NovelToon NovelToon
TEMPERATUR OF LOVE

TEMPERATUR OF LOVE

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:241.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: nonawidia

KARYA INI DIHENTIKAN !!

PINDAH KE ACCOUNT SEBELAH MASIH DI APLIKASI YANG SAMA.

JUDULNYA "ISTRIKU CINTA PERTAMA ADIKKU" DAN "MENIKAHI GADIS MENYEBALKAN" di account @kanjeng_galau

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nonawidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Temperatur Of Love Chapter 25

"Papi akan menikahkan Bhima dan Flower karena Bhima telah dijebak sehingga dia memperkosa Flower!"

Jedarrr!

Kalimat yang keluar dari mulut Papi Gema sangat mengejutkan, bukan hanya untuk Bhumi.. melainkan semuanya yang ada disana kecuali Mami Naya. Ya, hanya Mami Naya yang semalam diajak papi Gema berdiskusi.

Bugh!

"Bangggsadt lu!" Bhumi langsung memberikan bogem pada Bhima.

"Bhumii!" Teriak mami Naya bersamaan dengan Flower.

Bhumi tidak menghiraukan teriakan orang-orang, dia terus menghajar Bhima dan Bhima tidak membalas sedikitpun. Alex lah yang berusaha mencegah Bhumi yang terus membabi buta pada Bhima hingga Alex pun terkena pukulan Bhumi.

"Om tolong om! Bhima bisa mati!" Teriak Alex pada Papi Gema yang memandang kedua anaknya dengan dingin.

Bertengkar karena wanita, oh astaga.

"Yangg.. pisahin mereka." Teriak Naya dengan menangis melihat Bhima sudah babak belur.

"Bhumi berhenti!" Bentak Papi Gema dengan suara menggelegar namun tidak dihiraukan sama sekali oleh Bhumi yang tengah dibakar amarah.

"Bhumi STOP!" Teriak flower. Flower bahkan kini memegangi lengan Bhumi supaya tidak terus memukuli Bhima yang sudah tidak berdaya.

"BHUMIII BERHENTII!" Teriak Flower dengan sekuat tenaganya dan kening yang masih ada darah mengalirnya bahkan darahnya ada yang menyatu dengan air matanya.

Bhumi menatap Flower dengan tatapan penuh kekecewaan, wanita yang dicintainya telah di nodai oleh kakaknya sendiri. Hancur segala harapan Bhumi. Hatinya rasanya sudah remuk tak berkeping.

"Stop pleasee.. kalian jangan bertengkar hanya karena aku hiks.. hiks.. hiks.. aku mohon..

tidak ada yang bisa disalahkan dengan kejadian ini, aku udah ikhlas dengan pada yang terjadi di hidupku, mungkin aku memang tak pantas bahagia." Kata Flower lirih dengan berlinang air mata.

Bhumi terus menatap Flower dengan nafas yang naik turun, begitu juga Bhima disisa sisa kesadarannya menatap Flower dengan penuh rasa bersalah.

"Bhima jelas-jelas di jebak oleh temanku sendiri, dan salah.. aku yang mengantarkan minuman itu pada Bhima bahkan aku membawa Bhima pulang ke apartemennya tanpa berpikir panjang hiks.. hiks.."

"Flo..." Bhumi hendak memeluk Flower.

"Stop! jangan mendekat!" Flower berteriak pada Bhumi.

"Aku gak pantas buat kamu Bhumi... aku gak pantas ada di keluarga ini, karena aku dulu telah membuat kesalahan besar pada kamu." Flower menatap Bhumi dengan penuh kesedihan.

"Nggak Flo.. kamu nggak salah.. yang kamu lakukan saat itu adalah demi keluarga kamu dan menyelamatkan papa kamu Flo." Ucapan Bhumi membuat semau orang bingung. Apa hubungannya?

"biarkan aku pergi dari kehidupan kalian, aku hanya ingin hidup dengan baik dan tenang. Anggap saja kejadian ini tidak pernah ter... ja... di." Kata Flower lirih dan Flower langsung pingsan.

"Flo.." Teriak Bhumi cemas.

"Lex, bantu om bawa Bhima dan Flower ke rumah sakit." Kata Papi Gema masih dengan mode dingin.

Menurut Papi Gema memang sudah sewajarnya Bhima mendapatkan pukulan hingga babak belur seperti itu atas apa yang telah dilakukan pada Flower diluar apapun alasan dibalik itu semua.

"Kalau kamu masih emosi dan menghajar kakak kamu, mending di rumah aja! setelah otak kamu dingin, nanti kita ngobrol!" Kata Papi Gema tegas pada Bhumi.

Bhumi langsung membawa tubuh Flower keluar menuju mobil diikuti dengan mami Naya dan Tante Mesya. Sedangkan Risa berjalan dengan hati yang bergemuruh.

"Hari yang aku takutkan telah datang. Aku gak mau kehilangan Flower. Nggak! Flower adalah anakku!" Batin Risa

Sejujurnya Bhumi sangat khawatir dengan keadaan Flower dan Bhima yang sama-sama sudah tak sadarkan dirj, tapi emosinya belum stabil. Bhumi tidak mau emosi menguasainya hingga melenyapkan kakak kembarnya. Dia harus bisa mengontrol emosinya.

"Bhumi.. pelan-pelan nyetirnya nak..." Kata Mami Naya berusaha tegar dengan menepuk pundak Bhumi. Bhumi mengangguk lemah sambil terus menyetir.

Sedangkan Bhima dibawa di mobil satunya lagi oleh Alex dan Papi Gema.

Sementara Mesya masih diam mematung membelai wajah Flower yang berbaring di mobil nampak pucat, entah mengapa rasa bersalah begitu dalam menyelimuti hatinya setelah menyakiti Flower.

Namun dia tidak bisa memungkiri emosi yang meledak ledak, setelah melihat wajah Risa kembali. Iya Risa yang ikut andil dalam penculikan Zelina dan meninggalnya Zelina.

Melihat Risa seolah menoreh luka lama bagi Mesya yang sudah ia coba ikhlaskan.

Risa duduk di jok depan samping Bhumi dengan perasaan yang tidak menentu.

"Maafkan tante nak.." Kata tante Mesya lirih.

"Tenanglah kak." Sahut Mami Naya yang juga memegangi Flower yang tak sadarkan diri.

🍁

Sesampainya di rumah sakit, baik Flower dan Bhima langsung mendapatkan perawatan dari dokter. Keduanya harus dirawat inap selama beberapa hari kedepan.

Atas perintah Papi Gema, dokter melarang keluarga atau kerabat menemani pasien didalam ruangan rawat inap supaya pasien bisa istirahat dengan baik hingga mereka siuman.

"Bhum.. papi mau bicara bertiga sama kamu dan mami." Kata Papi Gema.

"Baik pi." Jawab Bhumi lemas.

"Kak, aku pergi dulu ya.. kakak mau pulang?" Tanya Mami Naya pada Tante Mesya tanpa mempedulikan sosok Risa disana.

"Nanti Nay, aku mau menunggu wanita itu sampai siuman."

"Jangan ada kekerasan lagi ya kak." Kata Mami Naya. Tante Mesya mengangguk lemah.

🍁

Papi Gema, Mami Naya dan Bhumi kini duduk di ruangan khusus yang biasa digunakan untuk Meeting pihak yayasan dan pengurus rumah sakit. Ruangan itu sangat sepi dan kedap suara.

Semuanya terdiam hingga suara papi Gema memecah keheningan,

"Bhumi.. papi minta lepaskan Flower untuk dia menikah dengan Bhima."

"Nggak bisa pii! kami saling mencintai!" Bentak Bhumi.

"Bhumi, turunkan nada bicara kamu!" Ucap Mami Naya.

"Mi.. aku sangat mencintai Flower mi.. tolong, jangan biarkan papi menyuruh Bhima menikah dengan Flower mi, aku mau terima Flower apa adanya bahkan jika Flower mengandung anak Bhima sekali pun." Kata Bhumi.

"Bhumi, papi dan mami sudah memikirkan semua ini dari semalam." Kata Papi Gema.

"Iya sayang.. mami tahu yang terbaik untuk kamu, kamu tidak akan hidup tenang bersama Flower meski kamu bilang kamu menerimanya apa adanya nak."

"Mii.. aku.."

"Selama ini, cinta kamu sudah pudar untuk Flower nak.. kamu hanya butuh penjelasan akan kepergiannya. Udah itu aja, mami yakin kamu juga akan mendapatkan wanita terbaik."

"Nggak mi! aku hanya mau Flower, aku mencintainya!"

"Itu hanya obsesi nak... bukan cinta! Dan mami sangat mengenal kamu dari kecil, apapun yang kamu miliki kamu tidak mau membaginya dengan siapapun termasuk dengan Bhima.

Apa kamu yakin bisa menerima Flower apa adanya? Apa saat kamu menyentuh Flower nanti kamu tidak terbayang Bhima yang pernah menyentuh Flower?" Tanya Mami Naya membuat Bhumi bungkam seketika.

"Bhumi, berpikirlah dewasa. Bukankah papi sudah selalu peringatkan pada kalian. Jika kalian berani menyentuh wanita sebelum halal, maka papi akan menikahkan kalian tidak peduli siapapun wanita itu termasuk jaalang sekalipun! bukankah kalian juga sudah menyetujui perjanjian itu?" Tanya Papi Gema.

"Pii... aku gak mau Flower nikah sama Bhima." Mohon Bhumi.

"Nak.. percayalah, jika kamu mau membuka hati kamu maka tidak akan lama.." Mami Naya memeluk Bhumi.

"Asal kamu tahu, dulu saat mami menikah dengan papi karena perjodohan yang di rencanakan eyang buyut kamu, mami masih memiliki kekasih yang dulu sangat mami cintai dan sangat membenci papi kamu. tapi dengan berjalannya waktu.. mami justru bersyukur memiliki papi kamu.. dan mami paham, orang tua lebih tahu mana yang terbaik untuk anaknya." Kata Mami Naya lembut.

"Bukankah kamu sudah tahu alasan dari Flower meninggalkan kamu... " Kata Papi Gema yang sebelum itu sudah menelfon Satria untuk menanyakan perihal Flower lebih lanjut.

Bersambung...

Huwaayooo... akankah Bhumi menyetujui permintaan Papi untuk melepaskan Flower?

Akankah Flower mau menikah dengan Bhima?

Dan kenapa Mesya justru kepikiran Flower teruss...

tunggu kelanjutannya ya.. semoga nanti malam bisa up lagi hehe

1
Faith
tetep suka alur ini ato di akun satu nya
👍👏
i c a - !!
SEMANGAT
SALAM DARI HEART OF IMMORTAL [ JHONTEN ]
rose
jangan" shila anak'y sisil.hadehh menebak"
Siha
suka tor... jaga kesehatan ya tor
di tunggu feedback nya tor
Raudatul Janah
keenan jadi kaya nouval😅
Mami Vanya Kaban
flower sama bima, bhumi sama adele atau renata dan bianca sama ken aj
Erna A Mahya
ceritanya pindah dimanakah kak??
Dhia: di account ini kak
total 1 replies
Farida Indriani
tetap semangat ya thor .. 💪💪💪
Farida Indriani
mantap thor . . 👍 happy new year juga thor
MACAN WILOVIN
author up di jebakan pernikahan donk
MACAN WILOVIN
kpn up thor
Lesta Lestari
like mendarat untukmu, semangat
Permen Lilipop
smangat Thor 💪💪
judul kisah bumi share dsni aj biar bs nyari🤭
Ade Manis
Next up. 😉
Semangat untukmu. 😊
Ira Herman
aku dh baca cerita ortu" mreka di jebakan utk pernikahan..trnyata eh trnyataaa...di sni too..crita anak" nyaaa....smangat y..thorr...
Putri Rimbawan
👍👍👍Thor❤❤
🎀cumi🎀
maaf thor kmrin kn mau di umumin pemenang tuperware hbis thn baru tp kok blm di umumin ya thor maaf thor bukanya apa ksian mereka menunggu
Susi Ana
jempol hadir, mampir ya
Tilyt🧚
tidak ingin ketinggal dengan cerita ini, TGB selalu memberi like terbaik...

salam hangat dari The Gangster Boy🎊
Mala Wafik
koc jd rumit ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!