NovelToon NovelToon
ONE PIECE : RETAKAN TAKDIR

ONE PIECE : RETAKAN TAKDIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Sistem / Fantasi
Popularitas:13.8k
Nilai: 5
Nama Author: areann._

Ryden Vale, seorang remaja biasa yang tewas tertabrak truk, terbangun kembali di dunia yang selama ini hanya ia kenal lewat cerita — dunia One Piece. Ia mendapati dirinya menghuni tubuh baru: rambut putih, mata merah darah, dan jubah putih berlambang bulan sabit terbalik yang kelak menjadi ciri khasnya. Di sebuah pulau terpencil di East Blue, ia menemukan Rift Rift no Mi, Buah Iblis misterius yang memberinya kekuatan untuk merobek, melipat, dan berpindah lewat ruang itu sendiri — sekaligus sebuah Sistem Login Harian yang diam-diam menempanya menjadi lebih kuat, hari demi hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon areann._, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29

Alarm keras bergema di seluruh ruang bawah tanah begitu pria berkacamata—yang belakangan diketahui bernama Doktor Vell, kepala peneliti organisasi rahasia itu—mengaktifkan sistem pertahanan darurat. Dinding-dinding baja tiba-tiba bergerak, menutup akses keluar utama, sementara dari langit-langit ruangan, beberapa tabung logam besar mulai turun perlahan, memperlihatkan sosok-sosok makhluk aneh yang tampak seperti hasil eksperimen gagal—tubuh mereka dipenuhi jahitan kasar dan tampilan yang jelas bukan manusia normal lagi.

"Ciptaan-ciptaan gagal kami akhirnya berguna juga," Vell tertawa dingin dari balkon atas yang kini terlindungi kaca antipeluru tebal. "Mereka mungkin tidak sempurna, tapi cukup kuat untuk menahanmu sementara aku menyiapkan rencana cadangan."

Ryden merasakan tekanan Haki aneh dari makhluk-makhluk itu—berbeda dari manusia biasa, campuran kekuatan yang terasa dipaksakan dan tidak stabil. Salah satu makhluk itu melesat maju dengan kecepatan mengejutkan, cakar besar menggantikan salah satu tangannya mengarah langsung ke arah Ryden.

Ryden melompat mundur, menciptakan retakan defensif yang berhasil menahan serangan cakar itu meski getarannya cukup kuat membuat lengannya bergetar. Kekuatan mereka memang tidak stabil, tapi cukup brutal, pikirnya, mengevaluasi cepat ancaman baru ini.

"Elira, cari cara untuk membebaskan tawanan dari sel mereka!" perintah Ryden, tetap fokus menghadapi dua makhluk yang kini mengepungnya dari sisi berlawanan. "Aku akan menahan mereka semampuku!"

Elira mengangguk cepat, bergegas menuju deretan sel besi sambil menghindari kekacauan pertarungan yang semakin intensif.

Ryden sendiri mulai mengombinasikan seluruh kemampuannya—Retakan Ruang untuk menyerang dari jarak jauh, Teleportasi untuk menghindar dari serangan cakar mematikan, dan sesekali Remukan Ruang untuk melumpuhkan pergerakan makhluk-makhluk itu dengan menjebak anggota tubuh mereka dalam lipatan ruang sementara.

Namun jumlah makhluk yang terus bertambah dari tabung-tabung yang masih turun membuat situasi semakin sulit dikendalikan. Ryden merasakan staminanya mulai terkuras cepat, keringat membasahi seluruh tubuhnya akibat penggunaan kekuatan yang intensif dan berkelanjutan tanpa jeda.

Aku tidak bisa terus bertahan seperti ini, pikirnya, napas mulai memburu berat. Butuh cara untuk mengakhiri ini lebih cepat.

Matanya melirik sekilas ke arah panel kontrol yang mengoperasikan tabung-tabung tempat makhluk-makhluk itu dilepaskan, sebuah ide muncul cepat di benaknya. Dengan sisa tenaga yang ada, Ryden menciptakan sebuah retakan besar yang jarang ia gunakan—bukan menargetkan makhluk di hadapannya, melainkan langsung ke arah panel kontrol di sudut ruangan, menghancurkannya dengan presisi tepat sebelum makhluk berikutnya sempat dilepaskan.

Ledakan kecil dari panel yang rusak memicu korsleting listrik, membuat sisa tabung yang belum terbuka mati fungsi seketika. Makhluk-makhluk yang sudah terlepas sebelumnya mulai kehilangan koordinasi, gerakan mereka menjadi kacau dan tidak terarah tanpa kendali dari sistem pusat yang baru saja dihancurkan.

"Tidak! Sistem kendaliku!" Vell berteriak panik dari balkon, menyaksikan seluruh rencananya runtuh dalam hitungan detik.

Memanfaatkan momen kekacauan itu, Ryden segera melumpuhkan sisa makhluk yang masih bergerak tak terarah dengan rentetan Retakan Ruang yang presisi, sementara Elira berhasil membuka beberapa sel tawanan menggunakan kunci yang ia temukan tergeletak di meja terdekat.

"Ryden, mereka sudah bebas!" seru Elira, membantu beberapa tawanan yang lemah untuk berdiri dan mulai mengarahkan mereka menuju pintu keluar darurat yang mereka temukan di sisi ruangan.

Vell, menyadari rencananya telah gagal total, mencoba melarikan diri melalui pintu tersembunyi di belakang balkon. Namun Ryden, dengan sisa tenaga yang masih tersisa, menciptakan Teleportasi terakhir untuk memotong jalur pelariannya, muncul tepat di hadapan pintu tersembunyi itu sebelum Vell sempat mencapainya.

"Perjalananmu berakhir di sini," ucap Ryden dingin, matanya menyala tajam menatap Doktor Vell yang kini terpojok tanpa jalan keluar, wajahnya pucat pasi menyadari bahwa rencana jahatnya telah sepenuhnya terbongkar dan gagal total di hadapan kekuatan Sang Peretak yang jauh melampaui perkiraannya.

1
MALES NGETIK 3
mantap
Kasma Wati
lanjut👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!