NovelToon NovelToon
Terlambat

Terlambat

Status: tamat
Genre:Cerai / Penyesalan Suami / Selingkuh / Fantasi / Cintapertama / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:282.1k
Nilai: 5
Nama Author: Peri Bumi

Naina Simont, putri seorang Bangsawan bergelar Baron terpilih untuk menikahi Pangeran Kedua Xero Yamen.

Menikahi cinta pertamanya tak melulu membuat Naina menjadi bahagia, faktanya Pangeran kedua telah mempunyai wanita pujaan hatinya yang kini telah berstatus permaisuri, alias istri Kakaknya.

Bahkan saat Naina akhirnya mengandung dan mempunyai anak dengannya, sikap dingin Pangeran Xero tak meleleh. Pun saat Naina keguguran, suaminya lebih memilih menemani Calista, istri mendiang kakaknya yang tengah cidera.

Rumah tangganya diuji dan saatnya Naina harus memilih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Peri Bumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Tok tok tok

Tanpa menunggu aba aba dari orang yang ada di dalam ruangan, Naina masuk dengan membawa senampan berisi makanan ringan dan seduhan teh.

Xero menatap wanita yang baru masuk ruangan tersebut. Gaun yang digunakan jauh dari kata mewah, bahkan terkesan sangat sederhana. Tapi meski begitu dia nampak cantik dan anggun. Dan wanita itulah yang telah di sia siakan Xero selama bertahun tahun.

Naina menyajikan teh tersebut dengan diam. Mereka duduk bersebrangan.

"Silahkan diminum Yang Mulia."

Hampir 3 bulan lamanya Xero tak minum teh yang biasa disajikan istrinya. Memang selama ini Xero tampak acuh tak acuh, tapi setiap makanan atau minuman yang disajikan oleh Naina, selalu dimakan habis olehnya tanpa sepengetahuan Naina.

Setelah meneguk teh hitam pekat itu, Xero kembali melihat Naina.

"Naina..."

"Yang Mulia..."

Keduanya mengucapkan secara bersamaan.

"Silahkan Naina, apa ada yang ingin kau katakan?"

Bibir Naina yang rapat menatap Xero dalam dalam. Sejujurnya Naina bingung dengan hal yang harus dia lakukan. Apakah rasa sakitnya itu bisa langsung hilang begitu saja?

"Sejujurnya saya tidak yakin dengan diri saya sendiri."

"Apa yang membuatmu tidak yakin?"

Xero yang tampak menggebu gebu itu melupakan etika bicara dasar yaitu mencela pembicaraan .

Naina kembali menatap Xero. "Ah... Maaf kalau aku mencela."

"Yah, ini dan itu yang sudah terjadi selama tiga tahun lebih membuat saya sadar dengan posisi saya sendiri. Jadi Yang Mulia...."

Xero melebarkan telinganya menyimak setiap kata yang diucapkan oleh Naina. Bukan ini...bukan ini yang dia mau. Seharusnya bukan begini. Akhir kisah mereka harusnya bahagia. Jadi apa yang salah?

"Saya mungkin belum bisa menerima hasil akhir dari semua Yang Mulia katakan. Saya tahu, mungkin tidak hanya saya yang menderita. Yang Mulia juga... Tapi pada akhirnya dasar kepercayaan sebagai seorang pasangan itu tidak ada. Sulit untuk melangkah ke depan."

"Naina itu...." Tak mampu memberikan jawaban Naina. Benar memang, selama ini Xero hanya berperang seorang diri tanpa melibatkan Naina, Xero pikir Naina sudah sangat sulit menghadapi hidupnya, jadi kalau ditambah beban masalah yang sudah menyerah Xero sejak dulu lalu melibatkan Naina. Xero tak sampai hati memikirkan nya.

"Andai kata Yang Mulia mau berbagi, saya rasa kita berdua bisa menekan penderitaan itu semua. Bahkan mungkin saya juga tidak akan kehilangan anak saya yang belum lahir."

Deg... Begitu perihal anak disebutkan, Xero langsung bungkam. Semua adalah salahnya, Naina berhak marah kepadanya.

"Jadi... Apakah kita harus berpisah?"

Xero tak yakin harus bertanya dengan pertanyaan tersebut, terlebih dengan jawaban Naina. Tapi Xero lebih ingin menghargai apapun keputusan Naina.

"Saya sudah lama memikirkannya."

"Tapi Calista sudah tidak ada Naina, jadi...."

"Bagaimana kalau muncul Calista selanjutnya?"

"Naina itu tidak mungkin...."

"Yang Mulia...."

Xero terdiam tak melanjutkan perkataannya.

Di dunia bangsawan, segalanya bisa saja terjadi. Adanya lady sejenis Calista sudah bisa dipastikan selalu ada. Naina belum yakin dia akan aman jika bersama dengan Xero kembali. Sebagai pendamping raja. Dia ragu. Jadi Xero hanya perlu menyakinkannya. Itu saja, tapi entah bagaimana semuanya terasa sulit.

"Mungkin itu keputusan yang terbaik." Naina tersenyum sambil menundukkan kepalanya.

Xero pun menundukkan kepalanya.

Rasa sesak di dada membanjiri dirinya. Emosinya terkuras habis.

Perjalanan jauh itu seperti halnya dengan sebuah konfirmasi perpisahan mereka berdua. Naina menyerah dan Xero yang sudah terlanjur terlambat. Tak dapat menebus kesalahannya.

1
s
kini
s
betul harus tetap jaga jarak dan jangan terlalu percaya 💯 kepada keluarga sendiri
s
kemungkinan ga si jadi jodoh adik Sanya?
s
menghirup
s
menekan*
Murni Dewita
next
Murni Dewita
💪💪💪💪
Murni Dewita
lanjut
Murni Dewita
next
Murni Dewita
cerai aja
Murni Dewita
nyimak
Murni Dewita
👣
Indah Rohmiatun
laki laki bodoh
Elly sari Narulita
bagus ceritanya... makasih thor
Surati
bagus ceritanya 👍🙏🏻
Angel Ribka
suami istri harus saling mendukung dan melengkapi sannya agar sukses menjalankan kekuasaan dan rakyat sejahtera
Markonah Salim
itu hidangannya gimana yaa... kentang habis di rebus lalu kukus dan di tumbuk
Nenie Chusniyah
luar biasa
Asna
Luar biasa
Hidayah Hanan
happy ending😍😍😍
💜PeribahasaKᵝ⃟ᴸ𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡ : jangan lupa mampir karyaku yang lain ya kak hehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!