Squall dari Mr. Dave, I Love You!
.
.
Setelah pernikahan kakak kembarnya Dave bersama Anastasya, wanita yang dia cintai. Davio lebih memilih pergi meninggalkan Mansion dan menjauh dari semua orang.
Dirinya memulai karir kembali di negeri Eropa. Sempat mengalami kendala dalam merintis bisnis otomotif nya hingga dia akhirnya memutuskan mendaftarkan diri sebagai seorang dosen di universitas terkenal di sana.
Tanpa di duga, dia harus menghadapi gadis nakal yang sering mangkir dari mata kuliah. Karena geram, Davio memberinya hukuman dengan menyuruh nya membersihkan apartemen yang kebetulan tidak ada asisten.
Hingga suatu ketika, kejadian naas menimpa keduanya saat Davio selalu dihantui oleh bayang-bayang Ana dan memilih meminum banyak minuman keras hingga mabuk dan memperkosa Wilia.
Bagaimana kisah setelah satu malam naas itu?
Ikuti terus ceritanya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana Azzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 25
"Huh! Akhirnya sampai disini juga." Wilia menggulingkan tubuh nya ke kasur setelah dua hari tidak di rumah akhirnya dia bisa kembali dan bisa menghembuskan udara dengan lega. Saat di tempat Davio rasanya Wilia tak mampu bergerak bebas, walau hubungan nya dengan Davio sudah sangat dekat nyatanya belum mampu menghilangkan kecanggungan antara keduanya.
Dia memejamkan mata seraya memeluk erat guling yang selalu menemani nya tidur. Seperti kebiasaannya, dia tidur hanya memakai pakaian dalam karena itu membuat nya sangat nyaman. Tak lama setelah nya Wilia benar-benar sudah berada di alam mimpi.
.
.
.
Jika di tempat lain Wilia sedang mengistirahatkan tubuh nya setelah semalaman tak bisa tidur akibat pertempuran panas bersama Davio. Berbeda dengan Davio yang sedang memikirkan rencana selanjutnya.
Tempo lalu, saat mami Bulan menelpon, wanita paruh baya itu membujuk Davio agar berhenti bermain-main dengan para wanita nya dan menyuruh agar segera menikah. Tentu saja Davio tak ingin mengecewakan mami nya, setelah banyak kesedihan yang di derita sang mami mulai dari diri nya dalam kandungan, Davio ingin sekali bisa membuat mami nya bahagia. Dan salah satu caranya adalah dengan dia menikah maka setidaknya beban mami nya akan berkurang. Dengan menikah Davio bisa menunjukkan kalau dirinya sudah bahagia dan bisa melupakan Ana, mami Bulan yang sangat mengerti akan perasaan anak-anak nya tentu saja tahu perasaan sakit Davio dan itu pula yang menjadi beban mami nya dan sakit-sakitan. Oleh karena itu, Davio ingin sekali mengabulkan permintaan mami nya yang satu ini, tapi masalah nya dia belum menemukan wanita yang pas untuk menjadi pendamping nya. Dan setelah kejadian semalam, Davio baru menyadari wanita yang sangat cocok menjadi pendamping nya. Wilia, wanita itu sedikit banyak nya mirip dengan Ana, wajahnya cantik, otak nya jika Wilia yang terkadang sedikit lemot dengan masalah tertentu maka Ana memiliki otak yang luar biasa bodoh nya. Meksi begitu mereka sama-sama memiliki hati yang baik. Setelah dipikir-pikir lebih jauh lagi, keduanya memang benar-benar memiliki banyak kesamaan. Hal itu membuat Davio tak ragu untuk mengajak nya menikah.
Namun yang menjadi permasalahan nya adalah Apakah keluarganya mengizinkan Wilia menikah dengan nya? Untuk masalah Wilia, Davio yakin wanita itu akan menerima ajakan nya meski tadi setelah Davio menanyakan, wanita itu belum bisa menjawab dengan beralasan ingin meminta waktu untuk berpikir. Tapi setidaknya Davio memiliki senjata untuk mengancam nya, dan jika Wilia masih saja menolak maka Davio akan membuat nya hamil dulu baru menikah. Dengan begitu Wilia tak akan mungkin menolak, pastinya dia tak ingin masa depan anak nya buruk akibat ulah nya.
"Halo, mam." Davio sedang menerima panggilan video dari mami nya.
"Dasar anak durhaka! Apa begini cara anak menunjukkan kasih data pada mami? Bahkan kau tak pernah berinisiatif lebih dulu untuk menelpon mami! Kau ingin jadi seperti Maling Kandang ya? Yang dikutuk jadi bola batu karena durhaka pada mami nya!." Baru saja beberapa hari lalu mereka berkomunikasi tapi mami nya sudah mencercanya dengan banyak kutukan karena tak sering menghubungi.
"Bukan maling kandang, mom. Tapi MALIN KUNDANG. Dan bukan jadi bola batu, tapi jadi BATU, mom." Davio lebih dulu mengomentari perkataan mami nya yang salah.
"Ah, itu pokoknya. Mami tidak mengingat-ingat karena tidak penting bagi mami yang tak akan mungkin dikutuk seperti dia." Sahut mami nya tanpa sadar, namun setelah kesadaran pulih dia segera bertanya pada Davio. "Hei, kau sengaja ingin mengalihkan pembicaraan, ya? Dasar anak kurang ajar! Mami ini tadi bertanya kenapa kau tak pernah berinisiatif menelpon mami dulu? Apa begini cara mu berbakti pada orang tua?"
"Aku memang sibuk, mom. Vio janji kalau ada waktu akan lebih sering mengabari mami. Maafkan Vio, ya?"
"Huh, mami terlanjur sakit hati! Mami belum ingin memanfaatkan mu sebelum kau memberikan sesuatu yang membuat mami bahagia." Sahutnya. Terlihat wajah mami nya semakin menua itu sedang cemberut dengan kedua tangan dilipat ke dada membuat Davio diam-diam menarik sudut bibir nya. Davio sadar, tanpa kasih sayang besar dari mami nya, Davio tak mungkin tumbuh besar menjadi seperti ini. Menjadi laki-laki sukses yang terbilang masih muda. Dan itu semua tak luput dari campur tangan mami nya yang selalu memberikan support meksi disaat-saat dalam keadaan terpuruk sekalipun.
"Mami, Vio ingin memberi tahu sesuatu." Meksi Davio masih sedikit ragu mengatakan nya, tapi setidaknya ini mampu mengubah mood mami nya membaik.
"Apa itu? Ayo, katakan, Vio. Jangan buat mami penasaran."
Davio semakin terkekeh melihat mami nya yang selalu tak sabaran jika ada hal yang membuat nya penasaran.
"Begini, mami. Vio sedang dekat dengan seorang gadis. Dia-"
"Apa?! Kau sudah menemukan seorang gadis? Siapa gadis itu? Dari mana asal nya? Bagaimana kau bisa bertemu dengan nya? Apakah kau sudah menyatakan cinta? Apa dia juga menyukai mu? Kapan kau akan melamarnya? Apakah wajahnya mirip dengan mami? Apa-"
"Mami.., Dengarkan penjelasan Vio, jangan memotong perkataan Vio atau anak mu yang imut ini akan mematikan panggilan dan tak akan pernah lagi menjawab panggilan telepon dari mami." Gertak Davio yang memang hanya sebatas gertakan dan tak benar-benar dari hati. Sebenernya Davio ingin sekali tertawa saat menyadari perkataan nya yang sangat konyol dan begitu menggelikan saat tadi mengatakan dirinya imut, dia bahkan tak menyadari saat mengatakan nya.
"Biarkan Vio menjelaskan secara rinci," Selanjutnya Davio menjelaskan detail tentang data diri Wilia lengkap dengan pertemuan nya di kampus yang satu menjadi dosen dan satunya menjadi mahasiswa. Namun Davio tak memberi tahu tentang hubungan satu malam nya dengan gadis itu, bahkan tentang tugas tambahan nilai Wilia yang harus membersihkan apartemen pun tak Davio jelaskan. Karena jika sampai dia buka suara tentang hal ini, dapat dipastikan kehidupan selanjutnya Davio tak akan tenang karena terus-terusan mendapatkan ceramah dari mami nya. .
Davio juga mengatakan sudah melamar gadis itu, namun belum mendapatkan jawaban. Dan saat melihat kekhawatiran dari pancaran mata Davio, mami Bulan sangat percaya kalau Davio benar-benar menyukai gadis itu.
Mami Bulan sangat bahagia karena akhirnya Davio berhasil menghapus cinta nya pada kakak ipar dan sudah digantikan wanita lain. Mami Bulan sangat berharap hari bahagia Davio akan segera tiba dan mereka akan kembali hidup bersama dengan penuh kebahagiaan. Sebagai orang tua yang sangat menyayangi anak-anaknya, tentu saja tak akan bahagia jika salah satu diantara anaknya berada jauh dari pandangan nya.
visualnya
namanya baru berumah tangga,banyak hal yg belum diketahui,sifat masing masing yg arogan..
menyatukan dua hati memang sulit,ditambah keluarga nanti klu udah tau mrk menikah.
apalg tanpa cinta..
...
jadi bingung mau komen.
mau enak terus...
Belajar mandiri wilia