Nura sangat membenci Viona seorang gadis sholehah, cantik dan berprestasi di sekolahnya. Di hari ulang tahunnya, Nura merencanakan sesuatu yang jahat kepada Viona.
Dan akhirnya karena perbuatan Nura, Viona menyerahkan kesuciannya kepada pemuda asing.
Viona terpaksa menikah dengan pemuda lumpuh. Setelah hamil, Viona memutuskan lari meninggalkan suaminya dan mencari ayah dari anaknya.
Berhasilkah Viona menemukan ayah dari anaknya?
Ikut ceritanya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenny Een, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25 Pisang Emas
Tidak perlu lama untuk Carlo pergi ke bandara. Helikopter mereka mendarat di bandara. Orang yang dikatakan pengawal Carlo adalah Viona sudah diamankan.
Ternyata orang itu hanya kebetulan mirip dengan Viona. Dan kebetulan nama orang itu juga Viona. Tapi Viona yang satu ini tidak memakai hijab.
Carlo meminta maaf atas ketidaknyamanan. Carlo memberikan uang ganti rugi waktu kepada orang yang mirip Viona.
Waktu pun terus berlalu, Carlo, Alvaro, Bima telah menyebar orang untuk mencari keberadaan Viona tapi usaha mereka belum membuahkan hasil. Viona seperti menghilang ditelan bumi.
"Pa, apa perlu kita share ke media hilangnya Viona?" tanya Alvaro.
"Jangan, musuh kita di luar banyak. Mereka pasti akan memanfaatkan keadaan," larang Carlo.
"Tapi ini sudah tiga bulan Pa. Bagaimana Viona dan calon anak kami?" cemas Alvaro.
"Sabar, orang-orang kita masih mencari Viona," Carlo juga sama cemasnya seperti Alvaro.
🌑 Di Kota Ampit.
Viona sedang menyiapkan makan siang. Viona masak sayur asam ikan patin. Viona juga membuat sambal terasi dengan irisan buah ampalam.
"Sayang, jangan terlalu lelah," seseorang memeluk Viona dari belakang.
"Kak Alva, aku sudah bikinin sambal kesukaan Kak Alva," Viona mencium pipi Alvaro.
"Sini, sini, aku bantu ya. Kamu jangan terlalu lelah," Alvaro membawa sayur, sambal ke meja makan.
Mereka dengan bahagianya makan bersama di meja makan. Viona sangat menikmati kebahagiaan bersama Alvaro. Walaupun harus hidup sederhana dan jauh dari keluarga.
Viona lupa kejadian beberapa bulan yang lalu di saat dirinya dibawa paksa orang tidak dikenal ke dalam mobil merah. Yang Viona ingat saat terbangun dia berada di dalam bus mini.
Saat itu Viona melihat Alvaro suaminya duduk di sampingnya. Alvaro menyiapkan pesta kecil-kecilan untuk Viona. Pesta dimulainya kehidupan baru mereka. Alvaro menyediakan kue tart, puding, donat dan cemilan ringan untuk Viona.
Alvaro bilang, keadaan bisnisnya sedang tidak lancar. Alvaro takut Viona akan meninggalkannya. Alvaro tidak ingin merepotkan kedua orang tuanya. Oleh karena itu Alvaro mengajak Viona ke luar kota untuk membuka usaha baru.
Viona tidak mempermasalahkan keadaan Alvaro. Viona yakin, jika mereka berusaha dan berdoa, pasti semua urusan akan dimudahkan. Sebagai seorang istri, Viona akan selalu berada di samping Alvaro.
Di dalam bus mini itulah mereka tinggal. Untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, Viona meminta modal kepada Alvaro untuk membeli bahan-bahan kue. Viona mencoba membuat sendiri kue-kue dari resep mamanya.
Viona dan Alvaro membuat kue dengan alat seadanya di dalam bus mini mereka. Mereka berjualan di depan bus mini. Penjualan hari pertama sepi, hari kedua sama, hari ketiga dengan bahagianya mereka memakan sendiri kue dagangan mereka.
Kemudian di hari keempat, Viona meminta Alvaro untuk berpindah tempat. Alvaro memindahkan bus mereka ke pinggir sungai. Di sana ada sebuah taman bermain untuk keluarga.
Alvaro dan Viona membuka dagangan mereka. Sebelumnya Viona juga meminta Alvaro untuk membikin banner untuk di taruh di depan bus biar dilihat banyak orang.
Berkat ketekunan dan kesabaran, akhirnya pembeli berdatangan. Alvaro membagikan tester kue gratis kepada pengunjung taman. Akhirnya mereka pun mempunyai pelanggan tetap.
Usaha kue mereka berjalan dengan lancar. Alvaro kemudian membeli rumah di Kota Ampit. Rumah yang sederhana untuk mereka. Dan sekarang Viona membuat kue di rumah sedangkan Alvaro bertugas menjualnya di taman pinggir sungai.
"Sayang, aku berangkat kerja dulu ya," pamit Alvaro.
Viona mencium punggung tangan Alvaro. Dan mendoakan semoga usaha suaminya lancar. Alvaro pergi menuju taman kota dengan bus mininya.
Alvaro parkir di pinggir sungai dekat taman kota. Alvaro mulai membuka dagangan di depan bus mininya dan menaruh banner di depannya. Pembeli mulai berdatangan. Tidak diragukan lagi, rasa kue bikinan Viona membuat candu pelanggannya.
Bahkan pelanggan mereka memesan kue untuk keesokan harinya. Alvaro duduk santai di depan bus mini. Ada sebuah motor berhenti dan parkir di samping bus mini menghampiri Alvaro.
"Gimana semuanya lancar?" orang itu duduk di samping Alvaro.
"Lancar, makasih Bro, dukun itu sangat mujarab."
"Akhirnya, Viona bisa lu dapatin. Apa kalian sudah ...."
"Ren, Viona sangat sholehah. Gue merasa bersalah. Saat ini Viona melihat gue sebagai Alva suaminya. Apa yang akan terjadi seandainya Viona tau siapa gue. Viona pasti akan sangat marah sama gue."
"Trus sekarang lu nyesel? Ya udah lu langgar az larangan si dukun. Kembali menjadi Arya," sahut Rendy.
"Gue ingin dia mencintai gue sebagai Arya, bukan sebagai Alva. Tapi, itu semua tidak mungkin. Gue sangat tau bagaimana Viona."
"Sudah sikat az. Masa lu tinggal dalam satu kamar gak ngapa-ngapain."
"Justru itu yang bikin gue bingung. Gue gak ada nafsu sama sekali buat begituan sama Viona. Dan setiap kali gue pegang perutnya, ada aliran listrik yang menjalar di lengan gue."
"Anaknya tau lu bukan muhrimnya. Ha, ha, ha," Rendy terpingkal.
...----------------...
Sementara itu di rumah, Viona sudah selesai beres-beres rumah. Viona duduk sebentar lesehan di lantai sambil bersandar di dinding. Viona memegang perutnya yang sudah besar.
Viona mengambil ponsel barunya. Viona kangen dengan mamanya. Viona mencoba mengingat nomor mamanya. Dan akhirnya telepon tersambung.
Mama Warda terkejut mendapat telepon Viona. Mama Warda bertanya Viona sekarang berada di mana dan bagaimana keadaannya.
Viona dengan santai menceritakan kesulitan Alvaro kepada Warda. Oleh karena itu Viona dan Alvaro membuka usaha di kota lain. Warda memberitahu Viona, Alvaro dan keluarganya saat ini mencari Viona dan tidak menemukannya.
"Ma, Kak Alva ada di sini bersama Viona," Viona sambil memegang perutnya.
"Alva yang mana? Alva baru saja jemput Bima. Mereka berangkat ke kantor bersama," kata Warda.
"Tapi Kak Alva benar bersama Viona Ma," Viona mendengar suara Alvaro di depan rumah.
"Viona berhati-hatilah. Yang jelas Alva suami kamu baru saja bersama Bima. Mama takutnya yang bersamamu saat ini adalah orang lain."
Viona menutup teleponnya. Viona seperti biasa menyambut kedatangan suaminya. Alvaro datang membawakan mie ayam untuk Viona. Viona segera membawa mie ayam ke dapur.
Viona kemudian membawa buah pisang yang sudah dia taruh di atas piring untuk Alvaro.
"Kamu beli buah pisang?" tanya Alvaro.
"Dikasih tetangga di depan. Aku ke dapur dulu Kak," Viona dengan cepat melangkah ke dapur.
Setelah Arya dan bus mini meninggalkan rumah. Tetangga Viona memberikan buah pisang emas yang baru dipetik dari halamannya. Viona memberikannya kepada Alvaro.
Viona mengintip dari pintu dapur. Alvaro memakan beberapa buah pisang. Tiba-tiba Viona melihat dari wajah Alvaro terpancar sinar yang begitu menyilaukan. Setelah sinar itu mereda, Viona melihat wajah Alvaro berubah menjadi wajah Arya.
CRAAANG!
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...