NovelToon NovelToon
Aku Transmigrasi Menjadi Istri Mafia Pengkhianat

Aku Transmigrasi Menjadi Istri Mafia Pengkhianat

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Romansa Fantasi / Mafia
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: ocha Via

Kirana adalah gadis pekerja keras yang hidup sederhana, rela lembur sampai larut malam demi menabung untuk masa depan yang lebih baik. Suatu malam saat hujan deras mengguyur kota, ia melihat seekor anak kucing terlantar di tengah jalan. Tanpa ragu ia menolongnya, namun justru ia yang tertabrak truk melaju kencang. Di detik-detik terakhir hidupnya, Kirana memohon dengan sekuat tenaga agar diberi kesempatan hidup sekali lagi.

Saat terbangun, ia tidak lagi berada di jalan raya atau rumah sakit. Ia kini menempati tubuh Elena—istri dari Leonid, seorang pemimpin kelompok mafia yang ditakuti banyak orang. Elena asli dikenal wanita yang licik, kejam pada anak kandungnya sendiri yang baru berusia empat tahun bernama Alvaro, serta diam-diam menjalin hubungan gelap dan merencanakan pelarian membawa harta suaminya.

Kini Kirana harus bertahan hidup dengan menyamar sebagai Elena. Ia berj

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ocha Via, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Janji di Bawah Langit yang Sama

Bab 22

Matahari sore mulai merunduk, menyebar cahaya keemasan yang membelah langit dan jatuh lembut ke atas hamparan rumput hijau di halaman belakang. Angin berhembus pelan, membawa aroma bunga mawar yang mekar lebat di sepanjang pagar, serta suara tawa renyah Alvaro yang sedang berlari mengejar kupu-kupu bersama seekor anak kucing berbulu putih yang baru saja ia temukan di semak-semak pagi tadi. Dulu, kehadiran seekor kucing kecil saja tak akan pernah diperbolehkan di rumah yang begitu kaku dan tertib ini. Namun sekarang, melihat anaknya tertawa lepas tanpa rasa takut sedikit pun, Leonid hanya tersenyum tipis sambil menatap lekat-lekat sosok kecil itu.

Elena berdiri di sampingnya, membiarkan angin mengibaskan ujung gaunnya. Tangannya digenggam erat oleh telapak tangan besar yang kasar namun hangat, genggaman yang tak lagi berisi ancaman atau kecurigaan, melainkan perlindungan mutlak yang tak akan pernah terlepas.

"Dulu aku pikir kemewahan adalah harta yang menumpuk, kekuasaan yang tak terbantahkan, dan ketakutan orang lain saat melihatku," ucap Leonid tiba-tiba, suaranya rendah namun jelas terdengar di antara suara dedaunan yang berdesir. "Tapi melihat Alvaro sekarang... melihat kau yang ada di sini... aku sadar betapa miskinnya aku sebelum kau datang."

Elena menoleh, menatap pria itu lekat-lekat. Matanya berkaca-kaca namun tersenyum tulus. "Kau tidak pernah miskin, Leonid. Kau hanya tertutup oleh dinding yang kau bangun sendiri karena takut terluka. Dan aku... aku hanya kebetulan datang tepat waktu untuk mengetuk dinding itu sampai runtuh."

"Kebetulan?" Leonid menggeleng pelan, lalu menatap langit yang mulai berubah warna menjadi jingga kemerahan. "Aku tidak percaya pada kebetulan lagi. Hujan deras malam itu, kucing kecil yang kau selamatkan, kecelakaan yang menimpamu... semuanya terangkai seperti benang yang sudah disiapkan sejak lama untuk membawamu ke sini. Ke tempat di mana kau dibutuhkan lebih dari apa pun."

Mata Elena memanas mendengarnya. Ia ingat kembali detik-detik terakhir di kehidupan lamanya—rasa dingin aspal, rasa sakit yang menyiksa, dan teriakan batinnya yang memohon kesempatan kedua. Ia mengira takdir kejam memisahkannya dari mimpi-mimpinya yang sederhana. Padahal takdir sedang mengantarnya pada takdir yang jauh lebih besar dan jauh lebih berharga daripada apa pun yang pernah ia bayangkan.

Malam pun turun perlahan, membawa serta kesejukan yang menenangkan. Setelah memastikan Alvaro sudah tertidur pulas sambil memeluk anak kucing barunya, mereka kembali duduk di beranda belakang, ditemani dua cangkir teh hangat dan cahaya rembulan yang mulai muncul di antara awan.

"Ada hal yang selalu aku takutkan," aku Elena pelan, memecah keheningan. "Aku takut suatu saat kau akan tahu siapa aku sebenarnya. Bahwa aku bukanlah Elena yang kau kenal dulu. Bahwa aku hanyalah orang asing yang mengambil alih hidup ini."

Leonid meletakkan cangkirnya perlahan, lalu berbalik sepenuhnya menghadap Elena. Ia meraih kedua bahu wanita itu, menatap lurus ke dalam manik matanya seolah ingin membaca setiap sudut jiwanya.

"Dengar aku baik-baik," ucapnya tegas namun lembut, setiap kata terucap dengan keyakinan yang tak tergoyahkan. "Aku tidak tahu rahasia apa yang kau simpan, dan aku tidak akan memaksamu mengungkapkannya jika kau belum siap. Tapi satu hal yang pasti: Elena yang dulu aku kenal sudah lama hilang bagiku sejak ia mulai menyakiti Alvaro. Dan kau... kau yang ada di hadapanku sekarang adalah wanita yang mengembalikan nyawa pada anakku. Kau yang mengajarkanku cara mencintai kembali. Kau yang membuat rumah ini benar-benar hidup. Siapa pun jiwamu yang asli, bagiku kau adalah Elena yang kucintai. Kau adalah istriku. Dan tidak ada yang bisa mengubah itu."

Air mata yang sejak tadi ditahan akhirnya jatuh membasahi pipi Elena. Ia tak sanggup berkata apa-apa selain memeluk pria itu erat sekali, seolah meleburkan segala rasa takut dan rasa bersalah yang selama ini membebani dadanya. Di pelukan itu, ia merasa benar-benar diterima—tanpa syarat, tanpa pertanyaan, dan tanpa penghakiman.

Malam semakin larut, namun mereka belum beranjak masuk. Mereka duduk berdampingan, saling bertaut tangan, menatap langit malam yang bertabur bintang. Elena berjanji dalam hati, meski rahasia itu mungkin tak akan pernah terucap sepenuhnya, ia akan membuktikan dengan setiap detik hidupnya bahwa kepercayaan yang diberikan Leonid tidaklah sia-sia. Ia akan menjaga Alvaro dengan segenap jiwanya, dan ia akan mencintai pria itu dengan seluruh sisa nyawa yang ia miliki.

Di bawah langit yang sama, di bawah cahaya bulan yang memayungi mereka, tiga hati yang dulunya berjalan di jalan yang berbeda kini menyatu dalam satu janji suci: apa pun yang terjadi esok hari, seberat apa pun ujian yang datang, mereka akan menghadapinya bersama. Karena kini mereka bukan lagi tiga orang yang berbeda, melainkan satu keluarga yang tak terpisahkan—diikat oleh takdir yang ajaib, dan diperkuat oleh cinta yang melampaui batas kehidupan.

 

Bersambung...

1
ocvia
🤣baik kak
Susi Nugroho
Nanti bikin Elena mengandung kembar.... Lanjut....
yula
👍
Susi Nugroho
Lanjutannya di tunggu
ocvia: siap kak
total 1 replies
Susi Nugroho
Lanjutannya di tunggu.... Semangat
ocvia: baik kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!