NovelToon NovelToon
Cinta Untuk Aurora

Cinta Untuk Aurora

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:53.6k
Nilai: 5
Nama Author: Anna LA

Berawal dari sebuah pertemuan secara kebetulan dalam sebuah insiden, ternyata mereka telah dijodohkan oleh kakeknya sejak mereka masih belia. Dan sebuah insiden semalamlah yang menjadi awal pertemuan mereka.
Saling mengenal tetapi tidak sadar jika mereka yang telah dijodohkan. Dari sebuah keterpaksaan perjodohan hingga muncul benih cinta yang tak mereka sadari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anna LA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25

Devan, Rudi, dan kakek sudah tiba di restoran yang sudah ditentukan, mereka ternyata datang terlebih dahulu.

“Selamat malam Tuan ada yang bisa kamu bantu atau Tuan sudah melakukan reservasi sebelumnya?” sapa seorang resepsionis.

“Iya mbak, tolong tunjukkan tempat yang sudah di reservasi atas nama Tuan Wijaya.” Kata kakek.

Dan Devan yang mendengar itu mulai bertanya-tanya dalam benaknya.

“Tuan Wijaya? Aahh banyak juga sih nama Wijaya.” Devan menepis pemikirannya tentang sangkut paut dengan Wijaya Group.

“Mari Tuan saya antarkan menuju ruangan.” ajak mbak resepsionis.

“Terima kasih mbak.” Ucap kakek

“Sama-sama Tuan, sudah menjadi kewajiban kami.”

“Apakah Tuan Wijaya sudah datang ya mbak?”

“Maaf Tuan sepertinya belum datang.”

Tak lama berjalan, sampailah mereka di depan sebuah pintu bertuliskan VIP.

“Silakan Tuan, ini ruangan yang di reservasi Tuan Wijaya, saya pamit dulu Tuan, permisi.” ucap resepsionis tadi sambil sedikit membungkukkan badan.

“Iyaa mbak, terima kasih.” ucap kakek.

“Sama-sama Tuan, permisi.” pamit si mbak resepsionis.

Mereka masuk dan duduk terlebih dahulu sembari menunggu keluarga kakek Wijaya.

Di depan restoran, Ara dan keluarga baru saja sampai dan baru turun dari mobil yang terparkir tepat di sebelah mobil Devan. Ara terus menggenggam tangan mamanya.

“Astaga sayang! Tangan kamu dingin dan basah ini.” ucap mama.

“Kamu baik-baik saja kan sayang?” tanya kakek.

“Ara nervous ini maa, kek!”

“Hahahaha jangan bilang kalau kamu mau ke toilet dulu?” tebak mama.

“Mama iiihhh, udah tahu juga, mama temani Ara, biar kakek masuk duluan.” pinta Ara.

“Ya ya ya kakek masuk dulu, kalian segera menyusul yaa!” ucap kakek yang sudah mendengar ucapan Ara.

“Baik kek, ayo maa buruan kita ke toilet dulu.” ajak Ara dan mama hanya mengikuti Ara.

“Hati-hati jangan lari juga sayang!”

“Ara Ara masa selalu ke toilet dulu tiap akan bertemu Devan.” batin mama dan tersenyum juga.

“Ara sayang, jangan lama-lama.” Ucap mama sedikit berteriak.

Di dalam ruangan restoran.

“Selamat malam semuanya, maaf kami datang terlambat.” sapa kakek Wijaya.

“Selamat malam Tuan!” Devan dan Rudi bersamaan.

“Panggil kakek saja jangan Tuan, oke.” pinta kakek

“Heii bung siapa yang kamu sebut kami? Dimana cucu dan menantumu?” tanya kakek Sanders.

“Ahh iya, bisalah, wanita ke toilet dulu membereskan riasan mereka.” kakek beralasan.

“Seperti kebiasaan Ara saat dulu akan bertemu denganku. Aah fokus Devan, kamu akan bertemu calon istrimu mulailah sedikit melupakan Ara.” batin Devan.

Mereka mulai asyik berbincang sembari menunggu Ara dan mamanya.

“Ara sayang, ayo buruan.”

“Iya maa iya, ini selesai.”

“Udah ayo sayang.”

“Ara makin deg-degan maa.” ucap Ara yang makin erat menggenggam tangan mamanya.

“Tenang saja sayang, mereka baik kok sama seperti kakek.” ucap mama menenangkan Ara.

“Sudah siap sayang? Yukk lepas tangan mama, tunjukkan jika kamu memang pantas untuk menjadi bagian keluarga mereka.” Ucap mama saat sudah berada di depan pintu.

“Hhuuuhh!! Siap maa.” ucap Ara mantap.

Pintu terbuka dan mama menyapa semuanya.

“Selamat malam semuanya, maaf kami terlambat sekali.” ucap mama.

“Loohhh tante!!” ucap Devan terkejut.

“Selamat malam semua.” ucap Ara yang masih menundukkan kepala karena nervous.

“Looohh ada Ara juga!!!” Devan makin terkejut dan juga sedikit lega.

“Looohh Kak Devan!!” ucap Ara yang tak kalah terkejut karena melihat Devan di sini.

“Hahahaha!!!” kedua kakek dan mama tertawa dan Rudi masih diekspresi datar dan bingung juga.

“Jadi yang dijodohkan sejak awal itu kami berdua?” tanya Devan.

“Kakek bisa jelaskan semua ini kan?” tanya Devan lagi kepada kakeknya.

“Kakek, mama, sebenarnya apa ini?” tanya Ara bingung.

“Yuuk sini semua duduk dulu.” ajak kakek Wijaya.

“Iya sayang sebenarnya kalianlah yang dijodohkan sejak awal, kakek juga baru tahu dari mamamu kemarin jika ternyata kalian sudah saling mengenal, kakek dan mamamu sengaja tak memberitahu siapa pria yang akan menjadi jodohmu, karena kamu juga tak pernah bertanya sayang.” jelas kakek Wijaya kepada Ara.

“Dan kamu Devan, bukankah sejak awal kakek memberikanmu amplop untuk kamu buka, dan ternyata tidak kamu buka kan, terakhir hari ini kakek bertanya bukan, sudah kamu buka atau belum, dan kamu bilang sudah tidak perlu toh juga akan bertemu malam ini, dan liat hasilnya, kamu terkejut bukan??”

“Jadi sejak awal kakek juga tahu jika Devan dekat dengan Ara?” tanya Devan.

“Tentu tidak, kakek baru tahu tadi siang saat Rudi bercerita tentang kamu saat di kantor tadi yang kamu...” ucap kakek yang dihentikan Devan.

“Stoop kakek, jangan dibahas yang itu.”

“Hahahahaha .” mereka tertawa kecuali Devan dan Ara, dan Rudi yang sedikit tersenyum.

Wajah Ara memerah karena sangat malu sekali, tetapi juga sedikit lega, ternyata pria yang dijodohkan untuknya adalah pria yang sudah ada dalam hari-harinya. Begitu pun dengan Devan, yang sangat bersyukur sekali ternyata bukan orang lain tetapi gadis pujaannya yang selama ini dia rindukan yang akan menjadi jodohnya.

“Heeiii mengapa kalian diam saja, apa kalian sedang kontak batin berbicara lewat hati.” ledek kakek Sanders bersemangat.

“Sudah-sudah, sudah seperti kepiting rebus itu wajah cucu kesayanganku.” kakek Wijaya menengahi.

“Kakek iiihh!” wajah Ara semakin memerah karena malu.

“Hahahaha!!!” mereka semua tertawa bahagia.

“Yuk kita makan dulu, sebelum kita semua nanti kelaparan karena tertawa terus.” ucap mama.

Semua mulai fokus pada makannya, tapi tidak dengan Ara dan Devan, mereka masih saling curi-curi pandang. Mereka masih tidak menyangka jika ternyata selama ini mereka sudah dijodohkan. Dan mereka dipertemukan oleh tangan Tuhan. (Tangan Author weehhhh)

Setelah semua selesai makan, mereka sibuk berbincang, tapi kakek Wijaya ingat cucunya dan akhirnya mengizinkan Devan untuk membawa Ara berjalan-jalan di luar.

“Nak Devan apakah kamu tidak ingin mengobrol berdua dengan cucuku ini?” tanya kakek.

“Apakah boleh kek?”

“Tentu, sepertinya kalian membutuhkannya, sana jalan-jalan di luar sebentar.”

“Terima kasih kek.” ucap Devan.

“Yuuk Ra kita keluar sebentar.” ajak Devan.

Tanpa menjawab ajakan Devan, Ara berdiri kemudian mengikuti langkah Devan. Sampailah mereka di taman restoran tersebut. Ara dan Devan menjadi canggung dengan acara ini.

“Ra! Kak!” ucap mereka bersamaan.

“Kakak duluan yang bicara!”

“Kamu duluan saja Ra.”

“Kakak duluan.”

“Canggung banget kan Ra?” tanya Devan yang hanya dijawab anggukan oleh Ara.

“Apakah kamu menerima perjodohan ini Ra?”

“Dari awal aku sudah menerima saat kakek memberitahuku kak, ya tapi memang sih kak enggak langsung bilang iya, ada sedikit drama yang terjadi, tetapi kemudian Ara berpikir, jika tidak ada salahnya menuruti kemauan kakek, toh saat itu Ara juga tidak memiliki kekasih.” jelas Ara.

“Ooh jadi begitu.” Devan memahami penjelasan Ara.

“Jadi kak Devan mau dijodohkan karena apa?” tanya Ara.

“Kalau kakak hanya karena lelah menjawab pertanyaan kakek untuk kapan membawa calon istri ke hadapan kakek, karena kakak tak kunjung membawa gadis untuk dikenalkan jadi kakek meminta kakak untuk menerima perjodohan ini, dan juga karena kakek selalu bilang jika ini adalah permintaan terakhirnya.”

“Astaga kakek sampai bilang jika ini permintaan terakhirnya kak?” tanya Ara terkejut.

“Ya benar permintaan terakhirnya, karena dari dulu kakek tak pernah meminta apa pun dari kakak, kakak mengelola perusahaan pun atas kemauan kakak sendiri dan kakek hanya mendukung.” Jelas Devan lagi.

“Aahh iya jadi Sanders Group milik kakak? Ara kira kakak hanya pegawai di sana saat itu, maka dari itu dulu Ara berani meremehkan karena merekrut seorang Andre.”

“Bukan hanya pegawai, tapi pria yang butuh uang dan menjadi pria malam.” ingat Devan.

"Iiiihh kak Devan, bukan seperti itu, kakak salah paham."

“Hahaha tak apa Ra kakak tahu kok, tapi tentang Andre aku mengakuinya jika itu kesalahanku juga manajemen perusahaan yang kurang ketat menyeleksi dan mengawasi kinerja karyawan.” ucap Devan mengakui kesalahannya saat itu.

Malam itu Devan dan Ara berbicara panjang lebar sampai akhirnya acara makan malam itu usai dan mereka pulang ke rumah masing-masing.

1
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ❀∂я🤎AnitaPraditaM⃟3💋
🙈ya ampuuun emosi kok di pake si Devan gara2 cemburu ampe makan yg Ara bawa pun gk mau km sentuh🤭
jangan sampai emosi mu menghancurkan hati Ara ingat baru bertunsngsn loh bisa bubar apa kg yg udah nikah aja aja yg cerai
jangan sampai ego merusak segala2 y Devan🤭
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ❀∂я🤎AnitaPraditaM⃟3💋
buat pesta pertunangan Devan ❤ Ara aja dah meriah mengundang para rekan kolegan apalg pesta pernikahannya bisa2 presiden n para pejabat nya banyak yg diundang semakin senang nya 🤭
༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Kinerja yang membawa hasil, Ara punya talenta 👍👍
༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Ara malu ketemu dengan Devan 😁
🍁Cliff❣️💋🅇'🄼🄰🅂-🅈🅆👻ᴸᴷ
percayalah km pasti akan mêndapat kejutan dr ayank🤭🥰
🍁Cliff❣️💋🅇'🄼🄰🅂-🅈🅆👻ᴸᴷ
makanan paling simple. n makanan sejuta umat🤭
🍁Cliff❣️💋🅇'🄼🄰🅂-🅈🅆👻ᴸᴷ
ada aura kasih eh auro jodoh nih🤭
🍁Cliff❣️💋🅇'🄼🄰🅂-🅈🅆👻ᴸᴷ
ketipu rudi.. dipikir py ayank yg lain🤭
🍁Cliff❣️💋🅇'🄼🄰🅂-🅈🅆👻ᴸᴷ
duh py kesayangan yg lain kah devan🤔
🍁Rina❣️💋🅽🅸🆃🅰️👻ᴸᴷ
tetap semangat kak
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
Momen sekamar berdua masih hadir dalam ingatan Devan ketika Aurora dalam pengaruh obat menabrak Devan saat di Cafe.. Sekarang mereka akan dijodohkan oleh para kakek.
Semoga berhasil dan lancar acaranya
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
belum jodoh mereka berdua tiap ada Devan bertemu Bu Mayra si Aurora malah di toilet
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
wahh terbayang-bayang di mata, dikasih uang jajan jadi keinget terus ama Ara
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
para kakek kolaborasi menjodohkan cucu-cucunya, pake modus nganter kue jahe lagi
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
kakek-kakek pada antusias menjodohkan cucunya, kalo ketemu kayaknya lucu nih
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
ohh ternyata emang dari kecil udah barengan dan dijodohin dari kecil
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
Ara ketemu terus sama Asistennya tapi sayangnya Ara gak ingat soalnya lagi mabuk
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
Salah pilih teman jadi jadi banyak teman yang hanya mengambil keuntungan dan memanfaatkan
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
nah kan disuruh cepat-cepat menikah.. usiamu emang udah matang buat menikah
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
untung ketemu lelaki baik coba kalo lelaki hidung belang udah digerayangin dia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!