"Oh my God, kamu ganteng banget, pokoknya kamu harus jadi pacar aku titik!!"
"Apaan sih gak jelas"
❄️❄️❄️
"Kak Ken, Caca cinta sama kakak kapan sih mau jadi pacar Caca"
"Sampai kapan pun gue gak bakal mau jadi pacar Lo"
❄️❄️❄️
Hicca Elenza, sering di panggil Caca yang cinta mati pada pandangan pertama kepada teman dari kakak sepupunya, Kenan Alaska cowok ganteng tapi sayangnya kegantengan tertutup dengan wajah datarnya. Tetapi itu tidak menjadi halangan bagi Caca untuk mencintai seorang Kenan
Kepo gak? Kepo gak? Baca lah kalau kepo masa cuman di buka doang, rugi dong kalau ga baca
anjirrr bercanda hehehe terserah kalian mau baca atau engga
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitriishn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 25
Happy reading
Kenan dan juga Caca saling bergandengan tangan menghampiri Aksel dan juga Rendi yang asik memandang langit malam dibarengi dengan canda tawa.
Keduanya menoleh kepada Kenan dan Caca. "Anjaiiii udah jadian, mana pake acara gandengan tangan lagi." Ucap Rendi menyenggol bahu Aksel yang dibalas dengan tawanya.
"Karena kalian baru pacaran malam ini kalian jalan jalan dulu dehh tapi berdua aja kami juga mau pergi cari cewek." Ucap Aksel merangkul Rendi.
Pasangan kekasih itu malah bengong mau kemana, dan dari dulu Kenan tidak pernah yang namanya pacaran dan pergi berduaan dengan perempuan manapun kecuali mendiang ibunya.
Caca duduk di kursi tempat Rendi dan Aksel tadi, Kenan pun ikut duduk di sebelah Caca.
"Kita kemana?" Tanya Kenan berharap Caca memberikan jawaban yang pas dan bisa membuatnya senang.
"Kemana aja yang penting Caca sama kak Ken." Ujar Caca menempel di tangan Kenan.
"Kalau mati mau?" Tanya Kenan bercanda.
"Yang benar aja kak jangan dong, tapi kalau sama kak Ken ayo aku hehehe."
Kenan tertawa kecil mendengar ucapan Caca. "Hari ini Lo milik gue dan Lo gak akan pernah bisa pergi dari hidup gue lagi Hicca Elenza." Ucap Kenan.
"Buat apa Caca pergi? Ini dari dulu yang Caca impikan ada hubungan dengan seorang kak Kenan Alaska, Caca tuhh pengen bahagia terus sama kak Ken sampai ajal menjemput Caca bakal cinta."
"Janji gak bakal pergi?" Tanya Kenan memastikan.
"Iya janji kak ken sayanggggg." Ucap Caca Mengangkat jari kelingkingnya.
Kenan menatap jari kecil itu dan menautkan kelingkingnya dengan kelingking Caca. "Janjiiii." Ucap Caca bahagia.
"Mau jalan jalan?" Tawar Kenan berdiri dan mengangkat sebelah tangannya membantu Caca berdiri, dengan senang Caca menerima tawaran tersebut.
"Boleh."
Keduanya berjalan mengelilingi taman yang cukup ramai akan pengunjung, keduanya selalu diisi dengan canda dan tawa, Kenan banyak berbicara saat itu dan Caca sangat berharap Kenan seperti itu setiap harinya.
"Kak Kenan jangan berubah lagi yah, gini aja tiap hari jangan cuek cuek." Ucap Caca.
"Maksud kamu?" Ucap Kenan mengunakan kata 'kamu' dan menurutnya lebih cocok dibandingkan dengan 'lo' sebab Caca adalah kekasihnya bukan temannya lagi.
"Kak Ken gini terus sama Caca, kakak harus selalu cerita sama Caca apapun yang terjadi, oke?"
"Okee."
Saat Caca ingin kembali berucap, suara deringan ponselnya membatalkannya.
Ia mengambil handphone miliknya dan melihat siapa yang meneleponnya itu 'My Mamah kesayangan♥️'
Buru buru Caca mengangkat telfonnya.
"Caca kamu dimana? Ini udah jam berapa sayang? Cepat pulang, nanti kalau kamu kenapa napa gimana?" Omel mamah Caca dari sebrang sana dengan khawatir.
"Yah ampun mah baru juga satu jam Caca keluar udah di cariin aja." Kesal Caca.
"Ya kan mamah khawatir, nanti kalau kamu di culik om om gimana? Kamu di buang ke laut? Trus kamu dibunuh, diapa apain sama meraka sayang."
"Mahh Caca aman kok sama kak Ken, dia bisa lindungi Caca dari banyak orang."
"Gak gak, sekarang kalian pulang, kalau kalian mau pacaran dirumah aja, ajak Kenan juga."
"T-api mah---"
"Gak ada tapi tapi pulang atau kamu tidur diluar."
"Ck iya iya." Lesuh Caca mematikan sepihak sambungan teleponnya.
"Kak kita pulang ya, mamah udah marah."
"Iya gakpapa, masih ada hari esokkan?" Ucap Kenan kembali memberi senyum di bibir Caca.
Keduanya pulang menggunakan motor Kenan sebelumnya Kenan memberikan jaketnya kepada Caca, katanya biar gak kedinginan.
Sesampainya dirumah Caca, Kenan mengantar Caca hingga masuk kedalam, disana sudah ada Desi dan juga Ervan yang berkacak pinggang menatap keduanya dengan tatapan intel.
"Dari mana kalian? Mamah kan bilangnya jangan sampai larut, ini udah jam delapan malam kenapa baru pulang kalian? Asik banget pacarannya?"
"Baru juga jam segitu mah udah dicariin aja, dulu Caka sering pulang subuh aja mamah gak marahin masa Caca cuman keluar bentar doang langsung di marah sih?"
"Yah kamu sama Caka beda dia cowok bisa jaga diri, sedangkan kamu perempuan yang harus dilindungi."
"Tante gak usah khawatir aku bisa jaga dan lindungi Caca." Ucap Kenan dengan senyum tipisnya.
"Pokoknya beda itu, udah ah kalian kalau mau pacaran di sini aja gak usah keluar keluar." Ujar Desi melangkah pergi dari sana.
"Kasihan banget kalian hahaha." Tawa Ervan ikut pergi.
Sekarang tinggal keduanya disana, "Kak Kenan gak marah kan?" Tanya Caca memastikan.
"Untuk apa? Malahan kamu harus senang dong ibu kamu khawatir sama keadaan kamu." Ujar Kenan mengelus pipih mulus Caca.
"Iya sih."
"Yah udah sana istirahat, aku juga harus pulang ingat jangan begadang."
"Syappp kakkk."
"Ohh iya besok kamu berangkat sama Aksel ya ke sekolah, aku besok bertugas jadi harus cepat." Ujar Kenan dianggukki oleh Caca.
"Kakak hati hati yah, kabari Caca juga kalau udah sampai rumah."
"Oke. Love You." Ucap Kenan mampu membuat wajah Caca memerah dan panas.
"Lopyoutoo." Balasnya dengan pelan bahkan hanya dia yang bisa mendengar ucapannya.
Setelah Kenan pergi Caca masuk kedalam kamarnya senyam senyum sedari hingga sampai di kamarnya, ia merebahkan tubuhnya dan terus membayangkan perlakuan Kenan satu malam itu, membuatnya tak bisa tidur hingga subuh.
❄️❄️❄️
Paginya Caca bangun sebab matahari yang masuk melalui cela cela gorden miliknya, perlahan ia membuka matanya dan melihat jarum jam yang menunjukkan pukul 06:40, itu artinya 20 menit lagi gerbang sekolahnya akan tertutup.
Buru buru ia turun dari kasurnya dan segara menuju kamar mandi, 5 menit dia sudah siap dengan baju yang acak acak rambutnya belum tertata rapi tetapi ia segera berlari turun ke lantai dasar rumahnya.
Ia melihat keluarganya yang sedang berkumpul di meja makan. Caca menghampiri mereka dan menyalim tangan mereka tanpa sarapan.
"Gak makan dulu nak?" Tanya papahnya.
"Gak sempet lagi pah Caca udah telat, Caca berangkat dulu yah." Pamit Caca pergi dari sana.
Dibukanya pintu rumahnya dan ia bertanya pada supirnya. "Kak Aksel udah perangkat pak?" Tanya Caca binggung tak mendapatkan Aksel ada disana.
"Udah non, udah lama malah." Ucap supirnya.
"Aduhhh, pak anterin Caca ke sekolah ayo Caca udah telat banget ini." Ucap Caca dianggukki oleh supir tersebut.
Lagi dan lagi kesialan menimpah Caca jalan menuju ke sekolahnya tiba tiba saja macet, Caca melihat arlojinya ia sudah telat 10 menit, sebenarnya gakpapa sih kalau dia terlambat toh juga sekolah itu punya dia. Tapi karena Caca orangnya sangat tak menyukai orang yang tak bisa tepat waktu.
"Pak bisa dipercepat?" Tanya Caca buru buru.
"Sabar ya non sepertinya didepan lagi ada kecelakaan makannya macet." Ucap supirnya itu.
Caca bersandar dengan gelisah hingga lima menit berlalu jalanan pun sudah tidak macet lagi.
Sesampainya disekolah gerbang sudah tertutup rapat, ia melihat satpam yang sedang berjaga dan meminta satpam tersebut untuk membukakan gerbang untuknya.
"Pak bukain dongg, Caca cuman sekali ini kok terlambat." Ucap Caca memegang gerbang berusaha membujuk satpam itu.
"Iya terlambat sekali tapi sekali terlambat langsung seperempat jam." Kesal satpam itu.
"Yah kan yang penting sekali, pak bukain dong hari ini Caca ada ulangan Caca gak mau ulangan susulan nanti gak bisa mencontek hehehe bercanda."
"Gak bisa, gak urusan saya mau ulangan kek, ujian kek apalah segala macam itu, kalau telat dari 10 menit tidak bisa masuk lagi, peraturan tetap peraturan dan silahkan kamu pulang."
Caca berjalan lesuh menjauhi gerbang itu, belum jauh ia melangkah Andrew datang dengan nafas ngos-ngosan. "K-e-napa Lo pulang?" Tanyanya.
"Gak di bisain masuk tuh sama satpamnya, ngeselin banget." Ujar Caca kesal.
"Lo mau masuk bareng gue gak?" Tawar Andrew dibalas tolakan oleh Caca.
"Gak mau ah malas di ceramahin." Ucap Caca.
"Dari tempat lain ca." Ucap Andrew.
Caca sedikit tertarik dengan ajakan itu. "Yah kalau dari yang lain Caca mau." Ucapnya
Andrew menarik pelan tangan Caca melangkah pergi menuju tembok belakang sekolah mereka.
"D-ari sini?" Beo Caca keheranan dan takut.
"Iya."
"Caranya?"
"Lo naik pundak gue." Ucap Andrew berjongkok.
"Gak mauuu, nanti kamu ngintip."
"Yah elah ca gue gak mesum anjir."
"Yakin?"
"Iya ca gak bakal, gue tutup mata deh." Ucap Andrew menutup matanya
Caca mulai menaiki pundak Andrew dengan perlahan, dia juga was was tiba tiba Andrew membuka matanya.
Setelah sampai di atas tembok Andrew dengan lihai memanjat tembok itu.
"Trus sekarang gimana?" Tanya Caca takut melihat kebawah yang lumayan tinggi.
"Tinggal lompat aja kayak gini." Ujar Andrew melompat dari samping Caca hingga mendarat sempurna di bawah tanah.
"Huaaa Caca gak bisa kak, nanti Caca metong." Ucap Caca panik.
"Gakpapa ca gue tangkap kok." Ujar Caca.
"Bentar dulu Caca mau syok." Ucap Caca binggung.
"HEII KALIAN SEDANG APA DISANA?"
Teriak seorang guru dari ujung koridor.
"Yah ampun kak Drew bantuin Caca dong."
"Makanya lompat ca biar kita gak ketangkep."
Dengan keberanian yang ragu ragu Caca menutup matanya dan melompat tepat di pelukan Andrew.
Ia membuka matanya, "Caca aman kan?" Tanyanya dianggukki oleh Andrew.
"Iya aman, SEKARANG KALIAN HORMAT BENDERA SELAMA SATU LES PELAJARAN!!" Ucap guru yang sudah berada di samping mereka.
Keduanya pasrah dan pergi menuju lapangan dan menjalankan hukuman mereka berdua, untung saja matahari tidak terlalu panas.
"Huff~~ hari ini sial banget." Kesal Caca menghela nafasnya berat.
"Kenapa?" Tanya Andrew.
"Banyak deh pokoknya, ini semua gara gara kak Ken."
"Emang dia punya masalah sama Lo?"
"Gak sih cuman dia baperin Caca dan buat Caca kepikiran sampai gak tidur satu malam."
"Gitu aja baper lemah lu ca."
"Ya Iyah lah orang aku manusia yang lemah lembut dan sangat baik."
"Huekk lembut dari mananya lembu yang ada."
"Heh enak aja, dibandingin kamu? Hama."
Canda tawa mereka terus berjalan hingga lonceng pergantian les berbunyi keduanya masuk kedalam kelas masing-masing.