I Bagus Manuaba, seorang duda yang memiliki 2 orang anak, laki-laki dan perempuan. Ia juga salah satu seorang pembisnis terkenal di Bali.
Bagus seorang Papa yang sangat menyayangi kedua anak nya.
Suatu hari ia ingin membeli ponsel di Counter milik temannya, disana ia bertemu dengan gadis cantik yang bernama Dewi. Ya, Dewi ialah pegawai di Counter itu.
Sikap polos dan rasa tanggung jawab Dewi, membuat Bagus jatuh cinta, dan perlahan cinta itu tumbuh semakin besar. Ia pun bertekad untuk bisa menikahinya meski usia mereka terpaut jauh.
Berbagai cara ia lakukan sampai akhirnya Dewi berhasil ia nikahi.
Rasa trauma atas kegagalan nya di masa lalu, membuat Bagus bersikap sangat posesif dan pencemburu berat. Ia bahkan membatasi pertemanan Dewi, dan ia juga melarang Dewi pergi kemanapun.
Apakah Dewi bisa bertahan dengan sikap Bagus yang over posesif? penasaran bagaimana kisah mereka? Yuk langsung simak ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Ws, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jangan Selingkuh!
"Boleh aku bertanya Vid?" ucap Bagus.
"Katakan saja Gus!"
"Itu tadi, Koko mu yang kecelakaan tempo hari itu?" tanya Bagus.
"Hanya ingin bertanya itu saja, kenapa kau serius sekali Gus,"
"Iya itu Ko Jerry yang tempo hari." Jawab David, ia terkekeh pelan.
"Apa semenjak kecelakaan dia jadi agak oleng begitu Vid?" Bagus bertanya lagi.
"Tidak, dia memang begitu sejak dulu Gus."
"Maaf atas sikapnya tadi, Gus." ucap David terlihat ada ketulusan di matanya.
"Lupakan saja Vid, tidak apa-apa," ucap Bagus yang tidak ingin membahasnya lagi. David mengangguk mengiyakan.
Waktu terus berlalu, hingga tak terasa kini sudah sore hari, terlihat Ivan dan juga Dewi sibuk melayani pengunjung yang mulai ramai. Ya, Dewi telah kembali ke depan setelah mendapat pesan dari Bagus, sementara Ivan telah kembali sejak 3 jam yang lalu.
"Suksema Geg?" ucap pengunjung kepada Dewi, yang kemudian langsung pamit.
(Terimakasih Dek)
"Sama-sama, Bu."
Dewi menghampiri Ivan yang masih melayani satu pengunjung, "Ada yang bisa aku bantu, Van?"
"Tidak usah Wi, ini tinggal bayar saja."
"Oke." Dewi mendaratkan tubuhnya di kursi tempat ia biasa duduk. Ia mengambil ponselnya, dilihatnya ada pesan masuk dari Bagus. Ya, Bagus memang sudah pulang, tak lama setelah Dewi kembali tadi.
Sayang, jangan selingkuh ya! ~ Bagus.
"Siapa yang mau selingkuh sih?" gumam Dewi, ia pun membalas pesannya.
Iya Bli. ~ Dewi.
Bagus dengan cepat membalas pesannya.
Jangan mau disentuh oleh pria lain, mengerti! ~ Bagus.
Iyaa. ~ Dewi.
"Kenapa dia menjadi posesif begini sih?" tanya Dewi dalam hati. Ia menaruh ponselnya kembali.
***
Sejak hari itu, Bagus menjadi semakin posesif terhadap Dewi. Seperti malam ini, Dewi hendak pulang ke kost. Ya, sudah dua minggu Dewi tinggal di kost, Dewi mengatakan jika ia tinggal bersama sepupunya, ia terpaksa berbohong pada Bosnya, karena jika ia bilang tinggal sendiri, maka akan sulit mendapat izin dari Bosnya.
Dewi hendak melajukan motornya namun ia urungkan, ia merasakan ponselnya bergetar, ia pun mengambil ponselnya dari saku celananya, dan benar saja ada panggilan masuk dari Bagus, ia segera menjawabnya.
"Hallo, Mami dimana? suaranya berisik sekali?" cerocos Bagus di sebrang telpon.
Dewi menjauhkan ponselnya dari telinganya sejenak, kemudian ia dekatkan kembali.
"Iya lagi di pinggir jalan Pi, mau jalan pulang ini," jawab Dewi.
"Baiklah, hati- hati Mi, ingat langsung pulang, jangan mampir kemana-mana!"
"Iyaa...." Dewi mengakhiri panggilannya.
"Biasanya juga aku langsung pulang, tidak pernah mampir-mampir dulu," gumam Dewi mencebikkan bibirnya kesal. Ia melajukan motornya.
Satu minggu yang lalu, Bagus ingin Dewi memanggilnya dengan panggilan kesayangan. Dewi berinisiatif memanggilnya dengan sebutan Mas, namun Bagus langsung menolak, ia tidak ingin panggilanya disamakan dengan mantan kekasihnya yang kerja di Astra Motor itu. Bagus meminta Dewi memanggilnya dengan sebutan Papi, sedangkan ia memanggil Dewi dengan sebutan Mami. Awalnya Dewi tidak setuju, namun Bagus memaksanya, mau tidak mau Dewi menyetujuinya.
Alayy ya, hehehe.
Sepuluh menit, Dewi baru sampai di kost, ia memarkirkan motornya di garasi yang telah disediakan, ia berjalan perlahan menaiki tangga satu per satu hingga ia tiba di depan kamarnya, ia memasukkan kuncinya di lubang pintu, ia memutar gagang pintunya.
Ceklek..
Setelah ia masuk, ia segera menutup pintunya kembali, ia langsung mendaratkan tubuhnya di atas kasur, ia menoleh kekanan kekiri seperti mencari sesuatu.
"Siapa itu? Aaa...Tolongg...."
.
.
.
**Bersambung....
Hai jangan lupa beri like, komen dan votenya ya.. Terimakasih**..
mampir juga di karyaku
kisah Aluna
my Kids My Hero
Kox pada ngawur 🤦🤦