Setelah memenangkan perang di perbatasan, Qin Chen, Pangeran ketiga Kerajaan Chu segera kembali ke istana Kerajaan untuk secepatnya meresmikan hubungan dengan salah satu putri pejabat Kerajaan yang telah lama menjadi kekasih hatinya.
Kembali ke istana saat Raja sedang menggelar pesta pernikahan, Qin Chen terkejut melihat Li Wei, wanita yang dia cinta duduk bersandingan dengan Ayahnya, dan mendapatkan gelar Selir Agung. Gelar di Kerajaan yang hanya berada satu tingkat di bawah Ratu.
Mendapatkan sambutan yang begitu menyakitkan setelah memenangkan peperangan, Qin Chen begitu saja melepas gelar Pangeran miliknya, dan tanpa pamit dia pergi meninggalkan Kerajaan Chu.
Dua tahun berlalu, Qin Chen yang sudah merubah identitasnya kembali ke Kerajaan Chu. Bukan kembali untuk mengambil gelarnya, dia justru kembali sebagai pengawal Putri Liu Yao, Putri Mahkota Kerajaan Shu, yang merupakan calon istri Putra Mahkota Kerajaan Chu.
Dari sinilah dimulainya kisah Qin Chen menjadi seorang legenda.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyesalan Raja Liu Feng
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
Raja Liu Feng jatuh bersimpuh setelah melihat kematian delapan Jenderalnya serta melihat kepergian rombongan Putri Liu Yao.
“Apa ini karma atas perbuatan yang pernah aku lakukan di masa lalu? Apa aku salah mengorbankan satu keluarga demi melindungi seluruh penduduk Kerajaan ini?...” Raja Liu Feng melihat tangannya yang telah dia gunakan membunuh Permaisuri dan seluruh keluarganya.
“Kalau saja waktu itu ada pilihan lain, aku tidak mungkin melakukan itu pada mereka, dan membuat putriku sendiri sangat membenci keberadaan orang sepertiku...” Tanpa sepengetahuan orang lain, Raja Liu Feng selalu menyesali kejadian yang terjadi di masa lalu.
Liu Feng mengangkat kepalanya. Dia melihat sekeliling dimana terdapat mayat kedelapan Jenderal yang sudah puluhan tahun menemaninya. Ada rasa kecewa dan marah pada apa yang telah dilakukan oleh putrinya. Namun dia sadar, kalau saja dia tidak memulainya, tentu kejadian hari ini tidak akan pernah terjadi, dan lagi-lagi kesalahan itu ada pada dirinya.
°°°
Prajurit penjaga istana yang sebelumnya hanya berdiri di luar istana, mereka segera masuk ke dalam istana dan melakukan pembersihan setelah mendapat perintah dari Raja Liu Feng.
Mayat kedelapan Jenderal juga telah dibawa ke tempat persemayaman sementara, sebelum di hari selanjutnya akan dilakukan upacara pemakaman dan penghormatan untuk mereka.
Meski Raja Liu Feng menutup rapat kematian delapan Jenderalnya, tetap saja kabar kematian mereka tersebar luas ke seluruh wilayah Kerajaan Shu hanya dalam hitungan beberapa jam.
Bahkan kabar itu telah sampai ke telinga Kerajaan tetangga, yang langsung saja berpikir kekuatan Kerajaan Shu sudah melemah.
Kerajaan Ming yang sudah lama memiliki hubungan buruk dengan Kerajaan Shu, segera saja Raja Kerajaan Ming menyiapkan kekuatan untuk menyerang Kerajaan Shu, dengan memanfaatkan menurunnya kekuatan Kerajaan Shu.
Namun, tanpa sepengetahuan Raja Kerajaan Ming, kekuatan Kerajaan Shu bukanlah melemah, tapi justru semakin kuat dengan keberadaan Qin Chen. Menyerang Kerajaan Shu tentu tidak akan berakhir baik untuk Kerajaan Ming.
°°°
Di ruang kerjanya, Putri Liu Yao sedang membaca surat yang dikirim oleh mata-mata, yang dia beri tugas mengawasi Kerajaan Ming.
Putri Liu Yao tersenyum begitu selesai membaca seluruh isi surat, “Mengumpulkan kekuatan untuk menyerang Kerajaan Shu. Apa mereka pikir kekuatan Kerajaan Shu telah melemah hanya karena kehilangan delapan Jenderal tidak berguna?” gumam Putri Liu Yao.
“Kalau Kerajaan Ming memang menginginkan perang, aku akan menyiapkan sambutan meriah untuk mereka, dan semoga saja mereka senang dengan sambutan yang aku berikan...” Putri Liu Yao menulis dua surat yang dia tujukan pada dua orang yang berjaga di perbatasan.
Menggunakan jasa burung merpati, Putri Liu Yao segera mengirim surat yang dia tulis ke tempat tujuan, “Aku juga harus bersiap. Hanya dengan kekuatan orang-orang diperbatasan, itu tidak akan cukup untuk melawan kekuatan Kerajaan Ming...”
Sebenarnya Putri Liu Yao dapat menggerakkan pasukan khusus miliknya yang beranggotakan lebih dari seratus ratus ribu prajurit. Akan tetapi dia tidak ingin menggunakan mereka karena prajurit khusus hanya akan dia gunakan untuk melawan musuh terbesarnya.
Menghadapi kekuatan Kerajaan Ming, Putri Liu Yao hanya perlu mengerahkan prajurit yang ada, dan lagi di sisinya banyak orang kuat yang lebih dari cukup untuk mengalahkan kekuatan Kerajaan Ming.
Tanpa prajurit bantuan dari Raja Liu Feng, setidaknya saat ini sudah ada delapan puluh ribu prajurit yang siap berperang bersama Putri Liu Yao, melawan kekuatan yang dikerahkan Kekaisaran Ming.
Jumlah itu bisa saja bertambah kalau Raja Liu Feng mengirimkan prajurit pelindung Kerajaan Shu.
Namun, Putri Liu Yao tidak berharap banyak pada bantuan yang akan diberikan Raja Liu Feng. “Orang itu hanya akan mengerahkan kekuatan kalau ada yang mengancam kedudukannya sebagai seorang Raja. Selama tidak ada yang mengancam kedudukannya, dia hanya akan berdiam diri meski terjadi kekacauan di wilayah Kerajaannya,” ujar Putri Liu Yao yang sudah tahu seperti apa sifat asli Raja Liu Feng.
°°°
Raja Kerajaan Ming memimpin sendiri penyerangan ke Kerajaan Shu. Dengan gagah berani dia menaiki kuda perang, berdampingan dengan para Jenderal Kerajaannya.
Ada lebih dari dua ratus ribu prajurit dan sepuluh orang Jenderal yang dikerahkan Kerajaan Ming, untuk menyerang dan mengambil alih beberapa wilayah Kerajaan Shu.
Raja Kerajaan Ming hanya menginginkan sebagian wilayah Kerajaan Shu karena dia sadar, kekuatannya saat ini masih jauh dari kata cukup untuk mengambil alih seluruh wilayah Kerajaan Shu.
Meski mengerahkan seluruh kekuatan yang dimiliki Kerajaan Ming, semua itu masih belum cukup untuk mengambil alih seluruh wilayah Kerajaan Shu.
Kemungkinan besar, hanya setengah wilayah Kerajaan Shu yang akan jatuh ke tangan Kerajaan Ming, seandainya Raja Kerajaan Ming melakukan perang dengan mengerahkan seluruh kekuatan yang dimiliki Kerajaan Ming.
“Masih butuh waktu dua hari lagi untuk kita sampai di perbatasan Kerajaan Shu, dan kita butuh waktu satu hari untuk beristirahat sebelum menyerang,” ujar Raja Ming Kang pada para Jenderal yang berjajar di kanan, kiri, dan belakangnya.
“Yang Mulia, sebelum menyerang, alangkah baiknya kalau kita terlebih dahulu mengirim mata-mata untuk melihat situasi di perbatasan Kerajaan Shu,” saran dari salah satu Jenderal pada Raja Ming Kang.
Raja Ming Kang setuju dengan saran salah satu Jenderalnya, dan segera saja dia mengirim dua orang mata-mata untuk berangkat lebih dulu ke perbatasan Kerajaan Shu.
Mereka bertugas mengumpulkan segala jenis informasi di wilayah perbatasan Kerajaan Shu.
Setelah kepergian dua mata-mata yang dia kirim untuk mengumpulkan informasi. Melihat matahari sudah condong ke arah barat, Raja Ming Kang memutuskan mendirikan perkemahan untuk bermalam, dan baru melanjutkan perjalanan keesokan harinya.
°°°
Di istana Putri Mahkota Kerajaan Shu.
“Kita hannya akan berperang melawan Kerajaan Ming. Kenapa juga harus mengerahkan prajurit sebanyak ini?” tanya Qin Chen pada Putri Liu Yao saat dia melihat jumlah prajurit yang akan dibawa berperang melawan Kerajaan Ming.
Putri Liu Yao sudah memberitahu Qin Chen dan seluruh penghuni istananya, tentang Kerajaan Ming yang ingin menyerang Kerajaan Shu, dan selama dua hari ini dia juga telah menyiapkan lima puluh ribu prajurit untuk ikut dengannya menuju wilayah perbatasan.
“Aku menyiapkan mereka untuk mengejutkan Raja Ming Kang, dan aku ingin menunjukkan pada orang itu kalau Kerajaan Shu tidak lemah seperti yang dia pikirkan,” kata Putri Liu Yao lalau dia menaiki kuda yang akan di gunakan dalam perjalanan menuju wilayah perbatasan.
Melihat Putri Liu Yao sudah naik ke atas kudanya, Qin Chen dan yang lainnya juga naik ke atas kuda mereka masing-masing, dan bersiap melakukan perjalanan menuju wilayah perbatasan.
Saat Putri Liu Yao menyuruh prajurit membuka gerbang istana dan bersiap memulai perjalanan, begitu pintu terbuka Putri Liu Yao dan lainnya melihat sosok Raja Liu Feng berada di depan gerbang dengan menunggangi seekor kuda.
Di sisi lain, Putri Liu Yao dan yang lainnya juga melihat keberadaan prajurit Kerajaan dengan perlengkapan perang, yang menunjukkan kalau mereka semua siap pergi menuju medan peperangan.
Raja Liu Feng mengarahkan kudanya ke tempat Putri Liu Yao, begitu gerbang istana telah sepenuhnya terbuka. Tepat di hadapan Putri Liu Yao, Raja menghentikan langkah kaki kudanya.
“Putriku, sebaiknya kamu tetap tinggal di istana, biarkan prajurit Kerajaan yang berperang melawan Ming Kang dan prajuritnya!” ujar Raja Liu Feng yang dari sorot matanya jelas terlihat kalau dia sangat mengkhawatirkan keselamatan putrinya.
Putri Liu Yao tersenyum sinis dibalik cadarnya, “Yang Mulia, aku bukan wanita lemah yang perlu dikhawatirkan! Sebaiknya Yang Mulia mulai mengkhawatirkan singgasana Raja yang sewaktu-waktu bisa aku rebut!” ungkap Putri Liu Yao.
Raja Liu Feng tentu terkejut mendengar putrinya membahas singgasana Raja. Semula dia mengganggap itu hanya gurauan, tapi saat menatap kedua mata putrinya, dia hanya menemukan keseriusan dan keyakinan dalam sorot matanya.
“Yang Mulia dan seluruh prajurit Kerajaan sebaiknya segera menyingkir dari jalan karena aku ingin segera pergi ke wilayah perbatasan! Akan tetapi, kalau Yang Mulia saat ini ingin berperang denganku, dengan senang hati aku akan melayani apa yang Yang Mulia inginkan,” ujar Putri Liu Feng.
Tahu kalau putrinya tidak sedang bercanda, Raja Liu Feng yang tidak menginginkan peperangan dengan putrinya sendiri, dia segera menyingkir dari jalan yang akan dilalui putrinya, begitu juga dengan prajurit Kerajaan yang datang bersama dengannya.
“Kalau Yang Mulia ingin berperang melawan Kerajaan Ming, aku menunggu kedatangan Yang Mulia di perbatasan!” Seru Putri Liu Yao lalu dia memacu kudanya melewati gerbang istana miliknya
“Sebaiknya Yang Mulia tidak lagi menyinggung Putri Liu Yao! Dia memang seorang wanita, tapi dia bukanlah sosok wanita biasa, yang bisa ditindas oleh para pria,” ujar Qin Chen yang menyempatkan berhenti sejenak di sisi Raja Liu Feng, sebelum dia kembali memacu kudanya menyusul Putri Liu Yao.
Raja Liu Feng menundukkan kepalanya, setelah mendengar semua perkataan Qin Chen, “Aku telah gagal menjadi seorang Ayah setelah peristiwa yang terjadi di masa lalu. Bukannya memperbaiki kegagalan, aku justru semakin gagal menjadi sosok Ayah baginya, setelah semua yang aku lakukan selama ini...” Raja Liu Feng mulai menyesali semua yang pernah dia lakukan pada putrinya.
°°°
Bersambung...