NovelToon NovelToon
Mahram Untuk Azira

Mahram Untuk Azira

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Pengantin Pengganti / Pengganti / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lili Hernawati

Azira membenci Ayahnya karena tega meninggalkan Ibu, dan dia bahkan lebih membenci istri kedua Ayahnya sebab jika bukan karena wanita itu, Ibu tidak akan pernah menginjak dunia malam. Tidak, sejujurnya Azira membenci Ayah dan keluarga Ayahnya yang bahagia serta harmonis. Pernah memandang rendah Azira dan Ibunya yang miskin, mereka bahkan tanpa ragu membunuh Ibunya.

Azira sangat membenci mereka semua!

Karena kebencian inilah dia terpaksa memasuki keluarga Ayah, menghancurkan kehidupan bahagia putri terkasih Ayah dan merebut calon suaminya, Azira melakukan semua itu.

Dia pikir balas dendamnya telah selesai setelah melihat keluarga Ayahnya hancur, dan dia pun siap dihancurkan oleh suami paksaan nya. Namun, siapa sangka bila suami paksaan nya tidak hanya tidak menghancurkannya namun juga menyediakan rumah untuknya kembali?

Apa ini?

Apakah ini hanya penyamaran sang suami untuk membalas dendam kepadanya karena telah merebut posisi wanita yang dicintai?

Atau justru sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lili Hernawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3.8

Setelah Azira mengungkapkan kedua bukti ini, wajah Mama dan Ayah langsung berubah. Ekspresi wajah mereka sangat buruk namun tak ada satupun kata yang terucap dari bibir.

Bibi Sifa menghela nafas berat, dia menggelengkan kepalanya dan enggan menatap kakaknya yang hanya terdiam membisu tanpa mengucapkan kata-kata bantahan.

"Jadi Humairah adalah putri keduanya?"

"Aku tidak menyangka beliau pernah menikah sebelum menikahi Mama Humairah..."

Ada banyak diskusi diantara para tamu yang membuat Ayah dan keluarga besarnya menjadi sangat malu. Pernikahan pertama Ayah adalah sebuah aib yang tidak bisa diungkapkan dimuka umum. Keluarga kaya manapun pasti malu memiliki menantu miskin dan berasal dari daerah tertinggal. Tidak ada yang mau memiliki menantu serendah ini secantik apapun dia. Begitu pula keluarga besar Ayah. Mereka menolak pernikahan itu dan secara paksa mendorong Ibu Azira hingga ke posisi ini. Dianggap hina dan kotor karena pekerjaannya sebagai wanita malam.

"Ini, bohong kan, kak?" Bibi Safa bertanya kepada Ayah.

Ayah tidak mengatakan apa-apa. Diamnya Ayah merupakan tanda persetujuan bila apa yang Azira katakan memang benar adanya.

"Tidak...tidak mungkin! Tidak mungkin! Ini semua bohong! Katakan Ma, jika semua ini bohong!" Humairah memeluk Mama sambil menangis terisak-isak.

Suara tangisnya sangat memilukan dan menyayat hati orang-orang disekelilingnya. Humairah, gadis manja yang telah mereka jaga dengan hati-hati dan penuh kasih saat ini sedang menangis dalam hati yang hancur. Belum pernah dalam hidup ini mereka melihat gadis ceria nan manja ini menangis sehancur kepada Kenzie.

Mata Kenzie menyala kaget mendengarkan pertanyaan Ayah. Kenzie sama sekali tidak menyangka setelah identitas Azira terungkap, Ayah masih mengabaikannya

Ayah merasa sangat sakit melihat Humairah seperti ini. Dia sangat menyesali keputusannya membawa Azira pulang ke rumah ini. Jika saja dia tidak membawanya pulang, maka pernikahan putrinya bisa diselamatkan dan hari ini harusnya semua orang dalam suasana suka cita yang baik.

"Azira, kesalahan di masa lalu tidak seharusnya kamu menumpahkannya kepada Humairah, dia adalah saudaramu." Ayah berbicara dengan nada tuanya.

Mengingatkan Azira dengan tulus jika Humairah adalah saudaranya, adiknya yang harus dijaga dengan baik!

Namun sayang, Azira sudah tidak memiliki rasa empati untuk keluarga ini.

Azira mencibir sikap Ayahnya yang tidak tahu malu.

"Benar, aku juga putri sah mu, lalu kenapa selama ini kamu mengecap ku sebagai anak haram mu?" Balas Azira bertanya balik.

Dia ditinggalkan, dihina, dan dianggap menjijikkan. Padahal dia adalah anak yang baik, lahir dengan cara yang baik pula namun dianggap rendah hanya karena lahir dari Ibu yang miskin.

Ayah sangat malu ditanya balik. Wajahnya tuanya terlihat sangat tidak sedap dipandang seakan Azira berhutang puluhan milyar kepadanya.

"Kenzie, apakah kamu benar-benar mengakui pernikahan ini?" Suara penuh harap Umi mengalihkan fokus semua orang.

Umi tidak perduli dengan keluarga yang kacau ini lagi dan langsung bertanya kepada putranya mengenai pernikahan ini selanjutnya.

Kenzie menatap Umi tegas tanpa goyah sedikitpun. Melihat ketegasan putranya, Umi merasa sangat kecewa. Dia menggelengkan kepalanya lemah.

"Abi, ayo pulang." Ajak Umi dalam suasana hati yang buruk.

Abi memegang tangan Umi yang sudah dingin, lalu dia menatap putranya yang masih teguh dengan pilihannya sendiri. Menghela nafas panjang, dia mengangguk ringan kepada Kenzie dan pergi tanpa mengatakan apapun kepada Ayah.

"Baiklah, ayo pergi."

Abi membawa Umi pulang. Melihat Abi dan Umi pergi, semua keluarga dan kerabat Kenzie juga tidak berlama-lama di sini. Satu demi satu dari mereka pergi setelah menyapa Kenzie singkat.

Melihat semua keluarganya pergi, Kenzie juga tidak berniat tinggal lama di sini. Dia mendekati Azira dan mengambil tangannya untuk digenggam. Sejenak, Kenzie terkejut merasakan perlawanan samar Azira kepadanya. Tangan Azira yang kasar sangat dingin dan berkeringat, ketika disentuh rasanya tidak nyaman tapi Kenzie tidak melepaskannya. Malah, Kenzie mempererat genggaman tangan mereka.

Lalu dia menarik Azira menghampiri Ayah. Azira jelas enggan pergi karena langkahnya agak tertahan, namun karena Kenzie sudah menariknya pergi, Azira tidak mau membuat perlawanan lagi.

"Ayah, kami berdua pamit pulang."

Azira mendengus, dia memalingkan wajahnya tidak mau melihat Ayah. Tanpa disengaja matanya tertuju pada wajah gelap bibi Safa. Bibi Safa tidak pernah memalingkan wajahnya dari Azira, seolah-olah dia berharap matanya bisa menjadi pisau bumerang untuk Azira.

Azira terkekeh geli. Dia tersenyum lebar ke bibi Safa tanpa rasa bersalah sedikitpun. Hari ini dia berhasil menjatuhkan martabat keluarga ini di depan banyak orang dan dia juga berhasil menghancurkan pernikahan Humairah, anak emas yang selalu mereka banggakan.

"Bibi Safa, mengapa terlihat muram? Tidakkah bibi ikut senang dengan pernikahan ku?"

Azira menyapa bibi Safa dengan sikap yang baik dan senyuman yang menyenangkan pula.

Bibi Safa menggertakkan giginya marah. Tangannya terkepal erat berusaha mempertahankan kewarasannya di depan semua orang. Jika tidak, kedua tangan ini pasti sudah lama mencekik leher Azira.

"Betapa hinanya, kamu dan Ibumu memang tidak ada bedanya. Sama-sama manusia kotor!" Hina bibi Safa dengan suara rendah.

Manusia kotor?

Azira tersenyum getir. Dia memiringkan kepalanya seiring dengan senyumnya yang perlahan menghilang, "Manusia kotor? Kamu haruslah lebih tahu siapa yang lebih kotor di sini. Bibi, tidakkah kamu ingat siapa yang membunuh Ibuku malam itu?" Tersenyum dingin,"Aku tidak bisa melupakannya, bibi, karena itulah aku di sini. Jika bibi bisa merenggut kehidupan Ibuku, maka aku juga bisa merenggut kebahagiaan Humairah. Lihat? Hari ini aku berhasil membunuh pernikahan bahagia yang Humairah impikan dan bahkan menjadi istri mas Kenzie. Kita... harusnya sudah seimbang, kan?"

"Kamu!" Bibi Safa tersulut emosi.

Dia mengangkat tangannya untuk menampar Azira, akan tetapi sebelum tangan itu mendarat di wajah Azira, lengan Azira tiba-tiba ditarik ke belakang sehingga tangan bibi Safa hanya mengenai udara tipis saja.

"Apa yang kamu lakukan Kenzie?" Bibi Safa menatap Kenzie dengan tatapan rumit.

Kenzie melirik wajah pucat Azira sebelum berbicara dengan bibi Safa.

"Bibi, kami pamit pulang, maaf telah menggangu waktumu." Mengabaikan ekspresi kecewa bibi Safa, dia mengangguk sopan dan menarik Azira pergi.

Azira menoleh ke belakang dan mengirimkan bibi Safa sebuah seringai lebar sebagai sapaan terakhir.

Bibi Safa sangat marah. Dadanya bergemuruh dalam kemarahan tanpa bisa melepaskannya kepada Azira. Di dalam hati bibi Safa tanpa lelah merutuki Azira dengan berbagai macam kutukan dan cecaran penghinaan, namun masih tidak bisa meredakan amarahnya. Mata merahnya yang basah hanya bisa memandangi punggung Azira yang perlahan menghilang dari pandangannya.

Saat mereka melangkah pergi, Humairah tiba-tiba berteriak tidak rela dan terus memanggil nama Kenzie untuk segera kembali. Namun langkah Kenzie sangat teguh bahkan tidak melambat sedikitpun. Sikap Kenzie acuh meskipun Humairah terus membuat keributan di dalam. Jika Azira tidak tahu namanya, maka dia akan berpikir bila Kenzie bukanlah orang yang bernama Kenzie.

Azira melihat tangan besar itu memegang pergelangan tangannya yang kurus dan jauh lebih gelap dari warna kulit Kenzie.

Canggung, dia mengangkat kepalanya mengintip Kenzie.

Ekspresi Kenzie sangat tenang sama seperti ketika mereka pertama kali bertemu. Tidak ada jejak kemarahan, sedih, dan kecewa di wajahnya yang membuat Azira sangat bingung.

Azira bingung dan merasa bila laki-laki ini sedikit berbahaya untuknya.

1
Sky Blue
Ngak d labjutnkn sni aja kx😭
Nona QueenRa
padahal udah nungguin
Qhii
muncul² malah promo novel lain di apk lain pula...ini kelanjitan novdl ini gimn dahh
hernawatilili10: Ini remake Azira, tamatnya ya di sana
total 1 replies
hernawatilili10
Pizo, yah😶‍🌫️
Rza: cus langsung k paijo,,mksh kkk
total 1 replies
Arya Al-Qomari@AJK
es krim merk hati merah 👉 Walls ya thorrr 😁😁
Arya Al-Qomari@AJK
q malah masih dendam sama bibi Safa. harusnya azira bisa melaporkan bibi Safa thd perbuatannya yg jahat pada ibu azira dg dalih perdagangan manusia n seret juga si mucikari nyonya bara.
Arya Al-Qomari@AJK
sikap orang tua yg begini nih yang membuat anak menyimpan kebencian dan dendam
Arya Al-Qomari@AJK
memangnya kelas 3 masih menjabat jadi ketua OSIS ya? bukannya biasanya anggotanya kebanyakan kelas 2 n adapun anggota kelas 1 hanya sedikit
hernawatilili10: Biasanya purna setelah beberapa bulan naik kelas
total 2 replies
Arya Al-Qomari@AJK
pembalasan untuk bibi Safa belum kelihatan hilalnya selain suaminya (yang kemungkinan selingkuh)
Arya Al-Qomari@AJK
oh ternyata Amara sepupunya Nabil toh Makanya sikap Nabil ke azira (saat di restoran) munafik selaki.
Mely Yahya
bagus ceritanya...
Suila Cantik
kok g nyambung lagi ya kayak muhasabah cinta
Serenarara: Ubur-ubur makan pepaya
Coba baca novel berjudul Poppen ya.
total 1 replies
RieNda EvZie
/Good//Good//Good//Good//Good/
Nona QueenRa
Thor kapan mau up? udah lama banget nih
hernawatilili10: Hem, lanjut di Paijo enggak sih?
total 1 replies
Nona QueenRa
ayo Thor dari kemarin2 aku nungguin kamu up😭
Nurseh@_P
good job Abah
Yeni Wahyu Widiasih
ini gk ada lanjutanx gitu ?
Whifa Fauziah
ka kpan up lagi🙏🙏
Rohmaniyah Nurzen
kapan ni dilanjut
Rianie Sofyan
ini kpn kak lanjutnya??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!