Yang satu punya banyak problematik, yang satunya lagi bocah bebas semaunya. Lalu mereka dipertemukan semesta dengan cara tak terduga.
Untuk tetap bertahan di dunia yang tidak terlalu ramah bagi mereka, Indy dan Rio beriringan melengkapi satu sama lain. Sampai ada hari dimana Rio tidak mau lagi dianggap sebagai adik.
Mampukah mereka menyatukan perasaan yang entah kenapa lebih sulit dilakukan ketimbang menyingkirkan prahara yang ada?
Yuk kita simak selengkapnya kisah Indy si wanita karir yang memiliki ibu tiri sahabatnya sendiri. Serta Rio anak SMA yang harus ditanggung jawabkan oleh Indy.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zenun smith, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Setelah Indy memberikan pengakuan, gadis tersebut saling berpandangan dengan Rio. Tatapan mereka solah-olah sedang berdebat soal pengakuan yang baru saja dilakukan Indy.
Sorot mata Indy berusaha meyakinkan Rio agar pemuda itu tidak selalu merendahkan dirinya sendiri. Bagi Indy, Rio sangat layak dijadikan pendamping hidupnya. Namun Rio berfikir sebaliknya, apakah Indy tidak terluka harga dirinya memiliki kekasih seperti dia yang bukan apa-apa?
Akhirnya,
Di tengah dua manusia yang sedang bersitegang dalam diam, Lukas sebagai tengah-tengah dari mereka langsung berdehem. Situasi kembali hidup setelahnya kemudian Lukas menjadi teramat canggung. Mau pulang sudah kepalang tanggung, tidak pulang juga bingung.
"Ah maaf Pak, kaget ya dengar saya bicara begitu? tapi memang saya betulan sedang jujur." Indy menyudahi kesenyapan dengan membuka obrolan kembali.
"Oh, tidak apa-apa Nona Rhin. Saya hanya sedikit terkejut karena saya sudah salah bersikap. Maaf ya Mas Rio, saya baru tahu tentang ini." Lukas tidak enak hati sempat memperlakukan Rio seperti anak kecil.
"Tidak apa-apa Pak Lukas, santai saja." Rio menjatuhkan dirinya duduk di dekat Lukas alih-alih mengembalikan nampan ke dapur. Indy mengambil nampan tersebut dari tangan Rio kemudian melenggang pergi.
Lama kelamaan seiring berjalannya waktu, Lukas dan Rio kini sudah mulai mencair. Bahkan Lukas secara terang-terangan bercerita kalau rencana perjodohan yang diusung Handi telah gagal. Awalnya Handi berniat menikahi Indy dengan Lukas agar sang putri ada yang menjaga ketika Handi sudah tidak lagi di dunia. Lukas masuk ke dalam daftar orang dapat dipercaya Handi. Namun belakangan ini, Handi mempercayakan sepenuhnya masalah hati kepada Indy.
Siapa yang Indy pilih, Handi akan merestuinya.
Indy melihat keakraban Rio dan Lukas sesekali ikut nimbrung walaupun tidak lama. Banyak cerita yang sudah mereka lalui. Keadaan kini sudah terbalik, Lukas cenderung banyak mengobrol ke Rio ketimbang mengobrol dengan Indy.
Baguslah, pikir Indy. Perempuan itu cukup duduk di samping Rio, cosplay menjadi istri yang manis. Sampai suatu ketika ditengah asyiknya Lukas bertukar pikiran dengan Rio, mata Indy menangkap ada notif pesan masuk ke hp milik cowoknya. Tertera nama Junifer di sana, akan tetapi isi pesan tidak terpampang di beranda.
Perasaan Indy mendadak berubah. Dia reflek mengambil botol anggur dan menuangkannya ke dalam gelas. Indy ingin minum. Setelah cukup menuang, gelas yang sudah terisi anggur merah langsung di sambar Rio. Lelaki itu mengajak Lukas bersulang.
Ting.
Habis minumannya ditenggak Rio. Rio pun menatap Indy dengan sorot mata yang berkata: jangan minum ini. Indy melengos mengingat hp Rio ada pesan dari pelakor.
Situasi ketegangan kembali terasa oleh Lukas meskipun Rio dan Indy tidak saling berdebat bicara. Lukas akhirnya berpamitan pulang.
Selepas Lukas pergi, Rio lalu membereskan meja. Beberapa detik kemudian Rio berhenti beraktivitas karena menyadari ada yang tidak beres. Dia tidak melihat keceriaan Indy.
"Kak,"
"Cie yang dapat chat dari pelakor."
Rio langsung memeriksa hp nya. Benar, Juni mengirimkan pesan padanya yang cukup menyita perhatian. Indy tidak boleh membaca ini.
Reaksi Rio yang langsung membaca dan menyakukan kembali hpnya memantik Indy untuk kembali menyindir.
"Perselingkuhan tidak termaafkan dibelahan bumi manapun! ingat itu baik-baik Rio, atau kamu akan kehilangan cinta selamanya."
"Chat dari dia tidak penting. Aku tidak mau kamu terlalu banyak pikiran dengan tingkah randomnya."
"Sini hp kamu!"
Rio bergeming.
"Rio, aku bilang apa? siniin nggak hp kamu!" Indy memaksa, namun Rio masih berkelit.
"Aku kasihnya nanti aja ya?"
"Gak, aku maunya detik ini juga!"
"Janji dulu bahwa hal ini jangan terlalu kamu pikirkan." Rio mengajukan syarat.
"Iya, cepetan sini!"
Rio memberikan hpnya dengan perasaan was-was.
...****...
Di kamar, Rio terus kepikiran Indy. Hp nya belum kembali ke tangannya masih diperiksa brutal oleh perempuan tersebut. Kepalanya pening sedikit lantaran menenggak dua gelas minuman. Tidak lama, pintu yang tidak pernah dikunci Rio terdorong dari luar. Indy berada dibaliknya.
"Boleh aku tidur di sini sama kamu?"
Mendengar itu, Rio pun mendekat. Dia menggendong Indy kemudian membawanya berjalan ke kamar milik wanita tersebut.
Indy direbahkan di atas tempat tidur miliknya. Rio menaikan selimut pada wanita itu sampai sebahu.
"Jangan tidur sama aku ya kak, aku takut tidak bisa menahan diri lagi. Kalau kamu mau tahu perasaan ku seperti apa, jawabannya aku sangat cemburu melihat Indy ku tertawa lepas bersama laki-laki lain. Aku juga pengen nunjukin apa yang aku rasakan sebenarnya. Tapi aku sadar diri, aku kurang pantas melakukan itu semua. Siapa aku? cuma anak sekolah yang sedang berusaha melanjutkan hidup dan mimpi. Yang cuma bisa aku lakuin sekarang hanya memantau dan memastikan orang-orang yang dekat dengan kamu benar-benar orang yang baik. Itu caraku menunjukkan kalau aku benar-benar sayang sama kamu. Aku ingin menjagamu dalam bentuk apapun."
Indy terdiam. Air matanya membasahi pipi sontak membuat Rio kaget dan menghapus air mata Indy.
"Aku-- aku tidak bermaksud menyakiti atau menolak," Rio berusaha menjelaskan. Indy menarik nafas, membuangnya secara perlahan sampai perasaannya tenang.
"Aku takut." Gumam Indy. Rio segera memeluk Indy, mengusap-usap punggung wanitanya. Dia merasa bersalah.
"Jangan baca-baca lagi chat dari pelakor itu ya, aku tidak mau hal ini terjadi lagi. Biar aku blokir lalu hapus kontaknya. Jangan takut lagi, ada aku."
Setelah berkata untuk menenangkan perasaan Indy, Rio kemudian membaca isi pesan dari Juni yang di baca-baca oleh Indy.
Juni: Rio, aku tahu kamu sudah menipuku. Tapi tidak apa-apa, aku terima itu dan tidak akan pernah membalasmu. Jaga Indy baik-baik! jaga anak nakal itu.
"Sebenarnya aku mimpi aneh Yo. Aku melihat duniaku gelap. Semuanya yang ku pandang menjadi gelap tidak ada cahaya apapun. Orang-orang tidak ada menghampiri ku saat itu. Aku berulang kali bermimpi seperti itu Yo. Aku takut. Setidaknya jika ada kamu di sampingku, aku tidak begitu takut jika mimpi itu datang lagi."
.
.
.
Bersambung.
Heh, jd keinget gaya helikopter nya Gea sm Babang Satria🤣