Bhadrika Anneta Fabian memilih bersembunyi dari keluarganya karena belum siap menerima pernikahannya dengan seorang pria yang tak ia cintai.
Sementara Pangeran Aditama meski sudah tiga tahun berlalu masih terus mencari Istri sirinya yang kabur, hingga pada akhirnya ia menemukan titik terang tentang keberadaannya
" Jika kamu tak ingin aku menjadi Tuan Pemaksa, maka patuhi dan cintai aku sebagai suamimu."
" Tapi aku tetap tidak bisa mencintaimu karena di hati ini hanya ada dia. Jadi lepaskan saja aku!"
" Anne dia sudah pergi, jadi lupakanalah! Lagipula aku tidak akan pernah melepaskanmu karena kamu akan tetap menjadi istriku sampai nanti. "
Di kala Pangeran masih berjuang untuk mendapatkan cinta istri, tiba-tiba muncul seseorang yang sangat mirip dengan almarhum pria yang sangat Anne cintai.
Lalu, bagaimana kisah pernikahan mereka selanjutnya?
Follow ig Author : Novi_Rahajeng08
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi rahajeng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25 : Aku sibuk!
Mengetahui bahwa putrinya sedang bertengkar dengan suaminya, Mama Dira langsung membuat sebuah rencana agar mereka bisa berbaikan. Sebuah pertengkaran, perdebatan dalam rumah tangga itu hal biasa asal jangan sampai membuat pernikahan itu rusak.
Meski awalnya tak menyukai Pangeran, tapi lambat laun dengan beriringnya waktu Mama Dira menjadi menyukainya yang memang baik dan tulus.
"Ini, makananya sudah siap. Jadi, kamu tinggal berangkat ke kantor suamimu," ucap Mama Dira sambil memberikan paper bag berisi makanan pada Anne.
" Tapi Ma ... Apakah harus seperti ini?" Anne masih saja enggan untuk melakukan apa yang di sarankan oleh Mamanya. Pasalnya, Ia sendiri juga masih malas untuk bertemu dengan Pangeran.
" Anne ... gak baik suami istri marah-marahan terlalu lama. Mama tahu kamu belum bisa melupakan Brian, tapi kamu juga harus ingat bahwa suamimu itu adalah Pangeran. Sedangkan Brian, dia sudah tenang di alamnya. Jangan terlalu larut dalam masa lalu Anne, gak baik. "
" Emangnya kamu mau di cap sebagai istri yang nusyuz? "lanjut Mama Dira yang kembali mengingatkan apa sebutan bagi seorang istri yang durhaka pada suaminya.
Anne menggeleng.
" Kalau begitu, pergilah temui suamimu dan minta maaf."
Sebagai orang tua, Mama Dira punya sebuah kewajiban untuk menasehati putrinya ketika dia melakukan sebuah kesalahan. Apalagi kesalahan pada suaminya, seseorang yang harus Anne taati serta hargai selama statusnya masih sah menjadi seorang istri, sekalipun tak cinta. Toh cinta bisa tumbuh dengan seiring berjalannya waktu, asal Anne mau membuka hati.
Dengan berat hati, Anne pun pergi untuk menemui Pangeran sesuai perintah Mamanya. Dalam hal seperti ini, Anne memang butuh seseorang yang bisa menasehatinya dengan lembut. Karena sesungguhnya Anne itu adalah Putri yang baik dan patuh, hanya saja ia sedang dalam masa masih belum bisa menerima takdir hidup yang telah di gariskan untuknya.
...***...
" Kita sudah sampai, Non," ucap sang supir ketika mereka sudah sampai di depan lobi perusahaan Aditama grup.
Anne pun bergegas keluar dari mobilnya, dan terlihat mengedarkan pandangannya ke tempat yang sangat asing baginya.
Anne menghela nafas panjang sebelum kembali melangkahkan kakinya berjalan memasuki perusahaan suaminya.
" Selamat datang, ada yang bisa saya bantu?" sapa seorang resepsionis ramah tatkala melihat Anne datang.
" Em ... Saya mau bertemu dengan Tuan Pangeran Aditama. Kalau boleh tau, ruangannya ada di mana, ya?" Inilah bodohnha Anne yang tak bertanya dulu pada Papanya dimana ruangan suaminya berada sebelum berangkat. Mau menelpon, Ia tak punya nomor Pangeran.
" Apakah sebelumnya sudah membuat janji?" sang resepsionis kembali bertanya.
" Belum. "
" Kalau begitu, tolong buat janji terlebih dahuluya, Kak."
" Memangnya tidak bisa langsung bertemu? Bilang saja kalau__"
" Nyonya bos," sapa seseorang yang berjalan menghampiri Anne.
" Nyonya, ada keperluan apa datang ke sini?" tanya Bentala~ asisten Pangeran.
" Kamu mengenal saya?" Anne menunjuk dirinya sendiri. Pasalnya, Ia seakan tak mengenal pria di depannya ini.
Bentala tersenyum, sepertinya Anne tak mengingat dirinya. Sebelumnya, mereka pernah bertemu sekali, itupun tiga tahun yang lalu. Jadi, wajar jika Anne tak mengingat dirinya.
" Tentu saja, masak saya tidak mengenali istri bos."
Istri bos?
Kedua resepsionis itu terlihat terkejut tatkala mendengar Bentala menyebut wanita asing di hadapan mereka ini adalah istri bos.
Tapi, kapan bos menikah?
" Apa anda mau menemui bos?" Bentala kembali bertanya untuk memastikan saat melihat Anne yang menenteng sebuah paper bag.
Anne mengangguk.
" Kalau begitu, mari ikut saya."
Setelahnya, Anne pun berjalan mengikuti pria asing yang katanya mengenal dirinya.
Sepeninggal Anne dan juga Bentala, kedua resepsionis wanita itu langsung berhosip.
" Kamu tadi dengar apa yang dikatakan pak Ben?" tanya wanita itu pada temannya.
Temannya pun mengangguk.
" Jadi, telingaku tak salah dengar 'kan?"
Temannya itu menggeleng dengan mode yang masih terkejut. Bagaimana tak terkejut, kalau tak ada angin maupun hujan tiba-tiba mendengar kabar kalau Ceo tampan idaman mereka ternyata sudah memiliki istri.
Kalau berita ini memang benar, kenapa selama ini tak pernah dengar desas desus pernikahan CEO mereka? Apakah ini adalah sebuah pernikahan rahasia? Tapi, kalau pernikahan rahasia kenapa Bentala terlihat begitu terang-terangan menyebut wanita cantik itu adalah istri bos.
Begitu banyak pertanyaan yang membuat kedua resepsionis wanita itu penasaran, dan tak butuh waktu lama untuk membuat gosip ini beredar ke seluruh karyawan perusahan.
*
*
Selama perjalanan menuju ruangan Pangeran, kedua orang itu saling diam satu sama lain. Selain tak ada topik yang ingin di bicarakan, mereka berdua juga memang tak begitu dekat. Bentala hanya tahu bahwa wanita ini adalah istri siri dari bosnya yang pernah menghilang dan kini tlah kembali lagi.
Sebelum masuk, Bentala mencoba mengetuk puntu ruangan kerja bosnya.
"Siapa?" tanya suara baringin dari dalam ruangan itu.
Mendengar suara Pangeran yang terdengar dingin, entah kenapa Anne tiba-tiba menjadi gugup. Padahal tadi biasa-biasa saja.
" Ada__"
Anne langsung memberikan sebuah kode untuk tidak memberitahukan siapa yang datang.
" Ada tamu spesial yang ingin bertemu dengan anda, bos," lanjut Bentala.
Tamu spesial? Perasaan hari ini aku tak ada janji temu!
Pangeran terlihat bergeming dan mencoba berpikir siapa tamu yang datang itu. Dikarenakan penasaran, Pangeran pun mengizinkan tamu itu masuk ke dalam.
Anne pun membuka pintu ruangan kerja suaminya, dan terlihat seorang pria yang masih begitu fokus pada pekerjaannya.
" Assalamualaikum," salam Anne.
Mendengar salam dari seseorang yang terdengar tak asing di telinganya, membuat Pangeran menghentikan aktifitasnya lalu menoleh ke sumber suara.
Dan betapa terkejutnya ia saat melihat sang istri tengah berdiri di depan pintu ruang kerjanya.
" Anne...," lirih Pangeran dengan wajah seakan tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.
Anne kembali melangkahkan kakinya berjalan menghampiri suaminya yang terlihat berdiri dari tempat duduknya.
" Apa Kamu sudah makan siang?" Anne bertanya sebagai basa basi.
" Belum, tapi kenapa kamu ada di sini?"
" Untuk mengantarkan makan siang," terang Anne sembari memperlihatkan paper bag berisi makanan yang sudah ia bawa dari rumah Mama Dira.
" Tapi saya masih sibuk, " tandas Pangeran dengan wajah dingin seakan menolak kehadiran dirinya.
...****************...
Halo, readers kesayangan. Maaf ya kalau updatenya belum bisa konsisten. Selain kondisi yang memang kurang vit, Novi juga ada novel lain yang sama-sama ongoing. Jadi, harap bersabar untuk menunggu update cerita Pangeran dan Anne.
Buat yang ingin lihat visual Pangeran,Anne, Jeremy dan yang lainnya. Kalian bisa langsung cus follow ig Novi_Rahajeng08.
Kalau begitu, selamat menunggu kisah selanjutnya... Bye .. Bye ...
penasaran sama lnjtn nya