NovelToon NovelToon
Dibuat Mandul Oleh Suami Pengkhianat, Aku Pun Bangkit Membalas

Dibuat Mandul Oleh Suami Pengkhianat, Aku Pun Bangkit Membalas

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga
Popularitas:302k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

BERTAHUN-TAHUN DIANGGAP MANDUL, TERNYATA ITU ADALAH JEBAKAN SUAMI DAN ORANG KETIGA. SETELAH MENGETAHUI KEBENARANNYA, AKU PUN MULAI MEMBALAS DENDAM!

Demi menikahi Lavanya, Aditya tega memberikan obat anti-ovulasi kepada Kemuning, agar tidak pernah bisa punya anak. Aditya juga memanipulasi hasil tes kesuburan Kemuning.

Namun, takdir berkata lain ketika kecelakaan menimpa Kemuning. Dari hasil pemeriksaan diketahui kalau ada zat berbahaya di dalam rahimnya.

Dengan bantuan Arkatama, Kemuning menyusun pembalasan kepada Aditya dan Lavanya. Membuat mereka merasakan pembalasan yang tak disangka-sangka.

Niat ingin menguasai harta milik Kemuning, yang Aditya dapatkan malah gigit jari.

Akankah rahim Kemuning bisa subur kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Pekerjaan Aditya sekarang sebenarnya tidak sulit. Hampir semua orang bisa melakukannya. Setiap pagi, ia datang paling awal ke kantor untuk menyapu lantai yang masih sepi. Setelah itu mengepel ruangan satu per satu sebelum para karyawan datang. Kalau galon air habis, ia yang mengangkat dan menggantinya. Saat jam kerja dimulai, ia sibuk membuat kopi atau teh sesuai pesanan para staf kantor. Kadang belum selesai membereskan pantry, ia sudah dipanggil untuk membersihkan toilet atau membuang sampah.

Pekerjaan sederhana.

Pekerjaan yang dulu bahkan tidak pernah ia bayangkan akan ia jalani.

Dulu, ia terbiasa memberi perintah. Orang-orang yang bekerja di peternakannya selalu bergerak setelah mendengar suaranya. Ia datang memakai pakaian bersih dan sepatu mahal, lalu pulang dengan mobil nyaman berpendingin udara.

Sekarang? Tangannya yang dulu jarang menyentuh pekerjaan kasar mulai kasar terkena cairan pembersih dan sabun. Punggungnya sering pegal karena terlalu banyak mengangkat barang. Bahkan beberapa kali ia dimarahi staf kantor hanya karena telat membuat kopi.

Awalnya, semua itu terasa sangat berat. Bukan karena lelah fisiknya, tetapi karena harga dirinya seperti diinjak sedikit demi sedikit. Ia masih ingat hari pertamanya bekerja. Saat seorang karyawan perempuan meletakkan gelas kopi di mejanya tanpa menoleh sedikit pun sambil berkata, “Mas, tolong dicuci.”

Kalimat sederhana, tetapi entah kenapa saat itu dada Aditya terasa panas. Dulu orang-orang memanggilnya “Pak Adit” dengan penuh hormat.

Sekarang ia dipanggil sambil lalu, bahkan kadang tidak dianggap ada.

Namun, hidup tidak memberinya banyak pilihan. Kalau tidak bekerja, ia tidak makan. Kalau tidak bertahan, siapa yang akan mengirim uang untuk Bu Ratih di kampung? Karena itu, sekeras apa pun rasa malunya, Aditya tetap datang bekerja setiap hari.

Pagi itu, setelah mengunci pintu kontrakan kecilnya, Aditya berjalan menuju halte. Langkahnya pelan sambil sesekali merapikan tas lusuh di bahunya.

Begitu bus datang, ia langsung ikut berdesakan masuk bersama penumpang lain. Tubuhnya berhimpitan dengan banyak orang sampai hampir tidak ada ruang untuk bergerak. Bau keringat bercampur parfum murahan memenuhi udara sempit di dalam kendaraan.

Seorang bapak di sampingnya sibuk mengipas wajah dengan map plastik. Di belakangnya, ada anak kecil menangis minta digendong ibunya.

Aditya memejamkan mata sebentar.

Dulu, sedikit noda di jok mobil saja sudah membuatnya kesal. Ia bahkan sering komplain kalau mobilnya terlambat dicuci. Sekarang ia berdiri sambil berpegangan di besi bus yang lengket oleh tangan banyak orang. Ironis.

“Bang Adit!”

Suara nyaring membuat Aditya membuka mata dan menoleh.

Daniel bersama tiga rekan kerja lainnya berjalan mendekat sambil tertawa-tawa. Wajah mereka terlihat segar meski sama-sama berangkat kerja pagi-pagi.

“Hei,” balas Aditya tipis.

“Nanti malam jadi karaoke, ya!” seru Guntur penuh semangat sambil menepuk bahu Aditya cukup keras. “Aku ulang tahun, nih!”

“Iyaaa!” Daniel langsung menyambut heboh. “Pokoknya malam ini harus pecah!”

Yang lain ikut tertawa dan mulai membahas lagu-lagu yang akan mereka nyanyikan nanti. Aditya hanya tersenyum kecil sambil mendengarkan.

“Bang Adit dulu sering karaoke juga enggak?” tanya Guntur penasaran.

“Lumayan,” jawab Aditya singkat.

Padahal kenyataannya jauh lebih dari sekadar lumayan. Dulu ia sangat sering datang ke tempat karaoke mewah bersama rekan bisnisnya. Room VIP, minuman mahal, meja penuh makanan, lampu remang-remang, dan perempuan cantik yang menemani mereka tertawa semalaman.

Dan hampir di setiap malam itu Lavanya selalu ada di sampingnya. Wanita itu suka menyandarkan kepala di bahunya sambil tertawa genit meminta dibelikan tas atau perhiasan.

Dulu Aditya merasa bangga membawa Lavanya ke mana-mana. Sekarang kalau mengingatnya, dadanya justru terasa sesak..Rahangnya sedikit mengeras.

“Nanti kita sewa Miss LV lagi!” seru Daniel sambil tertawa nakal.

“Wajib!” sahut yang lain heboh.

Aditya hanya diam karena tidak mengerti siapa yang mereka maksud. Ia mengira mungkin itu hanya nama panggilan LC langganan mereka.

Hari kerja terasa lambat sampai akhirnya malam tiba. Sekitar pukul delapan, Guntur datang menjemput Aditya ke kontrakan menggunakan motor tua miliknya.

Begitu Aditya keluar dari pintu kontrakan dengan kemeja hitam sederhana dan celana jeans, Guntur langsung bersiul kagum.

“Wah, Bang, keren banget!”

Aditya hanya tersenyum tipis. “Biasa aja.”

Padahal memang harus diakui, wajah Aditya masih jauh lebih menarik dibanding pria seusianya. Tubuhnya juga masih tegap dan terawat meski hidupnya sekarang berantakan.

“Kalau gue punya muka kayak Bang Adit, tiap hari gue live di medsos kali,” canda Guntur sambil tertawa.

Aditya hanya menggeleng kecil lalu naik ke motor.

Mereka sampai di tempat karaoke yang cukup ramai. Lampu warna-warni menyala terang di depan gedung. Musik berdentum dari dalam sampai terdengar keluar.

Beberapa perempuan berpakaian seksi terlihat keluar masuk sambil tertawa dengan para tamu pria.

“Langsung masuk aja,” kata Guntur sambil menepuk bahu Aditya. “Anak-anak udah booking room.”

Aditya berjalan di belakang sambil membuka ponselnya. Ada pesan masuk dari Bu Ratih.

[Jangan lupa makan, Adit.]

Hanya satu kalimat sederhana. Namun, entah kenapa, pesan itu membuat dada Aditya terasa sedikit sesak. Ibunya pasti sedang sendirian di rumah sekarang. Memikirkan dirinya. Memikirkan uang belanja.

Memikirkan hidup mereka yang berubah total. Aditya belum sempat membalas saat suara Daniel terdengar keras dari dalam room.

“Akhirnya datang juga!”

Daniel duduk sambil merangkul seorang LC berpakaian ketat. Meja di depan mereka sedangkan penuh botol minuman dan camilan.

“Eh! Miss LV keluar tuh!” pekik Guntur heboh sambil menunjuk ke arah pintu masuk.

Semua langsung menoleh antusias. Aditya ikut mengangkat kepala dengan malas.Namun begitu matanya melihat sosok perempuan yang baru masuk tubuhnya langsung membeku. Wajahnya berubah tegang dan matanya terbelalak lebar.

Napas Aditya tertahan begitu saja. Perempuan itu berjalan dengan gaun ketat berwarna merah marun. Rambut panjangnya digerai rapi. Makeup di wajahnya tampak mahal dan mencolok. Dan wajah itu sangat ia kenal.

“Lavanya …?” bisik Adit pelan, nyaris tidak terdengar.

1
ken darsihk
Apa itu si Marissa yak , yng memaksa untuk bertemu Arsyayasa
gina altira
Siapa tuhh, pake ribut lagi.
Ma Em
Emang author bikin penasaran selalu digantung gantung , kan mau tau siapa yg ribut diluar Thor 😄🙏.
Aidil Kenzie Zie
jangan-jangan si Tamara mau datang kerumahnya Arka tapi dilarang security 🤔🤔🤔🤔
Ita rahmawati
palingan juga si Tamara yg mau bertamu 🤣
Sugiharti Rusli
eh jangan bilang itu keluarga mantan suami si Tamara lagi yang mau menteror Arkatama, apa mereka tidak terima dengan hasil putusan PA
Sugiharti Rusli
baik Arkatama dan Kemuning juga bisa bernapas lega dengan rencana Tamara yang akan pergi ke luar negeri dan bekerja ke sana,,,
Sugiharti Rusli
dan akhirnya dia berhasil memenangkan gugatan dan bisa lepas dari pernikahan yang menyiksa tubuh dan mentalnya
Sugiharti Rusli
dan seperti dugaan Arka kalo sidang berjalan alot karena Tamara menuntut haknya sebagai mantan istri,,,
Sugiharti Rusli
bagus deh kalo pada akhirnya si Tamara bersikeras dari suaminya dan dia mau didampingi oleh si Dimas rekan Arkatama
Eonnie Nurul
masalah e kok gak mari mari to Yo 😔
Dewi Sri
lagi lagi 😭😭😭😭
Mundri Astuti
apalagi tuh 🤔
Dewi Sri
part ini sangat mengandung bawang 😞😢😢😭😭😭
Les Tary
waduh apa adiknya pulang pasti jadi heboh klu ada dia 🤣
zahrahaifa
pasti ramli tuh yg dateng.... nyalahin arka karna tamara gugat cere dia
Dew666
😍😍😍😍
Dew666
Lanjutttt yg ribut sapa
Aditya hp/ bunda Lia
ribut apaan jangan bilang ribut gak kebagian daging kurban 😂😂
🌸 Sunshine 🌸: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Fa Yun
siapa tu yg ribut 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!