NovelToon NovelToon
CEO Tengil Meet Guru Tomboy

CEO Tengil Meet Guru Tomboy

Status: tamat
Genre:CEO / Romansa / Keluarga / Kebangkitan pecundang / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: IAS

Arjuna atau yang biasa dipanggil Juna karena kegemarannya bermain dan mendaki gunung membuat ARJ Adventure.
Juna tidak mau bekerja di Dewa Corp Company atau DCC perusahaan milik sang kakek. Dia lebih suka menekuni hobinya, karena hal itu dia dianggap sebagai orang yang tidak berguna. Namun berbeda dengan sang ayah, Dharma membebaskan apa saja yang akan Juna lakukan selama itu positif. Mendapat dukungan ayah dan ibunya membuat Juna bersemangat walau selalu diremehkan oleh sepupunya Dante Dewantara yang begitu obesi menjadi pemilik DCC.

Gendis seorang guru di sebuah sekolah swasta terkenal di negeri ini DIS Dewantara International School yang mempunyai cita cita keliling Indonesia selalu mendapat perlakuan buruk dari Maylin, teman SMA nya yang sekarang menjadi kepala HRD di DIS.

Bagaimana Juna dan Gendis menghadapi masalah mereka, dan bagaimana mereka saling berhubungan?
Ikutin terus kisah Juna dan Gendis ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CTMGT 25

Dewantara masih berada di Pandawa Resort menanggapi para tamu dan relasi bisnis. Banyak yang mengajukan kerja sama dengan DCC namun Dewa tidak banyak memberi tanggapan ia selalu mengatakan bahwa dirinya sudah tidak lagi berkecimpung di dunia bisnis lagi, ia pun mengatakan bahwa jika ingin menjalin kerjasama maka bisa menemui Darma Dewantara karena dialah yang memimpin DCC sekarang.

Kejelian awak media rupanya selalu menjadikan was-was. Saat tiba di sesi wawancara, awak media menanyakan mengapa tadi cucu sulung Dewa tidak hadir dna mengapa anak kedua Dewa yakni Dorman dan Istrinya juga tidak tampak. Dewantara tidak menjawabnya, ia hanya mengucapkan terima kasih karena sudah mempercayai dna mendukung DCC hingga besar sampai sekarang. Awak media pun merasa curiga terhadap kehidupan pribadi keluarga Dewantara itu. Sementara itu Roy mendapat laporan dari orang-orangnya mengenai Juna.

"Roy kemana mereka semua. Mengapa aku tidak melihat bocah-bocah itu. Keterlaluan mereka itu, saat sedang ada acara seperti ini mereka semua menghilang." Ucap Dewa yang sebenarnya sedari tadi mencari anak dna cucunya.

"Maaf tuan, saya baru saja mendengar kabar dari orang kita bahwa tuan muda Juna mengalami kecelakaan. Sekarang ada di rumah sakit Mitra Harapan. Makanya tadi ada yang melihat Tuan Darma dan nyonya Anjeli keluar dari pintu samping dengan terburu-buru." Jelas Roy setengah berbisik kepada Dewa.

"Apa Juna kecelakaan? Kenapa Darma tidak memberitahuku. Hufttt kenapa kelakuan mereka semua sama saja. Apa sudah tidak menganggapku lagi." 

"Mungkin tuan Darma buru-buru tuan jadi tidak sempat memberitahu anda."

"Ya ya ya.. Mungkin kau benar. Ya sudah setelah acara selesai kita ke rumah sakit. Aku juga tidak bisa meninggalkan acara ini karena tidak ada satupun tuan rumah di pesta ini selain aku. Dasar anak dan cucu sama saja. Aku sudah tua ini bukannya menikmati masa tua malah masih direpotkan dengan urusan bocah-bocah itu. Oh ya Roy, jangan sampai media tahu tentang kecelakaan Juna."

"Baik Tuan Besar."

Walaupun Dewa menggerutu namun ia masih berpikir bijak, tidak serta merta meninggalkan acara yang telah dibuatnya karena pasti akan banyak pertanyaan yang muncul jika tidak ada satupun tuan rumah yang berada di sana. Meski sebenarnya para tamu sudah mulai grusak grusuk saling bertanya dimana Darma beserta istri dan anaknya, kenapa Alina yang notabenenya putri dari Dorman dan Wanda malah datang bersama Darma, serta Juna cucu yang tidak pernah muncul di kerajaan bisnis Dewantara. Tapi mereka tidak mau terlalu mencari tahu, mereka tidak mau mencari masalah dengan DCC karena mereka khawatir akan di blacklist dari daftar orang yang kaan kerja sama dengan DCC.

DCC yang menaungi beberapa bidang membuat perusahaan lainnya ingin menjadi partner nya. Mulai dari perlengkapan rumah tangga, properti, dan perhotelan menjadikan DCC begitu terkenal. Namun kasak kusuk yang beredar bahwa Dewantara akan menjadikan cucu sulungnya sebagai pemimpin DCC group itu malah sepertinya menguap tanpa meninggalkan apapun. Pasalnya selama ini yang terlihat wira wiri di pekerjaan bisnis adalah Dante cucu kedua Dewantara. Bahkan Darma pun tidak pernah mengenalkan Juna dan Juna sendiri tidak pernah nampak di setiap kegiatan bisnis DCC. 

Beberapa orang pun beranggapan Juna tidak layak untuk memimpin DCC menggantikan sang ayah karena yang mereka tahu Juna sama sekali tidak pernah terlibat dalam bisnis keluarganya dan lebih sering bermain-main bersama ketiga temannya yang juga anak dari pengusaha ternama. Orang-orang hanya tahu Juna hanya suka bepergian tidak jelas, sehingga mereka berkesimpulan Juna sama sekali tidak layak menjadi pemimpin DCC.

🍀🍀🍀

Akhirnya acara ulang tahun DCC pun usai. Dewantara bergegas menuju RS Mitra Harapan, ia tidak sabar mengetahui kondisi cucunya.

"Bagaimana kondisi cucuku?" Tanya Dewa memasuki ruang rawat Juna.

"Papa,  tadi sudah siuman tapi sekarang tertidur lagi." Jawab Darma. Nampak Anjeli tertidur sambil duduk di sebelah brankar Juna, ia menopang kepalanya dengan tangan kanannya.

"Ajaklah istrimu pulang, pasti dia sangat lelah." Ucap Dewa yang melihat menantunya begitu lelap meski posisi tidak nyaman.

"Anjeli bilang tidak mau pa, dia mau menunggu Juna. Tadi Suryo sudah membawakan beberapa perlengkapan kami."

"Terus bagaimana kronologi kecelakaannya, apa orang yang menabrak Juna sudah ketemu?"

"Belum pa, orangnya kabur melarikan diri. Tidak ada barang bukti sama sekali. Seperti sudah direncanakan dengan matang. Bahkan tidak ada sedikitpun sidik jari yang tertinggal."

"Hahhhhh apakah ada yang kamu curigai?"

"Saat ini belum ada pa, ini terlalu rapi dan sempurna."

"Ya sudah kalau begitu. Aku akan pulang dulu. Kalian baik-baiklah."

"Iya pa."

Dewa meninggalkan ruangan Juna. Kemudian memanggil Roy, "Roy coba kamu selidiki, ada sesuatu yang menurutku janggal."

"Siap tuan." Ucap Roy patuh.

Sedangkan di ruang rawat Juna yang sebenarnya tidak tidur pun mendengar semua perkataan ayah dan kakeknya. "Huft… untung semuanya sudah dibereskan. Kalau sampai ketahuan bisa bahaya. Bagus Teo kali ini kerjaanmu sungguh sempurna. Tenang saja aku akan memberimu libur dua minggu saat aku sudah sembuh nanti." Batin Juna tetap sambil memejamkan matanya berpura-pura tidur.

Flashback on

Saat Anjeli tengah berada di kamar mandi dan Darma sedang pergi ke ruangan dokter, Juna meraih ponsel Anjeli dan menelpon Teo. 

"Te… ini aku. Jangan banyak tanya. Dengarkan dan lakukan. Bersihkan TKP jangan ada sedikitpun barang bukti yang bisa ditemukan. Aku tidak mau tahu pokoknya lakukan dengan bersih dan rapi sehingga dua orang tua itu tidak akan bisa menemukan apa-apa." Tut… Juna menutup ponselnya menghapus riwayat panggilan dan meletakkan kembali ketempat semula, dia juga kembali pura-pura tidur.

Di seberang sana Teo tengah pusing dengan permintaan Bosnya, belum sempat ia menanyakan apapun Juna sudah menutup telponnya.

"Oh  Tuhan… sepertinya Kau tidak akan membiarkanku tidur malam ini. Bos-bos apa yang kau rencanakan. Menutupi kejahatan sepupu mu itu. Sebenarnya bos juga sudah tau kan kalau akan dicelakai kenapa tidak menghindar, kenapa harus berkorban diri. Untung bos selamat, kalau tidak aku yang akan menghabisi orang itu." Teo bersungut-sungut sambil berjalan ke arah mobilnya untuk melaksanakan perintah Bosnya. "Sepertinya tidak akan mudah haish….." 

Flashback off

Darma yang melihat istrinya begitu tidak nyamannya tidur mencoba mengangkat dan memindahkan ke tempat tidur sebelah. Ruang rawat Juna adalah ruang VIP yang didalamnya ada tempat tidur tambahan untuk beristirahat keluarga yang menunggu pasien. Anjeli menggeliat, merasakan tubuhnya diangkat.

"Mas, kenapa digendong."

"Tidak apa-apa kamu terlihat begitu lelah. Aku tidak mau membangunkanmu.  Istirahatlah, tidurlah dengan nyaman di sini." Ucap Darma sambil menurunkan Anjeli di tempat tidur lalu dia pun bangkit tapi tangannya ditahan oleh Anjeli.

"Mas, tidurlah di sini juga. Kamu pasti juga lelah."

Darma menurut ia merebahkan tubuhnya di sebelah Anjeli. Ia menghadap ke arah istrinya dan mengeratkan pelukannya lalu mencium puncak kepala Anjeli. "Mari kita tidur."

"Oh  Tuhan, cobaan apalagi yang Kau berikan padaku. Kau membiarkanku melihat adegan mesra pasangan tua ini. Sungguh terlalu… huhuhuhu." Gumam Juna pelan yang memang tidak tidur dan mengintip kemesraan kedua orang tua nya. 

Andaikan Gendis di sini, eh… kok aku kepikiran Gendis ya. Tapi jika Gendis sudah jadi milikku betapa mengasyikkan saat sakit begini, ada yang memperhatikan, ada yang menyuapi, ada yang menemani tidur, sungguh indah. Hah… ekspektasi memang selalu indah daripada realita. Juna pun kembali melihat kedua orang tuanya. Ia pun bersyukur hingga saat ini kedua orang tuanya tidak pernah ada konflik apapun dan selalu adem ayem. Aku berharap juga seperti mereka ketika sudah menikah nanti. Dis… tunggu aku melamarmu.

TBC

Gimana, cukup nggak nih segini. Cukup ya, sambung next bab ya. Terima Kasih yang sudah memberikan like. Yang belum jangan lupa like nya dan vote nya ya biar tambah semangat niih up nya.

Terimakasih

Matursuwun.

1
Hasna Nursyafah
wahhhh ada rama bapaknya mr.sun 😂
Dandelion
aku cari2 kisah cinta si om dan tantenya chan..ternyata ada novel plg awal 😁😂
Sri Supriatin
saya banjir air mata, padahal sdh nenek2/Sob//Sob/
Jumi Eko
bagus
Vie
pertama kali baca karya kak author ini pas baca babysiter untuk yayah... dari situ aku mulai lihat karya2nya yang lainya juga, ternyata semua seru... tetap semangat berkarya kak...
Mazree Gati
rumah gede dua lantai ga punya art,,yg nyapu sama ngepel siapa,,,?????
Sunarmi Narmi
Berdoa dn minta ke Authornya Ndis supaya Maling kundang dpt karma /Grin//Grin//Grin//Grin/
echa purin
👍🏻
Babar Dbabarian
seperti nya ini cerita pengalaman pribadi mu ya thor, aku juga dulu suka keluar masuk hutan tapibsekarang aku sudah tua tak sanggup lagi untuk mendaki tapi aku sangat merindukan itu semua untuk melepas semua beban masalah
kalea rizuky
author cewek kah
kalea rizuky
keren
Andrea
/Heart//Heart//Heart/
Cat Lover
ada yang tau g judul untuk novelnya si bungsu di keluarga dwilaga si Rinjani
Damar Pawitra: halo kak, Rinjani ada di judul "Cintaku Mentok di Perjaka Tua"
sila mampir
selamat membaca 😊
total 1 replies
Violet
Baca karya Kak Author pertama kalinya Mom Sita & Kai yg trnyata aku bacanya lompat2 alias random 😁 jujur suka smua dgn karyanya Kak. Skrg mencoba Baca ulang smua sambil di urutin yg benar sesuai jalurnya.
Terima kasih utk karyanya Kak 🙏💐🥰
Sri Supriatin: sama sy juga bc nya lompat2,, baru engeuh kalau Arjuna CS generasi pertams 😄
total 2 replies
Lia Kiftia Usman
Luar biasa
Lia Kiftia Usman
iya sih thor🤣🤣
kepercayaan dmn jadinya🙏
Intan Pakpahan
ohhh ternyata Juna-Gendis yg pertama, aq malah baca Rama-Sita duluan 😁😁😁
Cucu Cerri
abang kai bhumi abinawa
Cucu Cerri
mom sita dan kai abinawa
Izza Nabila
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!