NovelToon NovelToon
AKAD NIKAHKU BATAL KARENA TUNANGANKU MENGHAMILI WANITA LAIN

AKAD NIKAHKU BATAL KARENA TUNANGANKU MENGHAMILI WANITA LAIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Pengkhianatan / Drama
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Umma Khummaira

Dua minggu sebelum pernikahan, dunia Larasati runtuh saat memergoki Arjuna, tunangan sekaligus pacar pertamanya yang ternyata sudah menghamili wanita lain.

Tanpa air mata, Larasati melempar cincin dan membatalkan pernikahan demi harga diri. Namun, pengkhianatan itu justru membawa Larasati ke pelukan Dewa Dirgantara, CEO konglomerat tempatnya bekerja yang siap pasang badan melindunginya.

Sementara itu, Arjuna menyesal bersama selingkuhannya yang tinggal di sebuah rumah kecil.

Sanggupkah Larasati menyembuhkan lukanya demi cinta Dewa? Dan bagaimanakah akhir dari penyesalan sang mantan tunangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Umma Khummaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Larasati melangkah masuk ke dalam ruang kerja Dewa Dirgantara yang luas dan bernuansa modern minimalis di lantai teratas gedung. Aroma kayu cendana yang maskulin dan mewah langsung menyambut indra penciumannya begitu pintu jati besar itu tertutup rapat.

Dewa berjalan memutari meja kerjanya yang terbuat dari marmer hitam, lalu memberi isyarat dengan anggukan dagu yang tegas agar Larasati duduk di sofa kulit yang nyaman di sudut ruangan. Di usianya yang menginjak 38 tahun, setiap gerak-gerik pria lajang itu memancarkan karisma yang begitu kuat, sangat jauh berbeda dari Arjuna yang selalu tampak berusaha keras untuk terlihat berwibawa di depan orang lain.

"Saya tahu pernikahanmu dengan Arjuna batal karena skandal perzinahan pria itu dengan mantan kekasihnya yang sekarang sedang berbadan dua, Larasati. Tim audit saya tidak sengaja menemukan bukti kelakuan bejat tunanganmu saat melakukan pemeriksaan latar belakang perusahaan mitra minggu lalu, dan saya tidak menyangka dia akan bertindak sejauh itu hingga menghancurkanmu tepat dua minggu sebelum hari pernikahan." ucap Dewa langsung pada inti masalah tanpa basa-basi, suara baritonnya terdengar tenang dan kuat saat ia duduk di sofa seberang Larasati.

Larasati sempat tertegun sejenak mendengar keterbukan atasan tertingginya itu, namun ia dengan cepat menguasai diri dan menatap lurus ke dalam manik mata elang milik Dewa.

"Terima kasih atas perhatiannya, Pak Dewa. Namun masalah pribadi saya tidak akan pernah mengganggu profesionalisme saya dalam memimpin proyek agensi ini. Keputusan saya sudah bulat untuk membatalkan pernikahan itu malam tadi, dan saya tidak sudi membuang waktu satu detik pun untuk meratapi pria yang tidak punya harga diri seperti Arjuna." jawab Larasati dengan nada suara yang tegas, dan penuh harga diri, menolak terlihat sebagai wanita malang yang butuh dikasihani di hadapan sang CEO.

Dewa memperhatikan garis wajah Larasati yang tegar tanpa ada riasan air mata sedikit pun. Binar kekaguman terlihat di matanya yang sedingin es itu. Ia adalah pria yang sangat pemilih dan belum pernah mau dekat dengan wanita mana pun karena belum menemukan sosok yang klop dihatinya. Namun, kemandirian serta ketegasan mental Larasati dalam menghadapi badai hidup membuat insting protektifnya bangkit sepenuhnya untuk bergerak.

"Bagus, karena saya tidak menyukai karyawan yang membawa drama pribadi ke dalam kantor, dan sikap tegarmu ini membuktikan bahwa kamu memang layak berada di posisi Creative Director. Mulai hari ini, saya pribadi yang akan mengambil alih pengawasan proyek besarmu, dan saya juga sudah menginstruksikan tim hukum Dirgantara Media Group untuk memutus semua kontrak kerja sama dengan perusahaan tempat Arjuna bekerja, agar bajingan itu tahu apa akibatnya karena telah berani menyakiti salah satu aset terbaik di perusahaan saya." pungkas Dewa dengan senyum tipis yang sarat akan ketegasan, memberikan perlindungan penuh di balik layar yang seketika membuat Larasati menyadari, bahwa ia baru saja mendapatkan sekutu paling kuat dan berbahaya di kota ini.

Larasati melangkah keluar dari ruangan Dewa Dirgantara dengan perasaan yang campur aduk. Sepasang kakinya yang jenjang membawa tubuhnya kembali ke ruang kerjanya sendiri, lalu ia menutup pintu dan bersandar di sana sambil mengembuskan napas panjang.

Otaknya yang biasa bekerja cepat untuk memecahkan masalah periklanan, kini mendadak buntu dan dipenuhi oleh tanda tanya besar mengenai sikap atasan tertingginya barusan.

“Kok bisa ada ya pemimpin seperti Pak Dewa? Kenapa dia bisa langsung masuk ke persoalan pribadiku tanpa basa-basi?” batin Larasati, meraba dadanya yang berdegup sedikit lebih kencang dari biasanya.

Larasati merasa aneh pada dirinya sendiri. Mengapa ia tadi begitu mudah menjawab pertanyaan sensitif tentang pembatalan pernikahannya kepada pria sedingin Dewa? Padahal, jika itu adalah rekan kerja biasa atau pria lainnya yang mencoba ikut campur, jangan ditanya lagi bagaimana pengalaman si cantik ini dalam bersikap tegas dan memasang tembok pembatas yang kokoh.

Tapi di hadapan Dewa, seluruh pertahanannya seolah menguap begitu saja, digantikan oleh rasa segan dan bingung yang mendalam.

Semua kebingungan ini bersumber dari satu fakta, yaitu Larasati sebenarnya sangat minim pengalaman dalam urusan asmara. Di balik kecerdasan dan kariernya yang cemerlang, Arjuna adalah pacar pertama dalam hidup Larasati. Pria pertama yang berhasil mengetuk hatinya, namun justru menjadi pria pertama pula yang menorehkan luka paling keji.

Selama ini Larasati hanya fokus belajar dan membangun karier, sehingga ia tidak pernah benar-benar tahu bagaimana cara menghadapi pria dewasa yang memiliki aura sekuat Dewa Dirgantara, apalagi ketika pria itu membahas masalah pribadinya secara blak-blakan.

Larasati berjalan menuju meja kerjanya dan duduk di kursi kebesarannya, mencoba mengembalikan fokusnya yang sempat buyar. Beruntung baginya karena Dewa adalah pimpinan tertinggi di kerajaan bisnis ini, sehingga keputusan pria itu untuk memutuskan kerja sama dengan perusahaan Arjuna tidak akan bisa diganggu gugat oleh siapa pun.

Sambil menatap layar laptopnya, seulas senyum tipis yang mengutarakan rasa syukur perlahan terukir di bibir manis Larasati. Ia tahu, bahwa proses bangkitnya dari pengkhianatan ini akan jauh lebih mudah karena sang penguasa bisnis secara terang-terangan berada di pihaknya.

1
Melda Andriyani
jempol untuk mu Larasati 😍😍🤗
Siti M Akil
lanjut thor
sunaryati jarum
Dikhianati tunangan dicintai bos besar
sunaryati jarum
Kena mental kan kamu , Arjuna
sunaryati jarum
Kapook
sunaryati jarum
Ibumu orang baik,demi smbisimu hidup enak dan kebiasaan hidup liarmu membawamu menjadi pelakor.
Ibu Anak Dua
Sebagai pemula ya novel ini bisa dibilang lumayan ya. Semoga author semakin semangat menerbitkan karyanya
Ibu Anak Dua
laki-laki alasannya dijebak, tapi sampai hamidun gede gitu. Ya ampun Junnnn,,,sing eling toh Jun
partini
silakan di nikmati jun penyesalan mu
Ibu Anak Dua
syalan kalian emang🤭🤭🤭
Ibu Anak Dua
munahfiq banget si Jun, dasar buaya🤣🤣
tadi diawal ngomongnya manis bet ke Selly.
sekarang ditinggal Laras ngomongnya manis ke laras. hadeuh🤭🤭
partini
aihhh kata cinta tapi selingkuh itu ga cinta namanya jun
bagus lah kalian pasang yg cocok sama" bobrok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!