NovelToon NovelToon
TAKDIR CINTA

TAKDIR CINTA

Status: tamat
Genre:Tamat / CEO
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: myranda

Naiya adalah gadis miskin yang diabaikan ibunya. Karena ketidak mampuan sang kakek membuat Naiya harus terpaksa mengikuti ibunya untuk tinggal bersama dengan ibunya yang sudah menikah kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon myranda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 6

Naiya pun berjalan melewati sebuah minimarket, dia pun masuk kedalam dan membeli sebuah mi cup. Setelah membayar dia pun mendengar pemilik toko sedang berbicara dengan karyawannya.

" Sebenarnya saya sangat menyukai kinerja kamu. Saya sudah menganggap kamu keluarga selama ini, tidak terasa ternyata sudah empat tahun kamu berkerja dengan ku dan saat ini saya merasa sangat sedih mendengarmu mengundurkan diri. Akan tetapi disatu sisi saya bersyukur kamu mendapatkan pria yang baik. Semoga kamu bahagia, saya akan usahakan hadir di hari pernikahan mu nanti. "

" Dan sepertinya saya juga harus segera mencari pengganti kamu " Kata pemilik toko.

" Semoga saja ibu segera mendapatkan nya" Kata karyawan tersebut dan setelah itu mereka berpelukan.

Setelah karyawan itu pergi, Naiya pun menemui pemilik toko.

" Permisi bu.... "Kata Naiya

" Iya.... Ada apa? " Kata pemilik toko, sejenak Naiya ragu-ragu akan tetapi dia pun sangat membutuhkan pekerjaan ini.

" Maaf,,, saya tidak sengaja mendengar pembicaraan ibu. "

" Sebenarnya saya sedang mencari pekerjaan paruh waktu. " Kata Naiya

" Kenapa kamu mencari pekerjaan ini? " Kata Pemilik toko. Naiya pun menceritakan keadannya saat ini dan pemilik toko pun mengerti akhirnya setuju menerima Naiya menjadi karyawan nya.

Satu minggu berlalu, selama ini Naiya selalu pulang sore akan tetapi kali ini dia pulang terlambat karena tokonya mengadakan stok opname sehingga membuat tokonya tutup agak terlambat.

Saat masuk kedalam rumah dia pun melihat Ardin beserta kedua temannya dan juga Enjel ada disana.

" Darimana saja kamu, tidak lihat ini sudah jam berapa? " Kata Enjel melihat Naiya membawa beberapa kantong belanja. Akan tetapi Naiya hanya diam dan pergi mengabaikan Enjel begitu saja.

" Hei,,, gadis kampung... "

" Kamu tidak dengar aku sedang berbicara " Kata Enjel ingin menyusul Naiya.

" Enjel..... "

" Kamu sudah berusia berapa tahun sekarang, apa begitu cara kamu berbicara kepada yang lebih tua darimu. Bicaralah sedikit sopan. " Kata Ardin

" Kakak... "

" Kakak memarahi aku gara-gara wanita kampung itu. " Kata Enjel

" Bukan gara-gara dia, aku hanya menegur etika berbicara kamu yang buruk itu. " Kata Ardin

" Buat apa aku sopan kepadanya, dia hanya orang luar yang menumpang gratis dirumah kita" Kata Enjel

" Apa selama ini memang ibumu tidak mengajari kamu, atau perlu aku harus turun tangan mengajari kamu? " Kata Ardin

" Kakak.... Bukankah kakak juga tidak menyukai wanita itu " Kata Enjel

" Ini tidak ada kaitannya suka atau tidaknya, aku hanya menegur kamu agar berbicara sopan " Kata Ardin dan saat ini Merry pun turun karena mendengar suara perdebatan mereka.

" Terserah.... " Kata Enjel pergi meninggalkan Ardin dan kedua temannya.

" Apa bibi selama ini sangat sibuk sehingga tidak punya waktu sedikitpun untuk mengurus anak yang satu itu. " Kata Ardin

" Maaf,,,, aku akan menasihatinya. " Kata Merry

" bibi sebagai orang tua, bersikap adil lah kepada kedua anak-anak bibi agar kedepannya mereka bisa akur. "

" Mereka sama-sama lahir dari rahim bibi, sebaiknya perlakukan mereka berdua dengan adil. " Kata Ardin

" Baik.... " Kata Merry setelah mengatakan itu Merry pun pergi menyusul Enjel.

" Kamu menasehati menegur adikmu karena berbicara tidak sopan. Tapi lihatlah dirimu, bahkan kamu juga berbicara tidak sopan kepada ibumu. " Kata Johan, namun Ardin memberikan tatapan tajam kepada Johan.

"Harus berapa kali aku katakan padamu, dia bukan Ibuku. "

" Aku tidak berbicara kasar padanya hanya saja aku menyadarkan dia. " Kata Ardin

" Ia... Aku memgerti, tapi tidak perlu sekeras itu. " Kata Johan

" Aku setuju dengan Ardin " Kata Risky

" Sejak kapan kamu mulai berpihak padanya. " Kata Johan

" Aku bukan berpihak ke siapa pun, hanya saja kita harus berbicara yang sebenarnya kepada seseorang walaupun itu hasilnya menyakitkan. " Kata Risky

" Ais... "

" Begini nih jika berteman dengan orang-orang yang keturunan dari dewa dingin. Tidak ada basabasi sedikitpun. " Kata Johan

Sementara Naiya pun memakan beberapa makanan yang dia bawa dari toko. Makanan itu gratis karena masa expiate nya tinggal sebulan lagi, dari pada dibuang Naiya pun mengambilnya.

Saat makan kini Merry pun menghampiri Naiya.

" Ada apa bu" Kata Naiya

" Naiya.... "

" Ibu sangat bersyukur. Mas Indra mau menerima kamu tinggal dirumah ini dan selain itu juga Mas Indra bersedia menanggung semua biaya kamu termasuk biaya kuliah. "

" Akan tetapi ibu meminta satu hal pada kamu, tolong jangan membuat masalah dengan adik kamu. Ibu tidak ingin gara-gara kamu adik dan kakak kamu menjadi ribut. "

" Jika itu terjadi maka hubungan ibu dengan mas Indra akan terkena dampaknya. " Kata Merry

" Itu sebabnya aku tidak ingin tinggal dirumah ini bu, aku tidak ingin gara-gara kehadiran ku membuat hubungan kalian sekeluarga menjadi ribut. " Kata Naiya

" Tapi jika kamu keluar dari rumah ini, mas Indra juga akan menyalahkan kakak dan adik kamu. Dia akan berpikir bahwa mereka berdua dengan sengaja mengusir kamu. " Kata Merry

" Ibu tenang saja, aku tidak akan membuat keributan asalkan ibu bisa menangani putri ibu" Kata Naiya

" Kamu dan Enjel sama-sama putri ibu kamu jangan berkata seperti itu. " Kata Merry

" Jika begitu aku ucapkan terimakasih kepada ibu karena sampai saat ini ibu masih menganggap ku putri" Kata Naiya

" Aku selalu menganggap mu seperti itu akan tetapi kamu saja yang selalu membuat jarak kepada ibu" Kata Merry

" Mungkin karena kita sudah berpisah begitu lama sehingga jarak itu ada. Akan tetapi aku akan berusaha untuk menghilangkan jarak itu" Kata Naiya

" Baiklah,,,, kamu istirahat lah" Kata Merry setelah itu Merry pun pergi. Saat Merry pergi ponsel Naiya pun berdering dan itu panggilan dari kakeknya.

" Hallo kek,,, " Kata Naiya

" Bagaimana keadaan kamu nak" Kata Yusman

" Aku baik-baik saja kek, ibu dan keluarga nya memperlakukan aku dengan sangat baik. "

" Lalu bagaimana dengan kakek? " Kata Naiya

" Kakek baik-baik saja, asalkan kamu baik-baik disana kakek sudah merasa tenang. " Kata Yusman

" Kakek jaga kesehatan, ingatlah untuk selalu makan obat" Kata Naiya

" Iya nak.... " Kata Yusman dan kini panggilan mereka pun berakhir. Akan tetapi setelah panggilan itu berakhir Naiya pun menangis, dia merasa sangat merindukan kakeknya dia membayangkan bagaimana kakeknya saat ini. Naiya pun berniat ingin mengumpulkan uang lebih banyak lagi agar dia bisa mengirim uang untuk membantu biaya hidup kakeknya.

Setelah selesai memakan beberapa makanan yang ia bawa dia pun ingin minum akan tetapi botol minumnya saat ini sudah kosong.

Naiya pun turun kebawah untuk mengambil air minum dan disana dia tidak sengaja mendengar ketiga pria itu berbicara.

 " Eh,,,, "

" Kalian tahu, aku dengar Berinto akan segera membuka perusahaan baru. Perusahaan baru nya ini bergerak dibidang minyak goreng. "

"Dia membutuhkan banyak karyawan baru."

" Jika kita bertiga memiliki teman yang membutuhkan pekerjaan, kita rekomendasikan saja kesana. " Kata Johan

" Kenapa tidak kamu saja yang melamar pekerjaan kesana. Urusan kamu saja masih nelum selesai sudah membahas masalah orang lain" Kata Ardin

" Aku hanya menyampaikan saja, mana tahu kalian punya teman" Kata Johan.

Risky melihat Naiya pergi ke dapur dia pun mencari alasan.

" Aku kedapur dulu, ingin mencari makanan segar" Kata Risky pergi meninggalkan kedua temannya.

Saat di dapur dia pun melihat Naiya sedang mengisi air putih kedalam botol minumnya.

" Apa kamu baik-baik saja" Kata Risky melihat wajah Naiya yang sepertinya habis menangis.

" Hai kak... " Kata Naiya merasa gugup dan langsung menjaga jarak dari Risky. Kemudian Naiya pun langsung memperhatikan sekitar takut ada yang melihat mereka.

" Kami sudah beberapa kali bertemu. Sepertinya dia ingin menjaga jarak dari ku. " Batin Risky melihat sikap Naiya.

" Aku pergi dulu kak" Kata Naiya

" Tunggu dulu" Kata Risky menahan tangan Naiya.

" Ada apa kak" Kata Naiya. Risky pun memgambil ponsel Naiya kemudian memasukkan nomornya ke ponsel Naiya.

" Ini nomor pribadi ku.... Jika kamu membutuhkan bantuan atau jika kamu ingin membicarakan sesuatu, hubungi aku" Kata Risky mengembalikan ponsel Naiya.

" Terimakasih kak... " Kata Naiya setelah itu dengan buru-buru dia pun pergi meninggalkan Risky.

Setelah beberapa jam berlalu, Naiya pun mengirim pesan kepada Risky.

" Hai kak... Ini aku Naiya " Kata Naiya

" Hai.... " Kata Risky

" Kak... Tadi aku tidak sengaja mendengar pembicaraan kalian, kak Johan bilang temannya membutuhkan karyawan. Jika boleh tahu karyawan apa kak? " Kata Naiya

" Oh... Itu karyawan untuk pabrik minyak kelapa sawit yang ada diluar kota, dan yang dibutuhkan tenaga kerja pria. "

" Emangnya kenapa? " Kata Risky

" Tidak kenapa kak,,,, teman ku sedang mencari pekerjaan. " Kata Naiya

" Owh... "

" Jadi kamu menghubungi aku hanya ingin mengatakan itu? "

"Jika teman mu mau aku bisa mempekerjakan nya di perusahaan keluarga ku" Kata Risky

" Iya kak nanti aku coba bicarakan dulu... " Kata Naiya

" Lain kali apa boleh aku mengajakmu makan malam? " Kata Risky

" Aku tidak bisa kak, aku tidak ada waktu " Kata Naiya

" Kapan-kapan saja, jika kamu punya waktu " Kata Risky

"'Maaf kak,,,, aku tidak bisa" Kata Naiya

" Naiya.... aku ingin berteman lebih dekat lagi dengan kamu. "

" tolong jangan sungkan padaku. "

" sebagai teman kamu aku ingin memberi kamu nasihat. "

" jangan pernah diam jika Enjel mengganggu kamu, jika kamu selalu diam diakan semakin berbuat sesukanya. apa perlu aku menegurnya? "

" kamu jangan takut, jika kamu diusir gara-gara itu aku siap membantu mu"

" aku sudah bilang pintuku selalu terbuka untuk kamu" kata Risky

" terimakasih niat baik kakak tapi aku sungguh tidak membutuhkannya. " kata Naiya setelah itu Naiya memblokir nomornya Risky.

" Kenapa...? "

" Apa kamu takut padaku? " Kata Risky akan tetapi kini pesan Risky sudah tidak terkirim.

"Dia memblokir kontakku" Kata Risky tersenyum tidak percaya.

" Baru kali ini ada wanita yang berani bersikap seperti ini padaku. Kenapa wanita ini begitu menarik, " Kata Risky tersenyum dan sambil membayangkan wajah Naiya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!