NovelToon NovelToon
Pelakor Cantik Itu, Aku

Pelakor Cantik Itu, Aku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:674.3k
Nilai: 5
Nama Author: ritasilvia

Area 21, bijaklah dalam memilih bacaan !!!

Pikiran liarku, sering membayangkan jika aku berhubungan dengan pelayan baru kami, Melani. bahkan aku selalu mencuri-curi pandang ke bokongnya yang terlihat sangat montok menggairahkan, buah dadanya yang besar, membuat aku sering berfantasi liar, jika menikmati kedua benda itu, yang selama ini tidak aku dapati pada istri ku Sinta.

Aku langsung menuju kantor untuk bekerja, namun aku sama sekali tidak bisa fokus bekerja. malah aku berfikir "Jika aku kembali pulang dan meminta Melani untuk memuaskan aku diranjang, dia bakal nolak ngak ya?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ritasilvia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Lani kembali

"Mas, kita jadi balik ke Indonesia hari ini?"

Aku mengulangi pertanyaannya ku, mengingat mas Dani yang terlihat resah, padahal baru hari keempat kami disini, semula mas Dani menjanjikanku seminggu untuk liburan, tapi nggak papa lah yang terpenting misi dan keinginan ku sudah terwujud satu persatu.

Kulirik mas Dani sibuk sendiri dengan ponselnya, dan tidak menanggapi pertanyaan ku, saat aku mendekati dia langsung tergagap lalu menyembunyikan ponsel ke saku celananya, aku yakin pasti pelakor itu yang mengirimkan nya pesan. karena mas Dani langsung tiba-tiba minta pulang kembali ketanah air.

"Mas ada apa, kamu kok terlihat aneh gini?"

" Ada masalah di perusahaan, Rey tidak bisa mengatasi nya sendiri. makanya kita harus balik dengan penerbangan pertama. kamu siap-siap ya."

" Baiklah mas."

Aku mengemasi barang-barang ku, termasuk beberapa oleh-oleh untuk orang tuaku, Dita, bi jah dan anaknya. karena mereka sangat baik terhadap ku selama ini.

Kami menempuh perjalanan panjang, aku sempat ketiduran mengingat udara dingin selama dalam pesawat, meskipun mas Dani terus *******-***** tangan ku agar tidak kedinginan, namun aku hanya merasakan hambar dengan perlakuan manis nya itu.

Tanpa terasa, aku kembali menghirup udara tanah kelahiran, bukan nya aku senang dan tersenyum. malah moodku mulai memburuk lagi, mengingat bakalan bertemu dengan wajah pelakor dirumah kami nanti nya.

Dari kejauhan sudah nampak Rey, asisten kepercayaan mas Dani. yang datang menjemput kami kebandara.

"Selamat datang kembali bos, nyonya." sapa Rey tersenyum ramah menyambut kedatangan kami lalu membuka pintu mobil.

Melihat sikap yang ditunjukkan Rey, aku merasa tidak ada permasalahan yang terjadi di perusahaan. aku yakin permasalahan itu ada pada mas Dani sendiri, dia yang merindukan Lani. sehingga dia tidak sanggup lagi meskipun itu baru empat hari.

Tanpa terasa, mobil yang dikendarai Rey berhenti dihalaman rumah, nampak Lani yang tergesa-gesa membuka pintu, tatapan matanya tidak lepas melirik mas Dani, begitu juga sebaliknya. hatiku benar-benar panas menyaksikan hal itu. sehingga aku sengaja menabrak tubuh Lani yang masih tersenyum, Lani yang berdiri didekat pintu itu, langsung jatuh dan menjerit kesakitan.

" Aduuuh sakiit Bu, aku salah apa sehingga ibu masih jahat padaku." ucap nya berpura-pura kesakitan. padahal aku cuma senggol dikit doang.

" Sinta, kamu apa-apaan sih,"

Bentak mas Dani, dia terlihat sangat marah, dan langsung membantu Lani untuk berdiri. kesempatan bagi mereka. Lani mendempet kan tubuhnya ke punggung mas Dani, bersembunyi di belakang nya. sedangkan mas Dani terlihat sangat marah menatap ke arahku.

" Maaf, aku nggak sengaja, lagian dia juga salah ngapain berdiri tepat didepan ku dan menghalangi jalanku."

"Mas, pukulan Bu Sinta kemaren masih sakit, ditambah lagi sekarang, rasanya tubuhku ini sakit semua." merajuk sambil menagis.

" Mas bukan dia saja yang sakit, tapi aku juga mas. lihat cakaran nya ini masih membekas, dia seperti harimau." teriak ku lalu berlari menuju kamar.

" Ya udah, jangan diperpanjang lagi. nanti mas akan nasehati Sinta, ya." bujuk mas Dani sambil mengejar langkahku menuju lantai dua.

Aku langsung melongos membuang nafas kasar, hatiku masih sangat kesal ketika melihat mas Dani berjalan kearah ku.

" Sinta mana janjimu?" ucap nya dingin tanpa menoleh sedikit pun kearah ku.

" Janji apa mas?"

" Baru kemaren kamu berjanji tidak akan buat ulah dan bersikap seperti ini lagi, namun sekarang kamu sudah mulai melupakan ucapan mu itu, kamu membangkang dan membuat ku kesal. apa salahnya sih berbaikan dengan Lani."

" Salah mas, aku tidak suka setiap kali dia tersenyum, menatap dengan caranya yang norak menarik perhatian mu. dia tidak menghargai diriku selalu istri mu."

" Itu menurut pikiran mu Sinta, berasumsi sendiri. dengan menuduh yang bukan-bukan." ucap mas Dani kesal berjalan keluar kamar. aku yakin dia pasti menemui Lani, dan membujuk pelakor itu.

1
ayu cantik
bagus
Dwisur
thank author, ceritanya bagus, bisa unt mengingatkan pada hal2 yg TDK boleh di lakukan, semangat sehat sll
Dwisur
air mata buaya
Dwisur
jadikan sabar dan sholat sbg penolong mu sin
Dwisur
semua pembantu sudah tak punya hati
Dwisur
request yg lebih detail dunk Thor
Dwisur
mencoba ....haahhh...??
Dwisur
sesuai dengan judulnya.. ini cerita dari sudut pandang seorang pelakor
kaname senpai
murahan bgt melani,
Ilham Dwi Putra
Luar biasa
Atiah arini
bagus
Annie Soe..
Endingnya di paksa jadi gantung gitu tor,,
apa nti ada season 2 kah ??
Annie Soe..
Bagus Sinta mm mertua mendukung, pasti krn senasib suami selingkuh juga..
Lanjuut tor,, semangaatt..
Ayu Arta
MENARIK
Dyah Oktina
akhirnya sinta jd juga sama gilang 👍
Dyah Oktina
keren thor.... menghadirkan gilang 👍👍👍👏👏👏👏 seru nih
Dyah Oktina
wah....wah.... dasar pelakor licik sdh pasti
Dyah Oktina
huuuu... gemes ceritanya.... lanjut
Dyah Oktina
ish.... panas bener bacanya... gemes... emang sesuai dgn judulnya... pelakor 😡😠😡
Dyah Oktina
ya Allah .... baru d uji 2,5thn blm d kasih anak.... dah selingkuh... 🤦‍♀️🤷‍♀️🤦‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!