Juniar adalah seorang gadis yang terlahir dari keluarga yang sangat berkecukupan. Dia memiliki seorang Kakak Laki - laki.
Sang ayah adalah pengusaha sukses yang bisa mengabulkan semua keinginan Juniar hanya dalam hitungan detik.
Hingga sampai akhirnya keluarga Juniar berada di posisi paling rendah.
Dimana perusahaan Ayah nya mengalami kebangkrutan, sang Kakak meninggal karena over dosis. Sang Ayah di lilit hutang dan kena serangan jantung.
Dan Ibu nya pergi meninggalkan Juniar
Juniar yang saat itu usia 18 tahun, baru menyelesaikan sekolah SMA harus berusaha mengembalikan keutuhan keluarganya.
Dia terpaksa harus melelang KEPERAWANAN nya di sebuah situs online demi menyelamatkan keluarga nya.
Demi Ayah yang sakit agar segera sembuh, demi Ibu agar mau kembali pulang dan Almarhum Kakak yang selalu mengandalkannya.
Aku Juniar, gadis yang pernah hidup dalam kemewahan dan sekaligus harus hidup dalam kenistaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lesta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Juniar 25
Mus!!!! teriak Sulhan sesaat setelah membanting sendoknya
Mus yang mendengar teriakan Sulhan langsung mendekat
" Siapa yang mengijinkan Juniar pergi ke Bandung ??? "
" Nona pergi sendiri Tuan "
" kenapa kamu tidak menahannya??"
" Saya tidak ada hak untuk menahan kepergian Nona Juniar"
" dia tidak meminta ijin kepada Saya"
" Nona bilang, Tuan juga tidak ijin saat pergi meninggalkan Nona di Hotel "
mendengar ucapan Mus, emosi Sulhan meredup seketika
Maya sampai membelalakan matanya mendengar ucapan Juniar yang di ulangi lagi oleh Mus.
Sulhan belum sempat makan, dia langsung meninggalkan ruang makan bahkan keluar dari rumah tersebut.
Sulhan meminta supir mengantarkan dirinya ke Villa.
setelah sampai di Villa, Sulhan mencari keberadaan Haikal.
" Haikal!!!... Haikal !!! "
" Pak Haikal pulang " Ucap Tutik, Tutik adalah pengasuh Sulhan masa kecil sekaligus asisten rumah tangga dikeluarga Sulhan. Tutik sudah sangat mengenal karakter Sulhan, dia sangat tahu juga bahwa Tuan nya sedang menahan emosi.
" Siapa yang menyuruh Haikal pulang????"
mendengar pertanyaan Tuannya, pembantu dengan tubuh gemuk itu bingung harus menjawab apa.
" Siapa juga yang mengijinkan Haikal pulang???"
Tutik semakin bingung hatus menjawab apa untuk pertanyaan tuannya.
" Mbo jawab"
" Pak Haikal tidak pernah tidur disini" jawab Mbo Tutik.
" cccckkkkkk...." Sulhan bercekak kesal saat mendengar ucapan Mbo nya dan menuju kamar nya
dalam kamar Sulhan tidak bisa memejamkan matanya, dia berguling kesana kemari.
hingga jam menunjukan pukul 23.00 Sulhan belum memejamkan matanya
" Berani sekali dia pergi tanpa pamit" gumam Sulhan
Sulhan beranjak dari tempat tidurnya, perutnya tidak bisa dibawa kompromi. gara - gara Istrinya pergi ke Bandung dia melewatkan makan malamnya
Sulhan pun menuju tempat makan, dilihatnya makan malam yang disediakan si Mbo Tutik. Dia memang lapar, tapi selera makannya hilang. untuk mengunyah makanan saja dia malas.
Sulhan mengambil ponsel nya dan mencoba menghubungi Haikal
percobaan pertama telepon tidak terjawab
kedua tidak ada jawaban
sampai ketiga kali jawaban dari operator, nomer yang anda tuju tidak dapat dihubungi, silakan coba beberapa saat lagi
" kemana dia??" tanya Sulhan.
mencoba berkali - kali menelpon ke Haikal walau tahu nomernya tidak aktif.
Sulhan ingin sekali menghubungi Juniar, tapi dia sangat malu untuk memulai nya.
Sulhan hanya ingin menanyakan apa Juniar baik - baik saja di Bandung. dan ingin meminta Juniar kembali.
" aaaakkkhhh " gumam Sulhan
Sulhan hanya melihat kontak Juniar, lalu dia beralih ke chat.
dilihatnya pertama dan terakhir kali chat Juniar adalah saat memberikan pin atm yang dia berikan.
" cccckkkkkk bisa - bisa nya dia pergi tanpa pamit " gumam Sulhan sampai Sulhan masuk kembali ke kamarnya dan membanting pintunya dengan sangat keras.
dia berusaha keras memejamkan matanya menunggu pagi bahkan dia sampai tahu panjangnya malam.
------ Bandung pukul 06.00
Hotel Horison Bandung
Juniar menggeliatkan tubuhnya, dilihatnya jam sudah menunjukan pukul 06.00
" Ya ampun sudah pagi " ucap Juniar dan melirik ke arah Miranda. Juniar menggelengkan kepalanya saat melihat Miranda masih tertidur pulas.
" rasanya jarak Surabaya Bandung lebih dekat dari pada Kalimantan - Bandung. ko dia yang lebih tepar " ucap Juniar sambil beranjak dari tempat tidur mencari ponsel nya untuk menghubungi Maya
" Hallo Nona "
" May, Apa Tuan Muda pulang ke rumah??"
" Iya Nona, tapi pas tahu Nona pergi ke Bandung Tuan marah "
" Ko bisa, dia bisa marah???" tanya Juniar yang ridak pernah melihat Sulhan marah
" Iya, Mus bahkan dibentak "
mendengar Mus dibentak Juniar meraa sangat bersalah, dan ada rasa tidak enak hati.
" sekarang Tuan muda sudah bangun??"
" tuan muda langsung pergi ke Villa"
" di Villa ada Haikal kan?"
" Ada Mbo Tutik, pengasuh Tuan Muda, Nona kapan pulang???"
" belum tahu May, nanti dikabari lagi ya"
" Baik Nona"
------ Juniar menyimpan ponselnya.
Mir, bangun. sarapan yuk!!" ajak Juniar
Miranda menggeliat dan membetulkan selimutnya.
" masih ngantuk, kalau kamu mau sarapan. pergi saja sendiri"
mendengar perkataan Miranda. Juniar pun bergegeas membersihkan diri untuk mengambil sarapan yang sudah disiapkan pihak hotel.
---- Juniar memgambil sarapan dan mulai sarapan menghadap ke arah kolam renang.
cukup lama Juniar merenung, bahkan dia tidak sadar kemana masuk nya makanan yang dia kunyah dimulutnya.
pikirannya melayang layang kemana mana, dia ingat daddy nya, ingat mommy nya. dan saat ingat sosok Kakak nya. baru Juniar tersentak kaget.
" Aku belum berkunjung ke kuburan Kak Januar " ucap Juniar. dia tergesa gesa beranjak dari tempat duduk nya sampai dia bertabrakan dengan seseorang.
" Om Yoga!!!!" teriak Juniat tanpa sadar. dilihatnya pengacara keluarga yang sudah menggelapkan uangnya asa dihadapannya dia sedang menggandrng perempuan muda, Juniar sangat tahu itu bukam istrinya. bisa - bisanya laki - laki sudah bau tanah menginap di hotel bersama wanita yang bukan istrinya.
melihat Juniar ada di hadapannya Yoga dengan susah payah menelan air liurnya.
sedangka peremouan yang disamping Yoga melihat kearah Yoga dan juga Juniar.
" Om Yoga masih ingat Juniar????" tanya Juniar
" Eeeeh perempuan, maaf ya. Om Yoga sekarang lagi sama Ola. Jangan aneh - aneh. nanti kamu minta jadwal sama Om yoga kalau ingin bersama Om Yoga.
mendengar ucapan perempuan itu Juniar membelalakan matanya.
" Om Yoga, kembalikan uang Juniar. jadi uang Juniar Om pakai untuk perempuan - perempuan seperti ini???" teriak Juniar
" Uang apa anak kecil???" ucap Yoga tanpa rasa bersalah
" Juniar sudah mentranfer uang ke Om untuk menyelesaikan sengketa rumah dengan pihak Bank"
" tidak ada hitam diatas putih bukan???"
" Ga nyangka, pengacara keluarga seperti Om bisa menjadi penghianat.Seperti itu sumpah jabatan seorang pengacara?"
" Memang tidak ada bukti bukan??? mana bukti Om sudah menggelapkan uang kamu???"
" Juniar pastikan Om akan menyesal pernah mengambil uang Juniar "
" Jual lagi dirimu untuk mendapatkan uang lebih banyak "
Juniar terdiam saat Om Yoga mengatakan hal tersebut, hatinya sungguh tergores. dia tidak menyangka pengacara yang dulu di percaya oleh keluarganya bisa seperti ini. Juniar yang harusnya dalam lindungan Om Yoga saat keluarga nya tidak ada atau bahkan meninggal. namun kenyataan tidak seperti itu.
" Jual diri lebih giat lagi, agar bisa mendapatkan uang lebih banyak" ucap Yoga dan beranjak meninggalkan Juniar
" Dasar bocah " gumam Yoga sambil berlalu meninggalkan Juniar
Juniat masih berdiri mematung sampai Miranda menepuk bahu nya.
" woy, sudah selesai sarapannya??"
" iikh bikin kaget " ucap Juniar seolah tidak terjadi apa - apa.
" Miranda duduk dan memulai sarapannya. " sini duduk dulu temani Aku sarapan, Aku balik surabaya setelah ceck out dari sini " ucap Miranda
" Ya udah, Aku mau kekuburan Kak Januar."
" oke Aku temani kamu, terus kamu kembali ke kalimantan kapan??"
" Belum tahu"
" sorry ya ga bisa lama - lama nemenin kamu di Bandung. jadwal kuliah ku padat."
" oke Mir ga masalah ko, makasih ya sudah bantu Aku bayar rumah sakit daddy"
Miranda hanya membulatkan jari jempol dan telunjuknya.
----- sedang di kalimantan pukul 08.00 Haikal sudah sampai di villa
" mbo, Bos mana??"
" belum bangun"
mendengar ucapan Mbo Tutik Haikal tersenyum, Haikal tahu dari Mus kalau Tuannya sedang merajuk karena Istrinya ke Bandung tanpa pamit.
Haikal masuk kedalam kamar Sulhan, dilihatnya Sulhan tengkurap diatas tempat tidurnya.
" bangun Woy " ucap Haikal dan memijit remot untuk tombol buka gorden
Sulhan kemudian menutup wajahnya yang terkena sinar matahari dengan pangkal lengannya
" Bangun woy bangun!!!" Haikal sambil terkekeh
Sulhan berdecak kesal dan bangun dari tidurnya, lalu duduk ditepi ranjang dan menarik rambutnya kebelakang, menatap kesal Haikal
Haikal sampai melongo melihat kantung mata Sulhan
" Bos semalaman ga tidur??? mata panda " ucap Haikal sambiĺ terkekeh.
.
.
.
.
Juniar❤
makasih tak terhingga untuk dukungan kalian semua😚😚😚😚
terima kkasih karena selama ini sudah menunggu dengan sabar sampai mood si akoh untuk nulis datang kembali🤭
maaf cuma masukkan soalnya mak juga terus bc kok cerita ini😉
dan ssmoga om yoga dan boy ikut sandiwara tersebut😄
buatkan par 3 nya thoorr