Dalton Higs, terlahir cacat. Satu tangannya tidak berfungsi. Saat bermain petak umpet dengan kedua orang tuanya. Seseorang datang, menembaki keduanya tanpa ampun.
Dirinya yang saat itu bersembunyi di balik lemari pakaian, menyaksikan pembunuhan tragis malam itu.
Ketika uang berbicara, nyawa bisa melayang. Hanya uang, semua urusan selesai. Dan Hanya uang yang dapat membungkam mulut manusia kecuali binatang. Pembunuh itu tidak tahu, jika masih ada saksi mata yang melihatnya dan tidak bisa disuap.
Menjadi cacat, dan miskin tidak membuatnya terpuruk, justru berambisi untuk menjadi kaya dengan kecerdasannya.
Tumbuh dewasa lalu membalaskan dendamnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Married
Momen pernikahan yang romantis yang selalu diimpikan Megan dan wanita-wanita lain, tidak bisa dirasakannya. Karena Dalton sang bos yang dingin dan tidak romantis itu melangsungkan pernikahan di kantor catatan sipil.
Apa dia benar-benar akan menikahi ku disini? Tanpa gaun pernikahan? batin Megan seketika sedikit galau
Tak berapa lama sang ibu datang, menggeret Megan ke sebuah ruangan dan menyuruhnya berganti pakaian.
"Megan, ayo buka bajumu. Ibu akan mendandanimu secantik mungkin," ucap sang Ibu yang datang bersama adik dan tukang perias.
Semua serba dadakan, bagaikan mimpi di siang bolong. Rupanya, asisten Dalton tak hanya menemput Ibu Megan, tetapi serta merta membawa perias handal dan gaun pengantin yang juga langsung dibeli secara dadakan
"Oh My God! Dia cantik sekali," puji perias saat Megan mengenakan gaun pengantinnya.
Makeup yang dirias tidak menor, malah nampak natural namun juga tidak pucat. Karena wajahnya memang sudah cantik.
Acara akan segera dimulai. Megan di bawa ke tempat lain, gereja yang berada tepat disebelah gedung pernikahan.
Begitu pintu dibuka, Megan diantar oleh Rob, sang asisten menuju Altar pernikahan.
Dalton menoleh melihat bidadari yang baru saja datang. Tanpa berkedip, jantungnya berdetak sangat kencang, hingga gugup tiba-tiba hadir dalam dirinya.
"Cantik sekali wanitaku," gumam Dalton
Ketika pendeta mulai menjalankan ritual pernikahan, Dalton terus menoleh ke arah Megan. Tetapi dia tetap mendengarkan perkataan Pendeta. Janji suci pernikahan telah terucap, Keduanya saling mencintai dan berjanji untuk setia hidup semati. Dan berjanji untuk tidak mengkhianati pernikahan
Anak buah Dalton dan tetangga Megan turut menjadi saksi pernikahan yang digelar secara dadakan. Tiba waktunya untuk mencium sang mempelai wanita, tanpa ragu Dalton mengecupnya sangat dalam, menumpahkan rasa cintanya untuk Megan seorang
"Megan aku mencintaimu," ucap Dalton melepaskan kecupannya
"Aku juga mencintaimu," jawab Megan
Kemudian mereka melanjutkan ciumannya lagi membuat orang disana yang ikut menyaksikan menjadi iri.
Dalton sama sekali tidak ragu untuk menikahi Megan. Dia juga tidak berpikir soal nama Ayah Megan ketika janji pernikahan di sebut.
Vir Da Lorenzo adalah nama Ayah Megan, namun Dalton hanya mengenalnya sebagai Vir. Keluarganya abstrak, tidak diketahui siapa anaknya namun sang istri dikabarkan meninggal. Jadi Dalton tidak mencurigai nama Ayah Megan sama sekali. Apa yang terjadi jika kenyataannya adalah Dalton menikahi anak pembunuh orang Tuanya.
"Selamat sayang, kau kini telah menikah," ucap Gloria menyelamati putrinya, membelai pipi anak semata wayangnya itu kemudian memeluknya.
Tentu saja hanya Megan yang dia anggap sebagai anak, Gloria tidak pernah menganggap Bobby sebagai anaknya. Tak lama Gloria memeluk Megan.
"Terimakasih Bu," ucap Megan
"Dalton, jaga Megan dan sayangilah dia," pinta sang ibu
"Pasti Bu, aku akan selalu menyayanginya," jawab Dalton
Bobby turut mengucapkan selamat pada kakak tirinya itu, "Kak selamat ya, semoga pernikahan mu senantiasa membawa keberkahan dan kebahagiaan,"
"Amiiin terimakasih atas doanya adikku," ucap Megan lalu memeluknya dan mencium pipinya
Dia memperlakukan adik tirinya dengan sangat baik, tidak seperti ibunya yang terlihat acuh. Aku tak salah memilih wanitaku, batin Dalton
Setelah itu mereka semua pulang ke rumah Megan. Dalton ingin merasakan menjadi anggota keluarga Megan dengan tinggal disana. Hal itu membuat Megan sedikit takut, takut jika Dalton merasa jijik dan tidak betah tinggal di rumah gubuknya.
Tapi Megan tidak bisa menghalangi keinginannya itu, beberapa lampu yang pecah sudah diganti oleh anak buah Dalton, dan asistennya Rob juga sudah membeli tempat tidur berukuran besar untuk mereka berdua karena ranjang Megan kecil tidak mungkin cukup untuk berdua.
Dalton juga memberi Ibu mertuanya beberapa uang tunai untuk berbelanja kebutuhan pribadinya. Dan obat yang Ibunya butuhkan. Yang terpenting Keluarga Megan bisa sehat dan hidup layak. Adik tiri Megan juga diberikan laptop dengan harapan Bobby akan semangat belajar dan tidak ketinggalan jaman di Era Modern ini
Siang itu, usai pesta kecil Megan masuk kedalam kamar untuk berganti pakaian. Tak berapa lama Dalton masuk bersandar pada dinding sambil mengagumi kecantikan Megan. Wanita itu sudah berganti dress rumah yang panjangnya hingga atas paha. Dan hanya memakai celana pendek di atas lutut.
Pakaian Dalton sendiri sudah dibawakan oleh salah satu anak buahnya. Dia tidak perlu bingung dengan apa yang dia kenakan nanti. Enaknya jadi orang kaya semuanya teratasi dengan cepat.
"Megan... Kenapa kau begitu cantik," rayu Dalton
Megan tersenyum dan tertawa kecil
"Kalau aku tidak cantik mungkin kau tidak akan mau denganku,"
Dalton berdengus, "Hmm sebenarnya bukan itu yang membuatku terpikat,"
"Hmm lalu apa?" tanya Megan berjalan mendekati Dalton
Dengan nakal Dalton menunjuk dengan tatapan matanya dan dia melihat kearah PD milik Megan yang sangat menonjol. Padahal hanya mengenakan Dress sederhana
"Kau! Astaga haha," ucap Megan memukul pelan Dalton.
Sedangkan Dalton tertawa dan menangkis serangan Megan. Lalu menarik pinggulnya hingga jarak keduanya sangat dekat.
"Aku bercanda....Kau unik Megan, tingkahmu, kepolosanmu, kedewasaanmu terus membayangi pikiranku hingga aku menyadari hal lain kalau kau begitu menarik, aku mencintaimu,"
Dalton berbicara sangat dekat hingga jarak pandang mereka hanya sejengkal jari. Aroma napas yang dapat memicu jantung mereka membuatnya kehilangan akal.
Dimulai dari kecupan kecil, dan semakin memanas kecupan itu berubah jadi cumbuan sangat dalam, Dalton beralih mencium belakang telinga Megan membuat tubuhnya Megan meremang.
Sementara jari tangan kiri Dalton mulai bergerak menaikkan dressnya lalu masuk kedalam sela celananya. Ia berhasil memainkan bibir bawah Megan, memainkan klirotis hingga membuat wanitanya bergelinjang manja disertai lenguhan kecilnya.
Dalton seakan terbuai dengan suara seksi yang kian menari-nari di otaknya. Dia semakin bersemangat memainkan jarinya dan mengecupi leher jenjang Megan
Keduanya bergejolak, tak dapat lagi menahan hasrat untuk saling memiliki.
Tanpa sadar entah bagaimana kini mereka sudah berada di atas ranjang yang baru, bergumul mesra di siang bolong tanpa ada yang mengganggu.