kehidupan malang seorang gadis bernama Aria,awalnya ia mengira telah diselamatkan oleh lelaki yg Ramah dan perhatian tanpa tau di balik itu ,pria tersebut memiliki sifat obsesif yg mengerikan.
saat Aria melakukan satu kesalahan fatal sifat asli pria tersebut akhirnya keluar.
apakah Aria dapat bertahan atau memilih pergi meninggalkan pria yg menurut nya ramah dan perhatian.
ataukah dirinya telah menemukan tempat ternyaman nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zippo:(, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lou
Aria yg sudah selesai membersihkan dirinya bersiap siap untuk segera sarapan dan menghampiri Adrian yg telah menunggunya .
Adrian yg merasakan kehadiran Aria pun langsung meletakkan telepon genggamnya.
"aku harap kau menyukai sarapan yg telah ku pesan".
"apapun aku makan Adrian ..."
"tidak...kau alergi beberapa makanan Aria ,apa kau tidak memikirkan diri mu sendiri ".
"oh iya...terima kasih sudah mengingatkan Adrian".
"sebenarnya aku berencana untuk mengajak mu jalan jalan keluar di hari yg cerah ini,Ternyata ada meeting penting di kantor ,Lou baru menelpon ku kau tidak kecewa kan".
"tidak apa apa Adrian aku mengerti dengan kesibukanmu"
"sepertinya hanya sebentar,apa kau mau ikut aku ke kantor ?setelah dari situ kita bisa jalan jalan dan berbelanja ".
"aku sudah bilang tidak apa apa,lagian aku tidak ingin kau terburu buru menyelesaikan pekerjaan mu karena diriku".
"baiklah,tapi ini perintah".
"apa?".
"ini perintah ku"
'astaga Adrian ngapain bertanya kepada ku bilang ujung-ujungnya memaksa dengan dalih perintah,dia tau aku tidak akan bisa membantah,dasar licik'
"baiklah..aku akan bersiap".
"tidak usah terburu-buru selesaikan dulu sarapan mu baru kita berangkat".
Aria hanya menurut dan segera menyelesaikan sarapannya.
-
Aria yg berada di dalam mobil yg sedang melaju di jalanan merasa gugup,Adrian yg menyadari itu mendekat kan diri pada Aria kemudian mengelus kepalanya dengan lembut.
"kau kenapa,hm..?".
Tanya Adrian lembut
"a-aku hanya merasa gugup Adrian.. bagaimana nanti tanggapan orang yg ada di perusahaan mu".
"apa mereka mengenal mu?".
"tidak".
"jadi tidak usah di pikirkan ,mengerti ?"
"baiklah..."
Mobil mewah tersebut telah sampai pada tujuan nya ,Adrian segera turun dan membukakan pintu pada Aria dan mengulurkan tangannya agar di raih oleh Aria.
Aria menerima dengan senyuman,ia merasa nyaman dan tidak terlalu gugup bila sikap Adrian seperti ini,ia jadi merasa tidak sendirian.
Mereka berjalan bersama memasuki gedung pencakar langit itu di sambut oleh banyak orang.
Sesampainya di kantor Adrian,
Adrian segera menyuruh Aria untuk menunggu nya .
"duduklah dan tunggu aku menyelesaikan meeting ku,bila ada yg kau butuhkan panggil saja ajudan ku yg ada di depan ,mengerti?".
"baik Adrian...".
Adrian segera meninggalkan Aria ,dan memulai meeting nya.
Aria pun segera mencari aktifitas yg bisa dia lakukan agar tidak merasa bosan,ia pun membaca Buku yg ada di ruangan itu.
"ruangan ini sangat luas .." Aria bergumam
Satu jam telah berlalu,tiba tiba pintu terbuka dan tampak lah Lou asisten Adrian.
Aria yg melihat Lou berjalan mendekati nya segera bertanya.
"kau Lou kan..?"
"iya nona,saya datang untuk menyampaikan ini".
Lou segera menyodorkan sebuah handphone keluaran terbaru kepada Aria.
"untuk ku?".
"iya nona, tuan menyuruh saya untuk memberikan anda sebuah handphone baru dan nomor tuan sudah saya masukan dan nomor saya juga ada bila anda membutuhkan sesuatu".
"ah terima kasih Lou, ngomong ngomong Adrian selesai meeting nya apakah lama lagi?".
"tidak nona ,tuan sudah selesai,ia sedang menyapa rekan rekan bisnisnya sebentar ".
"oh..begitu terima kasih kembali Lou..."
Aria tersenyum manis menerima pemberian Lou, sedangkan Lou hanya mengangguk kemudian langsung pergi meninggalkan Aria .
"dia tidak menjawab ku ...ya sudahlah".
Adrian mengetahui bahwa Aria tidak memiliki ponsel dan segera membelikannya.
-
POV lou
Saat aku memasuki kantor tuan Adrian untuk memberikan yg di perintahkan oleh tuan ,aku awalnya merasa gugup.
lucunya baru pertama kali aku merasa gugup seperti ini ,sudah sangat lama aku tidak merasakan hal ini.
Dulu setelah pertemuan pertama ku dengan tuan Adrian aku merasa gugup setelah sekian lama aku merasakannya lagi.
Aku berusaha menekan dalam perasaan ku saat bertemu wanita itu,karena aku tau dia adalah milik tuan ku sendiri yg telah menyelamatkan diri ku di masa lalu.
Jika aku menatapnya terlalu lama ,itu adalah dosa besar ku pada tuan Adrian,dan merupakan bentuk ketidaksetiaan terhadap tuan Adrian.
Aku berusaha cepat untuk menyelesaikan interaksi ku terhadap nona Aria aku tidak ingin perasaan ku semakin timbul.
-
Di kantor Adrian .
"Adrian membelikan ku sebuah handphone,pasti ini sangat mahal ,aku tidak pernah mempunyai barang seperti ini sejak dulu aku akan menjaganya dengan baik karena ini adalah pemberian".
Aria yg sibuk dengan unboxing handphone barunya terganggu oleh
pintu yg kembali terbuka dan menunjukkan sekretaris Adrian yg memasuki ruangan tersebut.