Kejadian di masa kecil membuat Celine membenci Mikho. Laki-laki tampan itu tak mengerti kenapa Celine begitu membencinya. Namun, semakin dibenci, Mikho semakin ingin mendekati. Kejadian demi kejadian membuat cinta tumbuh di hati Mikho. Akankah Celine bersedia terima cinta laki-laki itu? Bagaimana usaha Mikho dalam meraih hati Celine? Silahkan ikuti kisahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alitha Fransisca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 25 ~ Keputusan ~
Mikho mengajak Tiara untuk mengunjungi sahabatnya tetapi gadis itu menolak. Tiara memberikan kesempatan Mikho untuk menjelaskan pada Celine bahwa apa yang dilakukannya adalah murni karena rasa cintanya pada Celine bukan niat untuk melecehkannya.
Mikho meminta tanggapan Celine atas pengakuan cintanya. Celine hanya diam menatap Mikho. Gadis itu terjebak cintanya yang terhalang oleh kisah masa lalu membuat gadis itu tak bisa menjawab pernyataan cinta Mikho.
Meskipun sangat ingin menerima Celina merasa suatu saat Mikho akan membencinya saat laki-laki itu menyadari siapa dirinya. Mikho yang tak sabar menunggu jawaban Celine. Mendekat menyalurkan ungkapan cintanya melalui ciuman lembut yang menggebu.
Celine membalas ciuman lembut itu dan tak menyadari Tiara yang menyaksikan semua itu dibalik lobang kaca di pintu masuk ruang rawat inap itu. Tiara tersenyum, menatap apa yang ada di hadapannya. Gadis itu yakin Celine juga menyukai Mikho dan sekarang sedang menunjukkannya pada laki-laki itu.
Tiara memutuskan urung masuk ke ruangan itu, membiarkan mereka saling menunjukkan perasaan mereka. Mikho menatap wajah gadis yang dicintainya itu dengan tatapan yang lembut. Laki-laki itu mengusap lembut bibir baru saja di rasakannya.
"Aku inginkan kamu selamanya, aku serius. Tidak tahu sejak kapan mulainya tapi sejak itu, aku tak pernah bisa melepaskanmu dari pikiranku. Setiap saat bahagia jika membayangkan bisa bertemu denganmu. Setiap saat sedih setiap kali kamu mengabaikan aku. Celine apa yang menjadi halanganmu tolong katakan padaku. Aku akan menepis semua itu, aku akan mengalahkan. Membuatnya menyingkir jauh-jauh hingga tak bisa menghalangi kita bersama lagi. Katakan padaku, siapa yang menghalangi kamu menerima cintaku?" tanya Mikho.
Kamu, kamulah yang jadi penghalangku. Kamu lah yang membuat aku takut menerima cintamu, karena kamu sendiri yang akan menghalangi cintaku. Mikho aku cinta sama kamu tapi aku takut sama kamu, kamu yang akan menghancurkan cinta ini pada akhirnya, batin Celine sambil menekan dadanya yang terasa sakit.
"Celine! Kamu kenapa? Apa sakit? Aku panggil dokter dulu ya," ucap Mikho hendak pergi mencari dokter tapi Celine menghalangi.
Gadis itu menahan tangan Mikho, lalu bersandar di tubuh laki-laki itu. Laki-laki memeluk dan mengusap punggung Celine. Mikho serba salah, ingin pergi tetapi dihalangi Celine. Satu-satunya yang bisa dilakukannya hanyalah menenangkan hati Celine dengan memberikan pelukan yang hangat untuknya.
"Celine, aku akan di sisimu tapi jika kamu kesakitan aku harus memanggil dokter. Aku tak ingin karena aku justru membahayakan kesehatanmu," ucap Mikho sambil memeluk gadis itu.
"Aku tidak apa-apa," ucap Celine pelan.
"Sayang, ayo kamu istirahat lagi," ucap Mikho dan Celine kembali bersandar di ranjang. "Aku akan ke sini setiap hari, aku bahagia jika kamu izinkan aku di sisimu. Aku bahagia sekali Celine," ucap Mikho lalu menggenggam tangan Celine dan mengecup lama punggung tangan gadis itu dan menempelkan di pipinya.
Mikho membuktikan ucapannya, setiap hari menjenguk dan menemani Celine. Begitu sekolah bubar laki-laki itu telah tiba di ruang rawat inap Celine. Membuat ibu Celine merasa bahagia melihat perhatian laki-laki itu terhadap putrinya.
"Tante, malam ini, Tante dan Om istirahat di rumah saja. Besok libur sekolah, aku bisa menginap malam ini menemani Celine," ucap Mikho menawarkan diri.
"Apa? Mana boleh seperti itu–"
"Kenapa Om?" tanya Mikho kecewa.
"Kami tak boleh mengandalkan orang lain untuk menjaga putri kami,"
Orang lain? Ternyata Om Yudhi masih belum bisa menerimaku, batin Mikho langsung tertunduk sedih.
"Orang tuamu bisa menyalahkan kami nanti, karena kami telah memanfaatkan kebaikan hati putra mereka," sambung Yudhi saat melihat raut wajah kecewa laki-laki tampan itu.
"Oh, kalau itu jangan khawatir Om. Aku sudah minta izin dan sudah mendapatkan izin untuk menginap di sini," jawab Mikho dengan semangat.
"Oh ya? Tapi bukan minta izin untuk menemani seorang gadis kan? Apa mungkin orang tuamu setuju kalau dia tahu kamu menunggui seorang gadis?" tanya Yudhi.
Mereka pasti akan penasaran sama Celine. Ingin tahu seperti apa gadis yang sudah menarik perhatianku. Jika Celine benar-benar mau menerma cintaku dengan senang hati aku akan mengenalkannya pada orang tuaku, batin Mikho yang hanya bisa terungkap di dalam hati.
Melihat ekspresi sedih Mikho, Pak Yudhi kembali tersenyum. "Baiklah, jika kamu telah mendapat izin menginap di sini tapi kami tak ingin ada masalah ya? Jangan sampai Celine disalahkan nantinya," ucap Yudhi.
"Siap Om! Dijamin nggak bakal ada yang nyalahin Celine," ungkap Mikho dengan semangat.
Pak Yudhi pun akhirnya mengizinkan Mikho menginap menemani putrinya. Pak Yudhi dan Bu Dessery pun pamit saat hari mulai larut malam. Bapak itu berpesan jika terjadi sesuatu, agar Mikho segera menghubungi mereka. Mikho menyanggupi dan berjanji dengan sungguh-sungguh akan menjaga Celine.
Malam itu adalah malam yang membahagiakan bagi Ketos tampan itu. Bisa menemani gadis yang sangat dicintainya itu. Mikho mengukir kenangan-kenangan indah bersama Celine di ruangan itu. Mengambil foto Selfi bersama gadis yang dicintainya itu.
Menginap selama weekend, membuat Mikho begitu bahagia. Kesehatan Celine pun membaik dengan sangat pesat. Gadis itu akhirnya diizinkan pulang. Saat bersiap-siap untuk pulang.
"Apa kamu sudah beritahu Mikho kalau mau pulang hari ini?" tanya Dessery.
Celine menggelengkan kepalanya. "Ma, Celine ingin pindah sekolah–"
"Apa?" tanya kedua orang tua itu kaget.
"Ke Amerika," lanjut Celine.
Kedua orang tua Celine kaget. Sebuah permintaan yang tak terduga dari Celine. Kedua orang tua itu merasa Celine telah bahagia dengan kedekatannya bersama Mikho dan tak ingin dipisahkan tapi kini justru Celine ingin menjauh.
Tawaran untuk pindah sekolah bahkan hingga keluar negeri memang pernah ditawarkan orang tua Celine saat melihat putrinya itu seperti seorang yang sangat tertekan, saat itu Celine menolak. Namun, saat keadaan terlihat membaik, Celine justru meminta pindah ke luar negeri. Kedua orang tua itu hanya bisa pasrah terhadap keputusan putri mereka
...~ Bersambung ~...
jujur, aku tak sanggup spt celine atopun tiara... krn jika cinta tidak bisa memiliki berarti bukan jodoh dan tidak bisa dpaksakn bgm pun sikonny
pupuk terus rasa cinta dari yodi. pelan2 namun pasti kalian b2 akan saling mencintai.
sengaja y thor dbuat lupa, tak sadar gt
sdh bangun ternyt yodi
kenangan masa lalu biarlah jadi kenangan yg tidak bisa dilupakn. namun jangan dijadikan pengulangan
tujuan utk penyelamatan gpp deh
tulisannya rapih,,, dannnn sangat SyuKa 🥰