputusan aku ini sampai kapanpun nggak akan pernah berubah," jawab Dion dengan tegas.

*****

Malam pun berganti pagi. Cahaya rembulan mulai pergi meninggalkan bumi, digantikan dengan sinar matahari yang begitu terang.

"Selamat bekerja, besok libur!" ucap Aira pada dirinya agar lebih semangat.

Aira mulai memakan buah sebagai menu sarapan sebelum berangkat, walaupun kadang perutnya menjerit, Aira akan tetap konsisten dengan dietnya.

Targetnya dalam tiga bulan harus tercapai dan berat badannya segera turun agar dia bisa secepatnya menyelamatkan perusahaan Alexander Group. Setelah selesai memakan buah, Aira minum air putih.

"Semoga pekerjaan hari ini diberi kelancaran agar besok aku bisa bertemu dengan Syifa. Apa aku sebaiknya pesan mainan ya? Syifa pasti bakal seneng banget kalau dapat hadiah setelah lama tidak bertemu," monolog Aira.

"Ah iya, nanti aku cari aja di online setelah sampai di kantor," ucap Aira lagi.

Tring, satu pesan masuk ke ponsel Aira.

(Mbak, aku udah di depan gang rumah.)

Aira segera berdiri dari duduknya. Ia mengunci pintu dan segera berjalan ke arah motornya yang sudah terparkir.

Aira mengeluarkan motornya dari garasi rumahnya. Ia mengunci pintu gerbang, dan mulai menyalakan motornya.

Hari ini, Aira sengaja kembali memakai masker, untuk menghindari Irwan yang mungkin saja akan menemukannya dan ia tidak mau itu terjadi sebelum waktunya tiba.

Aira menghentikan motornya di depan Ainun yang sudah menunggunya. Ainun yang melihatnya langsung naik.

"Let's go Mbak!" ucap Ainun.

Aira pun menancap gasnya.

"Mba Aira, udah punya suami belum?" tanya Ainun tiba-tiba.

"Ya menurut kamu aku gendut kayak gini karena apa, Nun?" tanya Aira balik.

"Karena apa emangnya Mbak? Kalau udah punya suami emangnya bakalan gendut gini?" tanya Ainun bingung.

Aira menggeleng. "Ya karena melahirkan Ainun. Nggak bisa jaga berat badan, hingga akhirnya melar. Dulu sebelum nikah, aku lebih kurus dari kamu."

"Masa sih, Mbak?" tanya Ainun masih belum percaya.

"Nggak percaya banget. Makannya sekarang lagi coba buat mulihin diri, setiap pulang kerja aku ke tempat gym, olahraga dan jaga pola makan," sahut Aira.

Ainun akhirnya mengangguk-anggukkan kepalanya paham.

"Bener banget sih, Mbak. Aku akan dukung kalau Mbak lagi diet. Pasti nanti bakalan cantik banget," ucap Ainun.

"Ya nggak sampai banget jugalah. Masih cantik kamu," jawab Aira.

"Ah, Mbak Aira kebiasaan banget suka merendahkan diri," kata Ainun sambil terkekeh.

Keduanya pun terus mengobrol untuk mengusir kebosanan, hingga tidak terasa mereka telah sampai di kantor Darma Group.

Keduanya segera turun dari motor, dan masuk ke dalam kantor untuk bekerja. Karena sebentar lagi jam kerja akan dimulai.

"Semangat bekerja Mbak Aira!" ucap Ainun sebelum mereka berpisah.

"Semangat bekerja juga Ainun," jawab Aira yang memberikan semangat juga.

Aira segera masuk ke dalam lift agar bisa membawanya ke lantai 20.

"Ternyata dunia kerja asik juga ya. Aku bisa melupakan masalah keluarga yang saat ini sedang menimpaku," ucap Aira lirih.

Ketika ia mengingat Irwan, ia hanya akan merasakan sakit saja karena dikhianati dan juga di bodohi selama menikah dengannya.

"Karena kamu, Syifa sekarang harus di asuh oleh orang lain, Mas. Dia yang harus jadi korban keegoisan kamu," ucap Aira dengan lirih.

Saat dia mengingat kesedihan Syifa karena tidak mendapatkan kasih sayang dari ayahnya, bahkan Syifa hampir saja meninggal membuat dadanya semakin sesak.

"Aku bersumpah akan membuat kamu merasakan apa yang aku rasakan, Mas," ucap Aira dengan tangan mengepal.

1
Sunaryati
Aira agak sombong, ya. Isi Bicaranya gitu, ada yang tak sopan
Sunaryati
Semoga Aira berjodoh dengan Bos Dion, dan bahagia .
Sunaryati
🤣🤣🤣🤣✋✋✋ puas emak jika mereka dapat karma
🍌 ᷢ ͩ 👏Mojito🏚️²²¹º
rumah lama nya ga di bersihin dulu kah, biar hilang tuh aura negatif yang awur2an nya🤭
merry
nmy ud truma dan terluka y bgtu lh pak dion di kira rumh tangga di hancur in sm pelakor dan penghianat gk truma apa gk luka gt 🤭🤭🤭
Sunaryati
Nah kan apa kata emak, Nak Dion mulai tertarik ma Aira, waah berarti misi Damian dapat bonus.
🍌 ᷢ ͩ 👏Mojito🏚️²²¹º
harus nya kamu balikin wan.. oke klo emang terpaksa mah, mending cerai aja.. soal anak bisa tgg jawab tanpa harus jadi suami istri🤭
mo ngomong apa itu c lisa
Sunaryati
Selamat memanjakan dirimu sendiri, Aira. Semoga hasilnya mempesona.
Sunaryati
Selamat sudah sembuh Aira, semoga dietmu usai dan berhasil, proses cerai lancar
Sunaryati
Bos Dion makin tertarik sama Aira, bakal berhasil misi Damian
Sunaryati
Jodoh kedua Aira Ote🤣🤣🤣
Sunaryati
Sepertinya Bos Dion mulai tertarik dengan Aira. Wah Aira sudah berhasil menurunkan berat badannya. Bahkan pekerjaan yang diberikan Bos Dion bisa membuat Aira langsing.
🍌 ᷢ ͩ 👏Mojito🏚️²²¹º
bini kardus modelan gitu aja masih di pertahanin.. ceraaiii kaannnn🤭
🍌 ᷢ ͩ 👏Mojito🏚️²²¹º
dion ngomel mulu.. bae2 ntar jatuh cintroonnggg🤭
🍌 ᷢ ͩ 👏Mojito🏚️²²¹º
ngejaraahh buuu🤭
🍌 ᷢ ͩ 👏Mojito🏚️²²¹º
mata muuu.. enak aja mau ngerayuuu.. terus skrg udah gembel aja masih ngarep di kasih aset.. gatau maluuuuuu
Sunaryati
Kok bawa guci antik, mencuri iitu bisa dipenjarakan
Sunaryati
Rasain punya apa- apa banyak tingkah, hidup jadi parasit saja sok poligami 🤣🤣🤣🤭✋✋ diakali lisa lagi🙏
Sunaryati
Kembali seperti semula tidak punya apa- ap
Sunaryati
Next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!